
***
Di tempat yang agak jauh dari tempat pertarungan Mei Yinyi melawan Zuan Lao, Wei Fang juga berhadapan dengan dua Pendekar yaitu Taiyan Zin dan Cin Peng.
"Wei Fang si Dewa Perang! Akhirnya kita bertemu kembali, aku sudah sangat lama sekali merindukan mu!" kata Taiyan Zin dengan nada genitnya.
Wei Fang menghentakkan gagang Goloknya ketanah hingga mengeluarkan hembusan angin kencang yang meniup dedaunan keberbagai arah.
"Hem..! Kamu bicara seperti itu karena memiliki rekan, tapi aku tidak akan takut jika harus menghadapi kalian berdua sekaligus!" kata Wei Fang dengan tatapan yang tajam serta dipenuhi dendam.
"Lihatlah Cin Peng, dia kalau marah wajahnya terlihat menua!" ucap Taiyan Zin yang tidak mempedulikan Cin Peng yang kesal karena Taiyan Zin bercanda disaat-saat seperti ini.
"Kemana Jia Tai Yan? Kenapa dia tidak ikut dengan kalian? Apakah dia sudah mati atau takut menghadapi Pendekar Dewa Sesat?" kini Wei Fang balik memanas-manasi Taiyan Zin.
"Sudahlah tidak perlu berpura-pura lagi Wei Fang! Aku tahu jika pemuda itu saat ini sedang pergi ke Kerajaan Jiu bukan? Jadi kami saja sudah cukup untuk melenyapkan Keluarga Yuan tanpa perlu campur tangan Pimpinan besar kami," jawab Taiyan Zin sedangkan Cin Peng tetap bersiaga karena khawatir Wei Fang menyerang secara tiba-tiba.
"Pimpinan kalian itu tidak ada bedanya dengan kamu Banci jelek, dia lebih pengecut dari seekor ayam."
"Sudah cukup! Sebaiknya kita serang saja sekarang."
Cin Peng sudah tidak tahan lagi sehingga memotong pembicaraan yang tidak penting untuk dibahas.
"Sabarlah dulu Cin Peng, untuk apa tergesa-gesa, lagi pula kita memiliki beberapa Pendekar hebat yang mampu melenyapkan seluruh keluarga Yuan!" jawab Taiyan Zin.
Wei Fang mengerutkan dahinya dan dia melihat kesekelilingnya, ternyata tidak hanya Zuan Lao saja yang datang, melainkan ada sekitar Empat Pendekar lagi yang memiliki kemampuan Tingkat Pendekar Cahaya Tahap 3.
"Jadi kalian sudah mempersiapkan ini dari awal!" kata Wei Fang.
Melihat banyaknya pendekar Cahaya yang ikut dalam penyerangan tersebut membuat Wei Fang mengerti jika sejak tadi Taiyan Zin sengaja mengulur waktu agar para pendekar yang lain menghabisi para prajurit.
Wei Fang tidak mau bicara panjang lebar lagi, dia bergegas mengayunkan Goloknya dan menyerang Taiyan Zin dan Cin Peng.
"Golok Membelah Bumi."
Wei Fang langsung menebas kearah Cin Peng, namun Taiyan Zin segera menahannya dan Cin Peng langsung memberikan serangan balik.
"Serbuk Mawar Penakluk Hati."
Taiyan Zin menaburkan serbuk hitam ke wajah Wei Fang, namun Wei Fang mengibaskan goloknya sehingga energi angin segera meniupkan serbuk itu kembali kepada Taiyan Zin.
"Kau ingin meracuniku? Jangan harap!" Wei Fang mendengus kesal kemudian kembali menyerang mereka berdua dengan pertarungan yang sengit antara saling serang dan bertahan.
***
Setelah membawa Yuan Xia ketempat yang lebih aman, Zang Yang bergegas keluar dan berniat membantu para prajurit yang kesulitan melawan Lang Wang.
Banyak prajurit serta beberapa anggota Pengemis yang dibunuh oleh Lang Wang sehingga Zang Yang segera melompat dan menghadapinya.
"Carilah lawan yang sepadan denganmu!" kata Zang Yang.
"Wah... Mimpi apa aku semalam? Ini adalah sebuah kehormatan bisa bertarung menghadapi Salah satu Pendekar terbaik dari Perguruan Singa Emas," kata Lang Wang.
"Hentikan omong kosongmu itu, katakan padaku kenapa kamu mau bergabung dengan Organisasi Tiga Bunga?" tanya Zang Yang.
"Emm..! Aku hanya diajak dan aku setuju, lagi pula banyak keuntungan yang aku dapatkan setelah bergabung dengan Organisasi ini!" jawab Lang Wang.
"Jika demikian kamu sudah masuk dalam daftar Pendekar yang wajib dibunuh," kata Zang Yang kemudian dia segera menyerang Lang Wang.
"Cakar Singa Merobek Mangsa."
__ADS_1
"Lompatan Srigala Gunung."
Cakaran Zang Yang yang hampir mengenai tubuh Lang Wang ternyata bisa dihindari oleh Lang Wang dengan cara melompat ke atas kepala Zang Yang hingga mendarat cukup jauh dari Zang Yang.
Zang Yang berbalik dan berniat kembali menyerangnya, namun beberapa orang segera menghadangnya.
"Menyingkirlah dari hadapan ku!" seru Zang Yang kemudian berniat melompat kearah Lang Wang, namun beberapa orang lagi segera melepaskan senjata api mereka kearah Zang Yang.
Zang Yang jelas terkejut mendengarnya letusan keras dari senapan yang diarahkan padanya, dia segera salto berkali-kali menghindari peluru yang bergerak sengat cepat bahkan sangat sulit untuk dilihat.
"Auman Singa Emas."
Zang Yang mengaum dengan sangat keras sehingga membuat para prajurit Foiberia itu terlempar mundur hingga menghantam rekannya.
Zang Yang menatap kearah Lang Wang, namun ternyata Lang Wang sudah tidak ada disana, "Kemana dia?"
Zang Yang tidak bisa menemukan keberadaan Lang Wang ditengah-tengah pertempuran sehingga mulai mencurigainya.
Zang Yang segera melompat melewati para pasukan musuh dan pergi menuju kedalam rumah, dia yakin Lang Wang pasti masuk kedalam untuk membunuh Yuan Xia.
Tentu saja Lang Wang tidak akan bisa menemukan keberadaan Yuan Xia karena dia sudah disembunyikan di tempat rahasia serta aman, sedangkan istrinya sedang berkunjung ke rumah ayahnya yaitu Keluarga Chang.
"Yuan Xia dimana kamu? Cepat keluar dan serahkan nyawamu!" seru Lang Wang.
Lang Wang yang masih berusaha mencari keberadaan Yuan Xia terpaksa berhenti karena Zang Yang sudah menyusulnya.
"Taring Singa Menembus Baja."
Jari Zang Yang yang keras segera diarahkan ke jantung Lang Wang membuat Lang Wang melompat mundur dan kemudian membalas serangan jari Zang Yang.
"Taring Srigala Perak."
Jari Zang Yang dan jari Lang Wang saling beradu, ke-duanya saling mendorong dengan menggunakan energi mereka masing-masing dan kemudian dentuman yang cukup kuat menghempaskan barang-barang yang ada dalam ruangan.
"Kau terlalu meremehkan Jurus Srigala Malam ku Pendekar Zang!" kata Lang Wang.
"Baik mari kita buktikan jurus siapa yang paling hebat, jurus Singa Emas ku, atau jurus Srigala Malam mu!" kata Zang Yang.
Ke-duanya kembali mengumpulkan energi dan bersiap untuk maju, namun mendadak hawa berubah menjadi sangat dingin.
Zang Yang dan Lang Wang sama-sama terdiam dan berusaha mencari penyebab berubahnya suhu tersebut, namun tidak ada yang berhasil mengetahuinya sebelum akhirnya sebuah teriakan seorang gadis menggetarkan bangunan.
"Kenapa kalian menyerang rumahku...!" kata suara tersebut yang mengandung energi sangat kuat.
Zang Yang terdiam sesaat karena dia merasa tidak asing dengan suara tersebut kemudian bergegas keluar untuk memastikan apakah suara itu benar-benar milik Chie Xie atau bukan.
Sesampainya diluar, dia tidak menemukan keberadaan Chie Xie diantara para prajurit yang sedang bertarung.
Zang Yang meliahat kearah Mei Yinyi yang menoleh keatas membuat Zang Yang ikut menatap ke langit.
Mulut Zang Yang menganga lebar dan matanya tidak berkedip saat melihat Chie Xie sedang mengambang diudara.
"Xi.. Xie'er..!? Se.. sejak kapan dia bisa terbang seperti Tian?" gumam Zang Yang.
Zang Yang benar-benar sulit untuk mengungkapkan rasa keterkejutannya saat melihat Chie Xie yang mampu melayang.
Anehnya lagi Langit mendadak tertutup awan tebal dan hawa semakin bertambah dingin, apalagi saat Chie Xie mulai turun membuat semua pendekar harus menggunakan energi mereka untuk menahan hawa dingin yang semakin meningkat.
Wei Fang, Taiyan Zin dan Cin Peng juga berhenti bertarung dan mereka semua sama-sama terpana melihat kemunculan Chie Xie dari langit.
__ADS_1
Bahkan hampir semua Pendekar serta para prajurit dari Foiberia tidak bisa berkomentar selain menggigil kedinginan.
"Xie'er!"
Mei Yinyi juga merasa tidak percaya melihat muridnya yang mulai turun kearahnya. Saat ini kondisi Mei Yinyi tidak terlalu baik, dia mengalami beberapa luka termasuk tulang pahanya yang retak akibat serangan jari dari Zuan Lao.
Zuan Lao menggunakan kesempatan itu untuk membunuh Mei Yinyi yang sudah lengah akibat terlalu fukos kepada Chie Xie.
"Taring Kematian."
Zuan Lao melompat dan berniat menusuk kepala Mei Yinyi dengan jarinya, namun semuanya sia-sia karena tubuhnya tiba-tiba saja berhenti bergerak karena kakinya sudah ditahan oleh es yang entah dari mana datangnya.
"Guru Besar, apa guru baik-baik saja?" tanya Chie Xie.
"Guru baik-baik saya Xie'er!" jawab Mei Yinyi.
Chie Xie memandangi kesekelilingnya sekaligus memperhatikan semua para prajurit yang berhenti berperang sekaligus memandangi dirinya.
"Siapa kalian dan kenapa kalian menyerang rumahku? Lalu dimana ayah serta ibuku?" tanya Chie Xie.
Zang Yang segera menghampiri Chie Xie sedang Wei Fang masih bersiaga terhadap Taiyan Zin dan Cin Peng.
"Kenapa bisa seperti ini? Ke-dua anak Yuan Xia itu sama-sama memiliki kemampuan yang tinggi! Pertama kakaknya, sekarang adiknya! Jika seperti ini akan semakin sulit keberadaan Organisasi Tiga Bunga di Kerajaan Wu ini!" gumam Taiyan Zin.
Organisasi memang sudah mengetahui akan siapa Chie Xie, menurut informasi yang didapatkan oleh Organisasinya jika Chie Xie hanyalah seorang gadis yang baru berada di Tingkat Tengah.
Sebenarnya mereka juga mengincar Chie Xie karena kabarnya Tian Feng sangat menyayangi adik perempuan itu, namun mereka juga tahu baik Tian Feng dan Chie Xie sama-sama menghilang selama setahun.
"Melawan Kakaknya saja adalah hal yang mustahil, sekarang adiknya juga memiliki kemampuan yang sama seperti kakaknya! Keluarga pejabat Yuan ini seperti dianugerahi kekuatan Dewa!" kata Cin Peng.
Tatapan Chie Xie mengarah kepada Taiyan Zin, namun berikutnya dia menoleh kearah rumahnya, "Beraninya kamu memasuki rumahku!" kata Chie Xie sambil menghentakkan kakinya ketanah sehingga sebuah kabut tebal dan dingin langsung menyebar.
Chie Xie membuat sebuah es berbentuk runcing kemudian dia melempar Es tersebut kedalam rumahnya.
Tidak lama kemudian Lang Wang melompat keluar dan menyiapkan kuda-kudanya karena khawatir Chie akan menyerangnya lagi.
"Jika kalian tidak ingin mati, cepat tinggalkan tempat ini, aku akan memberikan waktu hingga Lima tarikan nafas, jika lebih dari itu masih ada dari kalian yang belum pergi, maka kalian tidak akan mendapatkan kesempatan ke-dua lagi," kata Chie Xie.
Walau semua pasukan musuh mulai ragu, namun salah satu pria berbadan Tinggi mengambil Bola hitam dan melemparkan bola itu kepada Chie Xie.
Chie Xie mengangkat sebelah tangannya dan kemudian muncul es dari bawah dan menangkap bola hitam tersebut kemudian membekukannya.
"Kami akan pergi asalkan Pendekar Dewa Sesat mau menyerahkan nyawanya sebagai ganti kematian anak ketua kami!" kata Pria tersebut yang berasal dari Foiberia.
"Kau..! Jadi kalian semua kesini untuk membalas dendam dan ingin mencelakai kakak ku serta semua keluarga ku? Tidak akan aku biarkan dan kalian tidak akan aku maafkan!" Chie Xie yang kesal serta emosi segera melayang sedikit lebih tinggi kemudian melepaskan energi nya sehingga langit di seluruh wilayah Kerajaan Wu tertutup awan dan salju mulai turun.
"Sihir Es - Dewi Naga Es."
Chie Xie menciptakan se-ekor Naga Es yang muncul dari kumpulan awan tebal, ukuran naga yang sangat besar itu berhasil membuat kaki semua orang yang melihatnya gemetar.
"I..it .itu..!"
Sulit bagi mereka untuk percaya serta meliahat kemunculan se-ekor Naga Es raksasa yang sering mereka dengar dari cerita dan juga sering melihat gambar lukisannya saja dan kini benar-benar sudah ada didepan mata mereka.
Antara takjub dan takut berbaur menjadi satu di hati mereka semua, kini Naga Es raksasa tersebut berada di belakang Chie Xie dan terlihat jika Chie Xie adalah tuan dari Naga itu.
Jangankan Taiyan Zin dan semua musuh yang ketakutan, bahkan Wei Fang serta semua dari pihak pelindung Yuan Xia juga ketakutan melihat mahluk raksasa yang terlihat sangat kuat serta ganas, dan Chie terlihat seperti Dewi Naga Es yang menjelma jadi manusia.
Groarrr!!!"
__ADS_1
Naga Es melebarkan sayap esnya kemudian meraung sangat keras dan menciptakan sebuah gelombang energi yang sangat besar.
Chie Xie tidak menyadari jika ada orang lain yang memperhatikannya dari jauh, orang tersebut adalah kakaknya sendiri yaitu Tian Feng.