
Ho Chen kembali menutup matanya untuk sesaat kemudian dia kembali membuka mata yang memancarkan cahaya emas dan menatap ke langit.Wajah Ho Chen langsung terlihat suram saat melihat akan apa yang dilihatnya, "Bajingan! Kaisar Kegelapan ini benar-benar sangat kejam..!" genggaman Ho Chen sangat erat hingga bunyi tulang terdengar.
Ho Chen melihat ada dua galaxi yang mati setelah itu di galaxi lain juga ada yang mati, setelah diamati lebih teliti total ada lima galaxi yang sudah tidak memiliki tanda-tanda kehidupan, "Kaisar Kegelapan! Dosamu kali ini terlalu besar, tidak ada kata kesempatan lagi nantinya bagimu untuk bertobat," mata Ho Chen yang bercahaya dengan wajah marah menelusuri setiap galaxi, dan kali ini dia terkejut saat tidak sengaja pandangannya jatuh pada sosok yang mengambang di ruang angkasa.
Jarak sosok itu sebenarnya sangat jauh sekali, namun baru kali ini Ho Chen melihat galaxi yang seperti galaxi mati dan semuanya terlihat sangat suram, disaat masih melihat punggung sosok tersebut yang serasa tidak asing bagi Ho Chen, tiba-tiba saja sosok tersebut menoleh dan menatap balik Ho Chen dengan mata yang mengeluarkan kabut hitam.
Ho Chen terkejut dan tidak menduga jika sosok tersebut mengetahui jika dia sedang dipantau dari jarak yang jauh, "Kaisar Kegelapan..!" Ho Chen akhirnya mengenali sosok tersebut, Kaisar Kegelapan terlihat tersenyum kepada Ho Chen sesaat kemudian Galaxi tersebut tiba-tiba saja menghilang seperti Alam kosong.
Ho Chen berusaha kembali mencari keberadaan Galaxi Hitam yang suram tersebut, namun dia sudah tidak bisa menemukannya, "Segel Penutup Hitam!" Ho Chen akhirnya sadar jika Galaxi yang kemungkinan tempat tinggal Kaisar Kegelapan itu sengaja dihalangi oleh Segel yang tidak akan bisa ditembus oleh mata Dewanya, dengan kata lain Kaisar Kegelapan sengaja menyembunyikan tempat tinggalnya agar para Dewa tidak datang menyerang ke sana, "Dasar monster tua licik!" gerutu Ho Chen.
Cahaya emas di mata Ho Chen perlahan-lahan meredup dan kemudian matanya kembali normal, dia menghirup nafas hanya untuk menenangkan diri, ini untuk yang kedua kalinya Ho Chen merasa sedikit takut melihat kekuatan Kaisar Kegelapan yang mengerikan, sebelumnya dia sudah bersusah payah untuk bisa mencapai puncak Dewa Agung agar bisa seimbang dengan Kaisar Kegelapan, namun sekarang jarak itu sudah meregang dan kekuatan Kaisar Kegelapan kini sudah jauh berada di atasnya, bahkan mustahil untuk bisa dijangkau lagi.
"Jika sudah begini, aku semakin khawatir jika Tian akan mampu mengalahkannya di masa depan!" hati Ho Chen mulai tidak yakin, walau dia sudah mendengar sendiri dari Buddha jika Tian Feng memiliki takdir untuk mengalahkan Kaisar Kegelapan, namun tetap saja mengingat kekuatan Tian Feng saat ini baru berada di Tahap Dewa, itupun baru setengah jalan.
Dalam kasus bakat para manusia Dewa, kemampuan Tian Feng dalam meningkat memang unik, namun itu terjadi disaat sudah berumur 20 tahun, Ho Chen tidak memiliki pilihan lain selain mempercayakan semua ini kepada Tian Feng dimasa depan.
***
Yao Shan tidak berkomentar apa-apa setelah merasakan kekuatan besar yang entah dari mana asalnya, dia kembali Fokus mengajari Tian Feng akan cara mengendalikan Api dengan benar.
Tian Feng sendiri hanya bisa menggunakan satu api biasa dari telapak tangannya, namun bagi Yao Shan itu sudah cukup jika hanya digunakan untuk belajar.
"Suhu kekuatan api adalah hal utama yang perlu dijaga, karena kamu sendiri sedikit bisa mengendalikan kekuatan Api mu, sekarang kamu harus membuat satu Sendi Elemen lagi, ini mungkin terdengar aneh, namun kalau kamu ingin bisa menjadi ahli Pil, maka harus memiliki Sendi Elemen kayu!" kata Yao Shan.
"Sendi Elemen Kayu, tapi bukannya hanya ada Lima sendi kecil? Kalau membuat Sendi Elemen kayu itu artinya akan ada enam Sendi kecil, apa itu benar?" tanya Tian Feng.
"Tepat sekali, dalam kasus ini tidak termasuk dalam kelompok Lima sendi kecil, namun ini adalah Sendi bentuk Spiritual dan bisa memperkuat jiwa mu!" kata Yao Shan.
"Baiklah! Tapi bagiamana caranya aku bisa membuat Spiritual ini?"
Yao Shan menunjuk kearah pohon di belakangnya kemudian memberikan penjelasan, "Pohon ini hanya bisa tumbuh jika berada di tanah dan disiram dengan air, panas matahari juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhannya! Apakah kamu mengerti?"
"Pohon, Tanah, Air, Matahari? Apakah maksudnya untuk membuat spiritual kayu membutuhkan gabungan Tanah, Air, dan Api?"
Yao Shan tersenyum kemudian menjawab, "Ternyata kamu cukup paham juga walau wajahmu terlihat suka merawat kebodohan!" kata Yao Shan.
Tian Feng hanya bisa mengumpat dalam hatinya saat Yao Shan bilang seperti itu, namun dia tetap berusaha untuk tersenyum walau agak masam.
"Baiklah jangan menunda-nunda lagi, ayo sekarang segera buat Spiritual kayu, jika kamu berhasil aku yakin tingkat kemampuanmu akan semakin naik!"
Tian Feng segera mengangguk kemudian bersiap untuk membuat sendi baru, karena Tian Feng saat ini sudah memiliki empat sendi kecil, seharusnya tidak sulit bagi Tian Feng untuk membentuk sendi yang baru, jika soal sendi kecil logam, mungkin bisa diundur dulu, itu yang ada di pikiran Tian Feng.
__ADS_1
Cara membentuk Sendi baru ini juga hampir mirip seperti yang sebelumnya, namun perbedaannya adalah, Tian Feng harus bisa menggabungkan tiga unsur Elemen Api, Tanah dan Air setelah Tian Feng selesai mendalami sifat kayu itu sendiri.
Jadi yang perlu dilakukan oleh Tian Feng hanya duduk bermeditasi untuk memahami sifat kayu itu sendiri, setelah itu tinggal menggerakkan tiga elemen yang terakhir dimaksud agar Sendi baru bisa dibentuk.
Satu hari sudah berlalu, namun Tian Feng tetap duduk bermeditasi hingga hari-hari lainnya terlewati tanpa ada tanda-tanda jika Tian Feng akan bangun.
Untuk bisa mendalami tentang salah satu pohon, mungkin yang terpikir hanyalah sebuah tanaman yang tidak terlalu berguna, namun jika dicermati secara baik, Pohon itu memiliki banyak kegunaan bagi semua mahluk hidup.
Pohon memiliki dunianya sendiri, yaitu Alam bebas adalah dunianya, jika dunia sampai tidak memiliki pohon, dunia akan gersang dan panas, udara pengap dan mahluk hidup akan kesulitan untuk bertahan hidup karena udara yang pasti akan tercemar.
Namun dalam pengertian sesederhana ini banyak orang yang tidak menyadarinya, bahkan untuk Tian Feng sekalipun membutuhkan waktu hingga lebih satu bulan, namun tetap tidak bisa menemukan hal sederhana itu.
Akan tetapi pada hari ke ke 57 hari akhirnya Tian Feng tercerahkan saat mendengar suara riak angin yang menerpa dedaunan dan jatuh ke telapak tangannya.
"Hem...! Cukup cepat juga!" kata Yao Shan yang sedang membuat pil sambil memperhatikan Tian Feng.
Yao Shan dulu membutuhkan waktu hingga empat bulan untuk bisa memahami pohon itu sendiri, karena itu cara Tian Feng yang cepat menemukan maksud dari pohon sangat cepat.
"Kamu lebih cepat dari diriku, karena kamu sudah mengetahuinya kendalikanlah elemen tanah dan air hingga membentuk sebuah gumpalan energi di dalam jiwamu, jika sudah terbentuk seperti biji, maka tinggal digabungkan dengan elemen api, itu adalah penyempurnaan tiga elemen untuk membentuk satu elemen baru!" kata Yao Shan kepada Tian Feng yang masih duduk bermeditasi.
Tian Feng segera mengendalikan dua elemen tanah dan air. Pusaran energi dari kedua Elemen di dalam sel tubuh Tian Feng berputar menjadi satu setelah berputar cukup lama, Pusaran tersebut langsung menyebar dan menjalar disetiap darah, nadi, daging dan tulang.
Awan tebal segera berkumpul di langit namun tidak ada badai atau bencana apapun yang terjadi, yang ada hanya gemuruh petir yang bersahut-sahutan dan cahaya kilat di langit terlihat mulai turun hujan.
"Baru kali ini ada hujan yang turun secara alami, ini adalah tanda alam sebagai pertanda jika dia akan berhasil membuat satu Sendi baru, akhirnya dia bisa membentuk spiritualnya!" gumam Yao Shan.
Dunia dimensi yang ditempati oleh Yao Shan itu tidak memiliki cuaca alami, semuanya adalah buatan, dan air hujan buatan Yao Shan adalah Air khusus untuk menyiram tanaman obat, jadi ini untuk pertama kalinya hujan alami akan turun, namun hujan yang akan turun ini adalah bentuk Air hujan biasa yang memiliki Tingkat mineral yang biasa dibandingkan dengan Air hujan buatan Yao Shan, artinya air hujan milik Tian Feng yang mulai berjatuhan itu tidak akan memberikan dampak apapun terhadap tanaman ajaib Yao Shan.
Semakin lama hujan yang jatuh seperti gerimis menjadi sangat deras, Ho Chen dan Yao Shan membentuk kubah energi untuk berteduh dan duduk bersama sambil mengobrol dan memperhatikan Tian Feng, mereka berdua mengisi waktu luang dengan saling berbagi informasi sekaligus menunggu Tian Feng selesai membentuk sendi barunya.
"Dewa Ho Chen, apakah kamu bisa membantuku?" Yao Shan bertanya sambil dengan wajah serius.
"Bantuan apa? Katakanlah mungkin aku bisa membantumu!"
"Menurut informasi yang kamu katakan, sepertinya aku tidak bisa duduk diam saja, jika diijinkan tolong pindahkan dunia ini kesebuah tempat lain, aku ingin ikut berpartisipasi membantu melindungi Alam Semesta!" kata Yao Shan.
"Apa maksudmu? Kamu mau aku memindahkan duniamu ini kemana, apalagi dengan kondisimu saat ini."
Yao Shan tersenyum sambil menarik nafas kemudian kembali berbicara, "Aku tahu kondisiku seperti apa, walau saat ini aku sudah tidak memiliki kekuatan puncakku lagi, namun setidaknya aku bisa membantu muridmu di dunianya. Aku memang tidak bisa bisa keluar dari dunia ini terlalu lama karena keterbatasan Spiritual ku saat ini, namun aku masih bisa memberikan pinjaman kekuatanku pada muridmu jika dia sedang terdesak!" kata Yao Shan.
Ho Chen hanya tersenyum dan melihat kearah Tian Feng yang di guyur hujan. Ho Chen tahu seperti apa kemampuan Yao Shan saat masih hidup. Saat Yao Shan masih hidup di dunianya, dia dijuluki Yao si Dewa Pil yang terhebat di dunianya sekaligus satu-satunya ahli Pil di Klan Yao.
__ADS_1
Yao Shan juga memiliki kemampuan yang sangat besar, bahkan puncak kekuatan Yao Shan semasa hidupnya sedikit lebih tinggi dari kemampuan Ho Chen saat ini.
Namun sekarang kekuatannya berkurang jauh saat sudah berubah menjadi bentuk spiritual, hal itu terjadi akibat perebutan Api Teratai Buddha Emas.
Saat itu ada sekitar tiga ahli hebat yang memiliki kemampuan hampir setara dengan Yao Shan menyerangnya bersamaan, walau kemampuan ketiganya sedikit jauh dibawah Yao Shan, ketiganya harus bergandengan tangan untuk mengalahkan Yao Shan.
Pertempuran Dahyat sesama Kultivator legendaris mengguncang seluruh dunia Yao Shan. Andai dunia Yao Shan tidak dilindungi oleh Qi yang tebal yang disebut Ling Qi, mungkin dunia Yao Shan sudah lenyap.
Puncak pertempuran dahsyat itu akhirnya berakhir sama-sama mengalami kekalahan dan hampir melenyapkan seluruh Klan Yao, namun karena mereka memiliki kekuatan abadi, mereka tidak bisa mati dengan mudah walau tubuh mereka semua sama-sama sudah hancur.
Yao Shan dan ketiga lawannya sama-sama berubah ke bentuk tubuh spritual, namun Ling Qi di dunia Yao Shan tidak mendukung tubuh Spiritual karena tubuh Spritual akan diserap dan berubah menjadi Ling Qi itu sendiri setelah itu akan lenyap dari dunia selamanya.
Yao Shan dan ketiga lawannya menyadari hal itu sehingga mereka semua bergegas memasuki dunia dimensi masing-masing dan tidak akan pernah keluar karena diluar sangat berisiko tinggi bagi tubuh spritual mereka.
Semuanya menunggu waktu untuk bisa kembali, menurut penjelasan Yao Shan kepada Ho Chen jika ketiga lawannya menunggu waktu untuk kembali bangkit dan akan kembali mencari tubuh spiritual Yao Shan untuk merebut Inti Api Teratai Buddha Emas.
Yao Shan sendiri ingin mencari seseorang yang bersedia membantunya menolong keturunan Klan nya, namun itu mustahil karena itu Yao Shan hanya bisa bertahan dan tinggal di dunia Dimensi bersama dengan para Binatang Suci Ajaib yang sudah dia jinakkan dan tinggal bersama sebagai teman.
"Apakah kamu berharap Tian Feng bisa membantumu dimasa depan?" tanya Ho Chen.
Yao Shan tersenyum sedikit kemudian dia menatap Tian Feng, "Entahlah! Namun aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri jika aku memang berharap pada muridmu dimasa depan, aku ingin mewariskan Api Teratai Buddha Emas milikku padanya dengan harapan agar kelak dia membantu keturunanku agar bisa memiliki Api itu juga, mengingat dia adalah calon manusia yang akan menyelamatkan Alam Semesta, jadi aku ingin menaruh harapan padanya!" kata Yao Shan.
Ho Chen terdiam dan memperhatikan wajah tua Yao Shan yang terlihat sangat mengharapkan Tian Feng, seolah-olah seluruh sisa masa depan Klan Yao dimasa depan berada di tangan Tian Feng.
"Apakah kamu ingin pergi saat kamu sudah mewariskan Api Teratai Buddha Emas kepadanya?" tanya Ho Chen.
"Itu tergantung takdir, jika memang aku harus pergi, maka apa yang bisa aku lakukan, namun jika aku masih memiliki kesempatan dimasa depan untuk mendidik satu keturunanku yang tersisa, itu jelas sangat membuatku bahagia, hahaha..!" Tanpa sadar Yao Shan tertawa saat mengatakan itu, dia juga berharap bisa mendidik keturunan Klan Yao sendiri karena dia yakin jika keturunan Klan Yao masih ada yang tersisa.
Ho Chen menghela nafas panjang kemudian dia mengangguk, "Baiklah, aku akan memindahkan seluruh duniamu ini di Cincinnya dan kamu bisa tinggal disana serta menemaninya dan terus memantau dia dalam perkembangan mempelajari Pil walau aku tidak yakin dia akan bisa menjadi Dewa Pil sepertimu!" kata Ho Chen.
Yao Shan terkejut saat Ho Chen tidak menolak, namun sesaat kemudian dia teringat jika Cincin Tian Feng hanya untuk menyimpan benda mati, "Apa itu bisa? Bukanya Cincin yang ada dijari muridmu hanya khusus menyimpan benda-benda mati saja?" tanya Yao Shan.
"Tentu saja bisa, semua bisa dirubah dengan menambahkan Energi Zhin Qi Seperti disini, dengan begitu kamu dan para Binatang Suci Ajaib mu bisa tinggal disana dengan aman!" kata Ho Chen.
Ling Qi adalah kekuatan energi spiritual yang bisa diserap dan juga meleburkan Spritual itu sendiri, sedangkan Zhin Qi adalah energi bentuk lain yang bisa mendukung tubuh Spritual dan juga para mahluk hidup lainnya, sedangkan Ling Qi dan Zhin Qi hanya ada dalam sebutan di dunia Yao Shan.
"Ternyata kamu memiliki metode pengubah seperti itu juga, sepertinya kamu lebih gila dari yang aku bayangkan!" kata Yao Shan.
Ho Chen hanya terkekeh mendengar ucapan Yao Shan, dan pada saat yang sama, hujan pun berhenti dan samar-samar aura kehijauan terpancar dari tubuh Tian Feng, "Akhirnya dia berhasil juga membentuk Sendi baru!" kata Yao Shan.
Ho Chen mengangguk kemudian dia merasa kekuatan Tian Feng yang mulai bertambah, "Hanya membentuk sendi kayu baru kekuatan hampir mencapai puncak, jika dia bisa membentuk Sendi kecil logam mungkinkah dia akan naik menembus Dewa Bumi?" gumam Ho Chen.
__ADS_1