
"Memangnya guru mengenali orang-orang yang akan segera datang ini?" tanya Wang Dunrui.
Lio Long mengangguk kemudian dia dengan suara berat menyebutkan nama sosok yang ia kenali, "Aku mengenalnya, dia adalah salah satu dari dua puluh Pengawal Kaisar Kegelapan terkuat, dia dijuluki Setan Api Hitam Sao Lao Cin," kata Lio Long.
Tepat saat Lio Long selesai menyebutkan nama Setan Api Hitam, lima sosok muncul di langit, dan tiga diantaranya memiliki kekuatan yang membuat hati semua orang langsung tenggelam.
"Akhirnya sudah tiba waktunya!" kata seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan memakai penutup kepala.
"Tuan Api Hitam, sepertinya hanya satu orang yang memiliki kemampuan Dewa Langit, namun biarkan aku yang akan menghadapinya!" kata salah satu sosok pria paruh baya berambut merah panjang dan tatapannya mengarah kepada Lio Long.
"Baiklah Liang Whu, kemampuan mu juga tidak jauh darinya, dan kamu Qian He, kamu urus dia!" kata Setan Api Hitam yang menunjuk kepada Wang Dunrui.
"Hanya manusia yang hampir mencapai Puncak Tahap Dewa Bumi, ini seperti sebuah penghinaan bagiku!" kata sosok pria tua yang memiliki alis putih dan panjang bernama Qian He.
Lio Long dan Wang Dunrui menatap kearah lain, mereka melihat pasukan lain datang dari arah yang mereka lihat, dan ada satu orang diantara mereka yang memiliki kemampuan Raja Alam.
"Panglima Wei! Segera perintahkan semuanya untuk bersiap, kita akan segera berperang!" kata Lio Long.
"Owh, sepertinya aku pernah melihat orang tua itu, tapi dimana? Ah sudahlah lebih baik kalian urus saja mereka, aku ingin lihat apakah kalian mampu mencuci tempat ini dengan darah!" kata Setan Api Hitam kemudian dia mengarahkan telapak tangannya kelangit dan sebuah perisai penghalang muncul menutupi seluruh hutan.
Lio Long menyipitkan matanya saat melihat Setan Api Hitam yang menjauh kemudian menghilang, dia yakin jika Sao Lao Cin hanya ingin menjadi penonton saja dan bisa jadi dia menunggu kemunculan Tian Feng.
Semua orang di bawah yang bukan prajurit jadi panik, sedangkan para prajurit bersama para Pendekar lainnya segera bersiaga penuh, dan pasukan musuhpun mulai terlihat datang dan membentuk barisan.
"Louis, kamu cari saja keluarga Dewa Sesat itu, biar mereka urusanku!" kata Liang Whu kemudian dia melapaskan energinya untuk menakuti para prajurit serta para Pendekar lainnya.
Lio Long terkejut bukan main saat mengetahui jika pria paruh baya itu memiliki kemampuan Dewa Langit, walau belum sampai puncak, namun dari aura yang dipancarkan sudah bisa dirasakan jika pria berambut merah itu sangat tangguh.
"Cuci tempat ini dengan darah, dan jangan membiarkan satu orang pun tetap hidup!" seru Liang Whu.
"Dimengerti!" seru para prajurit serta Louis yang saat ini juga datang bersama Zan Zan.
Wajah semua para pendekar menjadi suram, mereka dapat merasakan kekuatan Louis, Zan Zan, belum lagi keberadaan Yie Mao yang berada di Puncak Raja Alam dan Yie Mao berada di barisan pasukannya.
Bagiamana mereka tidak khawatir, mereka yang baru mau mendekati Raja Bumi kecuali Wei Fang dan Bing Ling Ling, akan tetapi tetap saja tidak satupun dari mereka yang akan bisa melawan Tiga kekuatan puncak Raja Alam, walau Naomi dan Chie Xie bergabung sekalipun mungkin hanya bisa menghadapi satu orang.
"Kalian semua jangan takut, jika kita tidak melawan, kita akan mati, jadi lebih baik kita lawan hingga nafas terakhir kita!" kata Wei Fang memberikan semangat.
"Habisi mereka semua..!" Liang Whu berseru kemudian pasukannya segera mengangkat senjata dan maju menyerang mereka.
"Serang..!" Wei Fang segera memberikan perintah dan masing-masing panglima segera memimpin pasukan mereka untuk maju.
Serangan dadakan ini telah membuat nyali para prajurit jadi kecil, namun mereka tidak punya pilihan selain melawan. Bagaimanapun juga perang pasti akan datang dan mereka sudah tahu resiko yang harus mereka hadapi.
Bentrokan dari kedua belah pihak tidak bisa dihindari lagi, para prajurit sebisa mungkin menahan serangan agar tidak terus maju karena di belakang mereka banyak rakyat biasa dari lansia, para wanita dan anak-anak, mereka semua terlihat sangat ketakutan.
Satu persatu para prajurit mulai gugur, kekuatan musuh sebenarnya tidak banyak, hanya saja tiga orang berkekuatan Raja Alam membuat semuanya sangat sulit untuk dihadapi.
Zan Zan dengan sangat cepat sudah membunuh puluhan prajurit dengan sangat mudah, dia bergerak seperti sebuah cahaya kilat yang menghancurkan barisan pertahanan prajurit hingga akhirnya Wei Fang, Bai Ling Ling, Bai Ming dan Mei Yinyi segera menghentikannya.
__ADS_1
"Kalian yang baru memiliki kemampuan Raja Bumi ingin menghentikanku? Kalau begitu terimalah kematian kalian!" kata Zan Zan kemudian dia melepaskan energi petir kearah kelompok Wei Fang.
Wei Fang segera melepaskan energi penahan yang ia putar lewat goloknya, sedangkan Bai Ling Ling melepaskan perisai Es nya, Bai Ming menggunakan elemen logamnya dan Mei Yinyi mengunakan kekuatan suara Auman Singanya untuk menahan petir Zan Zan.
Walau sudah menggabungkan pelindung energi, namun tetap saja kekuatan Raja Alam terlalu besar untuk ditahan dengan kekuatan Raja Bumi, kesenjangan tingkat kekuatan mereka terlalu jauh untuk menahan kekuatan Raja Alam yang sangat mengerikan.
Pada akhirnya Wei Fang dan yang lainnya terlempar karena tidak mampu menahan serangan Zan Zan, masing-masing dari mereka memuntahkan darah dan mengalami luka dalam walau tidak terlalu serius.
Disisi lain, Yie Mao juga berhadapan dengan beberapa Pendekar yang hampir mencapai Raja Bumi, mereka adalah Zang Yang, Chang Shan, Gu Yuao, Li Xiang Fai dan beberapa pendekar lainnya.
Namun sekuat apapun mereka saat ini, mereka tetap bukan tandingan Yie Mao, bahkan luka yang dialami oleh mereka sedikit lebih parah dari yang dialami oleh Wei Fang.
Louis yang berusaha menerobos ke pemukiman belakang juga ditahan oleh Chie Xie dan Naomi, mereka berdua tidak akan membiarkan Louis begitu saja, walau mereka sudah tahu jika kekuatan Louis adalah yang terkuat dari Zan Zan dan Yie Mao, namun Chie Xie tetap akan menghadapinya.
"Kalian berdua bukanlah tandinganku! Hanya Dewa Sesat saja yang bisa menandingi kemampuanku, selain dia tidak akan ada lagi dari pihak kalian yang sebanding denganku!" kata Louis kemudian dia melepaskan sihir dari debu yang berputar dari bawah dan melesat kearah Naomi dan Chie Xie.
Naomi serta Chie Xie segera melepaskan kekuatan andalan mereka yaitu Api biru dan Pembekuan Es untuk menahan serangan Louis, kedua energi milik dua gadis itu beradu dengan pusaran debu milik Louis, kekuatan mereka terlihat berimbang, namun energi yang dimiliki oleh Louis jauh lebih kuat sehingga kedua gadis tersebut berada di situasi yang tidak menguntungkan.
"Seribu Jarum Air Kematian."
Qian He melepaskan butiran air halus membetuk sebuah jarum dengan jumlah yang sangat banyak kemudian melesat menghujani Wang Dunrui. Jarum-jarum air mematikan itu tidak hanya untuk menyerang Wang Dunrui saja, melainkan juga akan di targetkan kepara Prajurit Wutong dibawah Wang Dunrui.
Tentu saja Wang Dunrui menyadari hal itu, jika dia menghindar maka para prajurit akan banyak yang mati, namun jika dia bertahan, serangan apinya belum tentu akan mampu melenyapkan ribuan jarum air yang halus itu.
Wang Dunrui segera berubah ke bentuk Dewa Raja Tiga Api kemudian menggerakkan lingkaran hitam yang ada di belakang kepalanya untuk membentuk perisai sekaligus akan memberikan serangan balasan.
Qian He tersenyum tipis saat melihat Wang Dunrui sudah menggunakan wujud Dewa nya, "Walau kamu mengubah wujudmu kedalam wujud Dewa, itu masih belum cukup untuk mengalahkanku!" kata Qian He kemudian dia juga berubah ke wujud Dewa nya.
"Siluman? Jadi orang ini sebenarnya adalah seekor siluman Gagak yang sudah bisa berubah wujud ke bentuk manusia?" Wang Dunrui kaget saat mengetahui jika lawannya yang memiliki kemampuan puncak Dewa Bumi itu adalah seekor siluman.
"Hahaha.. ada apa? Apakah sekarang kamu mulai takut?" tanya Qian He dengan tertawa keras.
Wang Dunrui hanya menghela nafas panjang kemudian dia memuncul tiga bola api yang memiliki warna berbeda-beda, "Walau kamu lebih kuat dariku, namun tidak akan mudah bagimu untuk bisa mengalahkanku, kalaupun kamu berhasil mengalahkanku, setidaknya kamu juga akan kehilangan salah satu anggota tubuhmu!" kata Wang Dunrui kemudian ketiga Bola Api tiga warna itu berputar dan membentuk sebuah Pedang besar menyala.
"Tebasan Pedang Raja Api."
Wang Dunrui langsung menyerang Qian He dengan pedang yang tertutupi oleh tiga api berbeda. Wang Dunrui segera memberikan serangan dari menebas dan menusuk, setiap serangannya akan melepaskan gelombang Api besar yang menyebar di udara.
Qian He juga tidak diam bertahan saja, dia juga memberikan balasan serangan dengan menggunakan pedang hitam. Pertarungan keduanya sudah membuat seluruh hutan reruntuhan kuno bergetar hebat ketika energi mereka terus berbenturan.
Dua sosok yang saling bertukar serangan saja sudah membuat para rakyat yang melihat itu dari bawah jadi ketakutan, belum lagi dua sosok lainnya yang bertarung agak jauh dari tempat pertarungan Wang Dunrui, kedua sosok tersebut adalah Lio Long yang melawan Liang Whu yang memiliki rambut merah.
Pertarungan dua sosok berkekuatan Dewa Langit membuat langit seperti mau runtuh, dan awan hitam yang tebal disertai dengan petir dan badai angin menyebabkan para pasukan yang bertempur juga merasa takut, namun mereka tetap melanjutkan peperangan mereka di tengah-tengah angin badai dan getaran tanah yang besar.
"Kemampuanmu tidak buruk orang tua, kalau begitu mari kita naik ke pertarungan tahap yang lebih tinggi lagi!" kata Liang Whu kemudian aura berwarna merah keluar dari tubuhnya dan kemudian rambut merahnya mengembang.
Tubuh Liang Whu mulai berubah bentuk ke wujud Srigala berbulu merah namun tetap dalam bentuk wujud setengah manusia. Lingkaran merah juga muncul dibelakang kepala Liang Whu setelah itu Liang Whu menghentakkan Energinya sehingga gelombang kuat menyebar hingga lebih dari seratus meter.
"Tidak kusangka hari ini aku akan melawan Hewan Iblis lagi!" gumam Lio Long kemudian dia menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskan kekuatannya.
__ADS_1
Situasi semakin menakutkan setelah Lio Long juga melepaskan energinya, dua kekuatan besar di tahap Dewa Langit menyebabkan pertempuran di bawah langsung berhenti, namun untuk pertarungan antara Tim Wei Fang melawan Zan Zan masih melanjutkan pertarungan mereka, situasi yang di hadapi oleh kelompok Wei Fang tidak diuntungkan karena kemampuan Zan Zan jauh lebih tinggi dari kelompok Wei Fang.
Begitu juga dengan kelompok Zang Yang, mereka juga di desak oleh Yie Mao dan mengalami beberapa luka serius, namun Zang Yang beserta kelompok tidak akan menyerah, karena jika menyerah semua rakyat yang berlindung di bagian belakang akan dihabisi.
Chie Xie dan Naomi juga di paksa kedalam posisi bertahan, walau sudah menggabungkan energi Yin dan Yan, tetap saja itu tidak bisa mengalahkan Louis, justru sebaliknya yang mengalami luka justru mereka berdua..
Wang Dunrui yang bertarung dengan Qian He juga tidak dibilang seimbang karena kemampuan Qian He sedikit lebih tinggi dari Wang Dunrui.
"Ayo kita mulai bermain orang tua!" kata Liang Whu.
Liang Whu menyerang dengan menggunakan cakarnya yang tajam, satu serangan cakar mengandung energi besar yang mampu melepaskan api yang sangat kuat.
"Pusaran Dewa Angin."
Lio Long juga melepaskan sihir anginnya dan kedua energi tersebut saling berbenturan menyebabkan ledakan kuat di langit, getaran hebat mulai membuat retakan tanah di bawah, dan pohon-pohon di sekitar banyak yang tumbang dan terseret oleh badai angin.
Lio Long hanya melepaskan satu serangan, namun Liang Whu justru melepas beberapa serangan cakaran yang mengandung energi api. Mau tidak mau Lio Long harus memberikan serangan beruntun juga untuk menahan serangan Liang Whu yang liar serta kuat.
"Gelembung Air Suci."
Lio Long menciptakan sebuah gelembung kemudian melemparkannya kearah energi Api milik Liang Whu, Lio Long tidak hanya melepaskan sakali saja, dia berulang-ulang melemparkan gelembung air nya dan tidak akan pernah berhenti jika Liang Whu masih melepaskan energi Cakarannya itu.
Dalam segi kemampuan, jelas Lio Long lebih tinggi, Lio Long memiliki kekuatan sembilan elemen yang sempurna dan dia berada di puncak tahap Dewa Langit.
Liang Whu sendiri hanya memiliki kekuatan dua elemen yaitu api dan angin, dan dia berada di awal Tahap Dewa Langit, namun masalahnya tubuh Hewan Buas Iblis atau siluman memiliki kemampuan fisik lima kali lebih kuat dari Lio Long sehingga Liang Whu lebih unggul.
"Rasakan ini orang tua!" Liang Whu mendadak muncul dari belakang Lio Long dan kemudian memberikan satu serangan tapak ke punggung Lio Long.
Lio Long jelas tidak semudah itu untuk bisa dipukul dengan trik seperti itu, dia segera menghilang dari tempat itu dan serangan tapak Liang Whu mengenai udara kosong.
Energi yang kuat dari tapak Liang Whu melesat dan meledak tidak jauh dari tempatnya berada. Lio Long muncul kembali disamping Liang Whu kemudian dia memutar telapak tangannya yang sudah dialiri aura berwarna emas.
"Tapak Sang Dewa Angin."
Bang!!
Serangan tapak Lio Long berhasil mengenai pundak Liang Whu sehingga tubuh Liang Whu terhempas cukup jauh sebelum akhirnya ledakan besar tercipta di tempat berhentinya Liang Whu.
Ledakan besar itu membuat semua prajurit dan orang-orang yang berada disana berkeringat dingin, bahkan ledakan besar itu berhasil mengalihkan pertarungan yang lain termasuk Wang Dunrui dan Qian He.
"Srigala itu! Kenapa dia bisa terkena pukulan itu? Kemana keangkuhan yang kamu tunjukkan tadi di hadapan Setan Api Hitam?" kata Qian He.
Kepulan asap masih berputar di tempat ledakan Liang Whu, tidak ada yang tahu apakah Liang Whu sudah kalah atau tidak, bahkan Lio Long sendiri sampai menggunakan mata Dewa nya untuk melihat keadaan Liang Whu.
Setelah asap mulai menipis, sosok Srigala merah dengan wujud sempurnanya kini kembali terlihat, aura yang sangat kuat membuat awan hitam kembali berkumpul dan menciptakan Fenomena langka, yaitu sebuah bola Api yang sangat besar dan berputar-putar di pundak Liang Whu.
"Kau akan merasakan kemarahanku yang sebenarnya orang Tua, inilah kekuatan Raja Srigala Api Neraka yang sebenarnya!" seru Liang Whu kemudian dia melolong dengan sangat keras.
Lolongan Liang Whu membuat area disekitarnya terisolir dan kilatan-kilatan dinding perisai yang retak kadang terlihat setelah terkena tekanan suara lolongan Liang Whu.
__ADS_1
Lio Long memasang wajah suram melihat itu, Liang Whu mengingatkannya kepada satu mahluk terkuat yang dulu pernah ia lawan berasama dengan keempat Dewa lainnya.
"Ini sangat buruk!" gumam Lio Long.