Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kemarahan Louis


__ADS_3

Louis memperhatikan Alice dengan seksama kemudian dia bertanya kepada Alice, "Apakah kamu ingin keluar Organisasi dan bergabung dengan Dewa Sesat untuk melawanku Alice?" tanya Louis.


Alice yang awalnya mengira jika kakeknya mencurigai dirinya menyukai Tian Feng sedikit terkejut, namun dia sedikit bingung harus menjawab apa.


Sebenarnya Alice tidak pernah berpikir untuk berhianat, namun saat ini dia benar-benar tidak bisa berpaling dan mengakui jika dirinya sangat mencintai Tian Feng, dan itu sama saja dengan dirinya sudah berhianat terhadap Organisasi yang ia pimpin.


Alice juga tidak mengerti kenapa dia bisa jatuh cinta terhadap pria yang menjadi musuh besar organisasinya, namun mau bagaimana lagi, bagi Alice semua sudah terlanjur.


"Maafkan Alice Kek, Alice tidak bisa lagi memimpin Organisasi dan tidak bisa mengabulkan harapan para Leluhur!" kata Alice.


Mata Louis langsung memerah saat mendengar jika Alice benar-benar ingin keluar dari Organisasi Bintang Hitam.


Namun dia tetap berusaha menahan amarahnya sekaligus menanyakan alasan Alice yang ingin keluar dari Organisasi.


"Apa yang sudah mempengaruhimu? Pasti kamu memiliki alasan dari keputusan mu itu! Jelaskan padaku."


Sebelum Alice menjelaskannya Xu Yian datang menghampiri Louis dan membisikkan sesuatu kepada Louis.


Tian Feng memperhatikan Alice dan Louis serta Xu Yian, Tian Feng jelas mengetahui Xu Yian karena sebelumnya dia sudah mengaku-ngaku sebagai kakek temannya Alice di Luwuen.


"Jadi sebelumnya kamu sudah pernah bertemu dengan Dewa Sesat dan pernah melakukan perjalanan bersama?" tanya Luois untuk memastikan sendiri setelah mendengar penjelasan Xu Yian.


"Iya! Aku memang sudah bertemu dengan Dewa Sesat dan melakukan perjalanan bersama, dan perlu kakek tahu jika aku tidak akan pernah membiarkan kakek dan semua pengawal Bintang Hitam mencelakai Dewa Sesat, jika kakek dan semuanya memaksa, jangan salahkan aku jika aku balik menyerang kalian!" kata Alice.


Tian Feng terkejut mendengar pernyataan Alice yang berani mengancam kakeknya, walau jarak antara mereka jauh, namun Tian Feng dapat mendengar obrolan mereka dengan sangat jelas.


Louis yang awalnya berusaha menahan amarahnya kini semakin murka, dia melepaskan aura tekanan yang lebih besar sehingga para pasukan yang sedang bertarung jatuh karena tidak mampu menahan tekanan yang begitu besar, termasuk Chie Xie dan Naomi.


"Kau benar-benar membuatku sangat marah Alice! Aku tidak menduga jika Cucuku sendiri yang aku harapkan menjadi penerus Organisasi berani berhianat hanya demi seorang Pria itu!" kata Louis dengan wajah murkanya kemudian dia memanggil Lima Pengawal terkuatnya.


" Xu Yian, Hikari, Zan Zan, Yie Mao, Dusten! Kalian berlima cepat habisi Dewa Sesat itu dan sisanya segera lenyap pasukan Wutong tanpa ada yang tersisa, dan pasukan cadangan yang berada di belakang cepat kalian bergabung!" seru Louis.


Pasukan Armada serta Pasukan Sayap Besi yang sudah menunggu perintah berikutnya untuk penyerangan gelombang kedua segera masuk dan bergabung dengan dua Panji Pasukan Gajah dan Pasukan Gagak


Pasukan penyerang pertama ada dua Panji yaitu Pasukan Gagak dan Pasukan Gajah Kematian, dan dengan masuknya dua Panji lainnya, maka pasukan Xiandong bertambah dua kali lipat banyaknya.


Tian Feng yang sebelumnya sudah mengetahui hal itu terkejut karena Segel perisai bisa dibuka, namun hanya untuk para pasukan Xiandong saja, sedang dari arah luar perisai Anggota Organisasi Pengemis tidak akan bisa masuk.


Tian Feng yang belum sempat bergerak kini dihadang oleh Lima Pengawal Organisasi yang diutus oleh Louis, dan kini Tian Feng benar-benar tidak bisa membantu siapapun karena dikepung oleh Lima Pengawal terkuat.


Alice yang melihat hal itu ingin membantu Tian Feng, namun Louis menahannya dan kemudian menampar Alice hingga darah segar keluar dari bibir Alice.


"Kau tidak akan kemana-mana!" kata Louis.


Wei Fang dan semua para pendekar sama sekali tidak bisa bergerak akibat tekanan dari Louis, belum lagi banyak prajurit yang di bunuh begitu saja karena tidak bisa bergerak.


Chie Xie dan Naomi juga sama seperti yang lainnya, namun mereka masih bisa sedikit bergerak untuk memberikan perlawanan sehingga para Prajurit Xiandong kesulitan menyerang mereka berdua.


Disaat masih kesulitan membunuh Chie Xie dan Naomi, dua orang pengawal Bintang Hitam datang dan memberikan serangan terhadap Chie Xie dan juga Naomi, mereka berdua adalah Armando dan Arthur.


"Hai gadis kecil! Sebenarnya sangat disayangkan gadis secantik kalian harus mati, tapi mau bagaimana lagi?" kata Armando kepada Naomi kemudian dia mengeluarkan sebuah bola hitam seukuran kepalan tangan anak kecil kemudian dia melemparkannya kepada Naomi.


Naomi jelas tidak bisa menghindar terlalu jauh, dan dia yakin jika bola itu bukan bola hitam sembarangan.


Chie Xie juga berada diposisi tidak diuntungkan karena Arthur juga mulai menyerangnya dengan Pedang melengkung yang dialiri Chi berwarna hitam.

__ADS_1


"Tebasan Langit Malam Kematian."


Tian Feng ingin berpindah tempat untuk menolong Chie Xie, dia dengan seluruh energinya berusaha untuk bergerak, namun Zan Zan langsung menahan Tian Feng kemudian memberikan serangan pukulan yang sangat kuat.


Tian Feng menahan pukulan tersebut dan memberikan serangan pukulan balasan, namun di tahan oleh Yie Mao dan kemudian Hikari menggunakan kekuatannya mengunci pergerakan Tian Feng.


Tian Feng yang benar-benar tidak bisa bergerak langsung diserang oleh Xu Yian dengan Tongkat Hitam dan pukulan tersebut mendarat di perut Tian Feng.


Andai Tian Feng tidak dikunci, mungkin dia sudah terhempas jauh, namun dia tetap berada disana dan juga muntah darah, akan tetapi dia tetap bisa bertahan dan perhatian tetap terfokus kepada Chie Xie dan juga Naomi yang nyawa mereka sedang terancam.


Armando dan Arthur sama-sama tertawa saat serangan mereka hampir sampai kepada Chie Xie dan juga Naomi, namun saat yang bersamaan tubuh Tian Feng mulai mengeluarkan Aura Merah yang sangat kuat sehingga penguncian Hikari terlepas.


"Akan aku bunuh kalian semua..! Arghhhh..!!!"


Ledakan dahsyat serta Aura merah yang menyebar ke segala penjuru berhasil menetralkan tekanan dari Louis membuat Wei Fang, Chie Xie dan Naomi bisa terlepas dari tekanan tersebut.


Chie segera menghindari serangan dari sabetan pedang yang di lepaskan oleh Arthur sehingga tebasan tersebut mengenai belasan pasukan yang ada di belakangnya dan pasukan tersebut langsung lenyap menjadi debu.


Berbeda lagi dengan Naomi, dia sudah terlambat untuk menghindari Bola hitam tersebut, dan ketika sudah berjarak dua meter, Bola itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan kemudian meledak dengan sangat dahsyat.


Tubuh Naomi juga tertelan oleh cahaya ledakan tersebut, bahkan Chie Xie yang sudah menjauh sekalipun juga terdorong dan ratusan pasukan dari kedua belah pihak juga terkena Ledakan tersebut.


"Naomi...!" Tian Feng memanggil Naomi yang sudah tertutup oleh ledakan besar tersebut.


Tubuh Tian Feng gemetar dan pikiran kini sudah tidak fokus lagi, yang ada hanya wajah Naomi ketika tersenyum dan juga tertawa padanya, dan Tian Feng berpikir jika Naomi sudah tidak akan tertolong.


Hiroshi sendiri berada sangat jauh sekali sehingga dia tidak mengetahui jika nyawa putrinya sedang terancam.


Energi merah yang sebelumnya menyebar kemudian menyatu ke tubuh Tian Feng dan tidak lama kemudian terbentuklah Zirah Energi Pelindungnya membuat kelima Pengawal Bintang Hitam terkejut karena lonjakan energi Tian Feng yang semakin meningkat setelah kemunculan Zirah Energi Pelindungnya.


Kepulan asap hitam juga mulai menghilang dan dari bekas ledakan besar itu, terciptalah lubang besar dan agak dalam, namun di tengah-tengah bekas ledakan tersebut, Naomi ternyata masih ada disana.


"Sensei..!"


"Naomi! Cepat kamu bantu Xie-Xie, gabungkan energi kalian untuk melawannya, dan dia biar aku yang urus!" kata Pria tersebut yang tidak lain adalah Wang Dunrui.


Tian Feng menghela nafas lega saat melihat Naomi yang selamat karena dilindungi oleh Wang Dunrui.


Dia yakin Wang Dunrui tidak akan tinggal diam saat muridnya hampir terbunuh oleh Armando dan kini Tian Feng lebih kembali fokus untuk menyerang kelima Pengawal yang tadi sempat menahannya.


"Hah..! Datang satu lagi orang yang mengantar nyawanya dasar serangga..!" kata Armando kemudian dia mengeluarkan lima bola hitam dengan ukuran yang sama.


"Kau mengatakan aku ini serangga? Apa kamu yakin dengan ucapan mu itu?" tanya Wang Dunrui.


Armando yang sudah selesai mengalirkan Energi ke bola hitam tersebut berniat melemparkannya kepada Wang Dunrui, namun dia terkejut saat melihat Wang Dunrui sudah berada di hadapannya dengan jarak tiga jengkal.


"Kau ingin membunuh muridku? Sekarang rasakan balasanku ini!" kata Wang Dunrui.


Armando yang sama sekali tidak bisa merasakan energi Wang Dunrui segera melesat keudara untuk menjaga jarak, namun tiba-tiba saja api berwarna hitam sudah membakar kakinya.


"Aw..aw..aw..! Panas sekali aw...!" Armando kepanasan akibat terbakar, dia berusaha untuk mematikan api hitam tersebut, namun api tersebut justru membakar tangannya dan terus menyebar.


"Panas sekali..! Api macam apa ini..? Aduh panas toloong..!"


Armando sudah tidak bisa lagi memadamkan api tersebut dan api hitam itu akhirnya membakar seluruh tubuh Armando, yang ada hanya suara jeritan keras sebelum akhirnya meledak di udara dengan ledakan yang lebih besar dari sebelumnya karena ledakan tersebut berasal dari lima bola hitam yang berada di tangannya.

__ADS_1


Armando yang baru saja turun tangan harus mati secepat itu di tangan Wang Dunrui, dan kejadian tersebut membuat Louis, Alice dan semua pengawal Bintang Hitam yang tersisa terkejut.


Mereka tahu seperti apa kemampuan Armando, bahkan Louis sendiri tidak akan bisa membunuh Armando secepat yang Wang Dunrui lakukan.


Kini mulai timbul banyak pertanyaan dipikiran para Organisasi Bintang Hitam akan siapa sebenarnya Wang Dunrui, dan kenapa Wang Dunrui bisa memiliki Api Hitam.


"Kalian berlima tidak perlu terkejut seperti itu karena kalian harus memikirkan nasib kalian sendiri!" kata Tian Feng yang sudah mengenakan Zirah Energi Pelindungnya.


"Kau pikir bisa mengalahkan kami sendirian Dewa Sesat?" kata Dusten kemudian dia ingin menyerang Tian Feng.


Tian Feng melangkahkan kakinya satu kali dan setelah itu dia melesat bagai kilat dengan kecepatan tak kasat mata dan muncul di samping Dusten.


"Rasakan ini..!" kata Tian Feng.


Dusten jelas tidak siap dengan serangan itu dan dia juga tidak bisa menangkap gerakan kilat dari Tian Feng sehingga sebuah pukulan keras mengenai wajahnya dan Dusten langsung terhempas dengan keras jatuh ke tanah.


Hikari ingin mengunci gerakan Tian Feng sekali lagi, namun Energinya tidak bisa menangkap tubuh Tian Feng yang memiliki gerakan secepat kilat itu.


"Ini untukmu!" kata Tian Feng yang tiba-tiba saja berada dihadapan Hikari kemudian dia memberikan satu tendangan kuat ke wajah Hikari sehingga dia juga menyusul Dusten terhempas kebawah dengan sangat keras.


Yi Mao dan Zan Zan mengeluarkan senjata mereka masing-masing, namun mereka terlambat karena Tian Feng sudah lebih dulu bergerak dan memberikan serangan kuat yang menghempaskan keduanya di tempat jatuhnya Dusten dan juga Hikari.


"Cepat sekali dia!" kata Xu Yian kemudian dia langsung menggunakan perisai pelindung untuk melindungi tubuhnya dari serangan Tian Feng yang kecepatan tidak bisa ia lihat.


Tian Feng muncul dihadapan Xu Yian dan kemudian kilatan petir mulai muncul ditangannya dan muncullah Tombak emas ditangan Tian Feng.


"Kau yang memukulku tadi bukan? Sekarang rasakan serangan ini!" kata Tian Feng dengan nada dingin sekaligus mulai menyerang dengan satu tusukan ke perut Xu Yian.


Xu Yian sangat percaya dengan perisai pelindungnya dan dia yakin jika tombak Tian Feng tidak akan pernah bisa menembus perisainya.


Namun Xu Yian harus menerima kenyataan yang pahit saat tombak emas milik Tian Feng dengan mudahnya menembus perisainya dan tombak tersebut menghujam keperut Xu Yian hingga tembus ke belakang, dan tongkat hitam yang ia pegang langsung jatuh.


"Arghhhh..! Ba.. bagaimana mu.. mungkin..?"


Xu Yian jelas tidak percaya saat perutnya tertusuk oleh tombak tersebut dengan begitu mudahnya, padahal Louis saja tidak pernah bisa menembus perisainya.


Tian Feng segera mencabut kembali Tombaknya dan tanpa berbelas kasihan sedikitpun, dia kembali menghujamkan tombaknya, namun kali ini bukan diperut Xu Yian, melainkan di tenggorokannya.


Dari kelima Pengawal Bintang Hitam yang menyerang Tian Feng, hanya Xu Yian seorang yang mati dengan tenggorokan yang ditembus oleh Tombak Nirwana, dan Xu Yian mati dengan mata terbuka serta mulut yang terus menerus mengeluarkan darah kental.


Tian Feng segera melempar tubuh Xu Yian kebawah hingga tubuh Xu Yian jatuh dengan sangat keras dan terbaring didekat ke empat pengawal yang tidak bisa bangkit karena beberapa tulang mereka patah.


Louis yang melihat semua itu semakin tidak terima, dia berniat maju, namun Alice berusaha menahannya.


"Tidak kek! Aku mohon hentikan dan jangan lagi menyerang Dewa Sesat, aku mohon kembalilah dan bawa pengawal yang tersisa kembali pulang!" kata Alice.


"Kau..! Kau sekarang sudah bukan lagi cucuku!" kata Louis kemudian dengan murkanya dia memukul Alice hingga Alice terlempar dan hampir membentur Segel perisai.


Beruntungnya Tian Feng segera berpindah tempat dan menangkap tubuh Alice dan mendekapnya.


Alice langsung muntah darah karena pukulan Louis di bahunya membuat Alice mengalami luka dalam, namun Alice masih bisa menahannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Tian Feng.


"Aku tidak apa-apa!" jawab Alice kemudian dia segera melepaskan diri dari rangkulan Tian Feng.

__ADS_1


"Tuan Tian, kekuatan mu mungkin bisa menandingi kakek atau mungkin setara dengannya, namun untuk yang terakhir kalinya aku mengingatkanmu jika selain kakek, masih ada dua sosok lagi yang bersemayam di dalam Cincinnya yang kekuatannya melebihi kekuatan ku dan kakek!" kata Alice yang kembali mengingatkan Tian Feng untuk tetap berhati-hati.


Dari pukulan yang dirasakan oleh Alice, Louis sepertinya benar-benar sangat marah, dan kemarahan Louis bisa mengakibatkan bencana bagi Tian Feng.


__ADS_2