
Ho Chen secara terus-menerus memberikan serangan tanpa memberi jeda sedikitpun dari seringnya kepada Zhi Yin, walau serangannya memiliki kekuatan di bawah Zhi Yin, nyatanya serangannya cukup efektif.
Nyatanya Zhi Yin harus mengaktifkan pelindung dari serangan Ho Chen yang menggunakan empat elemen yang berbeda.
Mata Ho Chen melirik Tian Feng yang sudah merentangkan sebelah tangannya ke arah Zhi Yin, dia tersenyum tipis kemudian kembali menyerang Zhi Yin dengan serangan yang jauh lebih cepat.
"Tidak kusangka ternyata kamu masih memiliki kekuatan seperti ini, akan tetapi semua ini tidak berarti bagi penguasa sepertiku!" kata Zhi Yin kemudian dia menghentakkan energi pelindungnya.
Gelombang energi hitam langsung menerjang Ho Chen dengan sangat kuat, namun Ho Chen dengan cepat menggunakan elemen tanah untuk membuat perisai sehingga tubuhnya tidak langsung terkena hantaman dari gelombang energi tersebut.
Tubuh Ho Chen terseret mundur beberapa meter dan perisai elemen tanahnya langsung hancur.
"Sudah cukup, aku sudah muak meladeni serangga sepertimu!" kata Zhi Yin kemudian dia memfokuskan energi hitamnya pada satu tangannya.
Ho Chen tersenyum tipis melihat energi hitam yang berkumpul semakin banyak, dia berdiri tegak kemudian meraung keras sehingga energi keempat elemennya berputar lebih kuat menutupi seluruh tubuhnya.
"Tangan Iblis Merenggut Jiwa."
Zhi Yin mengangkat sebelah tangannya yang sudah mengumpulkan energi hitamnya kemudian energi hitam tersebut langsung berubah menjadi telapak tangan hitam yang sangat besar lalu melesat ke arah Ho Chen.
"Sekarang..!" seru Ho Chen kemudian dia langsung menghilang dan terlihat Tian Feng yang berada agak jauh di belakangnya.
Zhi Yin terkejut melihat hal itu, apalagi target tangan Iblis nya sebenarnya mengarah ke pada Ho Chen, dan sekarang Ho Chen justru berpindah tempat.
"Segel Kurungan Buddha."
Tian Feng melepaskan sebuah bola cahaya emas ke atasnya dan kemudian cahaya tersebut terbelah menjadi lima bola cahaya yang juga memiliki lima warna.
Tangan Iblis Raksasa masih terus melesat, namun kali ini targetnya adalah Tian Feng, hanya saja saat terus maju, tiba-tiba saja tangan raksasa itu seperti membentur sesuatu yang tak terlihat.
Bola energi bercahaya putih terang adalah energi yang memiliki unsur elemen angin, dan energi tersebutlah yang menciptakan dinding tak terlihat.
Zhi Yin jelas kaget kemudian dia melihat empat bola lainnya yang berpencar ke beberapa tempat.
"Air, Tanah, Angin, Api, Logam! Lima Elemen Kuat itu akan menyegel mu!" kata Ho Chen.
"Segel?"
Zhi Yin mengerutkan dahinya kemudian kembali melihat ke arah kelima bola yang kini sudah berhenti di lokasi yang berbeda kemudian kelima bola tersebut langsung mengeluarkan garis energi yang terhubung ke masing-masing bola.
Begitu garis sudah saling menyatu, garis tersebut berubah menjadi dinding lima elemen dan mengurung Zhi Yin di dalamnya.
Zhi Yin tidak melakukan perlawan sedikitpun, dia hanya diam menatap kelima dinding yang yang mengurung dirinya lalu dinding tersebut mulai bergerak seperti akan mengecil.
Zhi Yin mengulurkan tangannya dan kemudian rantai hitam segera keluar dan membentur dinding tersebut, namun rantai tersebut sama sekali tidak berhasil menghancurkannya.
"Sepertinya berhasil!" kata Ho Chen saat melihat usaha pertama Zhi Yin gagal untuk menghancurkan segel tersebut.
"Belum tentu, dia bukan sosok lemah yang akan mudah menyerah begitu saja!" kata Tian Feng kemudian dia kembali menambahkan energinya untuk menguatkan dinding segel.
Tian Feng sadar jika tadi Zhi Yin tidak sedang berusaha untuk menghancurkan segel, melainkan hanya menguji ketahanannya saja, dia yakin Zhi Yin sedang berusaha mempelajari segel tersebut sekaligus mencari kelemahannya.
"Setidaknya gerakannya masih bisa ditahan, semoga dengan cara ini bisa mengulur waktu hingga Chinmi tiba!" kata Ho Chen.
"Senior, tolong senior juga membantu mengalirkan energi ke Segel tersebut agar semakin lama bertahan!" kata Tian Feng.
Ho Chen mengangguk kemudian dia juga merentangkan tangannya lalu mengalirkan Energinya untuk menambah daya tahan segel tersebut, sedangkan dinding segel semakin mengecil.
__ADS_1
"Segel ini lumayan merepotkan!" gumam Zhi Yin yang terus mengamatinya, namun dia tidak terlihat khawatir sama sekali walau dinding segel semakin menyempit.
***
Azura dan para pasukan Naga serta pasukan langit yang juga bekerja sama dengan pasukan binatang dari Dunia Selatan kini harus menghadapi salah satu lawan yang sangat kuat, lawan mereka tidak lain adalah keempat Penjaga Kembar yang kini sudah bergabung menjadi satu.
Padahal mereka sudah berhasil menekan para pasukan Kegelapan itu, sebab mereka menang dalam jumlah, siapa sangka jika keempat Penjaga Kembar yang berhadapan dengan para Raja Naga serta Azura yang bekerja sama dengan Ao Shen Yun harus menelan ludah saat keempat Penjaga Kembar bergabung menjadi satu.
Azura dan para dewa memang sudah pernah melihat hal itu, walau tidak satupun dari mereka yang mampu mengalahkan salah satu Penjaga Kembar tersebut, kini mereka akan kembali menghadapi gabungannya yang tentunya memiliki kekuatan melebihi mereka semua.
"Nona Yun, sampaikan pada Raja Naga lainnya untuk mundur sebentar, kita tidak boleh menghadapinya tanpa memiliki rencana!" kata Azura.
Ao Shen Yun setuju akan usul dari Azura, dia segera mengirimkan suara telepati kepada ayahnya serta Raja Naga lainnya untuk menjaga jarak sekaligus mulai mengatur strategi untuk melawan kekuatan Penjaga Kembar yang sudah memiliki kemampuan Puncak Rana Ilahi Tahap 2.
Melawan kekuatan sebesar itu tidak akan berhasil jika sama-sama dilawan dengan kekuatan, harus mencari solusi yang tepat sekaligus mengalihkan perhatiannya.
"Kalian para Dewa akan berakhir disini, rasakanlah ini!" seru Penjaga Kembar kemudian dia mengeluarkan sepuluh rantai yang masing-masing keluar dari jari-jarinya.
Kesepuluh rantai tersebut bagai tali dan kemudian menerjang para pasukan kelompok Azura dengan sangat kuat sehingga banyak para prajurit yang terhempas bagai kapas saat terkena sabetan rantai tersebut.
"Sial, jika begini terus akan banyak prajurit yang menjadi korban!" kata Raja Naga Timur.
Azura diam sesaat, dia tidak memperhatikan rantai tersebut yang terus menyerang para prajurit, namun dia lebih memilih memperhatikan Penjaga Kembar sekaligus mencari celah.
Saat masih mengamatinya, para prajurit juga semakin berkurang, sebab serangan rantai tersebut terlalu brutal dan sekali serang, belasan hingga puluhan prajurit harus terhempas.
"Badai Pedang Langit."
Penjaga Kembar yang sangat menikmati pembantaiannya terkejut dengan suara agung yang menggema, begitu juga dengan yang lainnya, dan setelah itu pedang-pedang mulai bermunculan dan semakin lama pedang tersebut semakin banyak dengan bentuk pedang yang semuanya sama.
Pedang yang tak terhitung jumlahnya itu muncul dan melesat bagai badai menerjang barisan pasukan Kegelapan yang tersisa dan kemudian menghancurkan rantai-rantai yang menyerang para pasukan gabungan.
"Kaisar Langit!" seru Raja Naga.
Tepat saat seruan Raja Naga berlalu beberapa saat, muncullah sesosok tubuh yang memancarkan aura agung yang sangat kuat, sosok tersebut mengenakan Zirah emas.
Semua para Dewa segera memberi hormat kepada sosok agung tersebut yang tidak lain adalah Kaisar Langit serta para pasukannya.
"Kalian terlalu ceroboh membiarkan sosok itu bergabung!" kata Kaisar Langit.
"Maafkan kami yang mulia namun keempat sosok yang saat ini bergabung itu benar-benar sangat kuat, tidak satupun dari kami yang mampu menandinginya, apabila saat mereka bersatu, bahkan Kaisar Azura sekalipun tidak sanggup mengalahkannya!" kata Dewa Mata Tiga.
*Hem baiklah, sekarang bagaimana dengan kondisi pertarungan Dewa Sesat melawan Kaisar Kegelapan? Aku merasakan kekuatan mereka semakin meningkat!"
"Tidak ada lagi pertarungan itu, situasinya saat ini sudah berubah, sebab tubuh Kaisar Kegelapan sudah dikuasai oleh Energi Hitam sehingga sekarang Dewa Ho Chen ikut bertarung membantu Saudara Tian Feng!" jawab Azura.
"Kalau begitu kita harus segera menyelesaikan yang disini setelah itu kita masuk kedalam untuk membantu mereka berdua menghadapi Energi Hitam!" kata Kaisar Langit.
"Tapi Yang Mulia, bagaimana cara mengalahkan sosok itu?" tanya salah satu Dewa.
"Serahkan saja dia padaku, dan kalian urus para pasukan Kegelapan yang tersisa!" kata Kaisar Langit.
Kaisar langit menggerakkan jarinya dan kemudian pedang yang tak terhitung jumlahnya itu berbalik arah dan kemudian bergerak ke satu arah lalu pedang-pedang tersebut berkumpul menjadi satu kumpulan pedang yang bersusun-susun.
Penjaga Kembar langsung mengeluarkan banyak rantainya saat melihat sekumpulan pedang yang menumpuk jadi satu, dia merasakan firasat buruk melihat pedang yang juga memancarkan aura emas yang sangat panas.
"Tebasan Keadilan Langit."
__ADS_1
Kaisar Langit menggerakkan jarinya dengan pelan dan kemudian pedang yang menumpuk itu juga ikut bergerak dengan posisi menebas ke arah Penjaga Kembar.
Gerombolan badai energi segera tercipta saat pedang tersebut mulai berayun ke arah Penjaga Kembar, dorongan kuat serta hawa panas menyebar ke segala arah membuat siapapun tidak akan mampu bertahan jika sampai terkena imbas dari badai energi tersebut.
"Rantai Kegelapan."
Penjaga Kembar juga membentuk rantainya sehingga terbentuk sebuah rantai besar yang memiliki runcing tajam di depannya lalu diarahkan ke tumpukan pedang yang menuju ke arahnya.
Kedua senjata tersebut langsung saling berbenturan dan kemudian saling mendorong satu sama lain, akibat benturan tersebut, gelongbang kejut yang sangat besar menggetarkan seluruh Alam Semesta.
Aura kuat dari tumpukan pedang melebihi besarnya kekuatan lilitan rantai yang runcing sehingga rantai Penjaga Kembar tidak cukup kuat untuk bertahan.
Ujung rantai tersebut mulai hancur dan kemudian tumpukan pedang segera turun ke arah Penjaga kembar dengan aura emas yang panas serta tekanan kuat yang membuat Penjaga Kembar tidak bisa berkutik sedikitpun, dan tepat saat pedang tersebut hampir mengenai tubuh Penjaga Kembar, tiba-tiba saja energi hitam di dalam tubuh Penjaga Kembar terpisah dengan sendirinya.
Kaisar Langit melihat kabut hitam yang melesat menuju ke dalam Galaxy Merah, dan tidak hanya energi milik Penjaga Kembar saja, melainkan seluruh energi pasukan langit yang tersisa juga ikut keluar dan pergi dengan kecepatan yang luar biasa menuju ke dalam dalam Galaxy Merah.
"Jangan-jangan..!?" Kaisar Langit memasangkan wajah buruk setelah menyadari maksud dari keluarnya energi tersebut, sedangkan pedangnya juga langsung menghancurkan tubuh Penjaga Kembar hingga musnah seluruhnya.
Setelah beberapa saat, seluruh Alam semesta langsung berguncang hebat, dan Kaisar Kegelapan serta yang lainnya merasakan kekuatan yang lebih besar dari dalam Galaxy Merah tepatnya dari arah pertarungan Tian Feng dan Ho Chen melawan Zhi Yin.
"Semuanya segera pergi ke tempat pertarungan!" seru Kaisar Langit lalu dia lebih dulu menghilang dengan menggunakan sihir ruang waktu.
Para prajurit gabungan segera menyusul Kaisar Langit pergi ke medan pertarungan untuk membantu sang Dewa Sesat dan Dewa Pelindung Alam Semesta melawan Energi Hitam, sebab mereka semua dapat merasakan ancaman dari kekuatan besar yang terpancar sehingga mengakibatkan guncangan hebat.
***
Walau sudah menggunakan berbagai cara serta berusaha memahami kekuatan dari Segel Kurungan Buddha, namun Zhi Yin hanya bisa membuat retakan halus saja di dinding segel, sedangkan ruang di dalamnya semakin menyempit.
"Jika aku menggunakan seluruh energiku, mungkin aku bisa menghancurkan segel ini, hanya saja Kekuatan ku pasti akan terkuras habis, seperti aku harus menggunakan kartu terakhirku!" gumam Zhi Yin.
Zhi Yin melihat Tian Feng dan Ho Chen yang masing menahan segel tersebut dengan energi mereka, hal itu yang membuat segel tersebut mampu bertahan dari serangannya.
Zhi Yin menggerakkan jarinya sambari menatap para arwah penasaran yang terus keluar dari lubang dimensi, walau pedang Ho Chen secara terus menerus menghancurkan arwah penasaran tersebut, namun arwah akan terus berdatangan dari dalam lubang Dimensi.
Zhi Yin mengerahkan para arwah tersebut untuk menyerang Ho Chen dan Tian Feng agar konsentrasi mereka terganggu dan setelah melihat mereka yang mulai teralihkan oleh para arwah yang berdatangan, Zhi Yin segera membuat segel penyerapan, dia berencana akan menyerap seluruh energi hitam milik para pasukannya.
Disisi lain Tian Feng menggunakan tombaknya untuk melepaskan energi Api Emas serta Petir merah ke arah para Arwah yang berdatangan untuk menyerangnya, begitu juga dengan Ho Chen yang melepaskan Raja Api nya.
Hanya saja jumlahnya terlalu banyak seperti tidak ada habis-habisnya, hal itu membuat konsentrasi mereka berdua menjadi terbagi.
"Tian, Xu Lian ingin keluar membantumu untuk menghadapi arwah Kegelapan itu!" suara Yao Shan terdengar di telinga Tian Feng.
"Xu Lian? Ah iya juga, makanan dia kan arwah jahat seperti ini!" gumam Tian Feng kemudian dia berbicara kepada Yao Shan.
"Keluarkan dia Guru!" kata Tian Feng.
Ruang di depan Tian Feng bergetar dan kemudian sebuah pintu dimensi bulat terbuka dan setelah itu sosok tubuh mungil dan cantik segera menampakkan dirinya.
"Serahkan saja mereka padaku Tuan!" kata Xu Lian sambari menjilati bibirnya seolah-olah dia sudah tidak sabar untuk makan.
"Baik, lakukanlah!" jawab Tian Feng.
Cahaya as di bola mata Xu Lian mulai muncul, dengan tatapan buasnya dia menatap para arwah yang sangat banyak kemudian berbicara dengan suara lantang, "Kemarilah kalian semua wahai makanan ku!" seru Xu Lian kemudian tubuhnya yang mungil langsung bercahaya emas lalu berubah menjadi sosok naga besar yang sangat buas.
Roarrr..!!!
Suara raungan Naga Emas yang sangat keras menciptakan gelombang energi energi panas ke seluruh Galaxy, hal itu juga membuat para arwah berhenti bergerak seolah-olah memahami arti suara tersebut yang seperti raungan lapar dan ingin memakan mereka.
__ADS_1
Firasat alami para arwah tersebut memang tidak salah, karena setelah raungan tersebut berhenti, sebuah energi hisap segera tercipta, dan sumber hisapan tersebut berasal dari mulut Naga Emas.