Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kondisi Zang Yang


__ADS_3

***


"Berhenti siapa kamu?" lima orang pendekar segera melompat dan menghadang Tian Feng yang sedang berjalan santai di dalam kawasan wilayah markas utama.


Tian Feng menatap kesekelilingnya dan melihat ada sekitar belasan pendekar dari pria dan wanita yang masih ada di markas tersebut.


"Aku akan berbaik hati kepada kalian dan kesempatan ini hanya sekali, jika menolak maka aku tidak akan memberikan kesempatan yang ke-dua! Pergilah kalian semua, dan tinggal tempat ini," kata Tian Feng.


"Apa maksudmu, dan siapa kamu? Kenapa kami harus menuruti mu? Kami disini di tugaskan untuk menjaga markas oleh Ketua Pisau Langit, jadi yang berhak memerintah kepada kami hanya ketua, selain ketua kami tidak akan menurut, bahkan walau nyawa kami melayang sekalipun!" kata salah satu dari mereka dengan wajah garang.


Belasan pendekar lainnya segera berkumpul sekaligus mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan mengarahkannya kepada Tian Feng.


"Baik jika itu keinginan kalian, dengan ini kesempatan ke-dua sudah tidak ada!" kata Tian Feng sekaligus menggerakkan lehernya sehingga bunyi tulang yang kaku terdengar oleh mereka.


Sambil meluruskan tulang-tulang yang sempat kaku karena kelamaan terbang sebelum menghabisi Pisau Air. Tian Feng sempat sedikit memberitahukan hal yang membuat mereka semua terkejut.


"Sebelum kalian semua mati, harus kalian tahu jika semua para Pendekar Pisau terhebat yang kalian segani sudah tiada, aku tidak tahu yang mana Pisau Langit, yang jelas mereka semua sudah tidak akan datang lagi!" kata Tian Feng yang baru selesai meluruskan tulang-tulang nya.


Semuanya saling berpandangan dan merasa tidak percaya atas perkataan Tian Feng barusan, "Kau berbohong!" kata salah satu pendekar wanita.


"Terserah kalian, namun sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun bisa keluar dari sini!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura Pembunuh kepada mereka semua sehingga tidak satupun yang bisa bergerak.


Semuanya jatuh berlutut dan kesulitan untuk bernafas, sedang Tian Feng mengambil salah satu pedang mereka dan menatap mereka semua dengan tersenyum dingin.


"Susullah Pisau Langit di Akhirat!" kata Tian Feng kemudian dia mengiris satu persatu leher mereka.


Tidak ada yang bisa mereka perbuat, bahkan melawanpun juga tidak akan bisa karena mereka semua berada di bawah tekanan Aura Pembunuh.


Pada akhirnya mereka hanya bisa memejamkan mata mereka saat Tian Feng mulai membunuh mereka tanpa memiliki belas kasihan sedikitpun, baik pria maupun wanita Tian Feng membunuh mereka dengan cara yang sama, dia membunuh seperti menyembelih seekor ayam.


Dalam waktu singkat semua belasan pendekar yang rata-rata berada di tingkat bawah mati, dan markas pun jadi sepi karena sisa penghuninya sudah di lenyapkan.


"Kamu sangat kejam sekali Tian! Seharusnya kamu jangan dulu menghabisi semuanya," kata Zanxi.


"Orang jahat tidak patut untuk tetap dibiarkan hidup! Jika mereka diampuni, kelak suatu hari mereka pasti akan kembali berbuat jahat," jawab Tian Feng.


"Tidak ada manusia yang sepenuhnya ingin berbuat jahat, semuanya terlahir dalam keadaan bersih tanpa dosa! Seiring berjalannya hidup, maka manusia juga akan berubah! Sebagian ada yang tidak suka dan bahkan sama sekali tidak mau berbuat jahat, namun beberapa lainnya ada yang berbuat jahat karena terpaksa, namun ada juga yang memang suka melakukannya!" kata Zanxi.


Maksud dari perkataan Zanxi adalah, tidak semua manusia itu suka melakukan kejahatan, biasanya ada faktor yang memaksa mereka untuk berbuat demikian, bisa kerena kondisi ekonomi, ada juga karena berada dibawah ancaman orang lain.


Namun ada juga yang melakukan kejahatan karena mereka memang sangat menyukainya, biasanya mereka sangat menikmati jerit tangis seseorang yang akan ia bunuh, contohnya seperti Tian Feng yang menurut Zanxi seperti seorang pembunuh berdarah dingin.


"Mau bagiamana lagi, mereka semua sudah terlanjur ku bunuh, nanti jika aku akan membunuh lagi, maka aku akan bertanya apakah dia dulu memang ingin berbuat jahat sejak lahir atau tidak!" kata Tian Feng.


"Sepertinya kepalamu perlu dijitak agar bisa berpikir jernih!" ucap Zanxi yang kesal dengan perkataan Tian Feng.


Tian Feng hanya tertawa kecil, "Aku hanya bercanda..!" kata Tian Feng kemudian dia mulai menatap bangunan yang semuanya berada di atas pohon.


Tian Feng melompati satu persatu rumah yang berada di atas pohon untuk memeriksa apakah masih ada orang yang masih tersisa atau tidak.


Namun dia sama sekali tidak melihat akan adanya kehidupan lagi selain belasan pendekar yang sudah ia bunuh.


Saat masih berusaha memeriksa, Tian Feng masuk ke salah satu rumah yang di dalam ruangannya berbeda dengan ruangan yang lain.


Di dalam rumah itu ada banyak perhiasan dimana-mana. Tian Feng menduga jika itu pasti rumah milik ketua kelompok, namun setelah menemukan sebilah pisau berwarna biru.


Ternyata rumah itu adalah milik Pisau Air, "Jika rumah Pisau Air saja memiliki harta sebanyak ini, bagiamana dengan rumah pemimpinnya?" gumam Tian Feng.

__ADS_1


"Owh, ternyata kamu juga tidak ada bedanya dengan manusia yang lain!" suara Zanxi kembali terdengar.


"Memangnya kamu berpikir aku ini manusia seperti apa? Bagiamana pun juga aku ini masih normal! Bahkan orang paling kaya sekalipun pasti akan tergiur jika melihat harta sebanyak ini!" jawab Tian Feng.


Tian Feng tidak lagi mau menghiraukan perkataan Zanxi, dia mulai memindahkan perhiasan yang cukup banyak itu ke Cincin Langit Malam nya hingga semua perhiasan yang mahal-mahal itu bersih dan masuk kedalam Cincin nya.


Setelan dari rumah Pisau Air, Tian Feng kembali memeriksa rumah-rumah yang lain dan dia juga menemukan perhiasan yang lain dirumah-rumah tertentu.


Kini hanya tinggal satu rumah yang letaknya berada di pohon yang paling besar. Tian Feng segera memasuki rumah tersebut dan memeriksa dalamnya.


Di dalam rumah yang terakhir tidak terlihat ada satu perhiasan pun di semua tempat, "Sepertinya rumah ini milik salah anak buah nya!" gumam Tian Feng.


Tian Feng berniat keluar, namun dia melihat ada sebuah pintu yang letaknya berada di paling belakang.


Dia segera membuka pintu tersebut dan setelah dia buka, Tian Feng terkejut bukan main sehingga dia lupa untuk berkedip.


"Wah...! Kamu bisa menjadi orang paling kaya dengan harta sebanyak itu Tian!" kata Zanxi.


Tian Feng sama sekali tidak menjawab atau lebih tepatnya sulit untuk mengucapkannya sesuatu saat melihat tumpukan perhiasan dan juga ada sekitar belasan kotak peti kayu yang besar dan semuanya adalah koin, mulai dari koin perunggu, perak, hingga emas, namun ada juga uang kertas yang berasal dari Negara Foiberia.


Belum lagi tumpukan perhiasan yang menumpuk, "Ini pasti harta hasil rampokan yang di kumpulkan hingga belasan tahun! Tapi aku tidak menduga akan sebanyak ini!" gumam Tian Feng.


Padahal rumah itu terlihat kecil jika dilihat dari luar, namun di dalamnya lebih luas dari yang dikira.


Tanpa menunggu lama-lama lagi, Tian Feng segera memindahkan semuanya kedalam Cincinnya dan kemudian dia segera keluar.


Tian Feng mulai melayang di udara namun masih di tempat itu, dia memandangi rumah-rumah tersebut untuk sesaat dan kemudian dia segera terbang kearah Xanhuo, karena dia masih harus menemui Yong Shing dan juga Ma Xia Li.


Semua masalah yang terjadi dari dulu adalah ulah Yong Shing dan Ma Xia Li, mereka berdua lah dalang yang harus di lenyapkan, jika tetap dibiarkan maka Keluarga Yuan akan jauh dari kata aman.


***


Mereka berdua akan menangkap Yong Shing dan Ma Xia Li yang sudah di ketahui dari Pisau Bumi jika yang menyuruh mereka menyerang keluarga Yuan adalah ke-dua pejabat tersebut.


"Kepung rumah ini, jangan biarkan satupun keluar dan kabur dari sini!" perintahkan Ying Lo.


Ke-seratus prajurit segera menyebar mengelilingi rumah Yong Shing, sedangkan Ying Lo dan beberapa prajurit segera masuk kedalam mencari Yong Shing.


"Cari di setiap sudut rumah ini, jika ketemu segera tangkap dan seret dia kehadapan Ibu Ratu!" kata Ying Lo.


Setelah Pisau Bumi menjelaskan semuanya, Wei Fang langsung memberitahukan kepada Ratu Sie Qian, mendengar semua laporan serta sudah ada saksi yang memberatkan, Ratu Sie Qian segera memberi perintah kepada Wei Fang dan Ma Xia Li untuk menangkap ke-duanya.


"Maaf Panglima Ying, kami tidak menemukan keberadaan Pejabat Yong!" kata salah satu Prajurit.


"Cari lagi, aku yakin dia pasti sedang bersembunyi!" perintah lagi Ying Lo.


Semuanya kembali mencari di setiap tempat, namun mereka tidak juga berhasil menemukan Yong Shing.


Setelah cukup lama akhirnya Ying Lo yakin jika Yong Shing pasti sudah kabur, mungkin dia sudah tahu jika rahasianya sudah terbongkar.


Tidak hanya Ying Lo, bahkan Wei Fang juga tidak berhasil menemukan Ma Xia Li, dan mereka berdua sama-sama kembali dengan tangan kosong.


"Ternyata selama ini kita sudah ditipu oleh dua pejabat yang memiliki watak jahat, betapa liciknya ke-dua orang itu!" kata Wei Fang.


"Benar sekali Panglima, selama bertahun-tahun kita sudah membiarkan penjahat menduduki jabatan penting di Istana, andai saja kita menyadari sebelum kejadian ini terjadi, pasti kerajaan kita akan aman!" Ying Lo membenarkan.


"Apakah kematian Yang Mulia Zhi Xian ada kaitannya dengan mereka berdua?" Wei Fang kini mulai mencurigai kematian Zhi Xian yang masih misteri.

__ADS_1


"Mungkin saja!" jawab Ying Lo.


"Kita tidak boleh diam saja, kita segera menyebarkan berita ini ke seluruh wilayah Kerajaan ini, kita umumkan di sebuah lukisan jika Yong Shing dan Ma Xia Li adalah buronan, siapapun yang bisa menangkap nya akan di berikan hadian 300 keping emas untuk satu orang, jika dua-duanya tertangkap, maka hadiahnya akan berjumlah 600 Keping emas dan di tambah dengan hadiah Rumah sekaligus dengan tanah!" kata Wei Fang.


Menurut Wei Fang harga itu pantas untuk harga dua penjahat yang berani menipu dan juga berani berniat untuk membunuh salah satu pejabat lainnya.


Ying Lo segera menyetujuinya dan kemudian dia pergi untuk menyebarkan gambar Yong Shing dan Ma Xia Li serta mencantumkan pengumuman jika ke-dua orang itu adalah pejabat yang menjadi buronan utama.


Wei Fang sendiri segera menemui Ratu Sie Qian untuk menyampaikan akan apa yang sudah ia rencanakan, sekaligus meminta maaf karena memutuskan pengumuman tersebut tanpa sepengetahuan Ratu Sie Qian.


Setelah sore harinya, Wei Fang segera pergi ke perpustakaan pengobatan untuk mencari obat untuk Zang Yang.


Perpustakaan pengobatan adalah tempat penyimpanan kitab pengobatan milk Wei Fang sendiri yang ada di dalam rumahnya sendiri.


Buku- buku pengobatan yang ada di tempat itu berasal dari berbagai tabib di berbagai tempat, Wei Fang mengumpulkan kitab-kitab tersebut kemudian di simpan di satu ruangan khusus dan ia menamainya Perpustakaan Pengobatan.


Setelah cukup lama Wei Fang akhirnya menemukan petunjuk dari salah satu kitab usang berusia 400 tahun, kitab tersebut bertuliskan Kitab Petunjuk Bintang Timur.


Setalah membaca disetiap lembarannya, akhirnya Wei Fang menemukan apa yang ia cari, namun sayang saat membaca petunjuk dari kitab tersebut, Wei Fang jadi lemas karena cara untuk menyelamatkan Zang Yang ternyata sangat mustahil untuk dilakukan.


"Jika begini caranya, Zang Yang pasti tidak akan mau dan dia pasti akan memilih mati!" gumam Wei Fang.


Masalah hanya cara yang ada di petunjuk dari Kitab Petunjuk Bintang Timur saja yang ada, andai ada cara lain dia pasti akan melakukannya.


"Lapor Panglima! Salah satu utusan dari Pejabat Yuan datang dan memberitahukan jika Guru Zang sedang mengamuk!" salah satu penjaga rumah Wei Fang datang melapor kepada Wei Fang.


"Apa..! Baik kamu keluarlah dan aku akan segera pergi kesana!" kata Zang Yang kemudian dia mengambil baju Zirah nya.


Wei Fang segera pergi ke rumah Yuan Xia saat mendapatkan kabar akan kondisi Zang Yang yang semakin parah, dia mempercepat laju kudanya karena khawatir jika Zang Yang tidak akan mampu mengontrol tubuh nya sendiri.


Dari arah yang berbeda Tian Feng ternyata juga sedang menuju ke rumahnya, dan mereka berdua berada di jarak yang sama dan pasti akan tiba secara bersamaan di rumah Yuan Xia.


***


"Panglima.!" Tian Feng tiba secara bersamaan dengan Wei Fang dan mereka sama-sama berdiri di pintu masuk.


"Tian, sebenarnya aku ingin menanyakan soal pendekar yang kamu kejar itu, namun sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kita bantu di dalam!" kata Wei Fang.


"Ada apa Panglima?" tanya Tian Feng.


"Nanti kamu akan mengetahui, ayo kita segera masuk kedalam sebelum terlambat!" ajak Wei Fang.


Tian Feng dan Wei Fang segera masuk, Tian Feng sendiri merasa ada kekuatan yang memiliki Aura kuat dari dalam rumahnya.


Seingat Tian Feng, tidak ada pendekar yang memiliki kekuatan Aura seperti yang ia rasakan di rumah nya.


Tekanan Aura yang ia rasakan serasa seperti seorang Pendekar Cahaya Tahap 3, karena itu Tian Feng segera masuk kedalam dan kemudian dia melihat Zang Yang yang bringas sedang bertarung melawan Katashi dan Katsuyuki, bahkan Katashi sampai terluka.


"Apa yang terjadi? Guru kenapa kamu..!"


Tian Feng belum sempat selesai bertanya tiba-tiba saja Zang Yang yang penampilannya sedikit berubah dan memiliki tatapnya bringas menyerang Tian Feng secara tiba-tiba.


"Tunggu guru, ini aku Tian!" kata Tian Feng berusaha menyadarkan Zang Yang.


Namun Zang Yang seolah-olah tidak mendengar perkataan Tian Feng dan justru dia semakin bringas.


"Tian, gurumu sedang dalam pengaruh ilmu Desa Singa Suci, dia harus segera di sembuhkan, jika tidak Gurumu akan berubah menjadi Singa sungguhan!" kata Wei Fang.

__ADS_1


"Dewa Singa Suci? Ilmu kesepuluh dari Kitab Singa Suci?" Tian Feng jelas terkejut mendengarnya, kini dia dapat melihat ada taring yang mulai muncul, dan wajah Zang Yang mulai muncul bulu-bulu halus.


__ADS_2