
*****
"Hem... Akhirnya aku kembali lagi ke dunia ini! Sudah sangat lama sekali aku tidak melihat dunia ini!" kata Tian Feng yang muncul kembali atas awan, namun jaraknya cukup jauh dari kota Xanhuo.
Tian Feng tidak langsung muncul di atas rumahnya karena khawatir kedatangannya akan diketahui oleh Yuan Xia dan Xi Liyi, jadi dia memilih tempat yang lebih jauh.
"Sebaiknya aku memanggil Raja Azura kesini dari pada aku yang datang kesana!" gumam Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura Agung yang hanya bisa dirasakan oleh sesama orang yang memiliki kekuatan Rana Agung.
Dengan melapaskan Aura Agung, maka Yinfei, Lio Long, Xi Liyi, Wang Dunrui serta semuanya tidak akan bisa merasakannya, sebab kekuatan tersebut berbeda dengan kekuatan Dewa.
Seluruh wilayah kota Xanhuo serasa beriak seolah-olah seperti air yang disentuh, padahal itu adalah riak angin yang terkena aura agung milik Tian Feng.
Walau tidak terlihat serta tidak bisa dirasakan, namun riakan gelombang angin tersebut dapat dirasakan oleh Azura, dan tidak butuh waktu lama, Azura segera muncul dihadapan Tian Feng.
"Owh ternyata saudaraku yang datang, aku kira tadi Kaisar Kegelapan yang datang karena pancaran auranya sama besarnya dengan Kaisar Kusut itu," kata Azura yang muncul dan kemudian bernafas lega.
"Maaf karena telah mengejutkanmu atas kedatanganku yang diam-diam ini!" kata Tian Feng.
"Ais kenapa kamu yang meminta maaf saudara ku, ini adalah duniamu, jadi kamu bebas datang dan pergi! Ayo kita kerumah mu, semua disana pasti sangat senang melihatmu!" kata Azura.
"Tidak Azura, aku kembali bukan untuk pulang kerumah, melainkan aku hanya ingin bertemu denganmu serta ingin mengetahui kabar semua keluargaku dan juga duniaku!" kata Tian Feng.
"Owh, jadi maksud kepulanganmu hanya untuk mengetahui hal ini? Seperti yang kamu lihat, semuanya baik-baik saja, bahkan tidak ada yang kurang satupun kecuali ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan yang harus terkubur disini!" kata Azura.
Tian Feng merasa lega setelah mendengar jika ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan ternyata sudah mati.
"Terima kasih atas bantuanmu Azura, aku tidak tahu harus membalas bantuanmu dengan cara apa? Yang jelas aku sudah berhutang banyak padamu!" kata Tian Feng.
"Lagi-lagi kamu bersikap sungkan padaku saudaraku, bagiku kau sudah lebih dari saudara seperguruan ku, aku sudah menganggapmu saudara asli, jadi keluargamu adalah keluargaku juga, ayah ibu dan adikmu, mereka juga ayah ibu dan adikku, bahkan teman-temanmu kecuali istrimu, yang hanya akan aku anggap sebagai saudara ipar, hahaha!"
"Hahaha... Baik-baik aku tidak akan merasa sungkan lagi padamu!" kata Tian Feng yang juga ikut tertawa.
"Tapi apakah kamu yakin tidak ingin pulang dulu?" tanya Azura sekali lagi.
Tian Feng menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Belum waktunya bagiku untuk pulang kerumah, aku sudah bilang saat itu jika aku akan pulang setelah sebelas bulan lagi, dan sekarang hanya tersisa sembilan bulan lagi untukku untuk pulang, dan selama aku tidak ada disini, mungkin aku akan kembali merepotkanmu untuk melindungi dunia ini sebelum aku kembali!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Azura menepuk pundak Tian Feng kemudian menjawabnya, "Kamu tidak perlu menghawatirkan akan keselamatan dunia ini serta semuanya, selama aku masih hidup, maka tidak akan ada satupun yang akan bisa mencelakai keluarga kita serta Dunia mu ini, serahkan semuanya padaku!" kata Azura.
"Kalau begitu kita bicara dibawah saja!" ajak Tian Feng kemudian dia turun ke desa Louyan.
Keduanya mencari sebuah kedai minum kemudian Tian Feng memesan arak sekaligus menanyakan tentang kematian ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan, dan Azura mulai menceritakan semuanya sambil menikmati arak yang Tian Feng pesan.
Keberadaan keduanya memang tidak menarik perhatian orang-orang yang berada di kedai tersebut, karena tidak ada yang mengenali wajah mereka berdua.
Selama ini yang mereka ketahui akan Pendekar Dewa Sesat hanya sosoknya yang mengenakan topeng, namun sekarang Tian Feng tidak lagi mengenakan topeng sedangkan untuk Azura, tidak ada yang mengenalinya walau Azura adalah sosok asli yang sudah menyematkan kota Xanhuo serta istana Wutong dari kehancuran.
Tian Feng terkejut setelah Azura menceritakan jika salah satu Panglimanya justru bertemu dengan jodohnya saat ini, siapa lagi kalau bukan Wang Dunrui yang juga berasal dari Dunia lain.
Selain kabar itu, tidak ada lagi kabar yang membuat Tian Feng terkejut sebelum akhirnya Azura mengatakan jika saat ini Chie Xie sedang pergi bersama Hiroshi menuju ke Toakai.
Sebenarnya Wang Dunrui sudah berniat ikut dengan Hiroshi, mengingat saat ini Klan Tsuki akan bergabung dengan para Klan-klan yang mendukung pemerintahan dalam melawan pemberontakan dari klan Yama.
Peperangan besar antara para Kesatria kemungkinan besar tidak akan dapat dihindari lagi, dan menurut yang Azura dengar jika disana akan ada lawan yang sangat kuat, mereka menyebutnya "Goodo" atau biasa disebut sebagai Dewa Shinobi.
Azura sempat memeriksanya dan memang ada orang di Toakai yang memiliki kemampuan Raja Langit dan Raja Alam, walau tidak ada yang memiliki kemampuan tahap Dewa, namun jumlah sosok yang di juluki Goodo itu lebih dari sepuluh orang.
"Siapa bilang? Aku tidak akan mungkin membiarkan dia celaka, andai tidak karena dia yang memaksa untuk pergi dengan alasan ingin menambah wawasannya, tentu saja kami tidak akan mengijinkannya, namun Xie'er terlalu pintar mencari alasan sehingga membuat ayah dan ibunya tidak berdaya, jadi kami membiarkannya pergi namun tetap dalam pengawasan dari jauh!" jawab Azura.
Saat ini mereka masih dalam perjalanan, sedangkan perjalanan mereka tetap di awasi dengan Mata Dewa, jika mereka sudah sampai nanti dan perang besar di Toakai sudah di mulai, barulah yang lain akan menyusul dengan menggunakan sihir ruang waktu.
Walau sudah mendengar sendiri jika mereka semua tetap mengawasi Chie Xie dari jauh, namun Tian Feng tetap merasa tidak tenang, bukan para Goodo yang Tian Feng khawatirkan, melainkan para Pengawal Kaisar Kegelapan yang bisa muncul kapan saja.
"Hai-hai! Lihat ada dua orang kaya yang minum di wilayah kita ini!"
Saat Tian Feng masih menghawatirkan Chie Xie yang nekat pergi untuk membantu Hiroshi, tiba-tiba saja ada segerombolan orang-orang membawa golok dan membicarakan dirinya dengan Azura.
Tian Feng melirik gerombolan orang-orang tersebut yang jumlahnya 14 orang, kemudian dia memalingkan wajahnya dan kembali meminum araknya tanpa memperdulikan ke 14 belas gerombolan bersenjata golok tersebut.
Semua orang-orang yang berada di dalam kedai langsung berhamburan keluar karena takut, sedangkan pemilik kedai yang tidak bisa berhenti gemetar secara perlahan-lahan mendekati Tian Feng dan Azura.
"Tu..tuan, se.se..sebaiknya Tuan berdua segera pergi dari sini, jika tidak mereka akan meminta harta tuan berdua, dan jika menolak, mereka pasti akan membunuh kalian!" kata pemilik kedai.
__ADS_1
"Memangnya siapa mereka?" tanya Tian Feng.
"Me..mereka adalah kelompok Golok Berdarah yang menguasai Desa Louyan sejak tiga tahun ini!" kata Pemilik kedai dengan wajah yang ketakutan.
Tian Feng mengangguk pelan kemudian dia memberikan lima keping perunggu kepada pemilik kedai.
"Terima kasih sudah memberi tahu ku pak tua, ini aku bayar arak mu!" kata Tian Feng.
"Hai kalian berdua, jika kalian ingin selamat dan tetap hidup, cepat serahkan semua barang-barang berharga kalian, uang dan pakaian kalian, jika tidak kalian akan mati bersimbah darah!" kata salah satu dari mereka yang bertubuh besar dan wajah garang.
"Azura, mungkin aku akan ke Toakai dulu sebelum kembali ke Dunia bawah, katakan kepada Guru dan yang lainnya untuk datang ke sana dan membawa Xie'er kembali!" kata Tian Feng yang berniat menjaga Chie Xie di Toakai, namun dari jarak yang lebih aman walau berada di satu lokasi.
Sikap Tian Feng yang sama sekali tidak menghiraukan para kelompok Golok Berdarah itu jelas membuat mereka sangat marah sehingga salah satu dari mereka berbicara dengan nada marah.
"Kurang ajar, berani-beraninya kalian mengabaikan kelompok Golok Berdarah, cepat cincang mereka dan jarah semua yang menempel di tubuh mereka!" kata salah satu dari mereka kemudian semua segera mengangkat golok dan maju menyerang Tian Feng dan Azura yang masih duduk.
"Aku tidak ingin membunuh siapapun hari ini, namun jika kalian tetap melangkah maju, maka itu akan menjadi langkah terakhir kalian!" kata Tian Feng kemudian dia menghabiskan araknya.
Kelompok Golok Berdarah yang terhenti setelah mendengar ancaman Tian Feng hanya saling berpandangan, sedangkan salah satu dari mereka yang sebelumnya memberi perintah kembali bersuara.
"Kenapa kalian takut, kita adalah kelompok Golok Berdarah yang sangat ditakuti oleh semua orang, cepat serang dan jangan takut dengan ancaman omong kosongnya!" serunya kemudian dia dan semua anggotanya kembali maju dan segera melepas serangan mereka kepada Tian Feng dan Azura.
Tian Feng mendengus kesal karena ancamannya sama sekali tidak di hiraukan dan kemudian dia meremas cangkir araknya hingga hancur berkeping-keping lalu melemparkan semua pecahan cangkir tersebut ke arah mereka.
Tubuh semua kelompok Golok Berdarah yang melangkah maju itu langsung terlempar jauh keluar dari dalam kedai setelah terkena pecahan cangkir Tian Feng, bahkan tembok kedai langsung hancur seperti terkena badai angin dari dalam.
Keempat belas kelompok Golok Berdarah itu langsung jatuh ketanah dan mati dengan tubuh mereka yang di penuhi banyak darah, dan ternyata pecahan cangkir tersebut sudah menembus tubuh mereka, mulai dari kepala dan sekujur badan mereka.
"Aku pergi dulu, dan setelah Chie Xie sudah kalian bawa kembali dari Toakai, barulah aku akan pergi ke Dunia Bawah!" kata Tian Feng kemudian dia menghilang dari hadapan Azura dan Tian Feng pergi menyusul Chie Xie l.
Azura hanya menatap Pemilik kedai yang ketakutan dengan tubuh bergetar hebat, disamping ketakutan karena keempat belas kelompok Golok Berdarah yang mati dengan cara yang aneh, dan sekarang dia kembali ketakutan saat melihat Tian Feng yang tiba-tiba saja menghilang seperti hantu.
"Orang tua mereka memiliki banyak uang, kamu ambil barang-barang mereka untuk mengganti semua kerusakan ini!" kata Azura yang berpesan kepada pemilik kedai lalu kemudian dia juga menghilang seperti hantu di hadapan pemilik kedai.
Pemilik kedai langsung jatuh berlutut dengan kaki yang sangat lemas, dia hampir kehilangan kesadarannya, namun dia kembali bangkit dan segera melaksanakan pesan Azura.
__ADS_1