
***
"Saudara Dunrui! Kenapa kamu berada disini?"
Wang Dunrui yang sudah selesai mengalahkan Armando menoleh kearah sumber suara yang sangat akrab ditelinganya.
"Saudara Chen..! Owh iya aku kesini karena salah menggunakan Lingkaran Api perpindahan dan akhirnya muncul di dunia yang kacau ini!" jawab Wang Dunrui kemudian dia memperhatikan Naomi dan Chie Xie yang berhadapan dengan Arthur dengan menggabungkan kekuatan mereka dan menyerang secara bergantian.
"Mungkin ini bukan sebuah kebetulan! Lihat saja, bahkan Senior Lio Long saja juga berada disini," kata Ho Chen dan setelah berkata demikian Lio Long muncul diantara mereka berdua.
Wang Dunrui sudah pernah bertemu dengan Lio Long dulu setelah Ho Chen dan kelima Manusia Dewa berhasil mengalahkan She Long, bahkan Lio Long sempat menurunkan dua ilmu kepada Wang Dunrui.
"Guru Lio! Lama tidak bertemu ternyata guru sudah terlihat lebih tua!" kata Wang Dunrui dengan terkekeh.
"Aiya.. Sambutanmu sangat sopan sekali terhadap ku! Apakah kamu mau dahimu aku ketuk?"
Wang Dunrui tertawa keras hingga terdengar kesegala penjuru dan membuat Arthur, Tian Feng, Naomi, Chie Xie, Alice, Louis dan empat Pengawal Organisasi serta para pasukan yang bertempur mati-matian terheran-heran dengan candaan tiga orang yang sama sekali tidak terganggu oleh pertempuran.
"Saudara Dunrui! Kemungkinan kedatangan mu kesini memiliki takdir untuk melindungi Dunia ini serta melindungi manusia yang akan mampu mengalahkan Kaisar Kegelapan kelak!" kata Ho Chen.
Wang Dunrui menyipitkan matanya kemudian memperhatikan Energi milik Louis dan seluruh Organisasi Bintang Hitam yang berwarna Hitam.
"Aku mengerti! Itu artinya mereka ini adalah para pengikut serta pemuja Kaisar Kegelapan itu! Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk membantu manusia yang kamu maksud itu?" tanya Wang Dunrui.
"Lihatlah para pasukan yang bertarung itu! Mereka semua bertarung demi sebuah Kekuasaan dan mereka tidak tahu jika sebenarnya dunia mereka akan di selimuti oleh Kegelapan, jadi kamu bimbing orang-orang yang memiliki hati bersih agar nanti mereka menjadi kuat dan bisa membantu kita saat pertempuran melawan pasukan Kaisar Kegelapan nanti!"
Ho Chen sendiri juga akan membantu, dia tidak hanya akan melatih Tian Feng, melainkan melatih orang-orang berhati baik agar saat tiba waktunya perang melawan Pasukan Kaisar Kegelapan nanti, para manusia yang sudah di latih bisa menjadi pasukan tambahan.
Ho Chen juga tidak akan kemana-mana, karena semalam Lio Long sudah menceritakan semuanya tentang kabar yang menimpa Chinmi.
Ho Chen yakin dalam waktu dekat, kemungkinan Chinmi juga akan muncul untuk mencari keberadaan Tian Feng yang akan mengalahkan Kaisar Kegelapan.
"Kalau begitu kita bantu dia membinasakan para pengikut Kaisar Kegelapan itu!" kata Wang Dunrui sekaligus melihat Tian Feng yang sudah bertarung melawan Louis.
"Tidak usah! Sepertinya Tian bisa mengatasinya, dan kita pantau saja apakah Tian bisa menghadapinya atau tidak!" kata Ho Chen.
Ho Chen hanya menginginkan Tian Feng bisa mengasah kemampuannya saat bertarung melawan musuh yang setara dengannya.
Jika sampai dia dan Wang Dunrui serta Lio Long ikut campur, itu akan membuat Tian Feng tidak akan bisa lebih maju karena mengandalkan bantuan dari orang lain saat berhadapan dengan lawan yang setara atau sedikit lebih kuat.
"Bagaimana dengan pertempuran yang tidak ada gunanya ini? Apakah kita akan membiarkannya saja?" tanya Lio Long.
"Aku serahkan semuanya kepadamu senior Lio! Hentikan pertempuran bodoh ini!" kata Ho Chen kemudian dia mulai melayang keudara kemudian keluar menembus Segel Perisai seperti tidak terpengaruh sama sekali.
"Lagi-lagi hanya bisa menyuruh, dia benar-benar tidak berubah walau sudah menjadi Dewa Pelindung Alam Semesta!" gumam Lio Long yang di tanggapi dengan senyuman oleh Wang Dunrui.
Yang dilakukan oleh Ho Chen saat menembus perisai membuat membuat Louis semakin terkejut dan tidak percaya karena Segel Perisai Hitam itu tidak akan bisa ditembus oleh siapapun kecuali oleh para Pengawal pelindung Kaisar Kegelapan yang kemampuan berada di tahap Dewa.
Louis yakin Ho Chen itu bukan manusia dan juga dia yakin Ho Chen berasal dari dunia lain, atau mungkin dia adalah Dewa, karena satu-satunya manusia yang saat ini memiliki kemampuan Dewa hanyalah salah satu yaitu leluhurnya.
***
Chie Xie dan Naomi bekerja sama melawan Arthur dengan seluruh kemampuan mereka berdua.
Tentu saja Chie Xie dan Naomi sangat kesulitan untuk bisa mengalahkan Arthur karena Arthur berada di Tahap Raja Alam, sedangkan mereka baru berada di Tahap Raja Bumi.
"Tebasan Langit Malam Kematian."
Arthur secara terus menerus menyerang dengan tebasan aura hitamnya kearah kedua gadis tersebut.
__ADS_1
Sedangkan kedua gadis tersebut terus menghindari sekaligus memberikan serangan balasan dari dua energi api dan es secara bergantian.
"Jiejie! Bagaimana ini? Serangan kita sama sekali tidak memberikan luka apapun kepada orang tua itu! Serangan apalagi yang harus kita gunakan?" tanya Chie Xie yang kehabisan ide.
"Seharusnya aku yang bertanya Xie Xie, kemampuanmu sedikit lebih tinggi dariku, jadi seharusnya kamu mengetahui bagaimana cara bertarung dengan kemampuan seperti ini!" jawab Naomi.
Memang setelah selesai berlatih dengan Wang Dunrui, ini adalah pertarungan pertamanya dalam mengunakan kemampuan di tahap Raja Bumi, sedangkan Chie Xie sebelumnya sudah pernah bertarung.
"Aku...!" Chie Xie juga bingung karena musuh yang ia hadapi kali ini lebih kuat dan semua serangannya seperti angin berlalu saja bagi Arthur.
Arthur sendiri sebenarnya juga merasa kesal karena menurutnya kedua gadis itu sangat lincah dan licin sekali sehingga semua serangannya meleset.
Dalam hal kecepatan sebenarnya yang paling tinggi dari semua Pengawal Organisasi Bintang Hitam hanya Hikari saja, namun saat ini Hikari sedang cidera.
"Naomi, kamu satukan telapak tangan kananmu dengan telapak tangan kiri milik Xie Xie, setelah itu lepaskan Energi Yin dan Yan kalian secara bersamaan dan gunakan energi gabungan itu untuk menyerang lawan kalian itu!" kata Wang Dunrui yang tiba-tiba saja muncul di dekat Naomi dan Chie Xie.
Naomi dan Chie Xie saling berpandangan dan sama-sama mengangguk kemudian mengikuti arahan dari Wang Dunrui.
Arthur segera memberikan serangan yang mengeluarkan energi Hitam disertai angin panas, namun bukan kearah Naomi dan Chie Xie, melainkan kearah Wang Dunrui.
"Tebasan Langit Malam Penghancur Gunung."
Serangan yang sangat luar biasa itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah Wang Dunrui.
"Sensei awas..!" seru Naomi.
"Kau fokus saja dan tidak perlu menghawatirkanku, lagi pula serangan seperti itu tidak akan bisa melukaiku!" kata Wang Dunrui.
Wang Dunrui mengarahkan sebelah telapak tangannya dan kemudian tebasan energi pedang milik Arthur ditahan begitu saja oleh Wang Dunrui.
Hanya dengan sebelah telapak tangan saja, Wang Dunrui melempar tebasan energi pedang itu kearah para pasukan sayap besi yang baru datang.
"Aku bukan lawanmu, sebaiknya kamu menjadi teman latihan kedua gadis itu saja!" kata Wang Dunrui kepada Arthur yang bengong karena terkejut jika serangannya terhadap Wang Dunrui sama sekali tidak berpengaruh.
Chie Xie dan Naomi yang sudah menyatukan telapak tangan mereka berdua segera melepaskan energi mereka sehingga aura merah dan biru segera keluar dan membentuk satu lingkaran yang memiliki dua warna.
"Yin dan Yan..!"
Semua para Pendekar jelas mengetahui bentuk aura dua warna yang berputar-putar dan kedua aura itu tidak menyatu sehingga membentuk simbol layaknya simbol Yin dan Yan.
Arthur yang merasa diremehkan oleh Wang Dunrui merasa tidak terima karena harus menghadapi gadis kecil yang kemampuan baru berada di tahap Raja Bumi.
Arthur segera maju dan kali ini dia menyerang Naomi dan Chie Xie dari jarak dekat dengan menggunakan pedangnya yang sudah di aliri Chi yang sengat besar.
Naomi dan Chie Xie langsung menggunakan sebelah telapak tangan mereka melepaskan dua energi mereka kearah Arthur secara bersamaan, dan kemudian kedua energi merah dan biru itu saling berputar dan menghantam tubuh Arthur.
Seharusnya Naomi dan Chie Xie tidak akan bisa menandingi dan melukai Arthur dengan kemampuan mereka, namun siapa sangka jika gabungan energi mereka berdua ternyata mampu menghantam tubuh Arthur sehingga Arthur langsung terdorong mundur kebelakang.
"Apa maksudnya ini? Bagaimana mungkin energi mereka bisa membuatku terpukul mundur seperti ini?" Arthur merasa kebingungan sendiri namun dia tidak mau memikirkan hal itu terlalu lama.
Arthur kini melepaskan Energinya yang besar dan berniat menyerang Naomi dan Chie dengan seluruh kemampuannya.
Energi Angin dan Api segera berputar di sekitar Arthur dan kemudian dia melepaskan kedua energi itu menyerang Chie Xie dan Naomi.
Energi Yin dan Yan kedua gadis itu juga di lepaskan dan saling beradu dengan energi Angin dan Api yang begitu kuat dan mereka saling mendorong dan terus mendorong serta saling bertahan.
Pertarungan saling adu Energi diudara sudah membuat kedua Pasukan semakin khawatir karena kebanyakan korban yang jatuh bukan karena mati terbunuh oleh lawan mereka, melainkan karena serangan nyasar.
Di pertarungan yang sedikit lebih jauh, Tian Feng yang saling beradu serangan senjata dengan Louis juga lebih menakutkan.
__ADS_1
Serangan keduanya menciptakan banyak sambaran petir yang jatuh dan mengenai beberapa prajurit hingga tewas, baik itu dari pihak Kerajaan Wutong maupun Kerajaan Xiandong, keduanya sama-sama banyak yang menjadi korban.
Pertarungan keduanya terlihat sangat berimbang, namun sebenarnya Louis lebih unggul dalam pertarungan tersebut.
"Tian, aku ingatkan sekali lagi padamu! Jangan pernah menggunakan kemampuan Tombak ini lebih dari seperduanya, kamu mengerti?"
"Semoga saja Xian!" jawab Tian Feng kemudian dia kembali maju menyerang Louis dengan Tombaknya.
"Energi Bulan Hitam - Bayangan Pisau Bulan."
Langit berubah semakin gelap dan kemudian muncul beberapa pisau yang mengelilingi tubuh Louis dan menghadap kearah Tian Feng kemudian Louis melepaskannya menyerang Tian Feng.
"Putaran Tombak Halilintar."
Tian Feng memutar Tombaknya kearah depan sehingga membentuk sebuah penghalang energi dan menahan beberapa pisau hitam yang menghujaninya tanpa henti.
Suara benturan keras akibat benturan kedua senjata itu terdengar kesegala penjuru dan Pisau hitam itu setelah terlempar justru balik lagi kearah Tian Feng.
"Jangan merasa senang dulu anak muda..!" seru Louis kemudian dengan kecepatan kilat dia kembali menyerang Tian Feng.
Disaat saling menyerang dengan pusaka mereka, Tian Feng dan Louis sama-sama mencari titik kelemahan mereka dan kemudian keduanya sama-sama mendaratkan pukulan di wajah Louis dan Tian Feng secara bersamaan, kemudian mereka berdua kembali melanjutkan pertarungan mereka yang semakin sengit.
Alice sendiri yang sedang bermeditasi untuk memulihkan luka dalamnya juga tidak bisa berkonsentrasi karena pertarungan Tian Feng melawan Louis Kakeknya.
"Jika begini terus, maka pertarungan ini tidak akan pernah selesai!" batin Tian Feng kemudian dia menambahkan energi Tombaknya sehingga Xian kembali mengingatkannya kembali.
"Xian! jika begini terus, maka pertarungan ini tidak akan pernah berakhir!" kata Tian Feng.
Disaat yang sama, Wei Fang yang sedang menghadapi Dokhan juga mengalami beberapa luka di tubuhnya, begitu juga dengan Dokhan.
"Golok Membelah Bumi."
Wei Fang mengerahkan seluruh energi yang ia miliki menyerang Dokhan, dan Dokhan juga menyambut serangan tersebut dengan golok biasa.
"Tebasan Kuku Singa Gurun."
Kedua golok saling membentur kemudian golok mereka sama-sama mengenai tubuh keduanya.
Dokhan berhasil memberikan serangan tebasan di dada Wei Fang, begitu juga dengan Dokhan yang terkena sabetan golok milik Wei Fang di bagian dada.
Beruntungnya Zirah perang mereka sama-sama kuat sehingga luka mereka tidak terlalu dalam.
Keduanya sama-sama mundur untuk mengambil nafas dan kemudian kembali bertarung.
Jdarrrr!!
Ledakan disekitar kedua panglima itu membuat kedua panglima itu tidak terlihat dan hanya percikan-percikan api di dalam asap karena dua golok yang saling berbenturan.
Pertempuran besar tersebut benar-benar menelan banyak korban jiwa, sudah tidak bisa dihitung lagi korban yang mati dari kedua belah pihak dan pertempuran yang hampir seharian itu segera terhenti dan sama-sama menoleh kearah Tian Feng yang kini sedang mengarahkan ujung mata tombaknya ke langit.
"Hentikan Tian! Kamu jangan memaksakan diri!" seru Xian dari dalam tombak.
"Xian! Hanya ini jalan satu-satunya agar aku bisa mengalahkan kakek tua ini sekaligus menghentikan peperangan ini!" kata Tian Feng yang berniat menambah kemampuan Tombak Nirwana.
Tian Feng mengangkat Tombaknya tinggi-tinggi menghadap ke langit dan kemudian pusaran awan hitam raksasa segera berputar di langit dan kemudian mata tombak itu melapaskan sambaran petir keawan itu hingga Menembus Segel Perisai sampai pecah.
Angin berhembus sangat kencang bagai badai dan kemudian terlihat cahaya merah didalam pusaran tersebut, setelah itu sebuah petir berwarna merah dan besar menyambar Tombak Nirwana.
Petir merah yang menyambar Tombak menutupi seluruh gagang Tombak tersebut hingga Zirah Energi Pelindung di tubuh Tian Feng hancur akibat Petir Merah yang sangat kuat dan menyatu dengan Tombak Nirwana serta membakar kulit Tian Feng.
__ADS_1