
***
Setiap rencana memang akan selalu berbeda dari apa yang di rencanakan, seperti Carolus yang sudah merencanakan penyerangan sekaligus sudah memperhitungkan kekuatan lawannya, akan tetapi semuanya tidak sesuai seperti ekspetasinya.
Kabar informasi akan jumlah orang yang memiliki kemampuan Dewa seharusnya ada empat, namun nyatanya keberadaan mereka justru lebih banyak, hal ini yang membuat Carolus merasa frustasi dan kesal, mau kabur juga serasa mustahil.
Carolus sama sekali tidak bisa menyentuh atau memberikan satu serangan pun kepada Tian Feng, jarak kemampuan antara dirinya dan Tian Feng terlampau jauh bagai langit dan bumi, justru sebaliknya dia harus menerima banyak serangan dari Tian Feng sehingga mengalami banyak luka dalam yang sulit untuk di sembuhkan dengan energinya.
Carolus yang mulai terdesak tanpa sengaja melihat keberadaan Louis yang justru membantai pasukan Badak milik Xiniu, kekesalan serta amarah mulai menguasai hati dan pikirannya, namun dia hanya bisa menyimpannya karena saat ini Tian Feng benar-benar tidak memberikannya ruang dan juga jarak.
"Pertarungan ini sudah tidak menarik lagi, sebaiknya kita akhiri saja secepatnya!" kata Tian Feng kemudian petir merah segera muncul menutupi seluruh tubuh serta tombaknya.
Wajah Carolus semakin menjadi pucat pasi saat merasakan energi mengerikan yang Tian Feng pancarkan, dia dapat merasakan tanda bahaya dari energi petir yang menutupi tubuh Tian Feng.
"Tunggu-tunggu dewa Sesat, aku ingin memberikan penawaran padamu, asalkan kamu tidak membunuhku aku janji akan memberikan setengah kekayaan Organisasi ku padamu, bagaiamana?"
"Emm, sepertinya aku tertarik dengan tawaran mu!" jawab Tian Feng sehingga membuat senyum Carolus melebar.
"Kalau begitu biarkan aku pergi, aku akan segera kembali untuk memberikan setengah dari kekayaan kami yang sudah kami dapatkan dari tiga Kerajaan selama bertahun-tahun!" kata Carolus.
Kekayaan yang di miliki oleh Organisasi Bintang Hitam memang sangat luar biasa, hanya saja sejak jaman Louis menjabat sebagai pimpinan dan di gantikan oleh Alice kemudian kembali lagi ke pada Carolus, kekayaan itu di simpan di gudang rahasia dan belum pernah di keluarkan, bahkan setiap bulannya akan terus bertambah.
"Aku memang tertarik dengan harta yang kamu tawarkan, namun aku tetap tidak berniat untuk melepaskan mu!" ucap Tian Feng membuat senyum Carolus yang lebar kini menghilang.
"Apakah kamu masih tetap akan membunuhku? Jika aku mati, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan kekayaan ku, karena harta sebanyak itu aku sembunyikan di ruang rahasia," ucap Carolus.
"Owh begitu! Lalu bagaimana dengan dia? Aku yakin jika di pasti tahu dimana harta itu di sembunyikan bukan?"
Carolus melihat kearah Louis, dia hanya bisa menggertakkan giginya karena kesal, tentu saja dia kesal karena Louis memang sangat mengetahui tempat penyimpanan harta tersebut, dengan demikian rencana dirinya untuk tawar menawar kepada Tian Feng akan sia-sia.
"Dari raut wajahmu seperti sudah jelas jawabannya! Kalau begitu bersiaplah untuk menemui ajalmu," kata Tian Feng kemudian dia mengarahkan mata tombaknya ke langit.
Awan hitam yang menutupi langit malam kini mulai bergerak dan kemudian sebuah pusaran awan hitam yang sangat besar mulia tercipta, bahkan kilatan petir berwarna merah membuat situasi menjadi lebih seram bagi Carolus.
"Sepertinya tidak ada negosiasi apapun lagi yang bisa di jadikan jaminan nyawaku!" gumam Carolus.
Melihat pusaran awan hitam yang berkumpul itu membuat Carolus tidak memiliki pilihan lain selain melawannya.
Carolus berniat mengangkat kedua telapak tangan dan ingin menggunakan kekuatannya untuk melawan serangan Tian Feng yang akan datang, namun belum sempat dia melepaskan energinya, tiba-tiba saja tekanan gravitasi yang sangat kuat menekannya.
__ADS_1
Semua itu di akibatkan oleh pusaran awan Hitam yang datang dari langit serta cahaya kilatan merah yang menyambar ke arah mata Tombak milik Tian Feng.
"Leluhur, kali ini kamu benar-benar akan berakhir!" gumam Louis.
Louis tidak akan lupa dengan fenomena tersebut, dia sudah merasakan sendiri kekuatan dari serangan energi Tombak milik Tian Feng, dulu saja saat Tian Feng masih berada di tahap Raja Alam, kekuatan serangan itu sudah hampir merenggut nyawanya, apalagi kali ini yang kemampuan Tian Feng sudah berada di tahap Dewa Langit, pastinya Carolus yang kemampuannya berada di bawah Tian Feng akan berakhir.
Carolus sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan menggunakan energinya juga tidak bisa, seolah-olah dia dikunci oleh tekanan energi dari pusaran awan besar itu.
Xiniu juga merasakan hal yang sama, dia sendiri saat ini sudah terlihat lemah karena di kembali diserang oleh tiga orang, yaitu Hanzi, Xi Liyi dan Yinfei.
Dengan bergabung Xi Liyi saja sudah membuat Xiniu tidak bisa lagi menyerang atau bertahan, di tambah dengan bergabungnya Yinfei, maka habislah harapan Xiniu untuk bisa menang.
Saat ini pusaran awan hitam itu mulai melepaskan Sambaran petir merah yang sangat besar ke arah mata Tombak Tian Feng kemudian petir yang menyelimuti tubuh Tian Feng jauh lebih besar dan kuat.
Langit dan bumi bergetar hebat, bahkan getarannya dapat dirasakan di seluruh wilayah Kerajaan Wutong, dengan tatapan dingin yang menyala merah, Tian Feng mulai mengarahkan ujung tombaknya kepada Carolus.
"Bersiaplah wahai pimpinan Organisasi Bintang Hitam!" ucap Tian Feng dengan suara yang menggema di langit.
Wajah Carolus memucat melihat petir merah yang sangat kuat, dia belum pernah merasakan perasaan takut seperti saat ini, menurutnya Tian Feng seperti seorang dewa kematian yang datang untuk mencabut nyawanya.
Carolus akhirnya sadar mengapa Dewa Sesat sangat di takuti sejak jaman Louis hingga dirinya kembali memegang kursi kepemimpinan, nyatanya Dewa Sesat benar-benar menakutkan, jadi wajar jika seluruh anggotanya akan ketakutan saat mendengar nama Dewa Sesat di sebut.
Hanya saja dia sadar di saat yang tidak tepat karena Tian Feng tidak akan pernah menarik kembali kekuatan jika sudah terlanjur menggunakannya.
Tian Feng yang terlihat seperti batu meteor yang jatuh itu membuat semua orang melihat dengan tatapan penuh ketakjuban serta ketakutan. Begitu juga dengan para manusia Dewa lainnya termasuk Cao Yuan.
"Ini adalah Petir Merah Surgawi, ternyata dia sudah bisa menggunakan setengah kekuatan Tombak Nirwana!" gumam Cao Yuan.
Angin kencang yang memiliki kepadatan Chi kuat berhembus seperti pisau angin yang mampu memotong ranting kayu dengan sangat rapi, hal itu yang semakin membuat Carolus tidak bisa berkutik walau hanya ingin menggerakkan jarinya saja.
"Pergi dan mati...!" seru Tian Feng dengan suara yang menggelegar membuat semua orang menutup telinga mereka.
Boomm...!
Ledakan yang sangat besar segera tercipta saat Tombak Tian Feng yang di penuhi dengan energi Petir Merah menghujam tubuh Carolus.
Carolus berteriak keras di dalam ledakan tersebut kemudian yang tersisa hanya asap hitam tebal dari sisa ledakan di langit.
Tidak lama setelah itu, terlihat dua sosok yang jatuh dengan kecepatan tinggi dari langit, satu sosok berada di bawah dengan tubuh tertancap Tombak, dia adalah Carolus, dan satu sosok lagi memegang gagang Tombak dari atas tubuh Carolus yang meluncur kebawah, sosok tersebut tentunya adalah Tian Feng.
__ADS_1
Tubuh Carolus jatuh di tempat yang jauh dari Desa Wunji, jatuhnya ketanah membuat ledakan tanah yang menggetarkan Desa Wunji yang pada dasarnya sudah porak poranda akibat pertempuran dan pertarungan para manusia Dewa.
Carolus yang masih bisa bernafas memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulut serta hidung dan telinga, seluruh urat-urat syaraf nya rusak, dan kulitnya juga melepuh akibat terbakar.
Carolus saat ini tidak ada bedanya dengan manusia yang sudah hampir matang, nafasnya lemah dan dia tidak sanggup untuk berbicara.
"Awal membuat kejahatan akan berakhir dengan kejahatan juga, jangan salahkan aku jika aku tidak berperasaan padamu karena kamu sudah hampir membuat Istriku Alice dan bayi di dalam kandungan hampir celaka! Jadi pergilah kamu dasar jurang neraka yang paling dalam!" ucap Tian Feng kemudian dia mencabut tombaknya membuat Carolus tersentak dan mati seketika itu juga.
Sebuah kabut tipis keluar dari tubuh Carolus, itu adalah jiwa Spiritual nya yang hendak keluar untuk melarikan diri, namun Tian Feng jelas tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.
Karena saat ini Naga kecil sedang ikut dengan Ho Chen, jadi Tian Feng hanya bisa menangkap jiwa Spiritual tersebut dengan menggunakan botol yang sudah ia beri energi Api Teratai Buddha Emas.
Jiwa Carolus yang ingin kabur langsung di hisap dan masuk kedalam botol kecil itu kemudian Tian Feng menutupnya dan akan berniat memberikannya kepada Naga kecil sebagai makanannya.
"Dengan ini Organisasi Bintang Hitam sudah berakhir!" gumam Tian Feng kemudian dia melihat kearah Xiniu yang juga sudah di kalahkan oleh Yinfei, Xi Liyi dan Lang Yu.
Karena Xiniu sudah berhasil di kalahkan juga, kini tatapan Tian Feng teralihkan ke tempat yang jauh dimana disana Wei Fang masih bertarung melawan Daidai, dan kondisi kedua terlihat sama-sama terluka.
Sebenarnya Wang Dunrui ingin membantu Wei Fang, namun Wei Fang menolak karena dia ingin menyelesaikan sendiri urusannya dengan Daidai.
Walau keduanya sama-sama terluka, namun kondisi Wei Fang jauh lebih baik dari Daidai sehingga sudah bisa terlihat akan siapa yang akan jadi pemenang.
"Hai anak muda! Mau diapakan Badak ini?" tanya Yinfei kepada Tian Feng.
Tian Feng melongo melihat Yinfei, dia terkejut karena sebelumnya dia mengira jika Yinfei itu adalah seorang wanita karena wajahnya yang sangat cantik, namun nyatanya Yinfei berbicara dengan nada seorang laki-laki.
"Kamu jangan terkejut begitu Tian, dia itu adalah laki-laki, namanya adalah Yinfei, bisa di bilang dia adalah Manusia Dewa tertua dari kami semua," kata Lio Long.
Tian Feng hanya bisa mengangguk saja tanpa bisa berkomentar apapun melihat wajah Yinfei, dia menatap kearah Xiniu yang setengah tubuhnya sudah menjadi badak.
"Jangan biarkan dia hidup, tidak boleh ada satu orangpun dari mereka yang boleh hidup, jika tetap di biarkan, dimasa depan kelak mereka pasti akan kembali berulah dengan membentuk Organisasi baru!" kata Tian Feng.
"Kalau begitu aku serahkan dia padamu!" ucap Xi Liyi.
"Terima kasih!" ucap Tian Feng dengan tersenyum lebar kepada Xiniu yang semakin ketakutan melihat senyum mengerikan Tian Feng.
"Ayo istriku kita tangkap yang tersisa!" ajak Lang Yu.
Xi Liyi dan Lang Yu langsung menghilang dan kemudian keduanya mulai menangkap sisa pasukan Organisasi Bintang Hitam, sedangkan Tian Feng mengeksekusi Xiniu menggunakan Tombaknya di tempat itu juga kemudian menangkap jiwa Spiritualnya untuk di serahkan nanti kepada Naga kecil.
__ADS_1
***
Seharusnya malam ini update 2 bab, namun karena saya pulang memeriksa anak kemalaman, jadi hanya bisa menyelesaikan satu bab saja.