Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pernyataan Tian Feng


__ADS_3

Ke-dua Shinobi yang belum mengetahui maksud kedatangan Tian Feng menyerang desanya juga tidak terima dan mereka segera maju menyambut serangan Tian Feng dengan pedang mereka masing-masing.


Walau belum mengetahui identitas Tian Feng, namun ke-dua Shinobi tersebut tidak menganggap remeh Tian Feng, sebab mereka sudah melihat sendiri bagaimana semua Suku Mori dibuat tidak berdaya hanya dengan menggunakan tekanan energi saja.


Karena itu mereka mengerahkan semua kemampuan yang mereka miliki serta ilmu andalan terhebat mereka.


Salah satu Shinobi melempar beberapa Kunai kearah Tian Feng sekaligus mengangkat pedang nya dan di ikuti oleh rekannya.


Tian Feng menepis semua Kunai tersebut kemudian mengayunkan Toya nya. Pedang ke-dua Shinobi tersebut langsung menahan serangan Toya Tian Feng, akan tetapi sangat disayangkan karena serangan Toya Tian Feng sangat kuat sehingga pedang ke-dua Shinobi tersebut langsung patah, dan ke-dua Shinobi itu langsung terlempar mundur.


Mereka berdua memang tidak terkena serangan Toya itu secara langsung, namun daya energi dorong dari Toya itulah yang membuat mereka terlempar.


"Dia terlalu kuat!" seru salah satunya.


"Kamu benar, sebaiknya kita gunakan jurus ilusi saja!"


Ke-duanya sepakat akan menggunakan jurus ilusi karena serangan fisik kemungkinan besar tidak akan bisa mengalahkan Tian Feng.


Salah satu dari mereka berlari kearah Tian Feng sekaligus menggenggam sebuah serbuk yang dia ambil secara diam-diam dari balik bajunya, sedangkan yang seorang lagi melemparkan beberapa senjata rahasia sebagai pengalihan.


Tian Feng dengan sigap menghindari senjata rahasia tersebut sekaligus maju kearah Shinobi yang menuju kearahnya.


Saat mereka berdua sudah saling berdekatan, Tian Feng berniat melepaskan sebuah serangan Toyanya kearah kepala Shinobi tersebut, namun tiba-tiba saja Shinobi tersebut menaburkan serbuk berwarna hitam kewajah Tian Feng.


Tian Feng langsung mundur sekaligus memalingkan wajahnya agar serbuk tersebut tidak mengenai matanya.


"Apakah cara curang memang menjadi keahlian kalian berdua?" tanya Tian Feng sambil menatap kearah ke-duanya.


Mereka berdua tidak ada yang menjawab sedangkan Tian Feng merasakan pandangannya sedikit berputar.


Tian Feng memejamkan mata sejenak kemudian dia membukanya kembali dan kembali melihat mereka berdua yang masih berada di tempatnya.


Ke-dua Shinobi tersebut kini kembali menyerang Tian Feng, kali ini mereka berdua menyerang Tian Feng dengan serangan jarak dekat sehingga Tian Feng merasa ke-dua Shinobi tersebut sangat bodoh.


Tian Feng menyambut serangan mereka dan kemudian memberikan pukulan Toya kearah perut salah satunya, namun saat terkena pukulan Toya nya, Tian Feng terkejut karena Shinobi tersebut sama sekali tidak terlempar ataupun berteriak karena sakit.


"Ini aneh, kenapa tubuhnya tiba-tiba bisa menahan seranganku?" batin Tian Feng.


Shinobi yang satunya kini memberikan serangan tusukan Kunai kearah Tian Feng, namun Tian Feng dengan cepat memberikan serangan yang lebih kuat kearah Shinobi tersebut.


Lagi-lagi keanehan kembali terjadi, serangan Tian Feng justru menembus tubuh tubuh Shinobi tersebut seolah-olah tubuh tersebut adalah sebuah bayangan saja.


Tian Feng melompat mundur dan kemudian memperhatikan ke-dua Shinobi tersebut yang tersenyum kepadanya.


Tidak ada yang aneh dari ke-duanya dan dua-duanya terlihat begitu nyata, "Apakah aku terkena jurus ilusi? Tapi kapan mereka menggunakannya padaku?" batin Tian Feng.


Tian Feng ingin memastikan sekali lagi apakah dia benar-benar terkena ilusi atau tidak dengan cara melapaskan setengah dari energinya sehingga membuat desa mereka bergetar dan burung-burung berterbangan karena panik.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Tian Feng dapat merasakan sesuatu yang menusuknya dari samping, dia menoleh kesamping namun tidak melihat siapa-siapa.


"Jadi benar aku terkena ilusi!"


Tian Feng kini yakin jika dia memang berada di dalam pengaruh ilusi, dan dia yakin mungkin serbuk hitam itulah yang membuatnya berhalusinasi seolah-olah sedang bertarung.


Sejak Tian Feng sudah menemukan Desa Suku Mori, dia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat sempurna, dia yakin salah satu dari Shinobi di Suku Mori ada yang ahli menjebak orang dalam ilusi.


Tian Feng sudah mengaktifkan Tubuh Raja Iblis sehingga kulitnya tidak akan pernah di tembus oleh senjata biasa, karena itu dia merasakan ada sesuatu yang menusuknya dari samping namun tidak berhasil melukainya.


Tian Feng sendiri merasa dia sedang bertarung, namun sebenarnya dia terdiam karena saat ini dia sedang berhalusinasi seolah-olah bergerak dan bertarung melawan ke-dua Shinobi tersebut.


Namun setengah energi yang ia lepaskan adalah nyata, hal itu untuk bisa merasakan keberadaan musuhnya.


Tian Feng yang masih berada di bawah pengaruh Ilusi mulai melepas Aura Pembunuh yang lebih besar sehingga semua orang termasuk ke-dua Shinobi tersebut tidak bisa bergerak di dunia nyata.


Setelah itu Tian Feng mengalirkan energi murninya kedalam tubuhnya guna menetralkan pengaruh dari serbuk hitam yang sudah membuatnya berada dalam pengaruh ilusi.


Tidak butuh waktu lama bagi Tian Feng untuk menetralkan efek samping tersebut, saat dia merasa tidak ada sisa dari efek samping serbuk itu, dia membuka matanya dan melihat kearah dua Shinobi yang sudah jatuh berlutut karena tidak mampu menahan Aura Pembunuh.


Ke-dua Shinobi itu juga menyadari jika Tian Feng sudah berhasil kembali karena saat ini tatapan Tian Feng tertuju kepada mereka berdua.


"Siapa kamu sebenarnya, dan kenapa kamu menyerang suku kami? Padahal selama ini kami tidak pernah mengusik orang-orang dari Wutong, seharusnya kita tidak memiliki dendam!" kata salah satu Shinobi tersebut.


Tian Feng mengatur pernafasannya kemudian dia berjalan kearah mereka berdua yang masih tidak bisa bergerak.


"Apa benar kalian tidak pernah mengusik orang-orang dari Wutong? Apakah kalian lupa jika kalian sudah mengutus beberapa Shinobi untuk menangkap seseorang yang pernah membunuh salah satu Shinobi kalian dulu? Jika tidak salah namanya Ginjiro, jika kalian hanya mengutus para Shinobi untuk menangkap atau membunuhku aku tidak keberatan, akan tetapi kalian juga menyuruh mereka untuk membunuh semua keluarga ku, dan aku tidak akan pernah memaafkan itu! Sekarang apakah kalian masih mau bilang jika kalian tidak pernah mencari masalah atau memiliki dendam dengan orang-orang dari Wutong?" tanya Tian Feng.


Ke-dua Shinobi tersebut terkejut mendengarnya, kini mereka ingat jika pemuda yang ada di hadapannya adalah pemuda yang dicari-cari selama ini, sedangkan Wutong yang dimaksud adalah Kerajaan Wu yang memiliki nama lengkap Wutong, atau Kerajaan Wutong, namun umumnya disebut Kerajaan Wu.


"Ja..jadi kamu.. kamu..!?" mereka sungguh tidak percaya jika orang yang mereka cari untuk membalas dendam kematian Ginjiro kini sudah berada di hadapan mereka.


Seharusnya ini adalah sebuah kesempatan bagi mereka untuk membalas dendam, namun kenyataannya mereka justru tidak berdaya karena tidak menduga jika pemuda itu memiliki kemampuan yang sangat tinggi.


"Owh iya aku lupa menyampaikan ini kepada orang yang bernama Tankuro!" salah satu Shinobi mengerutkan dahinya saat Tian Feng menyebut nama Tankuro.


"Apa yang ingin kamu sampaikan padaku, dan dari mana kamu bisa mengetahui namaku?" tanya Shinobi tersebut yang ternyata adalah Tankuro ketua tertinggi Suku Mori.


"Hemm...? Aku pikir ketua Suku Mori adalah seorang kakek-kakek?" kata Tian Feng dengan tersenyum mengejek.


Tankuro jelas menyadari senyum ejekan Tian Feng, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Aku hanya ingin menyampaikan jika Shinobi yang kamu kirim untuk membunuh ku sekarang sudah menjadi pengawal pribadi keluarga ku, bahkan dia juga akan menikah dengan wanita yang dicintainya, wanita tersebut berasal dari Suku musuh bebuyutan kalian yaitu Suku Kusa," kata Tian Feng.


"A..apa kamu bilang? Kurang ajar kamu Katashi, lihat saja para leluhur tidak akan mengampuni mu, aku pastikan itu!" kata Tankuro dengan mata merah karena sangat marah.


"Tidak perlu repot-repot mengutuk orang lain! Kalian pikirkan saja nasib kalian sendiri karena selain Katashi yang akan aku biarkan hidup, sisanya akan aku lenyapkan sehingga tidak akan ada lagi yang berani mengusik keluarga ku!" kata Tian Feng kemudian dia melirik kearah lain sebelum berseru keras dengan mengalirkan energi agar suaranya bisa didengar ke seluruh Toakai, dan dengan suara yang keras dan menggema, Tian Feng mulai menyampaikan sebuah pernyataan dengan bahasanya.

__ADS_1


"Namaku Tian Feng dari Kerajaan Wutong, sekarang aku akan memberikan peringatan kepada seluruh Klan atau Suku manapun yang mengerti bahasaku! Barang siapa yang ingin membalas dendam atas lenyapnya Suku Mori, kalian bisa mencariku, namun barang siapa yang berani mengusik keluarga ku, maka kalian akan berakhir seperti Suku Mori!" kata Tian Feng.


Walau suara Tian Feng tidak sepenuhnya terdengar hingga keseluruh Toakai, namun dia yakin kabar itu akan tersebar, dan pastinya orang yang mengerti bahasanya akan menyampaikan pernyataan Tian Feng kepada orang yang tidak mengerti bahasanya.


Seluruh orang-orang Suku Mori kini baru sadar jika Tian Feng ternyata bisa terbang, karena sebelumnya tidak ada satupun dari mereka yang melihat kedatangan Tian Feng dari langit.


"Hahaha...! Ternyata dia adalah Kesatria yang kabarnya menjadi Kesatria terkuat di Wutong, andai aku tahu sejak awal aku tidak akan pernah mengusiknya, tapi mau bagaimana lagi!" kata Tankuro yang mulai menyesali perbuatannya yang salah karena telah menuruti perintah Klan Yama sehingga Suku nya kini harus menghadapi kehancuran.


"Maafkan aku karena telah menempatkan kalian di situasi ini, aku bangga bisa terlahir di Suku Mori, aku berharap di kehidupan berikutnya kita bisa menjadi satu suku lagi, dan aku berjanji akan menjadi pemimpin yang lebih bijak!" kata Tankuro kepada seluruh Suku nya yang sama-sama masih tidak bisa bergerak, padahal Tian Feng sudah melayang cukup tinggi.


Semuanya merasa terharu dan sama-sama sadar jika selama ini mereka sudah melangkah dijalan yang salah, "Kami merasa terhormat karena bisa mati bersama dengan Ketua!" kata Shinobi yang sejak tadi menemaninya bertarung melawan Tian Feng.


Yang lain sama-sama berusaha memberikan rasa hormat dengan cara membuka tutup mata mereka sebagai tanda penghormatan yang terakhir sekaligus tanda perpisahan.


Tian Feng sendiri yang berada di udara tanpa merasa kasihan dan iba sedikitpun membuat sebuah energi angin di dua telapak tangannya.


Angin tersebut ditekan agar menjadi padat dan membentuk sebuah bola angin seukuran kelapa.


Bola Angin tersebut memiliki kekuatan penghancur karena didalamnya terdapat hampir seluruh Chi yang dimiliki oleh Tian Feng.


Tian Feng melempar Bola Angin tersebut kebawah dan kemudian dengan cepat dia terbang menjauh sebelum Bola Angin tersebut menyentuh tanah.


Semua Suku Mori melihat Bola Angin tersebut jatuh kemudian disaat yang bersamaan tekanan Aura Pembunuh juga menghilang karena Tian Feng sudah menjauh.


Namun tidak satupun yang memiliki kesempatan untuk bisa kabur sehingga mereka semua hanya bisa saling berpegangan dan sama-sama menutup mata menunggu ajal yang akan segera tiada.


Bola Angin akhirnya menyentuh tanah, dan saat sudah menyentuh tanah, Bola Angin tersebut berputar sangat kencang dan kemudian meledak.


Ledakan dahsyat yang disertai angin kencang membuat hutan seluas 300 meter persegi harus hancur akibat ledakan dan juga pusaran angin.


Ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan getaran di beberapa tempat hingga suara ledakan dan getaran itu juga sampai di tempat Naomi berada.


Ini baru pertama kalinya bagi Tian Feng mencoba menciptakan energi angin peledak, dia juga tidak menyangka jika daya rusaknya selebar itu sehingga hutan yang awalnya rindang kini terlihat rata dengan tanah, dan pohon-pohon besar serta kecil kini sudah tumbang dan terlihat hampir mirip seperti hutan gundul.


Kejadian tersebut tepat saat matahari tenggelam, dan setelah Tian Feng meninggalkan tempat itu, tidak lama kemudian Mitzusaki dan Suku Kusa lainnya tiba disana.


Mereka sudah mendengar seruan pernyataan Tian Feng dan juga suara ledakan besar serta angin yang hampir membuat mereka semua terkena imbas dari angin tersebut.


Kini Mitzusaki hanya bisa menatap tidak percaya jika Hutan besar dan lebat bisa dihancurkan oleh Tian Feng, mereka juga menemukan beberapa potongan tubuh di beberapa tempat, walau tidak tahu itu tubuh siapa, namun yang jelas potongan tubuh itu adalah milik Suku Mori.


Memang Suku Mori adalah musuh bebuyutan mereka, namun mereka juga merasa kasihan dan tidak menduga jika Suku Mori harus berakhir se tragis ini.


"Sebenarnya siapa pemuda Tian Feng itu, dan apa masalah yang sudah dilakukan oleh Suku Mori padanya sehingga dia melenyapkan semua Suku Mori?" batin Mitzusaki sekaligus membayangkan andai semua itu terjadi kepada Suku nya hal itu membuat Mitzusaki merasa takut sendiri.


Mitzusaki memerintahkan semua orang yang ia bawa untuk mengumpulkan semua potongan-potongan tubuh yang di temukan kemudian memakamkan mereka kemudian akan memberikan penghormatan terakhirnya sebagai tanda berkabung serta kehilangan.


Karena hari sudah malam, jadi pencarian mereka semua sangat terbatas dan hanya beberapa saja yang di temukan setelah itu Mitzusaki menguburkan potong tubuh tersebut dengan layak dan kemudian bersujud tiga kali sebagai penghormatan.

__ADS_1


Mereka semua segera kembali pulang dan akan menyampaikan jika Suku Mori sudah binasa sekaligus akan menyebarkan pernyataan Tian Feng kepada semua orang agar tidak ada yang berani mengusiknya jika tidak ingin berakhir seperti Suku Mori.


__ADS_2