
"Guru sadarlah! Ini aku guru," Tian Feng tetap berusaha menyadarkan Zang Yang dengan cara halus.
Zang Yang justru semakin tidak terkontrol lagi, dia meraung keras seperti se-ekor Singa jantan yang mencari mangsa, dia mengamuk setiap orang yang ia lihat termasuk Tian Feng.
Untung saja amukan Zang Yang tidak disertai dengan kekuatannya, jika tidak pasti Katashi sudah tewas di bunuh oleh Zang Yang.
"Percuma saja Tian, gurumu saat ini sudah terkena efek dari ilmu yang ia gunakan!" kata Wei Fang yang membantu Tian Feng untuk menenangkan Zang Yang.
Tian Feng mencari keberadaan Yuan Xia dan Lie Yie atau Chie Xie, namun tidak satupun dari mereka yang terlihat.
"Tuan Katashi, kemana ayah dan yang lainnya?" tanya Tian Feng.
Katashi yang mengalami luka cakaran segera menjawabnya, "Tuan Yuan dan semuanya berada di dalam, kami tidak mau amukan Guru Zang melukai salah satu dari mereka!" jawab Katashi.
"Terima kasih Tuan Katashi, sekarang biar aku yang mengurus guru, jadi obati saja luka-lukamu!" kata Tian Feng sekaligus mengangguk kepada Katsuyuki agar mengobati Katashi.
Setelah Katsuyuki membawa Katashi untuk diobati, Tian Feng kembali membantu Wei Fang untuk menghentikan amukan Zang Yang.
Wei Fang sudah berusaha menotok pergerakan Zang Yang, namun totokan sama sekali tidak berpengaruh, justru Zang Yang semakin berusaha menyerang Wei Fang.
Tian Feng memegang tangan kiri Zang Yang dan disusul oleh Wei Fang yang menahan tangan kanan Zang Yang.
Mereka berdua sama-sama tidak ingin melukai Zang Yang sehingga hanya bisa berusaha menahan pergerakannya saja.
"Panglima, apa tidak ada cara agar guru bisa disadarkan?" tanya Tian Feng yang tetap menahan Zang Yang yang masih memberontak.
"Sebenarnya ada namun aku tidak yakin apakah ini akan berhasil atau tidak! Walau berhasil sekalipun resikonya juga sangat besar," jawab Wei Fang.
"Bagiamana caranya? Katakan saja, yang penting guru Zang bisa bisa kembali seperti semula!" kata Tian Feng.
Wei Fang segera menjelaskan jika cara yang ia ketahui kepada Tian Feng, caranya adalah dengan melenyapkan seluruh ilmu yang dimiliki oleh Zang Yang sebelum dia berubah seutuhnya menjadi se-ekor Singa.
Dengan demikian Zang Yang bisa di selamatkan, namun dia akan menjadi manusia biasa, dan jika Zang Yang tetap ingin menjadi pendekar, Zang Yang harus berlatih lagi dari awal.
"Guru pasti tidak akan frustasi jika semua ilmu yang ia miliki harus di musnahkan!" kata Tian Feng.
Bagi seorang pendekar, ilmu beladiri adalah sebuah kehormatan yang paling berharga dari nyawanya sendiri, jika hal yang paling berharga itu harus hilang dan lenyap, maka tidak akan ada alasan lagi bagi seorang pendekar untuk tetap hidup.
Jika seorang pendekar telah kehilangan seluruh kemampuan ilmu beladiri nya, maka pendekar tersebut tidak ada bedanya dengan raga tanpa jiwa.
"Tidak cara lagi Tian, kalau kamu memiliki cara yang lain, mungkin bisa dicoba!"
Tian Feng hanya menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak punya cara untuk membantu Zang Yang.
"Aku tahu bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan gurumu itu!" kata Zanxi.
Tian Feng langsung melebarkan matanya mendengar perkataan Zanxi, "Bagaimana caranya? Cepat beritahu!" kata Tian Feng.
"Sebenarnya mudah, jika kamu ingat bagaimana caraku yang pernah memberikan petunjuk padamu, maka caranya akan sama! Namun kali ini kamu sendiri yang harus masuk ke bawah alam sadarnya untuk memberitahukannya!" kata Zanxi.
"Tapi aku tidak tahu caranya!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan saja, aku juga ingin melihat seperti apa bentuk manusia yang berubah menjadi binatang!"
"Apa yang kamu katakan? Cepat ajari aku bagaimana caranya agar aku bisa masuk ke alam bawah sadarnya!" ucap Tian Feng dengan nada kesal.
"Jik aku mengajarimu sekarang maka besok atau lusa kamu baru bisa menguasainya! Begini saja, aku akan membantu menyatukan pikiran mu ke alam bawah sadar guru mu itu, setelah aku bilang bicara, maka bicaralah dengan pikiran mu!" kata Zanxi.
"Apa yang harus aku sampaikan padanya?"
"Sama seperti apa yang pernah aku sampai padamu saat tubuhmu hampir di ambil alih oleh kekuatan mu!"
Tian Feng segera mengerti dan kemudian dia meminta Wei Fang untuk tetap mempertahankan Zang Yang agar tidak lepas karena dia akan berusaha menolong lewat alam batin.
"Apa yang ingin dilakukan oleh anak ini?" batin Wei Fang yang tidak mengerti maksud perkataan Tian Feng.
Walau tidak mengerti, Wei Fang tetap menuruti Tian Feng dan berusaha untuk menahan pergerakan Zang Yang.
"Bersiaplah Tian, aku akan menghubungkan pikiran mu dengan pikiran gurumu!" kata Zanxi.
Tian Feng mempererat pegangan terhadap tangan kiri Zang Yang kemudian dia memejamkan matanya.
Tian Feng merasa seperti ada sesuatu yang menyerap dirinya hingga serasa jiwanya terpisah dengan tubuhnya.
Tian Feng sendiri bisa melihat tubuhnya sendiri yang masih menahan tubuh Zang Yang dan kemudian ada sebuah cahaya terang datang dari langit menyinari dirinya.
Anehnya Wei Fang tidak mengetahui hal itu, padahal cahaya tersebut sangat menyilaukan matanya.
Tian Feng seperti dihisap ke langit yang ada cahaya tersebut hingga dirinya serasa menembus langit.
"Sekarang Tian, kamu bisa bicara padanya, namun kamu tidak akan bisa melihatnya dan waktu mu juga sangat terbatas! Bicaralah dan jelaskan semuanya pada Guru mu secara singkat dan juga cepat!" suara Zanxi kembali terdengar.
Tian Feng mengangguk dan kemudian mulai memanggil nama Zang Yang, "Guru! Guru! Apa kamu mendengar suaraku?" panggil Tian Feng.
***
Zang Yang merasa berada di dunia yang sangat berbeda dengan dunianya, dia menoleh ke-kiri dan ke-kanan, namun yang ia lihat hanyalah cahaya putih.
"Wen'er...! Ling'er..!"
Zang Yang memanggil-manggil nama Zian Wen putrinya dan juga nama Lin Ling cucunya berkali-kali.
Zang Yang terus berjalan dengan memanggil nama Putri dan cucunya tanpa merasa lelah, namun setelah cukup lama, tetap tidak ada jawab sama sekali.
"Guru! Guru! Apa kamu mendengar suaraku?"
Suara yang tidak asing segera terdengar oleh Zang Yang, "Tian..! Apakah itu kamu?" tanya Zang Yang namun dia tidak bisa melihat Tian Feng kecuali hanya suaranya saja.
"Benar guru ini Tian!" jawab Tian Feng.
"Tian kamu dimana? Aku tidak melihat keberadaan mu!"
"Guru, Tian tidak punya banyak waktu disini! Saat ini guru harus kembali karena tubuh guru sedang di ambil alih oleh ilmu Dewa Singa Suci!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Mendengar perkataan Tian Feng, Zang Yang langsung mengingat semuanya, "Bagiamana cara ku untuk bisa kembali?" tanya Zang Yang.
"Lawanlah guru! Lawan ilmu itu agar tidak mengambil alih tubuh guru! Caranya adalah mengalirkan energi positif dan menarik energi negatif dari tubuh guru."
Tian Feng mulai menjelaskan secara singkat tapi jelas sehingga Zang Yang langsung mengerti dan kemudian dia langsung duduk bermeditasi.
"Lakukan seperti apa yang sudah aku jelaskan, waktuku sudah habis, sekarang aku akan kembali lagi, dan aku akan menunggu guru di dunia nyata!" kata Tian Feng kemudian suara Tian Feng pun menghilang.
Zang Yang segera mengumpulkan energi positif seperti yang Tian Feng jelaskan, dan setelah dia yakin jika energi positif nya serasa cukup, Zang Yang segera melepaskannya keluar hingga menembus cahaya terang tersebut.
Energi positif yang keluar segera bertukar energi dengan energi negatif dari tubuh Zang Yang, dan Jiwa Zang Yang yang terperangkap di tempat itu segera terhisap dan keluar dari tempat aneh tersebut.
***
"Kenapa waktuku hanya sesingkat itu? Padahal saat itu kamu sangat leluasa berkomunikasi dengan diriku!" tanya Tian Feng saat dia sudah kembali dalam tubuhnya.
"Jangan samakan aku dengan dirimu yang lemah itu, aku ini adalah mahluk murni, sedangkan kamu tadi adalah Roh yang keluar dari tubuh mu, jadi kamu belum bisa berpisah terlalu lama, jika tidak kamu tidak akan bisa kembali lagi ke tubuhmu!" jawab Zanxi.
"Tian! Sebenarnya apa rencana mu? Kenapa sejak tadi kamu hanya diam saja?" tanya Wei Fang yang merasa jika sejak tadi Tian Feng hanya diam mematung.
"Panglima! Panglima tunggu saja, mungkin sebentar lagi Guru akan kembali!" jawab Tian Feng.
!!?"
Wei Fang sama sekali tidak mengerti, dia tidak tahu jika sebenarnya Tian Feng sudah melakukan akan apa yang seharusnya dia lakukan untuk menyelamatkan Zang Yang.
Zang Yang yang masih berusaha memberontak lama-lama melemah, dia seperti sedang kelelahan dan taring kecil di giginya juga mulai menyusut, bahkan bulu halus berwarna keemasan di wajah Zang Yang juga mulai menghilang.
"Apa yang sudah ia lakukan?" batin Wei Fang saat melihat Zang Yang yang mulai terlihat normal.
Mata Zang Yang pelan-pelan mulai menutup dan kemudian dia menjadi lemas dan tidak sadarkan diri.
Tian Feng dan Wei Fang segera membaringkan tubuh Zang Yang dan kemudian mereka menunggu apakah Zang Yang akan bangun lagi dan mengamuk atau tidak.
Setelah beberapa saat kemudian, Zang Yang mulai membuka matanya kembali sehingga Wei Fang dengan sigap memegang lengan kanan Zang Yang agar dia tidak mengamuk.
Ke-dua mata Zang Yang yang tadi mirip dengan mata Singa kini sudah kembali normal, "Panglima Wei, ada apa? Kenapa Panglima memegang lenganku seolah-olah aku akan mengamuk?" tanya Zang Yang.
"Eh...? Apakah ini benar-benar kamu?" tanya Wei Fang.
"Benar panglima, ini memang benar saya!" jawab Zang Yang kemudian dia menatap ke-arah Tian Feng.
"Tian! Bagiamana caramu tadi bisa berbicara padaku?"
"Eeee... begini guru, aku menggunakan batin untuk berkomunikasi dengan guru!" jawab Tian Feng.
"Benarkah? Apapun yang sudah kamu lakukan tadi sudah sangat membantuku, dan sekarang aku...!"
Zang Yang berhenti berbicara saat merasakan Chi yang ia miliki meningkat dan juga dia sudah berada di tingkat Pendekar Cahaya Tahap 2 begitu saja tanpa mengetahui kenapa itu bisa terjadi
Tian Feng dan Wei Fang sebenernya juga ikut terkejut terhadap perkembangan kekuatan Zang Yang yang begitu saja, sedangkan Zang Yang segera pergi untuk merapikan dirinya yang acak-acakan.
__ADS_1