
Dalam gelembung aneh itu memunculkan gambaran bias kehidupan di masa lalu saat An Huang Yi masih menjadi salah satu Bodhisattva, peranan dan sifat welas asih juga terlihat jelas sekali, melihat hal itu membuat Tian Feng tidak mengerti kenapa An Huang Yi bisa salah arah hingga berakhir menjadi Kaisar Kegelapan.
Dalam gambar yang di perlihatkan semakin lama semakin jelas, Perubahan An Huang Yi yang menyimpang serta energi hitam yang entah dari mana datangnya tiba-tiba saja bergabung dengan tubuh An Huang Yi.
Secara singkatnya setelah An Huang Yi berubah menjadi Kaisar Kegelapan, dia sudah dua kali menyerang Nirwana, namun tidak pernah berhasil, walau sudah di bantu oleh ke 20 Pengawal nya serta satu wanita muda, tetap saja tidak berhasil.
Semakin lama Tian Feng semakin mengerutkan keningnya saat melihat ada galaxi yang lenyap dan munculnya Ho Chen dalam sebuah pertarungan melawan sosok pemuda, tentu saja Kaisar Langit juga muncul dengan kekuatan yang membuat Tian Feng menelan ludah.
"Rana Agung!"
Tian Feng bergumam sendiri setelah mengetahui jika An Huang Yi sudah setengah langkah memasuki Rana Agung, walau belum sepenuhnya mencapai kekuatan awal Rana Agung, namun itu adalah kekuatan yang besar.
Ho Chen sendiri hanya menghela nafas panjang, walau dirinya saat ini juga hampir menyusul An Huang Yi, namun tidak mudah baginya untuk bisa mencapai ke tahap saat ini, justru dia kalah cepat dengan Tian Feng.
Dulu dirinya berhasil mencapai tahap Dewa keabadian saat berusia 19 tahun, namun untuk bisa mencapai tahap Dewa Bumi saja butuh waktu puluhan tahun, dan untuk mencapai tahap Dewa Langit dan Dewa Agung saja membutuhkan waktu ratusan tahun.
Namun Tian Feng hanya dalam beberapa tahun saja sudah bisa mencapai puncak Dewa Langit, mungkin dalam beberapa bulan atau tahun, bisa saja dia akan mencapai tahap Dewa Agung dan bisa jadi akan mencapai tahap Rana Agung dalam dalam waktu lima tahun lagi, itu semua dilihat dari bakat Tian Feng serta keberuntungannya.
"Sosok yang kekuatannya tidak bisa di ukur itu siapa?" tanya Tian Feng.
"Dia adalah musuh bebuyutan kami para dewa, dia adalah Kaisar Iblis dari dunia bawah!" jawab Kaisar Langit.
"Jadi tidak hanya Kaisar Kegelapan saja yang menjadi ancaman? Masih ada sosok lain yang memiliki kekuatan yang lebih mengerikan lagi dari dia?"
Tian Feng sungguh tidak menduga jika masih ada lagi sosok yang kuat, apalagi sosok itu terlihat bersekutu dengan Kaisar Kegelapan.
"Kamu tidak perlu menghawatirkan dia, walau dia adalah musuh bebuyutan kami, namun dia juga tidak sembarangan menyerang, tidak seperti Kaisar Kegelapan, Kaisar Iblis masih bisa di ajak bicara dan terkadang mau menuruti nasehat Bodhisattva.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Naomi.
"Entahlah! Kaisar Kegelapan ini benar-benar sangat kuat, sedangkan waktu perjanjian pertarungan yang di putuskan oleh Buddha lima tahun di galaxi merah itu terlalu cepat, aku tidak yakin akan mampu mencapai tahap Rana Agung dalam waktu sesingkat itu!" kata Tian Feng yang merasa mustahil untuk menerima tantangan dalam waktu kurang lebih lima tahun.
"Tian Feng, siapa gadis ini?" Kaisar Langit kini menanyakan identitas Naomi.
"Dia ini adalah...!?"
__ADS_1
"Maaf yang mulia, dia adalah kekasih Tian Feng, hanya dia satu-satunya orang yang mampu mendukung Tian Feng agar bisa mencapai kekuatan tertinggi saat berlatih!" kata Ho Chen.
Naomi dan Tian Feng sama-sama melotot kearah Ho Chen, mereka terkejut karena Ho Chen memperkenalkan mereka sebagai sepasang kekasih.
"Owh..! Tapi bagaimanapun juga disini masih memiliki aturan, selama kalian masih belum menikah, maka selama kalian berada disini, kalian dilarang melakukan hal yang tercela, jadi kekasihmu untuk saat ini harus bergabung dengan para Dewi, jika kalian tetap ingin bersama, maka jalan satu-satunya kalian harus menikah, itu karena kalian saat ini masih belum di nobatkan sebagai Dewa dan Dewi, jika kalian tidak menikah hingga nanti kalian di nobatkan sebagai Dewa dan Dewi, maka semuanya akan terlambat!" kata Kaisar Langit.
"Menikah?" Tian Feng dan Naomi sama-sama saling berpandangan, mereka tidak tahu jika ada aturan aneh seperti itu di Kahyangan.
"Yang Mulia, sebenarnya gadis ini adalah pengikut Tai Yang Gong!" kata salah satu dewa yang menyampaikan akan dewa yang di ikuti oleh Naomi.
Naomi merajut alisnya, dia sama sekali tidak mengenal nama Tai Yang Gong, namun dia tidak langsung berbicara dan memilih untuk tetap mendengarkan saja.
"Owh jadi kamu salah satu pengikut Tai Yang Gong? Hem.. sayang sekali saat ini Dewa Matahari sedang pergi ke galaxi lain, jika tidak kamu pasti akan bertemu dengannya!" kata Kaisar Langit.
"Dewa Matahari? Iya kami adalah pengikutnya, namun kami menamainya dengan nama Amaterasu!" jawab Naomi.
"Berbeda nama namun satu orang, mungkin bisa juga berbeda cerita, tapi biarlah yang penting untuk saat ini kalian tidak bisa sembarang bersama disini, jika tidak bisa-bisa akan membuat para Dewa dan Dewi akan mengucilkan kalian!" kata Kaisar Langit.
Tian Feng terdiam begitu juga dengan Naomi, untuk saat ini rasanya tidak mungkin bagi mereka untuk selalu bersama, sedangkan Ho Chen berusaha berpikir mencari cara agar Naomi tetap menemani Tian Feng, ini semua demi kecepatan latihan Tian Feng.
"Yang Mulia, apakah tidak ada cara lain agar mereka tetap bersama? Hanya gadis ini harapan kita agar Tian Feng bisa mencapai taha Rana Agung dalam waktu lima tahun!" tanya Ho Chen.
"Guru Ho Chen, aku tidak merasa menjadi orang yang bisa membantu Tian-Kun, kenapa guru malah bilang seperti itu?" Naomi akhirnya tidak tahan dan menegur Ho Chen dengan cara berbisik.
"Aku tahu apa yang ada di hati kalian, jadi diamlah dan ikuti saja aturan ini, jika tidak semuanya akan musnah!" jawab Ho Chen.
"Apanya yang musnah? Jelas-jelas ini pemaksaan!" batin Naomi dengan wajah kesal namun tidak menyuarakannya, namun Ho Chen tetap bisa mendengarnya.
"Ada apa, apakah ada sesuatu yang ingin dia sampaikan?" tanya Kaisar Langit, walau Kaisar Langit bisa membaca pikiran siapapun, namun dia tidak melakukannya.
Sebagai pemimpin para dewa, Kaisar Langit tidak akan sembarangan mencuri atau mendengarkan suara hati dan pikiran orang lain, tanpa ada ijin itu sama saja dianggap sebagai bentuk kejahatan yang bertentangan dengan aturan, terlebih lagi dia adalah Kaisar.
"Begini Yang Mulia, Nona ini bilang tidak masalah, jika memang itu aturannya, maka dia dan Tian Feng akan mengikutinya!" kata Ho Chen.
"Em baiklah, jika demikian nona ini akan bersama dengan para Dewi, untuk selanjutnya aku akan memerintahkan Dewa Obat untuk membantu Tian Feng dalam meningkatkan kemampuannya, saat akan latihan nanti, kalian bisa bertemu lagi!" kata Kaisar Langit.
__ADS_1
Ho Chen membungkukkan badan mengucapkan terima kasih kepada Kaisar Langit dan di ikuti oleh Tian Feng dan Naomi, walau ini tidak sesuai harapannya, namun Ho Chen sudah berusaha, bagiamanapun aturan langit tetap tidak bisa dilanggar, jikapun menikah adalah jalan satu-satunya, namun Ho Chen sadar tidak baik memutuskan sesuatu tanpa berunding dulu dengan keduanya, karena itu Ho Chen akan memisahkan keduanya untuk sementara, dan nanti akan membahasnya lagi.
"Tian Feng, untuk tempat latihan mu, biar Dewa Cai Ling yang mengantarkanmu, nanti setelah Dewa obat memberikan Pil penambah energi, kamu bisa berlatih di Gunung Langit!" kata Kaisar Langit.
"Terima kasih Yang Mulia!" kata Tian Feng kembali membungkukkan badan.
"Dewi Salju, bawalah Nona itu ke tempatmu!"
"Baik Yang Mulia!" jawab Dewi salju kemudian dia melangkah kearah Naomi dan berbicara kepada Naomi. "Mari Nona, ikutlah dulu denganku!" kata Dewi Salju yang memiliki wajah cantik dengan kulit putih bening namun aura dingin terasa jika berdekatan.
Naomi menoleh kearah Tian Feng, sedangkan Tian Feng mengangguk kepada Naomi agar dia mau ikut bersama Dewi Salju.
"Dewa Obat, kamu bawa Tian Feng ke tempatmu, berikan Pil Dewa Tujuh Petir Langit padanya!" kata Kaisar Langit.
"Maaf Yang Mulia, Pil Dewa Tujuh Petir Langit masih belum selesai dibuat, mungkin satu hari hitungan dunia bawah baru bisa selesai!" jawab Dewa Obat yang memiliki penampilan tua dengan jubah panjang dan memiliki janggut putih tidak terlalu panjang, namun wajah keriputnya sangat jelas.
"Hem.. Tidak apa-apa, lagi pula hari ini Tian Feng baru datang, dia masih butuh istirahat sebelum benar-benar siap untuk meminum Pil itu, jadi biar hari ini dia berada di tempatmu!" kata Kaisar Langit.
"Baik Yang Mulia!" jawab Dewa Obat kemudian dia berbalik dan melangkah kearah Tian Feng. "Mari ikutlah dengan ku!" ajak Dewa Obat.
"Pergilah Tian Feng, nanti jika aku tidak memiliki urusan lagi, aku akan datang kesana juga!" kata Ho Chen.
Tian Feng mengangguk kemudian dia kembali memberi hormat kepada Kaisar Langit sebelum pergi, setelah itu dia keluar lewat jalan lain dan terbang mengikuti Dewa Obat.
"Kamu sangat beruntung Tian Feng karena bisa menggunakan Pil Dewa Tujuh Petir Langit, Pil ini hanya untuk para Dewa tertentu saja termasuk Kaisar Langit!" kata Dewa Obat kepada Tian Feng yang mengobrol dalam perjalanan di atas awan.
"Ini hanya sebuah keberuntungan saja Dewa!" jawab Tian Feng.
"Hahaha... Kamu benar sekali, semoga saja Pil ini cepat meningkatkan kemampuan mu! Apakah kamu tahu, untuk membuat Pil Dewa ini membutuhkan bahan dewa dan di proses dengan di bakar di dalam kuali besar, api yang di gunakan adalah Inti api neraka, sedangkan waktu selesainya dibutuhkan hingga tiga ribu tahun, namun sekali jadi akan menghasilkan tiga Pil berwarna perak!" kata Dewa Obat.
"Tiga ribu tahun? Apakah memang selama itu?" tanya Tian Feng yang merasa tidak percaya.
"Aih, ini adalah Pil Dewa dan bukan obat biasa untuk manusia, sekali kamu meminumkannya, maka kamu badanmu akan setahun lebih muda, jika di minum ketika kamu belum mencapai tahap keabadian, maka kamu akan dengan instan memiliki tubuh abadi sekaligus akan meningkatkan kekuatan hingga ke tahap Dewa, mungki kamu akan mampu menembus tahap Awal Dewa Agung!"
"Owh..!"
__ADS_1
Tian Feng semakin tertarik dan sangat penasaran, Pil Dewa memang benar-benar berbeda, di samping pembuatannya yang sulit karena membutuhkan bahan-bahan yang tidak ada di dunianya, memprosesnya juga sangat unik, terlebih lagi membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menyelesaikan tiga Pil.
Dengan wajah berseri-seri, Tian Feng dan Dewa Obat mempercepat laju terbang mereka berdua, Tian Feng tidak menyadari jika saat ini di Galaxi Hitam sedang gempar akibat kematian Tanduk Iblis dan Mata Ular.