
***
"Arghhh...!!
Tian Feng berteriak keras dan disertai dengan sambaran petir dari Tombak serta tubuhnya yang menyambar tidak tentu arah.
Seluruh baju Tian Tian mulai hancur, namun Tian Feng tetap bertahan dan kembali melesat kearah Louis yang saat ini kembali bangkit, namun bajunya habis terbakar dan dada Louis terlihat melepuh akibat terkena sambaran Petir merah.
Louis yang menahan sakit langsung mengarahkan kedua telapak tangan kearah Tian Feng dan energi hitam bulat sebesar kepalan tangan muncul dan angin serta debu berputar disekitar Louis.
Tubuh para pasukan yang sudah menjadi mayat juga ikut terseret oleh pusaran angin tersebut, bahkan Chie Xie dan Naomi juga hampir terseret juga, namun dengan cepat mereka berdua berpindah tempat sedangkan Arthur menggunakan energinya membuat pelindung di sekitar Hikari, Zan Zan, Yie Mao dan Dusten yang saat ini sedang kritis.
Wang Dunrui segera menjemput Wei Fang yang terluka kemudian berpindah tempat dan membuat perisai pelindung sekaligus dengan Lio Long, mereka memberi batas agar dampak pertarungan Louis dan Tian Feng itu tidak mengenai para prajurit dari kedua belah pihak.
Tian Feng berteriak keras dan meluncur dari langit serta di ikuti oleh pusaran awan hitam yang sangat besar dan cahaya merah dari Petir di ujung mata Tombak terlihat seperti batu meteor yang meluncur dengan kecepatan tinggi.
Louis menggunakan seluruh energinya dan kemudian dia melapaskan energi hitam itu meluncur keatas dan disertai dengan pusaran angin yang bercampur dengan debu, mayat dan benda-benda besar lainnya mengikuti bola energi hitam yang meluncur menyambut serangan Petir Merah bersama Tian Feng.
"Tian gege..!"
"Tian-kun..!"
Chie Xie dan Naomi juga melihat itu dengan cemas, mereka takut karena baru kali ini melihat dua energi besar yang akan beradu secara langsung.
"Hentikan....!!!"
Alice juga menggunakan seluruh energinya untuk bergerak dan muncul ditengah-tengah untuk menghentikan serangan keduanya.
Namun itu mustahil bisa dihentikan karena energi Tian Feng dan Louis sudah terlanjur dilepaskan.
Tian Feng jelas terkejut melihat Alice yang nekat muncul di tengah-tengah serangannya.
"Nona Alice menyingkirlah, aku tidak bisa menghentikan ini...!" seru Tian Feng.
Louis juga sama terkejutnya, walau dia sempat kecewa terhadap Alice, namun bagaimanapun dia tetap Cucu kesayangan satu-satunya.
"Alice apa yang kamu lakukan..? Cepat menyingkir dari situ..!" Louis juga berseru keras.
Alice melihat kedua serangan energi itu hanya bisa tersenyum melihat wajah kedua orang yang sama-sama berarti dihatinya.
"Kakek maafkan aku! Walau aku sudah berhianat dan berpaling dari tugas, namun aku juga tidak mau kamu celaka!" gumam Alice namun suaranya dapat didengar oleh Louis dan Tian Feng.
Louis semakin panik karena dia juga tidak tahu bagaimana cara membatalkan serangan yang terlanjur dia lepaskan sehingga air matanya kini mengalir di kulit wajahnya yang keriput.
"Tuan Tian! Padahal kamu adalah musuhku, tapi kenapa aku justru terperangkap dalam perasaan dan tidak rela jika kamu harus terluka, apakah aku yang bodoh karena menaruh hati padamu? Tapi aku sudah merasa lebih baik setelah menemukan jalan lain, dan semua ini karena pertemuan kita!" kata Alice kemudian dia bergumam yang membuat Louis dan Tian Feng berteriak memanggil nama Alice.
"Selamat tinggal! Semoga dengan kematian ku ini bisa membuat kalian berdua mengerti jika kalian berdua sangat berarti bagiku!" kata Alice kemudian dia melepas energi hitam dan menahan energi Louis dan juga menangkap ujung tombak Tian Feng.
"Alice....!!!"
"Tian gege...!!!
__ADS_1
Saat yang bersamaan cahaya putih terang mulai muncul dan membuat semua yang melihat itu menutup mata karena silau dan setelah itu ledakan yang sangat besar tercipta diudara dimana disana ada Alice dan Tian Feng.
Ledakan besar dengan gelombang kejut dahsyat dan awan hitam yang pecah mengakibatkan angin topan yang sangat besar.
Ledakan itu menghancurkan seluruh hutan sabana yang di penuhi dengan mayat serta meratakan tempat tersebut hingga yang terlihat adalah tanah gersang dengan lubang kawah yang sangat lebar.
Beruntungnya Lio Long sudah memasang dinding perisai, jika tidak separuh dari wilayah Kerajaan Wutong pasti akan rusak, jadi yang terasa hanyalah getaran saja.
Setelah debu dan kepulan asap serta angin topan berhenti, situasi menjadi hening dan semua para prajurit dan para pendekar sama-sama menelan ludah melihat tempat yang tadinya menjadi medan pertempuran kini sudah menjadi kawah yang sangat lebar.
Mereka tidak bisa membayangkan andai mereka masih berada disana, kemungkinan mereka akan langsung lenyap tak tersisa.
Mata Chie Xie menyapu seluruh kawah tersebut berusaha mencari keberadaan kakaknya, namun dia sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehidupan.
"Ge...ge!"
Tubuh Chie mulai gemetar sekaligus mengepalkan kedua tangannya dengan erat dengan bibir sedikit bergetar dia memanggil kakaknya dengan suara pelan dan semakin lama semakin keras memanggil-manggil Tian Feng.
"Gege..! Gegeee...!"
"Lepaskan aku, aku mau menjemput gege..!"
Chie Xie ingin pergi mencari Tian Feng di kawah bekas ledakan besar itu ditahan oleh beberapa pendekar dan prajurit, namun semuanya tidak ada yang mampu menahannya.
Chie Xie segera terbang dan mendarat di tengah-tengah kawah tersebut, tidak lama kemudian Naomi juga menyusul lalu disusul oleh Mei Yinyi serta Zang Yang.
"Jiejie..! Tian gege tidak ada disini..! Dia.. dia pasti sedang bersembunyi! Jawablah Jiejie, Tian..Ti..Tian gege pasti selamat kan? Dia pasti masih hidup kan Jiejie..!"
"Xi.. Xie Xie! Ti.. Tian-Kun adalah pria yang hebat, aku yakin dia berada di suatu tempat dan selamat dari ledakan tadi!" kata Naomi dengan suara yang sedikit terpotong namun dengan air mata yang tetap mengalir.
Zang Yang sendiri juga duduk bersimpuh dan memukul tanah berkali-kali, dia juga tidak terima jika Tian Feng harus lenyap karena ledakan dahsyat itu.
"Tian! Sebagai gurumu, aku benar-benar sangat malu karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu!" gumam Zang Yang kemudian Mei Yinyi memegang pundak Zang Yang.
"Jangan menyalahkan diri begitu! Jika bicara tentang siapa yang salah, jelas kita semua salah karena telah menyerahkan semua ini kepada Tian!" kata Mei Yinyi.
Wang Dunrui dan Lio Long muncul ditengah-tengah kesedihan mereka, setelah itu Naomi segera menghampirinya.
"Sensei! Tolong latihlah aku dan juga Xie Xie agar semakin kuat, aku ingin memburu para Organisasi Bintang Hitam untuk membalaskan kematian Tian-Kun, tolong Sensei!" kata Naomi.
Wang Dunrui tidak langsung menjawab, dia hanya menatap Chie Xie yang kini terdiam dengan tatapan kosong, seolah-olah pikirannya berada di tempat lain.
Wang Dunrui mulai membuka mulutnya, namun sebelum dia sempat bicara, ada ledakan kecil tidak jauh dari mereka.
Dari ledakan itu, Louis muncul dengan luka yang sangat parah dan berusaha bergerak untuk bangkit.
Chie Xie yang melamun juga menoleh dan saat mengetahui jika Louis masih hidup, hawa disekitar mendadak menjadi dingin dan kabut mulai berputar disekeliling Chie Xie dengan mata memerah karena hatinya sudah di penuhi oleh dendam.
"Kau..! Kau yang membuat gegeku hilang, kamu harus mati..!" kata Chie Xie.
Begitu juga dengan Naomi yang juga melepaskan energi apinya, dia juga menatap Louis dengan penuh kebencian kemudian dengan telapak tangan yang sudah diselimuti api Biru, dia dan Chie Xie sama-sama berniat menyerang Louis.
__ADS_1
Namun baru bergerak beberapa meter, tubuh mereka berdua langsung terhenti saat melihat sebuah tangan yang muncul di bawah tanah.
"Ini..! Ini tangan gege..!" Chie Xie langsung mengenali tangan tersebut dari Cincin hitam yang digunakan oleh Tian Feng.
Chie Xie dan Naomi segera menarik tangan tersebut dan ternyata itu benar-benar Tian Feng.
"Xie'er jangan menarik ku terlalu keras, sakit rasanya!" gerutu Tian Feng yang ternyata masih sadar.
Semuanya segera membantu Tian Feng dan memindahkannya, Chie Xie yang sangat terharu dan senang karena Tian Feng masih hidup ingin memeluknya.
Namun Tian Feng yang hanya bisa membuka sebelah matanya langsung menghentikan Chie Xie.
"Xie'er jangan memelukku sekarang! Kulitku masih terasa perih sekali!" kata Tian Feng.
Chie Xie dan Naomi memperhatikan kulit Tian Feng yang melepuh, beruntungnya pakaian bagian bawah masih banyak yang tersisa dan yang benar-benar habis hanya bagian atasnya saja, jika tidak Tian Feng pasti akan telanjang.
Zang Yang segera memegang tangan Tian Feng karena dia merasa senang karena Tian Feng selamat.
"Makanya jangan beranggapan yang bukan-bukan, Orang masih hidup malah di tangisi!" kata Bing Ling Ling.
Semuanya tertawa begitu juga dengan Chie Xie yang menyadari jika ucapan Bing Ling Ling sebenarnya tertuju padanya.
"Kau..! Kau sudah membuat Alice lenyap! Kau harus mati menyusul Alice..!"
Louis yang terbaring berbicara dengan nada marah dan menatap Tian Feng dengan tatapan murka, namun dia sudah kehabisan energi.
Tian Feng menoleh dan matanya mulai terlihat sedih saat teringat Alice yang mengorbankan dirinya demi melindungi kakek serta dirinya.
Tian Feng yakin andai Alice tidak menahan sebagian ledakan itu, mungkin dirinya dan Louis akan lenyap.
Namun masalahnya Tian Feng benar-benar tidak bisa bergerak, bahkan untuk mengangkat tangannya saja tidak bisa.
"Kau masih bicara seperti itu dengan kondisimu yang sudah tidak memiliki energi? Apa kamu sadar, jangankan diriku, bahkan orang biasa saja mampu untuk membunuhmu!" kata Chie Xie.
"Hahaha.. Uhuk-Uhuk..!" Louis tertawa namun kemudian batuk dan muntah darah setelah itu dia kembali bicara.
"Untuk saat ini aku memang sudah tidak berdaya, namun suatu hari nanti aku pasti akan kembali dan membunuh semua keluargamu!" kata Louis kemudian dia mengarahkan cincinnya tubuhnya lalu tubuhnya menghilang.
"Sihir Ruang Waktu! Jadi dia juga memiliki Sihir itu, tapi sepertinya itu berasal dari Cincinnya," kata Wang Dunrui.
"Tunggu dulu! Apakah Pendekar yang kita lawan tadi sudah mati karena ledakan tadi?" Chie teringat kepada Arthur.
"Entahlah! Tapi aku tidak melihatnya, mungkin dia juga mati," jawab Naomi.
"Syukurlah, dia benar-benar lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan!" ucap Chie Xie.
Mereka semua akhirnya memutuskan untuk kembali karena pertempuran telah usai, namun tidak ada yang menjadi pemenang karena kedua Kerajaan sama-sama kehilangan banyak prajurit serta beberapa Pendekar.
Namun tidak ada yang tahu jika sebenarnya jauh dari tempat ledakan, Alice sedang tidak sadarkan diri dan terbaring di pinggir pantai, dia selamat dari ledakan karena tubuhnya terpental saat cahaya putih itu hampir meledak.
Wei Fang dibantu oleh beberapa prajurit juga berniat untuk kembali ke istana, namun Lio Long baru ingat jika saat ini istana sudah berhasil di rebut oleh Zhi Yu Zhuan
__ADS_1