
"Keturunan Tian Lio? Maksudmu Tian Lio yang di tanah kosong itu?"
"Benar!" jawab Zhu Lin.
"Sungguh tidak kusangka jika keturunan Tian Lio akan kembali ke Desa ini! Namaku Hei Tong, kepala Desa disini!" kaya Hei Tong.
"Saya Tian Feng, dan ini calon istri saya Alice serta kakeknya Louis!" kata Tian Feng.
"Calon Istri!? Sepertinya tadi kamu bilang jika dia adalah Istrimu, tapi kenapa sekarang kamu mengatakan kepada suamiku jika gadis ini calon istrimu?" tanya Zhu Lin.
"Iya memang benar! Dia memang istri saya, namun belum resmi menikah, rencananya kami akan menikah jika sudah membangun rumah!" jawab Tian Feng.
Zhu Lin memiringkan kepalanya, dia benar-benar bingung dengan maksud perkataan Tian Feng, pada akhirnya Zhu Lin hanya mengangguk-anggukan kepalanya walau tidak mengerti.
"Namamu sangat mirip dengan nama anak angkat laki-laki Tian Lio!" kata Hei Tong.
"Dia adalah kakek saya!"
"Owh begitu baiklah jika demikian, mari silahkan masuk kedalam!"
Mereka berlima segera masuk kedalam, setelah tiba di dalam, Zhu Lin segera membawa Alice ke kamar kosong untuk beristirahat, sedangkan Tian Feng dan Louis di beri satu kamar.
***
Keesokan harinya Hei Tong mengumpulkan para penduduk untuk mendiskusikan masalah tanah kosong yang sudah lama tak terpakai, karena keturunan pemilik tanah sudah datang, maka mereka tidak keeratan untuk membantu membangun rumah untuk Tian Feng.
Tian Feng merasa sangat terharu melihat kerukunan serta ke kompakan para warga yang tidak berubah sejak dahulu kala, rasanya dia seperti kembali ke masa lalunya.
Sebelumnya memang ada beberapa orang yang menatap Tian Feng dengan tatapan penuh curiga, namun setelah mengetahui jika Tian Feng ternyata adalah pemilik tanah kosong yang sudah lama terbengkalai, akhirnya mereka tidak lagi menatap Tian Feng dengan tatapan curiga, justru mereka menyambut Tian Feng dengan senang hati sebagai warga baru.
Banyak warga yang memuji kecantikan Alice, bahkan tidak sedikit juga yang menyukai Alice, kebanyakan dari mereka adalah para pemuda dan pria paruh baya, hanya saja mereka tidak berani berbuat kurang ajar karena banyak warga yang semakin dekat dengan Tian Feng.
Pembangunan rumah Tian Feng dikerjakan secara gotong royong, hanya dalam waktu empat hari saja, rumah sederhana itu sudah hampir selesai, hanya tinggal memberikan atap yang terbuat dari daun ilalang maka rumah sederhana Tian Feng akan selesai.
"Ah sudah berapa lama aku tertidur?"
Saat Tian Feng masih sibuk mengangkut daun ilalang, suara yang tidak asing terdengar di pikiran Tian Feng, "Akhirnya kamu bangun juga Xanzi!" kata Tian Feng.
"Em, aku pikir hanya Xanzi saja yang bangun, ternyata Xian dan Lianli juga sudah bangun?"
"Iya, kami semua sudah bangun, aku pikir akan butuh waktu beberapa puluh tahun lagi akan tidur, namun sepertinya aku hanya tertidur sesaat saja!" kata Xian.
"Kamu kenapa bisa tertidur juga Xian?" nada suara wanita terdengar di telinga Tian Feng.
"Ah ceritanya rumit, namun yang jelas aku tertidur akibat kecerobohan Tian yang terakhir, hanya saja aku tidak menduga jika kemampuan Tian sudah sampai sejauh ini, latihan apa saja yang sudah kamu jalani Tian?" tanya Xian.
"Banyak, hanya saja aku tidak mau menceritakannya!" jawab Tian Feng.
"Apa yang kamu kerjakan, kenapa kamu seperti mengerjakan sesuatu dengan banyak orang? Terlebih lagi kamu terlihat konyol bekerja hal yang seperti ini!" tanya Xanzi.
Tian Feng menjelaskan akan apa yang sedang dia kerjakan dan mengapa dia tidak menggunakan kekuatannya untuk melakukan pekerjaannya itu, semua itu agar semua warga tidak ketakutan saat mengetahui jika dirinya sebenarnya memiliki kemampuan diluar nalar manusia.
tentu saja Tian Feng juga menceritakan akan dirinya yang akan menikahi Alice kepada ketiga roh penjaga pusaka, hal itu membuat Xian dan Xanzi terkejut mendengarnya.
"Apa aku tidak salah dengar? Kamu benar-benar akan menikahi gadis bermata biru itu? Apakah kamu sudah mabuk?" tanya Xanzi.
Tian Feng tersenyum mendengarnya kemudian dengan sedikit rasa malu dia akhirnya menjelaskan alasan dirinya berniat menikahi Alice.
__ADS_1
"Dasar manusia menjijikkan!" kata Lianli dengan nada terdengar geli.
"Sebenarnya ini sangat mengejutkan serta membingungkan bagiku, apakah kamu benar-benar sudah berhasil menaklukkannya atau justru kamu yang di taklukkan olehnya? Lalu bagaimana dengan gadis dari Toakai itu, apakah kamu mencampakkannya?" Xanzi bertanya.
Tian Feng hanya tersenyum kecut, dia sulit untuk menjawab pertanyaan Xanzi sehingga hanya bisa menggelengkan kepala tanpa daya.
"Sudahlah Xanzi, semuanya sudah terlanjur terjadi, biarkan saja semua berjalan seperti biasanya, walau Tian memiliki tanggung jawab besar, namun dia juga manusia yang berhak untuk memiliki kebahagiaannya!" kata Xian membela.
"Hai Tian, sekarang kamu sudah memiliki kemampuan di tahap Dewa Bumi, saranku kamu harus segera menembus tahap Dewa Agung agar kami juga lekas terbebas dari tanggung jawab kami, jujur aku sudah sangat bosan menjadi bagian dari pusaka ini!" kata Lianli.
Perkataan Lianli memang terdengar sedikit mendesak, namun jika dipikir-pikir lagi memang benar karena mereka tidak tahu kapan Kaisar kegelapan akan bergerak, karena itu Tian Feng harus secepat mungkin berlatih agar cepat naik ke tahap Dewa Agung, setelah itu itu baru lah energi dari ketiga roh penjaga pusaka akan menyatu dengan Tian Feng, setelah itu barulah Tian Feng bisa menggunakan kekuatan penuh Tombak Nirwana.
"Tolong...!!"
Saat Tian Feng dan semua warga masih sibuk dengan pekerjaan mereka, tiba-tiba saja ada suara wanita minta tolong, suara tersebut datang dari arah luar desa.
Semua warga segera menghentikan pekerjaan mereka dan bergegas pergi ke arah luar desa dengan membawa alat seadanya seperti golok, kayu, dan benda-benda lain untuk di jadikan senjata.
Mereka semua sudah tiba di luar desa, namun mereka tidak melihat siapa-siapa selain pohon dan rumput yang bergerak-gerak diterpa angin.
Semua orang memang tidak melihat apapun, namun tidak bagi Tian Feng dan Alice serta Louis, mereka bisa merasakan ada seseorang yang terbaring agak jauh dari tempat mereka.
"Kamu mau kemana?" tanya salah satu warga kepada Tian Feng.
"Ada orang terbaring di sana, aku ingin menolongnya!" kata Tian Feng kemudian dia berjalan kearah tersebut.
Semua orang merasa heran, namun mereka tetap mengikuti Tian Feng dengan rasa ingin tahu. Setelah mereka tiba di tempat Tian Feng, ternyata memang ada seorang wanita yang tergeletak dengan kondisi tubuh penuh luka.
"Apakah kalian mengenali wanita ini?" tanya Tian Feng sekaligus mengangkat wanita itu yang terlihat lemah.
"Tidak! Namun dari pakaiannya seperti dia berasal dari kota!" jawab Hei Tong.
Saat wanita itu akan di bawa pergi ke dalam desa, tiba-tiba saja ada suara teriakan burung elang dari langit membuat hembusan angin kencang serta suaranya memekakkan telinga.
Semua orang berteriak menutupi telinga mereka karena tidak kuat, namun tidak bagi Tian Feng, Alice dan Loius.
"Hewan Iblis? Sejak kapan ada di duniamu ada Hewan Iblis nya?" tanya Xanzi dan Xian.
"Sejak berakhirnya pertempuran melawan kakeknya Alice, setelah itu Guru Ho Chen pergi melawan Kaisar Kegelapan, namun guru hanya bisa memojokkannya sehingga Kaisar Kegelapan memecahkan dinding dimensi sehingga beberapa dunia menyatu jadi satu," kata Tian Feng.
"Baik hentikan obrolan ini, sebaiknya kamu fokus kedalam Tian, sepertinya ada Hewan Iblis lainnya yang mendekat, aku juga merasakan jika ada sesosok lagi berkemampuan puncak Dewa Bumi!" kata Lianli.
"Aku tahu!" jawab Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura merah untuk menjatuhkan elang yang berteriak di udara.
Semua orang langsung merasa lega setelah elang hitam yang besar itu terjatuh begitu saja tanpa sebab sehingga suara teriakan elang yang menyakitkan telinga semua orang langsung hilang.
"Semuanya cepat masuk kedalam!" kata Tian Feng kemudian dia melihat kearah Alice dan Louis, "Kalian berdua juga ikut masuk kedalam, lindungi desa dari dalam sedangkan aku akan menahan mereka disini!" kata Tian Feng.
Semua orang terkejut mendengarnya setelah itu segerombolan Srigala hitam bertubuh besar mulai datang dengan menunjukkan taring-taring mereka yang tajam.
"Tian berhati-hatilah!" kata Alice kemudian dia dan Louis segera mengajak semua orang untuk masuk ke desa.
"Nona Alice, Tian Feng tidak mungkin bisa menghadapi hewan-hewan aneh itu!" kata Hei Tong.
"Tian Hei tidak perlu khawatir, Tian Feng itu tidak terlihat sesederhana yang terlihat, hewan itu tidak se menakutkan seperti Tian Feng karena Tian Feng lebih menakutkan lagi, anggap saja dia lebih ganas dari hewan itu sendiri!" kata Louis.
Alice merasa tidak senang dengan ucapan Louis, dia merasa tersinggung karena telah mengatakan jika Tian Feng itu dibandingkan dengan hewan walau dia juga mengakuinya dalam hati.
__ADS_1
Para gerombolan Srigala hitam itu seperti tidak mau melepaskan para warga desa, mereka melompat dan berlari kearah Tian Feng dan ada juga yang berlari kearah para warga yang panik.
"Auman Singa Emas."
Tian Feng melepaskan Auman singa yang mampu menciptakan pisau angin serta badai yang sangat dahsyat kearah gerombolan Srigala hitam.
Semua gerombolan Srigala hitam terhempas jauh kebelakang, bahkan sebagian tubuh mereka banyak yang terpotong. Bekas dari hembusan angin yang di akibatkan oleh Auman singa Tian Feng membentuk sebuah jurang lebar dan panjang, banyak pohon-pohon yang tumbang dan menumpuk kesamping.
Hei Tong dan semua warga melihat kejadian tersebut menarik nafas dalam-dalam, mereka tidak menduga jika Tian Feng adalah seorang pendekar, bahkan terlihat lebih dari seorang pendekar.
"Dia menyembunyikan kemampuannya kepada kami semua!" kata salah seorang warga.
Sebelumnya Hei Tong sempat menyewa Pendekar untuk melindungi desanya dari ancaman Hewan aneh, namun setelah mendapatkan bayaran, Pendekar tersebut justru pergi sehingga membuat desa semakin dilanda ketakutan dan selalu merasa curiga jika ada orang asing yang datang, mereka takut jika orang asing itu adalah orang-orang yang mengenakan pakaian hitam dan sering membawa satu orang ke markas rahasia mereka.
"Ayo cepat masuk!" kata Alice.
Hei Tong dan seluruh warga yang masih berada di luar bergegas masuk dan tidak lagi menghawatirkan Tian Feng setelah melihat yang terakhir.
Angin berhembus pelan dari arah yang agak jauh, setelah itu muncul sesosok pria yang mengenakan pakaian hitam, sosok tersebut muncul dari satu lokasi kemudian menghilang dan muncul di tempat lain dan pada akhirnya muncul di hadapan Tian Feng.
"Hem, siapa yang telah membunuh para Srigala Malam ini?" tanya pria tersebut.
Tian Feng mengerutkan dahinya saat melihat ekor yang bergantung di belakang pria itu, ekor tersebut seperti ekor Kera berwarna putih, "Siluman Kera ya?" gumam Tian Feng.
Sosok tersebut tidak lain adalah Ye Jizan yang sedang memimpin pasukan gerombolan Srigala untuk mengunjungi Desa Wunji sekaligus sudah waktunya mengambil satu warga seperti yang sudah di janjikan oleh kepala desa demi keamanan Desa Wunji.
"Sepertinya aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu karena aku tahu kamu sudah mengetahui jawabannya!" jawab Tian Feng.
"Hahaha..! Kamu cukup berani juga manusia, setelah melihat ku," kata Ye Jizan.
"Kenapa aku harus takut kepadamu? Apakah karena kamu memiliki kemampuan Dewa Langit? Tapi bukankah kekuatanmu belum sepenuhnya mencapai awal Dewa Langit?"
Senyum lebar di wajah Ye Jizan langsung menghilang ketika Tian Feng mengetahui kemampuannya yang berada di awal tahap Dewa Langit, namun masih belum sepenuhnya.
"Siapa kamu sebenarnya? Lepaskan penutup wajahmu agar aku tahu siapa kamu?" kata Ye Jizan namun kali ini dia sedikit lebih waspada.
"Kenapa aku harus menuruti ucapanmu?" tanya Tian Feng.
"Kurang ajar kalau begitu mati saja kamu!" seru Ye Jizan kemudian dia mengeluarkan sebuah besi hitam yang memiliki ukuran lebih dari satu jengkal setelah itu besi hitam tersebut memanjang menjadi sebuah Toya.
"Rasakan pukulan toya ku ini!" kata Ye Jizan kemudian dia mengayunkannya kearah kepala Tian Feng.
Tian Feng mengarahkan telapak tangannya ke belakang kemudian seluruh lengannya di selimuti oleh petir lalu sebuah tombak emas muncul di telapak tangannya.
Tian Feng langsung menggunakan Toya nya untuk memblokir serangan Toya Ye Jizan sehingga suara benturan keras yang menciptakan gelombang kejut sangat kuat membuat getaran hebat di seluruh Desa Wunji.
"Manusia ini memiliki Tombak emas dan kemampuannya berada di Dewa Bumi?" Ye Jizan baru menyadari jika tenyata Tian Feng memiliki kemampuan di tahap puncak Dewa Bumi.
"Baru memiliki kemampuan Puncak Dewa Bumi ingin melawanku? Jangan mimpi!" seru Ye Jizan kemudian dia kembali mengayunkan Toya hitam nya dan mulai menyerang Tian Feng dengan serangan yang begitu besar.
Tian Feng juga menggunakan jurus Tombaknya untuk menahan serta memblokir serangan Ye Jizan dengan sangat mudah, bahkan Tian Feng memberikan serangan balasan yang mampu membuat Ye Jizan terdesak mundur sekaligus bertahan.
"Toya Membelah Bumi."
"Jurus Tombak Membelah Samudra."
Suara ledakan besar yang sangat kuat menghancurkan setengah dari tanah kosong yang di penuhi oleh pohon dan rumput, bahkan hembusan angin efek dari kedua serangan yang beradu membuat beberapa rumah harus kehilangan atap.
__ADS_1
"Desa ini tidak akan bertahan terlalu lama jika mereka berdua tetap bertarung disekitar Desa ini!" kata Luois.
Walau Louis belum sempat melihat lawan terakhir Tian Feng, namun dia yakin jika sosok yang jadi lawan Tian Feng adalah salah satu sosok misterius yang memiliki kemampuan Dewa.