
Petir merah yang menyebar dari Tombak Emas membuat tanah merah retak dan hancur, bahkan gravitasi juga ikut meningkat akibat aura tombak yang begitu besar.
"An Huang Yi, apa yang kamu khawatirkan? Jika kamu merasa takut dengan Tombak itu, aku sudah menambahkan kekuatan Pengikat Jiwa pada pedangmu, jadi gunakan itu untuk melawan Tombak Dewa Sesat!" Zhi Yin yang sejak awal juga memperhatikan pertarungan keduanya dari balik awan mentransmisikan suaranya kepada An Huang Yi yang terlihat ragu saat Tian Feng mengeluarkan tombaknya.
Kekuatan Pengikat Jiwa adalah sebuah segel sihir yang sangat kuat, hanya saja An Huang Yi masih belum tahu cara menggunakannya.
Tian Feng tidak membuang-buang waktu lagi, dia segera melesat dengan kecepatan tinggi ke arah An Huang Yi dengan ujung tombak yang semakin merah menyala.
"Tusukan Petir Kematian."
Dengan energi petir yang besar serta memiliki tekanan yang sangat kuat, Tian Feng langsung memberikan serangan tusukan ke arah dada An Huang Yi.
An Huang Yi segera menahannya dengan pedang besarnya, namun tiba-tiba saja Tian Feng menghilang sebelum ujung tombaknya menyentuh pedang hitam tersebut kemudian kembali muncul dari arah belakang.
"Terima ini..!" seru Tian Feng sekaligus menghujamkan tombaknya dari arah belakang.
An Huang Yi memang tidak akan sempat untuk berputar sekaligus menahannya, namun dia memblokir serangan tersebut dengan pedangnya yang ia letakkan di punggungnya sehingga serangan Tian Feng berhasil dia tahan.
Suara dentuman dari benturan keras keduanya membuat tubuh An Huang Yi serta tubuh Tian Feng juga ikut terpental jauh, namun begitu berhasil mendapatkan keseimbangan tubuh mereka kembali, keduanya kembali saling serang.
Pertarungan mereka kembali mengguncang Dunia Kristal Api serta seluruh Galaxy Merah, bahkan gelombang kejut keduanya mampu menghancurkan benda apapun yang tidak memiliki ketahanan seperti Dunia Kristal Api, seperti batu angkasa dan yang lainnya.
Batu-batu yang beterbangan di angkasa itu akan langsung hancur setelah terkena gelombang kejut dari pertarungan mereka berdua di Dunia Kristal Api.
"Gelombang Pedang Hitam."
"Amukan Petir Merah."
Banmm!!!
Sebuah bola merah dan hitam tercipta saat kedua serangan besar bertabrakan di udara, bola raksasa tersebut langsung menghisap bebatuan serta bongkahan tanah yang lalu benda-benda tersebut berputar seperti sebuah cincin yang mengitarinya bintang.
Ho Chen terpaksa berpindah tempat ke luar angkasa karena dia yakin jika bola raksasa itu meledak, bisa-bisa dirinya akan terkena imbasnya.
Petir Merah besar dan memiliki daya hancurnya sangat dahsyat mulai bermunculan dari bola tersebut, belum lagi energi hitam yang juga seperti kilat yang menyebar ke segala arah membuat setengah dari Dunia Kristal Api tak berpenghuni tersebut langsung hancur berantakan.
Tian Feng dan An Huang Yi sendiri berada di dalam bola tersebut, keduanya sama-sama mendorong senjata masing-masing sehingga menciptakan energi besar yang berkumpul di dalam bola raksasa.
"Dewa Ho Chen, sebaiknya anda kembali kesini, disana terlalu berbahaya..!" seru Ao Shen Yun dengan menggunakan suara telepati.
__ADS_1
Ho Chen juga merasakan hal tersebut, walau dia sudah berpindah sangat jauh dari Dunia Kristal Api, namun tekanan dari Bola Raksasa gabungan dari benturan energi hitam dan petir merah masih dapat dia rasakan.
Mau tidak mau Ho Chen harus kembali ke tempat para pasukan yang menunggu di luar Galaxy Merah, sebab tidak akan mungkin dampak ledakannya akan sampai sejauh itu.
Mata An Huang Yi sepenuhnya berubah menjadi hitam pekat bagai langit malam, sedangkan mata Tian Feng bercahaya merah pekat bagai darah.
Tubuh keduanya sama-sama melepaskan energi besar secara terus-menerus agar bisa menghancurkan pertahanan lawan.
"Aku tidak akan kalah begitu saja oleh manusia seperti mu!" seru An Huang Yi sekaligus menambah kekuatan dorongannya.
Tian Feng mulai goyah setelah An Huang Yi menambahkan tingkatan energinya, namun dia juga langsung meningkatkan energinya juga sehingga keduanya kembali berimbang.
Hanya saja akibat dari ulah keduanya, daya hisap bola raksasa tersebut semakin kuat serta ukurannya semakin membesar.
"Dasar bodoh, sudah ku bilang untuk menggunakan Segel Pengikat Jiwa malah menggunakan Gelombang Hitam!" gerutu Zhi Yin kemudian dia juga langsung berpindah tempat ke tempat yang juga sangat jauh serta gelap.
"Tian Feng, ingatlah akan pesanku..!"
Tian Feng yang masih fokus untuk menghancurkan pertahanan An Huang Yi mendengar suara Buddha Rullay, dia yang sudah bermata merah mulai pudar serta alisnya ikut bergetar.
Tian Feng yang sudah dipenuhi oleh nafsu masih berusaha mempertahankan semuanya, namun dia agak ragu setelah mendengar seruan dari Buddha Rullay yang hanya dia saja yang bisa mendengarnya.
Pedang An Huang Yi terus bergerak maju mendorong mata tombak Tian Feng, sedangkan Tian Feng yang mulai sedikit berkurang pertahanannya mulai menutup matanya kemudian mulai mengingat akan pesan dari Sang Buddha padanya ketika dirinya berlatih.
"Semuanya adalah dari hati, An Huang Yi sebenarnya adalah sang Bodhisattva yang berhasil dipengaruhi oleh Energi Hitam, jalan satu-satunya adalah mengembalikan ingatan An Huang Yi, mungkin itu akan membuatnya tersadar serta mengetahui akan jati dirinya yang sesungguhnya!" batin Tian Feng dengan pikirannya yang berusaha mencari pencerahan.
Tian Feng secara perlahan kembali membuka matanya, dan kedua matanya yang sebelumnya berwarna merah kini berubah menjadi warna keemasan dan petir merah yang secara terus menerus keluar dari ujung tombaknya, kini juga memunculkan petir emas sehingga kedua petir merah dan emas bergabung menjadi satu.
Energi Tian Feng tidaklah bertambah, melainkan Auranya yang semakin meningkat besar sekaligus menekan An Huang Yi.
An Huang Yi jelas terkejut ketika merasakan tekanan kuat, dia berusaha melepaskan tekanan tersebut namun tidak berhasil, yang ada dorongan Pedangnya mulai bergerak mundur akibat konsentrasinya yang terbagi.
Merasakan pertahanan An Huang Yi yang mulai melemah, Tian Feng langsung menghentakkan energi dorongannya sehingga mampu mendobrak pertahanan An Huang Yi yang sangat luar biasa kuat.
Mata Tombak Emas yang memiliki dua energi petir seketika itu juga langsung mementalkan pedang An Huang Yi sekaligus menerobos masuk kedalam dada An Huang Yi.
An Huang Yi berteriak keras ketiak tombak tersebut menusuk dadanya, sedangkan Tian Feng dengan cepat menyentuh kening An Huang Yi lalu mengalirkan energinya lewat jari-jarinya sebelum akhirnya Tian Feng menghilang setelah menyentuh kening An Huang Yi.
Bola raksasa yang ukurannya hampir setengah besarnya dari Dunia Kristal Api juga memancarkan kilatan cahaya dan setelah itu daya hisapannya terhenti dan berganti menjadi daya dorong yang kuat.
__ADS_1
Bongkahan batu dan tanah yang sebelumnya berputar bagai cincin langsung terhempas dan berjatuhan ke tanah sekaligus membuat tanah merah hancur, tidak lama kemudian cahaya terang dari Bola Raksasa tersebut muncul sesaat membuat para Dewa yang melihat dengan mata dewa mereka langsung menutup mata karena silau dan setelah itu suara ledakan dahsyat terdengar bergemuruh di seluruh alam semesta.
Ledakan Bola Raksasa di Dunia Kristal Api membuat setengah dari Dunia Kristal Api hancur berantakan, untungnya Dunia tersebut tidak langsung hancur walau sudah terkena oleh ledakan yang begitu dahsyat.
Dunia Kristal Api yang sangat kuat tetap berantakan walau Dunia tersebut tidak sepenuhnya hancur, itu sudah membuktikan jika kekuatan Rana Ilahi sangatlah besar.
Sekarang tidak ada yang tahu akan apa yang terjadi kepada Tian Feng dan An Huang Yi, sebab Dunia Kristal Api saat ini masih tertutupi oleh asap serta debu merah yang sangat tebal.
Mengingat Tian Feng dan An Huang Yi sebelum berada di dalam Bola Raksasa tersebut, mereka yakin setidaknya keduanya akan sama-sama mengalami luka serius, tidak peduli seberapa besar tubuh regenerasi yang mereka miliki.
"Jika sampai mereka berdua sama-sama terluka, aku yakin para pasukan itu akan langsung bergerak!" kata Azura memperhatikan para pasukan Kegelapan yang sebenarnya juga sama penasarannya seperti mereka.
Ho Chen sama sekali tidak memperhatikan para Pasukan Kegelapan, dia masih fokus memperhatikan Dunia Kristal Api dengan mata Dewa nya.
Setelah debu merah mulai berkurang serta asap hitam juga menipis, mata Dewanya Ho Chen menangkap se sosok tubuh yang tergeletak di atas bongkahan tanah, hanya saja sosok tersebut masih belum bisa terlihat dengan jelas akibat sebelumnya pandangan Ho Chen yang terkena sinar cahaya ledakan itu sehingga pandangannya sedikit buram.
Tidak lama kemudian sesosok tubuh lagi muncul di udara kemudian sosok tersebut turun ke arah sosok yang terbaring di atas tanah.
Setelah cukup lama, barulah pandangan Ho Chen mulai bisa melihat dengan jelas, dan setelah pandangan sempurna, Ho Chen melebarkan matanya dengan senyuman yang melebar.
"Dia berhasil mengalahkannya!" gumam Ho Chen sehingga membuat semuanya terkejut kemudian segera menggunakan mata Dewa mereka masing-masing.
"Aku sudah sangat yakin jika Kesatria Tombak Nirwana pasti menang!" kata Singa Emas.
Kesatria Tombak Nirwana masih sangat asing di telinga semua para Dewa, namun mereka tidak mempermasalahkan nama tersebut karena apapun nama panggilan untuk Tian Feng, itu adalah sebuah tanda penghormatan yang pantas untuk di peroleh oleh Kesatria sekuat Tian Feng.
Para Dewa serta pasukan langit sangat senang dengan kemenangan Tian Feng, padahal mereka masih belum melihat dengan jelas akan apa yang sebenarnya terjadi, jika mereka menganggap An Huang Yi mati, itu juga tidak mungkin karena An Huang Yi memiliki kekuatan Rana Ilahi.
Disisi lain para pasukan Kegelapan hanya bisa saling berpandangan, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, apalagi mereka masih menunggu perintah dari Energi Hitam itu sendiri.
Di Dunia Kristal Api sendiri saat ini, Tian Feng turun dengan nafas yang terengah-engah, dia memang sempat berhasil keluar dari dalam Bola Raksasa, namun dia muncul lagi dengan jarak yang masih kurang jauh, sehingga saat bola tersebut meledak, dia juga terkena ledakan tersebut sehingga setengah dari tubuhnya hancur.
Andai tidak memiliki kekuatan dari Batu Mustika Teratai Putih yang membuat dirinya mampu meregenerasikan tubuhnya, Tian Feng pasti sudah mati, hanya saja karena setengah dari tubuhnya yang hancur, setelah tubuhnya berhasil pulih dari regenerasinya, energi Tian Feng juga akan berkurang sebab untuk memulihkan tubuh yang separah itu memang membutuhkan energi yang sangat besar.
Dia melihat ke bawah ke tempat An Huang Yi yang sedang terbaring dengan mata terbuka dengan tatapan kosong..
Tubuh An Huang Yi memang berhasil selamat karena dia juga memiliki tubuh regenerasi, namun energi An Huang Yi berkurang secara signifikan, semua itu karena tubuh An Huang Yi yang sebelumnya hancur, sebab dia sendiri berada di dalam Bola Raksasa saat meledak, hal ini yang membuat dia melemah karena tubuhnya yang beregenerasi sendiri.
Namun sebenarnya An Huang Yi saat ini sedang mengalami pengembalian ingatan saat Tian Feng mengalirkan sesuatu lewat sentuhan jari di keningnya, karena itu An Huang Yi terlihat seperti hidup, namun pandangannya kosong.
__ADS_1