
***
"Sepertinya asal kekuatan kegelapan murni berasal dari Kahyangan An Huang Yi!"
"Apa kamu yakin, tapi rencana kita sepertinya tidak menarik para Dewa agar keluar dari Kahyangan, lalu bagaimana caranya untuk mengetahui siapa orang yang memiliki kekuatan kegelepan itu?"
Energi Hitam yang berwujud kabut hitam itu berputar-putar dengan gelisah, saat ini dia merasakan firasat buruk, itu karena beberapa hari lalu, dia merasakan ada kekuatan kegelapan yang begitu kuat, walau tidak tahu pasti siapa orang yang memiliki kekuatan itu, namun Energi Hitam yakin jika orang yang memiliki kekuatan kegelepan itu saat ini masih sangat lemah.
Baik Energi Hitam maupun An Huang Yi sama-sama bingung karena seingat mereka kekuatan Energi Hitam hanya di miliki oleh An Huang Yi, dan itu adalah pemberian dari Energi Hitam itu sendiri, selain An Huang Yi ada lagi yang memiliki kekuatan hitam namun tidak murni, dia adalah An Hei Ling putri An Huang Yi yang sudah bereinkarnasi dan memiliki nama Qie Yin.
Qie Yin adalah pewaris energi hitam murni, hanya saja An Huang Yi saat itu memanfaatkan Chinmi untuk menyerap energi hitam murni dari dalam tubuh Qie Yin yang menjadi istri Chinmi sendiri.
Jika untuk energi hitam lainnya sudah disebar ke tubuh para Pengawal An Huang Yi, namun saat ini Energi Hitam kembali merasakan akan adanya kekuatan kegelapan yang sangat murni, dia merasa seperti merasakan sosok dirinya yang lain, atau seperti merasa memiliki titisan dari mahluk lain.
Setelah selesai meningkatkan kekuatan Chinmi hingga mencapai tahap awal Rana Agung, An Huang Yi segera memerintahkan Dua pengawalnya yaitu Pedang Api Merah dan Pedang Es Biru untuk membuat kekacauan di istana Azura.
Sebelumnya menyerang Pedang Es Biru sudah menyebarkan mata-mata untuk mengintai Istana Azura, begitu ada kabar jika Azura dan para Panglimanya pergi ke Kahyangan, Pedang Es Biru segera memerintahkan para Hewan Iblis Ajaib untuk menyerang Istana Azura, dan tentu saja Pedang Api Merah juga ikut serta.
Kedua pengawal An Huang Yi itu sebenarnya hanyalah sebagai umpan saja agar para Dewa di Kahyangan turun membantu, dengan demikian Kahyangan akan sangat mudah untuk di datangi oleh Energi Hitam untuk mencari tahu akan siapa sosok yang memiliki kekuatan Kegelepan murni itu.
Namun setelah rencana di jalankan, nyatanya yang muncul hanyalah para Panglima Azura saja, sedangkan para Dewa tidak terlihat sama sekali.
"Sepertinya para Dewa tidak akan datang membantu Azura, aku yakin ini karena mereka baru saja berdamai dan menjadi sekutu sehingga Kaisar Langit enggan untuk menurunkan para Dewa agar membantu menyelamatkan Istana Azura dari kehancuran!" kata Energi Hitam.
"Jika memang para Dewa tidak datang membantu, tidak masalah! Mereka akan segera menerima kabar akan musnahnya Istana Azura dan aku sendiri akan melenyapkan Azura yang dulu pernah menjadi sang legenda!" kata An Huang Yi.
"An Huang Yi, aku sarankan padamu untuk tidak gegabah, bukankah kamu sudah tahu jika Dewa Sesat itu ternyata masih hidup dan sekarang sudah menjadi sekutu Azura, jadi berpikirlah sebelum kamu bertindak, amati dulu semuanya!" kata Energi Hitam.
Jika Para Dewa tidak akan datang membantu karena tidak ada perintah dari Kaisar Langit, Energi Hitam yakin jika Dewa Sesat atau Tian Feng pasti akan datang mengingat Tian Feng yang tidak memiliki ikatan apapun dengan aturan Dewa.
Walau An Huang Yi sudah mencapai puncak Rana Agung, namun jika sampai Azura dan Dewa Sesat muncul dan bergandengan tangan melawan An Huang Yi, sudah bisa di pastikan jika An Huang Yi pasti akan kalah.
Memang Energi Hitam belum tahu apakah Dewa Sesat sudah memiliki kemajuan atau tidak, namun tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan berhati-hati.
An Huang Yi menatap kearah kekacauan yang berada di bawah, dia melihat Pedang Api Merah dan Pedang Es Biru sedang berhadapan melawan dua Panglima bersaudara.
__ADS_1
Kekuatan kedua Panglima bersaudara itu terlihat lebih tinggi dari kedua pengawal An Huang Yi, semua bisa dilihat dengan sangat jelas saat dua Panglima Azura itu membuat kedua Pengawalnya di paksa dalam posisi bertahan.
"Itu adalah Panglima yang terkuat, walau Dewa Hitam turun kesana sekalipun tidak akan bisa melawan Panglima itu!" kata An Huang Yi yang menatap kearah Suo Zan yang membantai para Hewan Iblis Ajaib dengan sangat buas.
"Ada yang datang!" kata Energi Hitam yang merasakan jika ada sosok lain yang datang.
"Itu adalah Dewa Pelindung Alam Semesta!" kata An Huang Yi yang mengetahui akan siapa sosok yang baru datang.
"Mereka hanya berenam saja? Kemana Dewa yang lain?" batin An Huang Yi.
"Hem... Sepertinya Kaisar Langit benar-benar tidak ingin mengirim para dewa untuk turun sehingga hanya mengirim mereka berenam saja!" ucap Energi Hitam.
"Sepertinya kekuatan Dewa Pelindung Alam Semesta sudah meningkat, kekuatan setara dengan kekuatan Chinmi!" gumam An Huang Yi.
"Jika demikian sebaiknya kita jangan menampakkan diri dulu, aku yakin jika masih ada Dewa lainnya yang akan datang, jadi kita tunggu saja disini sambil mengamati!" ucap Energi Hitam kemudian An Huang Yi dan Energi Hitam memperhatikan kekacauan di bawah.
***
Kekacauan di Istana Azura mengakibatkan banyak korban jiwa dari pihak pasukan Azura yang gugur, walau kekuatan musuh menang jumlah, namun para pasukan Azura sama sekali tidak gentar dan siap bertempur walau harus kehilangan nyawa.
"Pedang Es Biru, kamu pasti tahu jika kekuatanmu tidak akan pernah bisa menandingi ku, jadi sebaiknya kamu tarik kembali para pasukan Hewan Iblis Ajaib mu dan pergi dari sini sebelum kamu menyesal!" kata Qinpi.
"Kekuatanku memang berada di bawah kekuatanmu, namun aku tidak pernah berpikir jika aku tidak bisa mengalahkan mu sebelum membuktikannya sendiri!" jawab Pedang Es Biru.
"Baik jika itu yang kamu mau, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu yang sudah berani menyerang Istana kami!" kata Qinpi kemudian dia mengalirkan energinya ke pedangnya sehingga pedangnya memancarkan cahaya perak.
Si Pedang Es Biru juga mengalirkan energinya ke pedang birunya membuat pedang tersebut tertutup oleh es yang mengkristal.
"Terimalah ini..!"
"Tebasan Pedang Pembeku."
Pedang Es Biru melancarkan serangan tebasan dengan energinya yang sangat besar, pedang tersebut melesat dengan mengeluarkan kabut dingin yang semakin tebal dan akan membekukan apapun disekitarnya.
"Pedang Awan Menutup Langit."
__ADS_1
Qinpi segera menyambut serangan tersebut sehingga tercipta suara benturan keras dari kedua pedang yang beradu dan menciptakan gelombang kejut yang mampu menciptakan badai.
Keduanya saling serang dengan pedang masing-masing sehingga dentuman dan benturan suara besi seperti suara gemuruh guntur terdengar kesegala arah.
Dari serangan keduanya, ternyata Qinpi lebih unggul dalam menggunakan permainan pedangnya dan mampu membuat Pedang Es Biru di paksa dalam posisi bertahan.
Di sisi lain, Gaozu juga sedang bertarung dengan sengit melawan Pedang Api Merah, wujud pedang yang diselimuti oleh api itu terkadang berhamburan kebawah saat berbenturan dengan Pedang Gaozu.
"Dia semakin kuat dari terakhir yang aku tahu!" batin Pedang Api Merah.
Walau dia tahu jika Gaozu memang lebih kuat darinya, namun Pedang Api Merah tetap melawannya walau dia sudah merasakan jika kekuatan Gaozu sudah meningkat.
"Pedang Api Pemusnah!"
Pedang Api Merah menebas berkali-kali dari jarak agak jauh dan tebasannya melepaskan energi Api yang sangat kuat, namun Gaozu dengan tenangnya menghadiri setiap serangan energi pedang dalam wujud api itu kemudian dia juga mulia melepaskan serangan tebasan ke arah Pedang Api Merah.
"Pedang Awan Penghalang Matahari."
Kini giliran Gaozu yang menyerang balik dengan pedangnya dari jarak dekat, dan dalam sekali ayun, tebasan itu langsung menuju ke arah pundak Pedang Api Merah.
Pedang Api Merah langsung menahannya dengan pedang miliknya, namun serangan Gaozu terlalu kuat sehingga membuat tubuh Pedang Api Merah meluncur kebawah akibat tidak mampu menahan serangan perang Gaozu.
"Bagaimana sekarang, apakah kamu masih sanggup atau tidak untuk tetap bertarung melawanku?" tanya Gaozu dengan nada menyindir.
Pertanyaan Gaozu sama sekali tidak dihiraukan oleh Pedang Api Merah, dia justru kembali melesat ke atas dengan pedangnya yang menyala-nyala oleh Api.
"Akan ku bunuh kamu..!" seru Pedang Api Merah dengan tatapan penuh dendam.
Namun saat dipertengahan menyerang Gaozu, mendadak Pedang Api Merah merasakan ada ada kekuatan besar yang datang dari arah lain.
Dia menoleh dan melihat ada enam sosok yang sedang menuju ke area pertempuran, keenam sosok yang baru datang itu tidak alih adan Ho Chen dengan temannya para Manusia berkekuatan Dewa.
"De..Dewa Pelindung Alam Semesta..!?"
Pedang Api Merah jelas mengenali Ho Chen yang memiliki kemampuan sangat tinggi, dia hanya menatap sesaat kearah Gaozu namun tidak menyerangnya.
__ADS_1
"Jika begini aku tidak akan bisa menang, namun aku juga tidak bisa mundur!" batin Pedang Api Merah yang mulai ragu.
"Ayo kita lanjutkan lagi!" kata Gaozu kemudian tanpa aba-aba dia langsung menyerang Pedang Api Merah dengan sangat kuat.