Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Identitas Pria sepuh


__ADS_3

"Kau..! Kenapa kamu mengingkari janji mu?" seru Ratu Sie yang terkejut mendengarnya dan tidak percaya jika Zhi Yu Zhuan akan mengingkari janjinya.


"Jangan menunggu terlalu lama Tuan Tai Yan!" kata Zhi Yu Zhuan lagi.


Jia Tai Yan tersenyum tipis kemudian dia mengalirkan energi berwarna hitam di genggaman tangan dan berniat memberikan pukulan ke kepala Zhi Yei Fai.


"Jangan! Jangan bunuh anakku! Kakak aku mohon jangan bunuh anakku," kata Ratu Sie sekaligus memeluk Zhi Yei Fai dengan tangisan yang pecah dengan permohonan yang terdengar pilu.


"Ibu..! Tidak apa-apa, aku senang karena memiliki ibu yang baik, kelak di kehidupan berikutnya aku berharap bisa menjadi putramu kembali," kata Zhi Yei Fai yang sudah tahu jika dirinya tidak akan bisa selamat lagi.


"Tidak! Aku tidak akan membiarkan mu mati!" kata Ratu Sie yang menangis semakin kencang dan pelukannya semakin keras.


Kedua anggota Organisasi Tiga Bunga segera memisahkan ibu dan anak tersebut sehingga tangisan histeris semakin mengisi udara kosong.


Ratu Sie bisa melihat senyuman Zhi Yei Fai yang kemudian dia mengucapkan kalimat selamat tinggal kepada ibunya membuat ibunya berteriak sekuat tenaga sebelum akhirnya tidak sadarkan diri karena mentalnya tidak kuat lagi untuk menyaksikan anaknya yang harus mati


Namun Zhi Yu Zhuan tidak memperdulikan ratapan adik iparnya, sedangkan Jia Tai Yan segera melayangkan pukulan kearah kepala Zhi Yei Fai yang pastinya kepala Zhi Yei Fai akan hancur nantinya.


Kepalan Tinju Jia Tai Yan yang hampir mengenai kepala Zhi Yei Fai tiba-tiba tertahan oleh sebuah energi Angin yang sangat kuat.


Jia Tai Yan sama sekali tidak bisa menarik lengannya dan berusaha mencari sumber asal energi tersebut.


Semuanya juga bingung melihat Jia Tai Yan yang mematung namun dengan mata yang berusaha mencari sesuatu.


"Tuan Tai Yan kenapa kamu berhenti? Cepat bunuh anak itu!" seru Zhi Yu Zhuan.


"Sejak tadi aku sudah ingin membunuhnya, tapi ada energi yang menahan tanganku!" jawab Jia Tai Yan.


Zhi Yei Fai yang menutup mata juga ikut terheran-heran, namun dia merasa lega kerena dirinya masih hidup.


"Siapa yang berani ikut campur urusan ku? Cepat tunjukkan dirimu jika kamu benar-benar seorang kesatria!" seru Jia Tai Yan.


Saat semuanya sedang kebingungan, tiba-tiba terdengar helaan nafas, namun wujudnya masih belum terlihat.


"Kamu mengaku dirimu adalah Kesatria! Apakah caramu ingin membunuh anak muda yang tidak memiliki kekuatan apa-apa itu juga disebut cara Kesatria?" tanya sebuah suara yang terdengar sepuh.

__ADS_1


Jia Tai Yan mengumpat keras kemudian kembali berseru keras, "Baik! Aku akan menantang mu sebagai seorang kesatria, ayo perlihatkan wujudmu!" seru lagi Jia Tai Yan.


Suara sepuh yang menggema itu tertawa sekaligus mengucapkan sesuatu kepada Jia Tai Yan, "Ingin menantang ku tapi dirimu sendiri tidak bisa melepaskan tanganmu dari energiku! Bagaimana kamu bisa menang melawanku?"


Jia Tai Yan semakin kesal kemudian dia melepas energinya untuk melepaskan tangannya dari energi Angin yang menahan lengannya seperti tangan angin.


Dengan usaha yang gigih, akhirnya Jia Tai Yan berhasil melepaskan tangannya, namun dia merasakan sedikit sakit pada pergelangan tangannya.


"Dasar pengecut! Kalian cepat bunuh pemuda itu!" kata Jia Tai Yan kepada dua Anggotanya.


Kedua anggota Organisasi Tiga Bunga tersebut segera menarik pedangnya dan berniat menebas Zhi Yei Fai, namun mendadak sebuah energi angin berbentuk bulan sabit datang dari arah pintu dan melesat melewati kedua anggota Organisasi Tiga Bunga tersebut.


Kedua anggota Organisasi tersebut terdiri mematung, dan secara perlahan-lahan mereka meraba leher masing-masing.


Saat menyentuh leher, darah segera menyembur keluar dan kepala keduanya terlepas dari tubuh mereka masing-masing.


Zhi Yu Zhuan melompat karena kaget, begitu juga dengan Jia Tai Yan yang langsung siaga, sedangkan Zhi Yei Fai tidak kuat saat melihat darah yang membasahi tubuhnya sehingga dia juga merasa pusing sebelum akhirnya ikut tidak sadarkan diri.


Disaat itulah sesosok orang mengenakan jubah putih bersih muncul dari arah pintu, terlihat jelas jika sosok tersebut adalah seorang pria sepuh, namun tidak ada satupun yang mengenalinya termasuk Jia Tai Yan yang seharusnya mengetahui semua para Pendekar yang ada di wilayah Kerajaan Wutong.


"Aku tidak bermaksud ikut campur masalah Kerajaan kalian ini, aku hanya datang karena mendengar teriakan dan tangisan pilu seorang wanita, dan aku juga tidak akan membiarkan anak muda ini mati di tangan seorang yang mengaku dirinya sebagai Kesatria, namun di mata ku tidak lebih dari seorang pecundang!"


Mata Jia Tai Yan langsung memerah, dia tidak terima dirinya disebut sebagai pecundang sehingga dia naik darah dan melepaskan energinya yang menggemparkan seisi bangunan istana.


"Kau benar-benar membuat ku marah..!" seru Jia Tai Yan kemudian dia menyerang pria sepuh itu dengan melemparkan sebuah bunga kearah pria sepuh tersebut.


Namun bunga besi tersebut di tepis begitu saja seperti sedang menepis serangga, hal itu membuat Jia Tai Yan merasa tidak percaya karena serangan akan mampu membunuh seorang pendekar Cahaya, dan kini di hadapan pria sepuh itu, serangan seperti lalat saja.


Jia Tai Yan ingin maju, namun Taiyan Zin dan yang lainnya serta para anggotanya termasuk Ma Xia Li dan Yong Shian juga datang.


"Pimpinan!"


Taiyan Zin segera memberi hormat dengan suara feminimnya dan disusul oleh Cin Peng dan Lang Wang.


"Bagus kalian sudah keluar! Sekarang bantu aku untuk membunuh kakek jompo ini!" kata Jia Tai Yan.

__ADS_1


Pria sepuh itu tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Jia Tai Yan, namun tawanya bukan tawa sembarangan, melainkan tawa yang mengandung energi besar yang membuat semua orang termasuk Jia Tai Yan tidak sanggup mendengarnya.


"Hai kamu! Aku sempat mendengar sedikit perkataan mu jika anak muda ini akan menjadi penghalangmu dalam memimpin sebuah Kerajaan! Jadi aku pastikan hal itu akan benar-benar terjadi karena aku akan melatih anak ini hingga kuat, dan dia akan datang sendiri kesini untuk merebut kembali haknya!" kata Pria sepuh tersebut kepada Zhi Yu Zhuan yang masih merasakan sakit di telinganya.


Jia Tai Yan dan ketiga Ketua Organisasi Tiga Bunga segera maju menyerang pria sepuh tersebut, dan saat tinggal satu meter, pria sepuh tersebut mengibaskan tangannya dan gelombang angin yang sengat kuat menghempaskan mereka semua ke dinding, bahkan seluruh isi dalam istana berserakan kemana-mana.


Jia Tai Yan dan semua orang yang terhempas begitu saja menabrak tembok sama-sama muntah darah, bahkan beberapa ada yang mati dan sebagian ada yang tidak sadarkan diri bahkan terluka termasuk Zhi Yu Zhuan yang tertimpa singgasananya yang sangat berat dan hanya meronta-ronta kesakitan dan berusaha minta tolong.


Jia Tai Yan segera bangkit dan dia sudah tidak melihat pria sepuh itu, bahkan Zhi Yei Fai dan ibunya juga menghilang.


"Sial, dia berhasil membawa kabur Ratu dan anaknya itu!" gerutu Jia Tai Yan.


Taiyan Zin dan yang lainnya segera membantu Zhi Yu Zhuan yang tertimpa singgasananya sendiri kemudian membantu yang korban lainnya.


"Siapa sebenarnya pria sepuh tadi itu Pimpinan?" Taiyan Zin menanyakan Indentitas Pria sepuh itu kepada Jia Tai Yan.


"Aku juga tidak tahu dan tidak pernah mendengar ada pendekar tua sehebat itu! Kemampuannya hampir setara dengan Tuan Louis atau mungkin lebih, namun siapa sebenarnya dia?" Jia Tai Yan juga sama bingungnya sehingga dia berasumsi jika pria sepuh itu mungkin berasal dari Kerajaan Jiu.


Dan dimalam itu juga Tahta Kerajaan berhasil direbut oleh Zhi Yu Zhuan dan Panglima Wei serta yang lainnya tidak ada yang mengetahuinya.


Akan tetapi Zhi Yu Zhuan juga merasa tidak tenang saat mengingat perkataan pria sepuh tersebut dimana dia akan melatih Zhi Yei Fai yang nantinya akan datang kembali setelah menjadi seorang pendekar untuk merebut istananya.


Sedangkan Ratu Sie atau yang memiliki nama Lian Yin Sie itu baru sadar dan mendapati dirinya sudah berada di bawah pohon dekat dengan api unggun.


"Dimana aku..?" gumam Yin Sie sekaligus bertanya pelan entah kepada siapa.


Yin Sie melihat Zhi Yei Fai yang juga terbaring di sebelahnya, dia segera memeriksa kondisi Zhi Yei Fai karena khawatir jika putranya itu benar-benar sudah dibunuh.


"Tenang saja nyonya, putramu masih hidup, dia hanya tidak sadarkan diri saja, dan mengenai darah di tubuhnya, itu bukanlah darahnya, melainkan darah orang lain!" kata suara pria sepuh.


Yin Sie jelas terkejut dan segera bangkit dengan parasaan takut saat melihat pria sepuh tersebut.


"Si..siapa anda?" tanya Yin Sie.


Pria sepuh tersebut tersenyum kemudian memperkenalkan dirinya, "Namaku Lio Long dari Galaxi lain!" jawab pria sepuh tersebut yang bernama Lio Long.

__ADS_1


__ADS_2