Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tian Feng melawan Qian He


__ADS_3

Pelindung energi hitam Sao Lao Cin akhirnya tidak mampu lagi menahan terjangan Cahaya Buddha Suci yang begitu kuat hingga akhirnya pelindung energi tersebut hancur.


Ho Chen mengerutkan dahinya saat melihat Sao Lao Cin yang tidak ada di dalam pelindung hitam yang sudah hancur tersebut, "Kamu pikir bisa menipuku dengan cara seperti itu Sao Lao Cin!" kata Ho Chen kemudian dia mengulurkan tangannya kearah bekas pecahnya pelindung energi hitam tersebut.


Tangan Ho Chen menembus ruang hampa tak kemudian dia menariknya tangannya keluar dan Sao Lao Cin ikut terseret keluar bersamaan dengan tangan Ho Chen.


Sao Lao Cin sengaja bersembunyi di ruang dimensi saat tubuhnya sudah tertutupi oleh pelindung hitamnya, namun siapa sangka ternyata Ho Chen mengetahui trik yang ia gunakan.


"Kamu tidak akan pernah bisa bersembunyi dari ku Sao Lao Cin!" kata Ho Chen.


Wajah Sao Lao Cin menjadi semakin buruk, kekuatannya saat ini seperti telah terkunci oleh Cahaya Buddha Suci yang menyinari tubuhnya, bahkan dia kesulitan untuk tetap melayang di udara sehingga tubuhnya mulai turun dan berdiri di atas tanah dengan ekspresi wajah ketakutan.


"Dewa Pelindung Alam Semesta, aku mohon jangan menyegelku, tolong lepaskan aku!" kata Sao Lao Cin berusaha memelas kepada Ho Chen.


Sao Lao Cin sendiri bahkan belum sempat menggunakan seluruh kekuatannya, namun Ho Chen sudah menggunakan segel yang mampu melumpuhkan dirinya.


"Hem... Mahluk seperti mu tidak pantas lagi untuk di biarkan hidup, sejak pertemuan kita dulu, aku sudah memiliki niat untuk melenyapkan seluruh Pengawal Kaisar Kegelapan!" kata Ho Chen.


"Tapi Dewa, aku ini hanyalah budak Kaisar Kegelapan! Semua yang aku lakukan hanya semata-mata melaksanakan perintah Kaisar Kegelapan! Jika Dewa memberikan satu kesempatan lagi kepadaku, aku berjanji akan menjadi mahluk yang baik!" kata Sao Lao Cin.


Ho Chen menghela nafas panjang sekaligus menggelengkan kepalanya, "Dulu kamu sudah diberikan satu kesempatan, namun kamu tidak menggunakan kesempatan itu untuk berubah, kamu justru lebih memilih kembali kepada An Huang Yi, walau kamu hanyalah pengawal An Huang Yi dan melakukan semua tindakan buruk itu karena melaksanakan perintahnya, namun kamu sendiri sebenarnya menikmati pekerjaan itu, jadi menurutku tidak akan ada lagi kesempatan kedua bagimu!" kata Ho Chen.


Sao Lao Cin memasang wajah pucat, kekesalannya kini mulai menutupi hatinya sehingga dia tidak peduli lagi apakah dirinya akan mati atau tidak.


"Dewa Pelindung Alam Semesta, aku sudah berusaha meyakinkanmu jika aku ingin berubah, namun kamu sama sekali tidak mau mendengarkan ku, sikapmu ini tidak mencerminkan dirimu sebagai Dewa sekaligus murid sang Bodhisattva, kau memiliki hati busuk seperti kami, namun ingatlah kata-kataku ini, suatu saat nanti kamu pasti akan mengalami kematian yang sama dengan diriku, ingatlah itu!" kata Sao Lao Cin yang mengutuk Ho Chen.


Ho Chen hanya terdiam menatap Sao Lao Cin dengan sikap acuh tak acuh, dia mengangkat telapak tangannya sekaligus berkata, "Sudah waktunya bagimu lenyap!" kata Ho Chen kemudian cahaya emas dari telapak tangannya bersinar terang sehingga Swastika yang berputar di langit juga memancar Cahaya lebih terang lagi.


Sao Lao Cin hanya bisa menjerit merasakan tubuhnya yang mulai ditekan dengan kuat oleh Cahaya Buddha Suci itu, tekanan cahaya tersebut menekan seluruh tubuh Sao Lao Cin seperti sebuah kertas yang di remas.


Cahaya terang tersebut mulai berubah menjadi sebuah bola cahaya dan mengurung Sao Lao Cin yang sudah tidak berdaya kemudian cahaya tersebut memadat dan kemudian berbagai cahaya segera terlihat dari bola cahaya tersebut.


"Segel Pemusnah."


Ho Chen menggenggam tangannya sehingga bola cahaya tersebut semakin memadat dan suara Sao Lao Cin sudah tidak lagi terdengar. Ho Chen menutup matanya dan kemudian dia melepaskan genggaman tangannya dan bola Cahaya tersebut tiba-tiba saja meledak menjadi butiran-butiran cahaya kecil dilangit.


"Satu Pengawal Kaisar Kegelapan sudah tiada!" gumam Ho Chen sekaligus bernafas lega.


Ho Chen merasa beruntung karena bisa memanfaatkan peluang untuk bisa mengalahkan Sao Lao Cin, andai Sao Lao Cin sempat menggunakan semua kekuatannya, jelas hasilnya akan berbeda, dan Ho Chen yakin jika akan sulit baginya untuk mengalahkan Sao Lao Cin jika sampai menggunakan kekuatan penuh.


Walau Sao Lao Cin adalah pengawal terlemah dari dua puluh Pengawal terkuat, namun sesungguhnya sangat sulit untuk bisa mengalahkan Sao Lao Cin jika tidak memiliki rencana sebelum berhadapan dengan Sao Lao Cin.

__ADS_1


"Semoga kedepannya kami bisa mengurangi jumlah mereka seiring berjalannya waktu!" kata Ho Chen kemudian dia memperhatikan Tian Feng yang berhadapan dengan Qian He di tempat yang cukup jauh.


Ho Chen melihat dengan jelas jika Tian Feng berada di posisi yang diuntungkan, "Sepertinya tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi!" kata Ho Chen kemudian dia mengaktifkan mata dewa nya untuk melihat keluar angkasa dimana disana Lio Long juga berhadapan dengan Liang Whu.


***


"Jurus Tombak Serangan Seribu Tombak."


Tian Feng menyerang Qian He dengan serangan tusukan beruntun yang mampu melepaskan petir merah yang sangat kuat menyerang Qian He.


Qian He hanya bisa berusaha untuk menghindari serangan tersebut, energi petir merah yang sangat kuat itu berhasil ia hindari sehingga setiap petir merah yang meleset akan melesat jauh kemudian meledak dengan suara gemuruh Guntur yang sangat besar.


Qian He mengepakkan sayap ungunya kemudian dia terbang kearah Tian Feng dengan kecepatan tinggi serta mengarahkan pedang hitamnya kearah tubuh Tian Feng.


"Pedang Air Hitam Merebut Jiwa."


Qian He melepaskan energi Pedangnya kearah Tian Feng sehingga energi pedang yang menyerupai air berwarna hitam segera melesat bagai anak panah yang bergerak lurus dengan kecepatan seperti kilat menuju kearah Tian Feng.


Tian Feng segera mengangkat Tombak nya kelangit kemudian dia menggabungkan Api Teratai Buddha Emas dengan Petir Merah sehingga terlihat seperti tombak yang di selimuti Api Emas serta Petir Merah yang mengerikan.


Kedua bola mata Tian Feng juga mengeluarkan asap kuning kemudian dia mengarahkan Tombaknya kearah energi air hitam itu.


Tian Feng langsung melempar tombaknya itu kemudian tombak yang memiliki dua energi segera melesat dan langsung bertabrakan dengan energi air hitam milik Qian He.


Ledakan yang sangat besar segera tercipta, seluruh awan langsung bercahaya merah karena cahaya ledakan yang sangat kuat, awan hitam yang tebal juga terseret oleh gelombang kejut dan gelombang kejut tersebut menyebar hingga ratusan meter dilangit.


Tanah ikut bergetar dan cahaya ledakan serta suaranya terlihat hingga kesegala penjuru Kerajaan Wutong. Semua orang yang jaraknya sangat jauh sekali dari tempat pertarungan juga keluar dari dalam rumah mereka hanya karena mendengar suara dentuman keras dari arah yang sangat jauh.


Wei Fang dan semua yang terluka kini sudah baikan setelah menelan Pil pemulihan dari Wang Dunrui, mereka semua juga melihat ke langit yang tinggi dimana disana menjadi pusat ledakan besar tersebut.


"Apakah ini kekuatan Tian saat ini?" tanya Zang Yang kepada Wang Dunrui.


"Iya, inilah kekuatan Dewa Bumi yang berhasil Tian capai selama dua tahun menghilang!" jawab Wang Dunrui sekaligus membuat menahan perisai dinding pelindung.


"Sungguh luar biasa! Dulu aku adalah lima pendekar terkuat di seluruh Kerajaan Wutong ini, setalah itu Tian muncul dan menjadi Pendekar nomor satu, aku selalu ingin bisa mengejar dan berharap bisa menyusul Tian di masa depan, namun setelah aku berhasil mencapai tahap yang melebihi Puncak Cahaya 3, aku merasa tinggal beberapa tahap lagi untuk bisa menyusul Tian, akan tetapi seperti itu hanyalah impian kosong belakang!" kata Wei Fang dengan tersenyum pahit.


"Bakat Tian dengan kita berbeda Panglima, kita bisa mencapai hingga ketahap ini saja adalah sebuah keberuntungan besar, jadi jangan pernah lemah hanya karena ada yang kuat dari kita!" kata Bai Ling Ling.


Semuanya hanya bisa menatap ledakan besar di langit yang tinggi tanpa bisa melakukan apapun, yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah berharap Tian Feng bisa memenangkan pertarungannya.


Di tenda paling belakang, Hiroshi juga menatap kelangit, dia menghela nafas panjang kemudian melihat kearah Naomi yang masih terbaring tidak sadarkan diri. Begitu juga dengan Yuan Xia yang tendanya berdampingan dengan Hiroshi.

__ADS_1


"Siapa yang akan menduga jika seorang anak kecil yang aku temukan di dalam hutan dan kami menjadikannya anak angkat kami akan memiliki kemampuan seperti ini!" gumam Yuan Xia.


Yuan Xia melihat wajah Lie Yie yang juga menatap ledakan dilangit dengan wajah cemas, Yuan Xia tahu jika Lie Yie sangat menghawatirkan Tian Feng.


Ini adalah sesuatu yang unik dimana Lie Yie yang hanya seorang ibu angkat Tian Feng seperti memiliki hubungan kuat sejak pertama kali bertemu dengan Tian Feng.


***


Pertarungan Tian Feng melawan Qian He membuat suhu panas di udara meningkat dengan kepulan asap tebal yang sangat panas. Qian He sendiri dengan nafas yang tersengal-sengal memuntahkan seteguk darah setelah terkena ledakan besar dari benturan Energi Air hitamnya bertabrakan dengan Tombak Tian Feng.


Tian Feng sendiri juga memegang erat Tombaknya yang sudah kembali ke tangannya, energinya juga mulai berkurang setelah menggunakan gabungan kekuatan dari Api Teratai Buddha Emas dengan kekuatan seperempat Tombak Nirwana.


Nyatanya dua kekuatan tersebut masih belum cukup untuk menembus pertahanan Qian He yang sangat kuat sekali, namun setidaknya Tian Feng sudah berhasil membuat Qian He sedikit kelelahan.


"Kekuatannya terlalu besar, apa itu kekuatan dirinya atau kekuatan Tombaknya!" gumam Qian He dengan tangan yang memegang pedang sekaligus sedikit bergetar.


Tian Feng sendiri juga memasang wajah serius, dia mengeluarkan sebuah Pil dari Cincinnya kemudian segera menelan Pil pemulihan.


"Sepertinya memang harus dengan bantuan Xian kekuatan Tombak ini bisa sepenuhnya digunakan! Jika seperti aku terpaksa akan menggunakan gabungan energi dari tiga jurus yang sudah aku ciptakan sendiri!" kata Tian Feng kemudian dia mengembalikan Tombak nya kembali kedalam tubuhnya.


"Em..? Apakah kamu meremehkan ku manusia? Tanpa pusakamu itu kamu tidak akan bisa mengalahkanku! Tapi baiklah aku justru sengat senang karena kamu memilih untuk mati," kata Qian He kemudian dia mengalirkan energinya ke Pedangnya hingga aura hitam segera menyelimuti pedangnya.


Pedang Qian He mengeluarkan aura yang sangat kuat, bahkan ada sedikit suara jeritan manusia dari Aura pedang Qian He, "Rasakan ini..!" Qian He mengangkat Pedangnya sehingga Aura Pedangnya juga terangkat dan kemudian membesar seperti sebuah pedang Hitam Raksasa.


"Tebasan Membelah Gunung."


Qian He melepaskan tebasan pedangnya sehingga energi pedang hitam Rakasa langsung jatuh menuju ke tempat Tian Feng, namun anehnya Tian Feng justru sama sekali tidak bergerak seolah-olah dia menunggu Energi Pedang besar itu mengenai tubuhnya.


Saat hampir dekat, Tian Feng memutar sedikit kaki kanannya dan kemudian dia terdiam seperti sebuah patung di udara.


Qian He mengira jika Tian Feng sangat ketakutan sehingga tidak bisa bergerak, dengan senyum lebarnya dia langsung menebas tubuh Tian Feng.


!!?


Tebasan energi pedang Qian He seharusnya sudah membelah tubuh Tian Feng jadi dia bagian, namun setelah melewati tubuh Tian Feng, tenyata tubuh Tian Feng masih tetap utuh dan masih berada di tempatnya, sedangkan energi Pedangnya jatuh mengenai permukaan tanah hingga tercipta sebuah tanah yang terbelah serta sangat dalam.


"Kenapa bisa begini!?" Qian He jelas terkejut dan tidak percaya, saat masih berusaha mencerna akan apa yang sudah terjadi, tiba-tiba saja suara jeritan Tian Feng terdengar tidak jauh darinya.


"Putaran Singa Iblis."


"Ha..!"

__ADS_1


__ADS_2