Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tian Feng melawan Alice


__ADS_3

Seluruh pasukan dari dua kubu yang bertarung sama-sama berhenti dan melihat pemandangan yang jarang dapat mereka lihat.


Baik itu Wei Fang dan seluruh pasukan termasuk para pendekar semuanya merasa takjub serta takut.


Bahkan Panglima Singa Gurun dan pasukannya juga merinding melihat sembilan orang yang terbang di atas mereka, sedangkan yang akan mereka hadapi hanya seorang saja.


"Tian tidak mungkin bisa melawan mereka semuanya, tetapi aku juga tidak bisa membantunya karena kemampuanku dengan mereka berada di tingkat yang berbeda!" gumam Wei Fang.


Chie Xie dan Naomi segera terbang dan menghampiri Tian Feng karena mereka berdua khawatir Tian Feng tidak sanggup melawan musuh sebanyak itu.


"Kalian kembali saja! Aku tidak mau terjadi sesuatu terhadap kalian berdua!" kata Tian Feng.


"Tidak gege, apapun yang terjadi, aku akan menemani gege!" kata Chie Xie.


"Aku juga Tian-Kun!" Naomi juga menolak pergi.


Di atas mereka, Louis dan Alice masih membahas rencana Alice yang akan menghadapi Tian Feng seorang diri.


"Terserah kamu saja Alice, tapi kamu boleh bertarung dengannya setelah kami membuat segel kurungan!" kata Louis.


Walau dia adalah Pimpinan utama Organisasi Bintang Hitam, namun dia juga tidak mungkin membantah Louis, karena Louis adalah kakek serta mantan Pimpinan utama Organisasi Bintang Hitam.


"Semuanya bentuk formasi segel kurungan!" seru Louis.


Semua para Pengawal Organisasi Bintang Hitam serta Louis membuat sebuah perisai energi yang sangat kuat.


Energi berwarna hitam itu segera menyebar di langit dan bergerak turun membentuk seperti sebuah Kuba raksasa yang akan mengurung Arena pertempuran.


Tian Feng menyadari hal itu, dia bisa saja menggunakan Sihir Ruang Waktunya untuk bisa pergi, namun bagaimana dengan para pasukan Kerajaan Wutong.


Sebenarnya Tian Feng ingin memancing mereka semua ke laut, namun jika ada perisai seperti itu, tidak mungkin dia bisa melakukannya.


Seluruh Pasukan kembali melanjutkan pertempuran mereka, namun kali ini pertempuran serasa berbeda.


Setelah segel perisai sudah mengurung tempat tersebut, Alice turun dan berhadap-hadapan dengan Tian Feng, Naomi dan Chie Xie.


"Tuan Tian! Apakah kamu terkejut melihatku?" tanya Alice.


"Aku sama sekali tidak terkejut Nona Alice, karena sebelumnya aku sudah mengetahui akan siapa dirimu!" jawab Tian Feng.


"Gege mengenalnya?" tanya Chie Xie.


"Kami pernah bertemu di Kerajaan Jiu!" jawab Tian Feng.


Berbeda dengan Chie Xie, Naomi justru menatap Alice dengan tajam, dia merasa tidak senang terhadap Alice yang terlihat sok akrab dengan Tian Feng.


"Jadi kamu sudah mengetahui identitasku? Tapi kenapa kamu tidak menyerangku?"

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin mencari masalah di wilayah orang lain!" jawab Tian Feng walau sebenarnya waktu itu dia masih belum kuat untuk berhadapan dengan Alice.


"Hentikan omong kosongmu gadis genit!" kata Naomi yang sudah tidak tahan lagi kemudian dia maju menyerang Alice dengan pedang Api birunya.


Namun sebelum Naomi sempat mendekat, Tian Feng menahannya, "Tidak Naomi! Dia bukan lawan yang bisa kamu hadapi, biar aku saja yang melawannya!" kata Tian Feng.


Naomi menggenggam pedangnya erat-erat dan kemudian melemaskan genggamannya serta menarik kembali energi apinya.


Naomi kembali mundur sedangkan Alice menatap Naomi dan Alice dengan tersenyum tipis kemudian bertanya kepada Tian Feng.


"Apakah dua gadis ini adalah kekasihmu Tuan Tian? Atau salah satu dari mereka adalah kekasih yang waktu itu kamu bilang belum menyampaikan perasaanmu itu?" tanya Alice.


"Jaga mulutmu kalau bicara! Aku ini adiknya, apa kamu mau tubuhmu aku bekukan!" kata Chie Xie dengan membentak.


Alice sedikit terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika kakak beradik sama-sama memiliki kemampuan Raja.


Tatapan Alice kini jatuh terhadap Naomi yang tadi berniat menyerangnya, dia yakin jika gadis cantik itu adalah kekasih Tian Feng sehingga Alice tersenyum penuh makna


"Akulah targetmu, jadi jangan libatkan mereka akan masalah ini!" kata Tian Feng yang menyadari tatapan Alice terhadap Naomi.


"Kalian berdua cepat kembali membantu yang lain!" kata Tian Feng.


Dengan berat hati, Chie Xie dan Naomi terpaksa kembali lagi untuk membantu para Pendekar serta para Prajurit yang sedang berperang.


Kini hanya tinggal Tian Feng dan Alice saja yang saling berhadap-hadapan dan sama-sama menatap dengan tatapan yang mulai berbeda.


"Tuan Tian! Sebenarnya aku tidak ingin bertarung menghadapimu, aku hanya tidak mau Kakek dan para Pengawal lainnya mencelakaimu!" kata Alice membuat Tian Feng terkejut mendengarnya.


"Aku tidak peduli Nona Alice! Bukankah kalian sudah jauh-jauh datang kesini hanya demi bisa membunuhku, lalu kenapa kamu harus bersimpati padaku?"


"Tuan Tian! Kamu tidak tahu akan siapa kakekku itu, walau kemampuannya berada di Tahap Raja Alam, namun ada rahasia lain di dalam cincin yang ia kenakan!"


Alice secara singkat mengatakan jika di cincin kakeknya ada dua sosok dimana satu adalah kakek buyutnya dan satu lagi sosok lain yang memiliki energi Api Hitam yang sangat kuat.


"Alice.. Apalagi yang kamu tunggu? Cepat serang dan kalahkan Dewa Sesat itu agar kita tidak menunda waktu lebih lama lagi!" kata Louis.


"Tuan Tian! Aku harap kamu mengerti, jadi sekarang lawanlah aku, dan nanti aku akan membukakan celah untuk mu agar bisa kabur!" kata Alice kemudian dia melepaskan energinya.


Tanah mulai bergetar saat Alice mulai melepaskan energinya dan para Prajurit yang sedang bertempur pun berusaha menstabilkan tubuh mereka agar tidak terjatuh.


Aura Hitam seperti angin berputar di sekeliling tubuh Alice kemudian dia memunculkan pedangnya yang memiliki ukiran yang sangat indah.


Mau tidak mau, Tian Feng juga melepaskan energinya sehingga guncangan tanah semakin bertambah dan retakan di beberapa tempat juga mulai terlihat.


Kini Aura berwarna merah juga berputar seperti angin di sekitar tubuh Tian Feng, dan dua aura tersebut saling menyentuh sehingga menimbulkan percikan seperti listrik atau petir kecil dari gesekan kedua energi tersebut.


Alice dan Tian Feng saling berpandangan beberapa saat sebelum akhirnya keduanya langsung maju saling menyerang

__ADS_1


Alice dengan pedangnya menyerang dengan tebasan yang menciptakan energi hitam yang sangat kuat berkali-kali kearah Tian Feng, sedangkan Tian Feng berusaha bertahan untuk membaca gerakan serangan Alice berikutnya.


Para Pendekar biasa sangat sulit melihat pertarungan Tian Feng Melawan Alice, karena mereka sama-sama memiliki gerakan cepat dan hanya percikan api saja dan suara benturan saja yang bisa mereka dengar.


Pertarungan Tian Feng melawan Alice membuat deretan ledakan di tengah-tengah para prajurit yang sedang bertempur membuat banyak jatuh korban dari kedua belah pihak.


Tian Feng yang hanya menggunakan tangan kosong menahan serangan Alice dan kemudian mereka berdua mulai naik dan bertarung di udara.


Semakin lama tingkat pertarungan Tian Feng melawan Alice semakin meningkat membuat langit berubah menjadi gelap dan benturan-benturan keras yang menciptakan gelombang kejut menghantam perisai kehitaman yang membentuk kubah itu hingga mulai terlihat retak.


"Tebasan Energi Kegelapan."


Alice menebas dengan sangat kuat ke arah tubuh Tian Feng, melihat hal itu Tian Feng secara refleks menghindar sehingga tebasan Energi Hitam yang sangat kuat itu melesat jauh membentur perisai kurungan hingga terlihat retakan yang semakin melebar.


"Kau sengaja menyerangku dengan serangan seperti itu agar aku bisa dengan mudah menghindar dan nanti serangan mu itu akan mengenai perisai itu bukan?" tanya Tian Feng.


Alice hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya, dia memang tidak berniat untuk membunuh atau melukai Tian Feng karena itu dia sengaja menyerang dengan cara demikian.


Sayangnya Louis mulai menyadari gerak-gerik Alice dimana dia mengetahui jika Alice tidak menggunakan kekuatan penuhnya menyerang Tian Feng.


Namun Louis masih ingin memastikannya lagi sehingga dia terus mengamati pertarungan mereka berdua.


Alice dan Tian Feng saling beradu kemampuan dengan mengadu pedang dengan lengan Tian Feng yang sudah dilapisi energi.


"Tuan Tian, aku akan menebas perisai itu sekali lagi, jika perisai itu sudah pecah, cepatlah kamu bawa pergi semua prajurit Kerajaan mu itu dari sini sekaligus dengan dirimu!" kata Alice.


Tian Feng ingin mengatakan sesuatu juga namun Alice lebih dulu mundur beberapa meter dan kemudian kembali melepaskan serangan pedangnya, kali ini serangannya lebih kuat


"Tebasan Energi Kegelapan."


Energi pedang berwarna hitam yang sangat besar segera melesat ke arah Tian Feng dengan kecepatan tinggi.


Tian Feng dengan cepat menghindar dan energi hitam tersebut melesat kearah perisai yang memiliki retakan paling besar.


Walau itu bukan serangan penuh dari Alice, namun dengan beberapa tebasan Energi Hitam tersebut, seharusnya perisai tersebut langsung pecah.


Ketika tebasan Energi Hitam tersebut hampir mengenai titik perisai yang retak, Louis langsung muncul dan menepis energi tersebut menuju kearah Wei Fang.


Tian Feng dan Alice sama-sama terkejut dan kemudian Tian Feng menghilang dan muncul kembali menghadang energi hitam tersebut dengan kedua telapak tangannya merah.


Ledakan besar segera tercipta membuat ratusan prajurit dari kedua belah pihak banyak yang mati karena ledakannya terlalu dekat.


"Alice! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak bersungguh-sungguh bertarung melawan Dewa Sesat itu?" tanya Louis dengan tatapan penuh selidik.


"Aku.. Aku hanya ingin mengetahui dan mengukur kemampuannya!' jawab Alice.


"Aku ini bukan anak kecil yang mudah kamu bohongi Alice! Aku tahu bukan itu alasanmu yang sebenarnya!" kata Louis.

__ADS_1


Louis sangat tahu betul akan sifat Alice, dia akan terlihat gugup jika dia sedang berbohong.


"Aku harap dugaanku tidak salah, namun jika benar, maka jangan salahkan aku jika nanti aku sendiri yang akan membunuh mu walau kamu adalah cucuku satu-satunya!" kata Louis kemudian aura hitam yang sangat besar mulai menekan Alice dan seluruh wilayah di dalam kurungan tersebut.


__ADS_2