
Pria berambut putih tersebut menatap Louis dan semuanya yang masih bersujud dengan tubuh mereka yang gemetar ketakutan di hadapannya.
"Kerugian Organisasi Bintang Hitam kali ini terlalu besar bagiku untuk memaafkan kalian semua terutama kamu Louis! Aku sangat kecewa sekali, tapi baiklah mungkin aku masih memberi toleransi kepadamu, namun untuk posisimu saat ini akan aku tarik, dan mulai saat ini aku akan kembali mengambil alih kursi kepemimpinan Organisasi!" kata pria tersebut.
Louis dan yang lainnya bernafas lega mendengar ucapan leluhur yang ada di hadapan mereka semua, setidaknya mereka masih diberi kesempatan oleh pria tersebut yang disebut leluhur oleh mereka adalah sebuah keberuntungan.
Pria muda berambut putih panjang tersebut mengarahkan telapak tangannya ke arah sebuah pintu tertutup tidak jauh darinya, setelah itu pintu terbongkar dengan sangat keras dan tidak lama tujuh Api Hitam keluar dari dalam dan terbang dan berkumpul serta melayang diatas telapak tangannya.
"Kalian hanya tinggal berenam, tapi kenapa Api ini ada tujuh? Dan yang ini Api ke 20! Dimana dia?" tanya pria tersebut dengan nada pelan namun terdengar sangat jelas di telinga mereka.
Louis buru-buru maju dan menjelaskan semuanya, namun Louis juga terkejut karena sebelumnya dia belum sempat memeriksa Api tersebut karena masih dalam proses pemulihan diri.
"Ini adalah Api Cucu saya Alice, dan ini adalah Api Hikari, Zan Zan, Yi Mao, Dusten, Arthur, dan yang terakhir Sunoriki, pemilik posisi dua api ini berada di Luar Organisasi!" jawab Louis walau dia juga tidak menduga jika ternyata Api milik Alice masih ada, dan itu menandakan jika Alice masih hidup, namun dia juga tidak menduga jika hingga di titik ini Sunoriki juga masih hidup mengingat yang lainnya yang lebih kuat banyak yang mati.
"Hem..? Jadi Api ini bukan milikmu? Lalu dimana api milikmu, dan siapa Alice itu?" tanya Pria tersebut dengan wajah datar.
"Api saya sudah di gantikan oleh cucu saya Alice untuk memimpin Organisasi!" jawab Louis.
"Begitu, jadi pemimpin Organisasi selama beberapa waktu ini bukan lagi berada di bawah kepemimpinanmu! Apakah kerugian ini juga karena penerus garis keturunan kita yang bernama Alice ini?"
"Bu..bukan leluhur, semua ini karena perintah saya yang membawa para Pengawal keluar untuk melawan Dewa Sesat, dan pada akhirnya semua hancur, bahkan cucuku Alice juga terluka!" jawab Louis.
"Kalau begitu temukan Alice, bagaimanapun juga kita tidak boleh kehilangan dia yang memiliki kemampuan puncak Raja Alam, aku sendiri akan menemui Panglima Utara!" kata Pria tersebut kemudian dia menghilang seperti hantu.
Panglima Utara yang di maksud oleh Pria tersebut tidak lain adalah Panglima Gerbang Kegelapan Utara, salah satu dari empat Panglima Gerbang sekaligus empat pengawal Kaisar Kegelapan dan pendiri pertama Organisasi Bintang Hitam.
Kepergian Pria tersebut membuat semuanya bisa bernafas lega karena tekanan dan ketakutan kini sudah hilang.
"Pimpinan Louis, apakah kita akan mencari Pimpinan Alice?" tanya Hikari.
Louis menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya secara hangat keluar dari mulutnya, "Apa kamu tidak mendengar perkataan Leluhur tadi, dia ingin Alice segera ditemukan walau aku tahu sangat berat rasanya membawa Alice kembali kesini mengingat dia sudah berani berhianat, jika sampai leluhur mengetahui ini, aku takut...!"
Hanya sampai disitu perkataan Louis terhenti saat memejamkan mata dengan perasaan yang tidak mampu untuk membayangkan akan apa yang akan leluhurnya lakukan kepada Alice nantinya.
Namun Louis juga tidak berdaya dan tidak berani mengabaikan perintahnya, dan orang satu-satunya yang bisa membawa Alice kembali hanya Louis saja mengingat dia memiliki kemampuan sedikit lebih tinggi dari pada Alice.
"Aku harap Alice juga kembali dan tidak membuat leluhurnya marah sehingga dia tidak harus mendapatkan hukuman yang lebih berat dari pada kematian!" kata Louis.
Walau saat ini Louis sudah merasa lebih tenang karena leluhurnya sudah kembali dari meditasinya selama ratusan tahun, namun dia tetap tidak bisa melupakan tiga sosok misterius di pertempuran saat itu.
__ADS_1
Louis yakin jika tiga sosok saat itu memiliki kemampuan yang sama seperti leluhurnya, yaitu tahap Dewa, dia juga tidak tahu siapa yang lebih kuat, apakah leluhurnya atau masing-masing dari tiga sosok yang misterius dan mampu menembus Segel Perisai tanpa kesulitan sedikitpun.
***
"Carulos! Para penerus garis keturunanmu sungguh mengecewakanku!" kata Panglima Gerbang Kegelapan Utara yang berdiri membelakangi pria muda berambut putih yang sebelumnya dipanggil leluhur oleh Louis.
Pria tersebut bernama Carulos, mantan pemimpin Organisasi Bintang Hitam generasi kedua terdahulu saat Organisasi baru di bentuk beberapa puluh tahun sebelumnya kematian Ayah Carulos dan digantikan olehnya.
Ayah Carulos adalah orang pertama yang bersekutu dengan Panglima Gerbang Kegelapan Utara serta pemimpin awal saat Organisasi belum berkembang pesat.
Namun sayang saat Panglima Gerbang Kegelapan Utara meningkatkan kemampuannya, dia harus mati karena tubuhnya yang tidak sanggup menerima ledakan energi yang sangat besar, dan pada akhirnya Carulos sebagai anak pertamanya yang menggantikan posisi tersebut.
Karena Carulos mampu menembus tahap Raja Alam saat berusia 27 tahun, dia akhirnya mendapatkan tubuh keabadian hingga bertahan sampai cicitnya Louis dilahirkan.
Disaat itulah Organisasi Bintang Hitam yang sudah mulai berkembang pesat di alihkan kepada Louis dan Carulos pergi keruang Dimensi yang dibuat dari Cincin untuk berlatih dan bermeditasi agar mampu menembus tahap Dewa.
Carolus tidak berlatih sendirian, dia di temani oleh Sosok anak muda berusia kurang dari Lima Belas tahun yang mengenakan jubah hitam dan memiliki Api Hitam, dan berkat bantuannya, Carulos akhirnya berhasil naik dan mencapai Tahap yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu tahap Dewa Bumi.
Namun butuh usaha dan latihan keras karena sosok anak muda itu bilang jika ingin memiliki kemampuan murni, maka harus berlatih keras, dan tentu saja hasil latihan keras dan buah kesabaran tidak akan mengkhianati hasil.
Namun cara yang tercepat adalah dengan memberikan bantuan Energi Kegelapan, namun kemampuan itu lebih lemah dari kemampuan yang di dapat dari latihan yang sesungguhnya.
Saat ini dengan kemampuan Dewa Bumi yang di miliki oleh Carolus saat ini sudah mampu mengimbangi kekuatan Dewa Langit seperti Lio Long, dan bahkan sanggup bertahan dari serangan kekuatan Dewa Alam.
Begitu juga dengan para Pasukan Tentara langit, yang terlemah adalah di tahap Raja Bumi, dan yang terkuat berada di Tahap Raja Alam.
Carolus yang saat ini memiliki kemampuan Dewa Bumi dengan latihan yang sangat keras sudah mampu untuk bersaing dengan Dewa Kahyangan, selama itu bukan kekuatan Dewa Suci keatas, dia masih bisa mengalahkan Dewa Langit yang satu tingkat lebih tinggi darinya, jadi kemampuan Carulos saat ini bisa dibilang sangat mengerikan dan berbahaya.
Namun tidak satupun yang akan menyadari hal ini, karena jarang sekali ada manusia yang akan mampu menembus hingga ketahap Dewa.
Carulos saat ini hanya bisa tersenyum tanpa ekspresi mendengar Panglima Gerbang Kegelapan Utara menyampaikan rasa kekecewaan pada Carulos, namun dia sendiri sebenarnya juga sangat kecewa.
"Carolus, walau saat ini Organisasi sudah kehilangan banyak pengawal kuat, namun kamu tidak perlu khawatir, saat ini pengikut Yang Mulia Kaisar Kegelapan sudah mulai disebarkan, salah satunya adalah Hewan Iblis yang nanti akan memberikan tambahan kekuatan kepada kalian!" kata Panglima Gerbang Utara kemudian dia berbalik dan menatap kearah ruang kosong dan gelap tidak jauh dari Carulos.
"Sao Lao Cin! Aku minta padamu agar menemani Carulos karena aku merasakan ada seorang Dewa berkekuatan tinggi ada di dunia ini!" kata Panglima Gerbang Utara.
Sosok anak muda yang terlihat berusia kurang dari Lima Belas tahun muncul dikegelapan ruangan tersebut dengan jubah hitam yang menutupi kepalanya.
Walau terlihat muda, namun Aura tekanannya sangat besar dan sesekali muncul Api Hitam yang melambai-lambai dengan lembut keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Dia adalah sosok yang telah melatih Carulos hingga memiliki tahap setinggi seperti sekarang ini, siapa lagi sosok itu jika bukan Pengawal Kaisar Kegelapan ke dua puluh yang biasanya akan di panggil dengan sebutan Setan Api Hitam Sao Lao Cin.
"Ke ke ke..! Kamu tenang tidak perlu khawatir seperti itu, lagi pula Dewa mana yang bisa menandingi diriku?" kata Sao Lao Cin sambil terkekeh.
"Jangan congkak kamu! Ingat Yang Mulia memberimu tugas di Galaxi Pusaran Cincin? Bukankah kamu berakhir dengan menjadi pengawal menantu Yang Mulia hingga beberapa tahun, apakah kamu mau kejadian itu terulang lagi?"
Wajah yang tertutup jubah hitam itu terlihat melengkungkan bibirnya kemudian menjawab dengan nada pahit, "Semua itu tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan dari Tan Zuo Xian!" kata Sao Lao Cin dengan nada kecut.
"Kalau begitu sekarang kamu pastikan untuk melaksanakan tugas dengan benar!"
Carulos melihat keduanya hanya bisa terdiam, dia sebenarnya merasa tidak nyaman jika berada di dekat salah satu dari mereka, rasanya seperti terintimidasi oleh kekuatan keduanya yang sangat besar, bahkan saat Sao Lao Cin melatihnyapun dia menjaga jarak.
"Baik-baik, aku akan bekerja dengan benar!" jawab Sao Lao Cin dengan mengayun-ayunkan lengannya sebelum akhirnya pergi.
"Baiklah Carulos, sekarang kamu bisa kembali dan atur ulang kembali tatanan kekuatan Organisasi, karena suatu saat nanti Yang Mulia Kaisar Kegelapan yang Agung akan datang melihat Mension barumu!" kata Panglima Gerbang Utara yang kembali membalikkan badannya sebelum akhirnya menghilang di tempat gelap.
Carolus tertegun sesaat, dia sudah sering bertemu beberapa kali dengan Panglima Gerbang itu, namun dia tetap merasa takjub akan kewibawaan Panglima bertubuh besar dan memiliki kulit seperti sisik naga di lengannya itu.
Carulos hanya bisa menatap ruangan gelap untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia berbalik dan menghilang dari sana.
***
Di pagi hari yang sedikit berawan dan menghalangi hangatnya matahari pagi, Tian Feng dan Ho Chen sedang berdiri di depan rumah dengan membahas rencana yang akan mulai mereka ambil saat ini.
"Jadi saat ini kamu ingin mencari Pintu Dimensi yang memiliki banyak tanaman ajaib?" tanya Ho Chen.
Tian Feng mengangguk sambil menatap kearah awan di ujung Timur yang menutupi cahaya matahari pagi.
"Guru, aku ingin mempelajari Pil obat terlebih dahulu, dengan menguasai itu aku berharap bisa membuat Pil yang mampu menerjang dan menghancurkan dinding penghalang Raja Alam saat kondisi kekuatan sudah kembali ke puncaknya!" kata Tian Feng.
Sejak semalam Tian Feng tidak bisa tenang saat mempelajari Ilmu pembuatan Pil yang berikan oleh Lio Long.
Yang membuat kepalanya sangat sakit adalah cara membuat Pil itu sendiri yang aneh, jika dulu Tian Feng sering membuat Pil atau obat agar bisa memiliki kemampuan tambahan energinya dengan cara di tumbuk dan direbus.
Namun metode baru yang di kirim oleh Lio Long benar-benar berbeda, terlebih lagi bahan dari tumbuhan ajaib yang belum ia ketahui juga membuat kulit wajahnya terlihat semakin menua.
Yang lebih menarik adalah cara mengolahnya dimana tidak butuh tungku dan kayu, melainkan apinya berasal dari Energi Chi menyerupai Api yang sangat kuat sekali.
Ho Chen hanya berdiri menatap kearah kakek tua yang di bungkus oleh kulit muda si Tian Feng kemudian menjawabnya, "Terserah kamu saja!" jawab Ho Chen dengan malas.
__ADS_1
"Kalau begitu kita berangkat pagi ini juga!" ucap Tian Feng sebelum akhirnya pandangannya jatuh kepada Naomi.
"Guru tunggu disini sebentar! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Naomi!" kata Tian Feng kemudian bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari Ho Chen.