
"Apakah pemuda ini benar-benar murid Dewa Mabuk atau Dewa Iblis dari Hutan Iblis? Kenapa dia tidak menggunakan jurus mabuknya dan malah menggunakan jurus Iblis seperti Pendekar Dewa Iblis?" kata She Ying yang kesulitan menghadapi Tian Feng dalam wujud Tubuh Iblis nya.
Serangan gabungan jurus ke-tiga nya yang di kombinasikan dengan bermacam racun seperti tidak berpengaruh terhadap Tian Feng, justru gerakan setiap serangan dapat di tahan dengan tubuhnya tanpa terlihat ada luka goresan maupun pukulan di tubuh Tian Feng.
Yang terasa Tian Feng justru semakin brutal dengan serangan yang semakin kuat dan juga mematikan.
"Racun Seribu Siksaan."
Cin Peng melapaskan asap hitam di sekitar wajah Tian Feng, dia berharap racun itu akan mampu membuat organ dalam tubuh Tian Feng hancur saat menghirup asap hitam tersebut.
Namun yang terjadi Tian Feng justru menyerapnya seperti menyerap asap dupa.
"Argh... semua racunku tidak ada yang bekerja!" Cin Peng merasa sangat frustasi.
"Jangan menggerutu saja Cin Peng, bukan hanya racun mu saja yang tidak bekerja padanya, bahkan ilusiku pun sama sekali tidak berpengaruh pada pemuda ini!" gerutu Taiyan Zin.
Beberapa serangan tapak dan tendangan sudah mendarat di tubuh mereka sehingga rasa sakit pun juga mulai menggangu konsentrasi mereka menghadapi Tian Feng.
Masalah serangan ke-tiganya yang sudah mendarat di tubuh Tian Feng sama sekali tidak melemahkan Tian Feng, padahal Wei Fang dan Mao Lao saja tidak mungkin bisa bertahan jika terkena salah satu serangan mereka.
"Arghh..!"
Satu persatu mulai terlempar hingga keluar dari arena, bahkan darah segar mulai mengalir di tepi bibir mereka masing-masing.
"Pemuda ini terlalu kuat, jika begini bisa-bisa kita akan benar-benar mati di bunuh oleh pemuda ini!" kata She Ying.
"Kerahkan semua anggota yang kita bawa!" kata Taiyan Zin.
"Tidak! Aku tidak setuju!" kata Cin Peng yang menolak untuk menyerahkan semua anggota yang sudah mereka bawa, namun mereka semua masih menunggu perintah dan berdiri di luar istana.
"Cin Peng, jika benar ilmu yang ia gunakan adalah jurus Iblis milik pendekar Dewa Iblis, maka jalan satu-satunya adalah mengulur waktu!" kata Taiyan Zin.
"Maksudmu?" Cin Peng sama sekali tidak mengerti.
Taiyan Zin berniat ingin menjelaskan, namun Tian Feng lebih dulu menyerang mereka bertiga sehingga mereka di paksa dalam posisi bertahan saja.
Setalah berhasil menjaga jarak, Taiyan Zin mulai mejelaskan jika dirinya pernah mendengar sendiri dari Pendekar Dewa Iblis jika ada satu ilmu kuat yang mampu membuat penggunanya memiliki kekuatan di atas para pendekar terkuat, tubuhnya akan berubah dan ciri-ciri nya sama seperti Tian Feng, namun walau kuat dan hebat, ilmu itu memiliki kelemahan, kelemahan adalah waktu.
Pendekar Dewa Iblis yang di maksud adalah guru Tian Feng atau lebih tepatnya guru dari Lima Pendekar Iblis Kematian yang sudah musnah.
Cin Peng dan She Ying tersenyum lebar saat mengetahui kelemahan dari ilmu Iblis yang Tian Feng gunakan.
__ADS_1
Kini mereka merasa masih memiliki harapan untuk menang, dan Taiyan Zin segera bersiul dengan sangat keras.
Wei Fang dan yang lainnya yang masih merasa takjub melihat Tian Feng yang sanggup menyudutkan tiga Pendekar kuat seorang diri segera tersadar saat Taiyan Zin bersiul dengan sangat keras.
"Kurang ajar, si banci itu memanggil bantuannya!" kata Wei Fang kemudian dia menyuruh Ying Lo untuk membunyikan lonceng bahaya agar semua prajurit istana berkumpul dan bersiap untuk berperang melawan kelompok organisasi Tiga Bunga yang akan datang.
Ying Lo dengan cepat melompat dan pergi kearah lonceng, setelah itu dia memerintahkan penjaga lonceng untuk segera membunyikan lonceng tanda perang.
Tidak lama kemudian ke-dua kubu sudah sama-sama berkumpul di satu tempat, pasukan istana berjumlah lebih dari 5 ribu prajurit terpaksa berbaris di tempat yang sempit, sedangkan prajurit bagian belakang harus mencari tempat untuk berdiri walau mereka harus rela berdiri berdesak-desakkan.
Jelas saja tempat itu tidak akan muat jika menampung seluruh prajurit, kecuali di tanah lapang yang sangat luas, belum lagi pasukan dari anggota Organisasi Tiga Bunga yang berjumlah lebih dari seribu anggota.
Nafas Tian Feng sendiri mulai memburu, kulitnya mulai terasa panas karena dia hampir kehabisan waktu.
"Apa mungkin mereka sengaja mengulur waktu? Tapi sepertinya tidak mungkin mereka mengetahui kelemahan ilmu ku ini!" batin Tian Feng.
"Taiyan Zin, jika kamu ingin mengadu kekuatan pasukan, maka kamu salah besar! Jika kamu sudah siap kehilangan semua anggota yang kamu bawa itu, maka majulah!" kata Wei Fang.
Para prajurit segera maju dan seperti yang sudah di ketahui jika Kerajaan Wu juga melakukan kerja sama dengan orang-orang dari Negara Foiberia, jadi sebagian pasukan sudah ada yang memegang senapan.
Namun anggota pasukan organisasi Tiga Bunga juga ada yang memiliki senapan sehingga ke-dua senapan dari dua kubu sama-sama mengarahkan ujung moncong senapan mereka masing-masing kearah lawan dan jari mereka sudah siap untuk menarik pelatuk jika di suruh menembak.
Taiyan Zin tersenyum kecut, awalnya dia datang untuk menggabungkan anggota nya dengan para prajurit, dan itu adalah kerjasama dengan Zhi Yu Zhuan.
Hanya saja yang merusak semuanya adalah keberadaan Tian Feng, dia tidak menyangka jika pemuda bertopeng itu akan mampu menandingi dirinya yang sudah di bantu oleh dua ketua bunga lainnya, bahkan kekuatan Tian Feng jauh lebih besar dari mereka bertiga.
"Jika begini waktu ku hanya akan terbuang sia-sia saja! Sebaiknya sebelum terlambat aku lebih baik kembali seperti semula agar sisa Chi yang ia miliki bisa di gunakan.
Jalan satu-satunya adalah menggunakan jurus mabuk, karena jurus mabuk tidak akan menguras Chi, akan tetapi Tian Feng tidak akan mungkin bertarung lagi dalam kondisi prima karena dampak dari ilmu Perubahan Tubuh Iblis yang mungkin akan membuat dirinya akan melemah secara drastis.
"Bagiamana selanjutnya? Apakah kita akan tetap menyerang atau akan mundur?" tanya She Ying.
"Jika kita mundur apakah pemuda itu akan diam saja melihat kita masih hidup? Bukankah dia sudah mengatakan jika dia akan melaksanakan janji kepada gurunya untuk menghabisi kita, terutama dirimu!" kata Taiyan Zin.
Baik Taiyan Zin dan She Ying sama-sama ragu untuk berhadapan lagi dengan Tian Feng, walau saat ini semua anggota yang mereka bawa sudah berkumpul, belum tentu Tian Feng akan sibuk menghadapi anggotanya, yang jelas Tian Feng akan tetap menyerang mereka lagi karena semua anggotanya akan sibuk melawan para prajurit istana.
Yang lebih takut berhadapan lagi dengan Tian Feng dari mereka bertiga sebenarnya adalah Cin Peng, dialah yang paling lemah dari ketiganya, jika Taiyan Zin dan She Ying yang memiliki kekuatan terhebat dari Lima Pendekar terkuat saja tidak bisa mengalahkan Tian Feng, apalagi dengan dirinya.
Mereka bertiga tidak melihat jika sebenarnya Tian Feng berusaha menyembunyikan ke khawatiran nya, saat ini pandangan Tian Feng perlahan-lahan mulai terasa buram, namun Tian Feng tetap berusaha untuk bertahan agar tidak sadarkan diri.
"Wei Fang, sepertinya kali ini kita hentikan dulu pertarungan ini, lagi pula masih ada lain waktu untuk kita melanjutkan pertarungan ini, jadi sekarang ijinkan kami pergi!" kata Taiyan Zin.
__ADS_1
Wei Fang terdiam dan sesekali memandang kearah Tian Feng, dia bisa saja mengijinkan Taiyan Zin pergi, namun dia tidak yakin apakah Tian Feng mau melepaskan mereka atau tidak.
Tian Feng sendiri kini mendengus kesal, dia jelas tidak setuju jika Taiyan Zin dan semua anggotanya harus pergi begitu saja.
Tian Feng mengangkat telapak tangannya yang berwarna merah kearah She Ying kemudian berkata, "Bukankah aku sudah bilang jika aku sudah berjanji untuk membunuh kalian, terutama kamu yang tadi sudah berani menghina guruku!" kata Tian Feng kepada She Ying.
Mereka semua menahan nafas saat melihat telapak Tian Feng yang berubah menjadi hitam bagai besi logam hitam.
"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu lolos," kata Tian Feng kemudian dalam satu kali gerakan kaki, dia sudah melesat dan dalam tiga kali kedipan mata, Tian Feng sudah berada di hadapan She Ying.
"Raja Iblis Penghisap Arwah."
She Ying yang terkejut tidak sempat menghindari telapak tangan Tian Feng yang sudah lebih dulu mencengkram kepalanya.
Dia baru sadar saat ada sesuatu yang menyentuh kepalanya dan kemudian hawa panas segera ia rasakan masuk dan kepalanya dan serasa sangat sakit.
She Ying belum sempat menyadari akan apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja pandangannya menjadi gelap.
Tian Feng meledakkan isi dalam kepala She Ying, dan itu baru di sadari oleh Taiyan Zin dan Cin Peng saat She Ying jatuh ketanah dengan kondisi kepala bagian atasnya sudah bolong.
"Apa!? Sejak kapan dan bagaimana caranya dia bisa membunuh Dewi Ular?" Cin Peng yang terkejut menelan ludah dan menjadi sangat ketakutan.
Tidak hanya Cin Peng saja yang terkejut serta ketakutan, mereka semua hampir memiliki reaksi yang sama.
"Sekarang giliran kalian!" kata Tian Feng dengan senyum dan tatapan dingin.
"Cin Peng, gunakan asap pengalihan dan kemudian kita lekas kabur dari sini!" kata Taiyan.
Cin Peng mengerti maksud perkataan Taiyan Zin, dia bergegas mengeluarkan dua benda kecil bulat dan berwarna hitam.
Sebelum dia melemparnya, Cin Peng melihat kearah She Ying yang sudah tidak bernyawa lagi.
Sudah puluhan tahun She Ying menjalani kerasnya hidup di dunia persilatan, selama itu juga dia sudah mengukir namanya hingga terkenal sebagai salah satu pendekar terkuat.
Seiring bertambahnya usia, She Ying semakin kuat sehingga pendiri utama Organisasi Tiga Bunga mengangkatnya untuk menjadi salah satu ketua di Bunga Duri.
Tidak ada pendekar yang tidak mengenal julukan Dewi Ular, semua pendekar pasti akan langsung pergi jika Dewi Ular ada di tempat mereka.
Namun siapa yang akan menduga jika She Ying akan mati di tangan seorang pemuda dengan kondisi sangat mengenaskan.
Cin Peng yakin setelah kematian Dewi Ular, maka Organisasi Tiga Bunga akan kacau karena kehilangan satu ketua hebat dan akan memberikan pukulan keras di wajah mereka.
__ADS_1
Cin Peng segera melempar dua bola hitam tersebut dan kemudian kabut tersebar, kemudian Taiyan Zin dan Cin Peng segera melompat untuk kabur.
Tian Feng yang melihat mereka, segera melompat dan berusaha mengejar, namun para pasukan bawaan Taiyan Zin segera menghadangnya.