
***
"Serangan kita diserang..!"
Di saat Tian Feng dan An Huang Yi masih bertarung di Dunia Kristal Api, di istana An Huang Yi tepatnya di Galaxy Hitam juga mendapatkan serangan kejutan.
Serangan tersebut berasal dari kelompok prajurit langit pertama yang dipimpin langsung oleh Kaisar Langit.
Jelas para prajurit Kegelapan sangat terkejut karena tidak menyangka jika istana Kegelapan akan mendapatkan serangan secara besar-besaran, walau sebenarnya mereka sempat diingatkan oleh Zhi Yin agar selalu waspada.
Walau jumlah pasukan Kegelapan yang menjaga istana Kaisar Kegelapan cukup banyak, namun jumlah pasukan tentara langit jauh lebih banyak jumlahnya, belum lagi mereka memiliki dewa-dewa yang sangat kuat.
"Berani-beraninya mereka para Dewa itu menyerang di situasi seperti saat ini!" gerutu salah satu prajurit Kegelapan.
"Para pasukan berkuda, segera bentuk formasi!" seru salah satu Jendral Dewa Cao Yuan.
Para prajurit berkuda segera menyebar dan langsung membentuk sebuah barisan yang menggambar sebuah simbol Dewa.
"Formasi Pusaran Langit."
Seruan seluruh para prajurit berkuda yang sudah berbaris membentuk sebuah simbol langsung melepaskan sebuah energi yang berubah menjadi sebuah garis yang mampu melingkari Istana Kegelapan.
"Xu Guang datanglah dan bantu para pasukan langit."
Setelah teriakan tersebut, seluruh Galaxy Hitam langsung bergetar hebat dan kemudian muncullah seekor Naga Emas yang sangat besar serta memiliki panjang yang sangat sulit untuk dilihat dalam sekali pandang.
Saat kekacauan itu masih berlanjut, muncullah dua sosok misterius dan langsung berhadapan dengan Kaisar Langit.
"Kaisar Langit, tidak ku sangka jika kamu akan ikut datang memimpin sendiri penyerangan ini! Namun kami semua sudah ber antisipasi akan penyerangan ini!" kata sosok tersebut.
"Hem? Apakah kalian ini adalah di Penjaga Kembar itu?" tanya Kaisar Langit.
"Tepat sekali, aku adalah Penjaga Kembar ke 4 dan. Ini adalah Penjaga Kembar keLima!" jawab sang Penjaga Kembar sekaligus memperkenalkan dirinya.
"Yang Mulia, sebaiknya kami saja yang menghadapinya!" kata salah Dewa.
"Tidak usah, biar aku sendiri yang akan menghadapi mereka berdua!" jawab Kaisar Langit.
"Tapi Yang Mulia, mereka berdua adalah Penjaga kembar yang tidak bisa dianggap remeh!' kata Dewa tersebut mengingatkan
"Tenang lah tidak apa-apa!" kata Kaisar Langit kemudian dia mengarahkan pedangnya ke pada keduanya.
__ADS_1
"Kau terlalu meremehkan kami Kaisar Langit!" gerutu salah satu penjaga kembar kemudian langsung memunculkan beberapa rantai lalu menyerang Kaisar Langit.
Melihat rantai yang meluncur ke arahnya, Kaisar Langit melemparkan pedangnya dan kemudian dengan satu jarinya, dia menggerakkan pedang tersebut kemudian terbang untuk melawan rantai yang akan datang.
Pedang Kaisar Langit bukanlah pedang biasa, pedang tersebut sangatlah tajam sehingga dengan sangat mudahnya memotong-motong rantai tersebut seperti kertas.
Tentu saja Penjaga Kembar merasa heran, sebab Kaisar Langit masih terlihat sangat tenang sekali, bahkan dia menggerakkan pedangnya hanya dengan satu jarinya saja.
"Sebaiknya kita bersatu saja untuk menghadapinya, aku yakin jika kita menyerap energi para pasukan kita, maka kemampuan kita pasti akan mampu mencapai kepadanya.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, kedua Penjaga Kembar langsung membuat segel sihir dan bersiap untuk saling bersatu, namun sebelum mereka benar-benar bisa menyatu, pedang Kaisar Langit lebih dulu mencegah mereka dan menyerangnya.
Tentu saja Kaisar Langit tidak akan membiarkan hal ini terjadi, sebab dia sudah tahu betapa bahayanya jika membiarkan mereka bersatu.
Kaisar langit segera membuat mantra sihir setelah itu pedangnya berubah menjadi sangat banyak sekali hingga jumlahnya sangat sulit untuk dihitung.
"Kalian pikir dengan kekuatan gabungan kalian bisa mengalahkanku dengan mudah? Walau begitu aku tidak mau banyak jatuh korban jika membiarkan kalian melakukannya!" ucap Kaisar Langit kemudian langsung melesatkan pedangnya yang berada di sekeliling.
Kedua Penjaga Kembar langsung panik, sebab satu pedang saja sudah mampu menghancurkan rantai hitamnya, apalagi jika jumlahnya sampai sebanyak itu, jelas mereka tidak akan mampu menahannya.
Pedang-pedang yang tak terhitung jumlahnya itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah keduanya, sedangkan kedua Penjaga Kembar dengan seluruh kemampuan mereka berusaha bertahan dengan rantai mereka, namun sayangnya mereka tidak mampu.
Setiap pedang memiliki aura emas yang sangat kuat, serta memiliki energi pemusnah yang setara dengan Api Suci, jika terkena satu tusukan saja, kematian tidak akan bisa dihindari lagi, serta jiwanya juga akan diserap oleh energi pedang tersebut.
***
Para pasukan yang berada di luar Galaxy Merah terus mengawasi gerak-gerik para pasukan Kegelapan yang juga mengamati mereka, disana terdapat empat sosok pemimpin yang tidak lain adalah para Penjaga Kembar, dan dari Aura yang terpancar, dua diantaranya memiliki kemampuan yang setara dengan kemampuan Ho Chen.
Hanya saja tidak ada satupun dari mereka yang berani menyerang atau bergerak lebih dulu sebelum ada perintah, para pasukan Kegelapan juga menunggu perintah dari Zhi Yin yang sama sekali tidak terlihat di antara mereka, dan begitu juga dengan para Pasukan Dewa yang bergabung, mereka juga menunggu perintah dari Ho Chen.
Berbeda halnya dengan situasi di Dunia Kristal Api, pertarungan kedua sosok terkuat tersebut kali ini sudah mencapai di Tahap pertarungan melepaskan serangan sihir masing-masing.
Seperti sebelum-sebelumnya, kekuatan keduanya benar-benar berimbang sehingga akan sangat sulit untuk menentukan siapa yang akan berhasil memenangkan pertarungan tersebut.
Dunia Kristal Api yang diandalkan menjadi arena pertarungan paling kuat sepertinya tidak akan bisa bertahan jika kedua sosok tersebut terus bertarung ke tingkat yang lebih tinggi.
Batu besar yang menjulang tinggi tempat Ho Chen berada saja kini sudah hancur akibat terkena tubuh Tian Feng yang terlempar hingga membentur batu tersebut hingga hancur.
Ho Chen terpaksa pindah ke tempat lain dan mengamati dari tempat yang sedikit lebih jauh lagi, hanya saja tanah kristal mulai terlihat retak.
Cahaya benar-benar menghilang karena tertutupi oleh awan merah yang mirip seperti awan api sehingga cahaya matahari digantikan oleh cahaya merah menyala.
__ADS_1
Suara gemuruh keras dari kecepatan terbang mereka yang mampu membelah angin juga berhasil keluar dari Dunia Kristal Api sehingga suara tersebut mulai terasa di seluruh Galaxy Merah.
"Tahap Ilahi - Badai Api Emas."
"Tahap Ilahi - Pusaran Angin Kegelapan."
Kedua sihir yang sangat besar sama-sama dilepaskan, dari serangan Api Emas yang menyebar bagai kabut lalu berhembus seperti badai yang mengamuk kearah An Huang Yi, sedangkan An Huang Yi juga melepaskan sebuah energi Pusaran Angin yang memiliki aura Kegelapan.
Sayangnya kali ini serangan Tian Feng berhasil dipatahkan oleh An Huang Yi sehingga pusaran angin kencang tersebut langsung menekan tubuh Tian Feng hingga tenggelam ke dalam tanah yang sangat panas.
An Huang Yi melayang di atas permukaan tanah yang kini berubah menjadi lubang yang sangat dalam akibat serangannya.
"Hai Dewa Sesat, aku tahu kamu tidak akan mati dengan serangan seperti ini bukan? Cepatlah keluar jika tidak, aku akan benar-benar mengubur dirimu di sini!" kata An Huang Yi.
Tidak ada jawaban suara apapun dari Tian Feng yang berada di dalam lubang yang cukup besar dan dalam, hal ini membuat An Huang Yi merasa kesal kemudian dia kembali mengarahkan telapak tangannya ke bawah.
"Keluarlah bajingan..!"
"Tahap Ilahi - Pembakaran Api Kegelapan."
An Huang Yi langsung melepaskan semburan Api Hitam yang sangat besar kedalam lubang tersebut agar Tian Feng mau keluar, namun saat api tersebut baru memasuki lubang, sebuah cahaya putih dari dalam lubang mulia terlihat oleh An Huang Yi.
"Tahap Ilahi - Kuasa Batu Mustika Putih."
Cahaya putih yang sangat kuat langsung mendorong api hitam ke atas hingga An Huang Yi yang tidak siap hanya bisa sedikit bergeser, namun lengan kirinya terkena oleh apinya sendiri, belum lagi sayatan dari cahaya putih yang memiliki angin sangat tajam.
Cahaya putih yang melesat ke atas hingga menembus langit kali keluar dari Dunia Kristal langsung meledak di ruang angkasa, ledakannya sangat menyilaukan mata siapapun yang melihatnya, hanya saja setelah itu ledakan cahaya yang mampu membuat Galaxy Merah terguncang berubah menjadi butiran cahaya halus yang menyebar ke segala penjuru.
"Kurang ajar kau..!" An Huang Yi benar-benar sangat marah karena tangannya yang terluka parah, namun itu hanya sesaat karena An Huang Yi juga memiliki tubuh regenerasi.
Tian Feng muncul dari dalam lubang dengan menatap An Huang Yi dengan tatapan tajam, sedangkan An Huang Yi yang sebelumnya sangat marah kini tertawa kecil.
"Hihihi.. jadi itu tadi adalah kekuatan dari Batu Mustika Putih? Tidak kusangka kekuatannya akan mampu mendorong Api Kegelapan ku!" kata An Huang Yi.
"Jangan merasa senang dulu Kaisar Kegelapan, sebab pertarungan ini masih belum usai!" kata Tian Feng.
"Iya-iya aku tahu, hanya saja aku sudah bisa menebak jika nantinya akulah yang akan keluar jadi pemenang, sebab kekuatanku sudah berada di Puncak Rana Ilahi Tahap 2 serta sangat sempurna," kata An Huang Yi.
An Huang Yi merasa jika kemampuan Tian Feng belum sepenuhnya sempurna, walau masih belum dikeluarkan, namun dia yakin jika dirinya sebenarnya jauh lebih kuat daripada Tian Feng.
"Apakah kamu sudah selesai membual? Jika sudah ayo gunakan kekuatan puncak Rana Ilahi mu sekarang!" kata Tian Feng.
__ADS_1
"Apa kamu yakin? Tapi baiklah, aku harap kamu tidak akan ketakutan serta menyesalinya!" ucap An Huang Yi dan setelah itu aura gelap yang sangat kental serta sangat pekat mulai menutupi seluruh tubuhnya dan kemudian ledakan energi yang sangat luar biasa besarnya membuat Tian Feng juga terseret mundur.
Seluruh Alam semesta ikut bergetar saat An Huang Yi melepaskan kekuatan penuh, bahkan Kaisar Langit yang berada di Galaxy Hitam juga dapat merasakan getaran serta kekuatan yang An Huang Yi lepaskan.