
Tian Feng kembali keatas kapal dan turun tepat di samping Naomi yang sudah selesai mengikat tubuh Hataro.
"Katakan pada mereka semua Naomi, siapa saja yang masih ingin hidup, maka segera tinggalkan kapal ini, dan waktu yang aku berikan tidak lebih dari Lima Tarikan nafas!" kata Tian Feng kepada Naomi.
"Baik!"
Naomi segera menarik nafas kemudian berbicara dengan nada yang cukup keras.
"Bagi yang masih sayang terhadap nyawa kalian, silahkan tinggalkan kapal ini sebelum Lima Tarikan nafas, jika lebih dari itu masih terlihat ada orang di atas kapal ini, maka dia akan dihabisi!" kata Naomi.
Semua para pengawal dari Shinobi dan ronin saling berpandangan, mereka tidak akan menuruti perkataan Naomi andai tidak ada Tian Feng disana, karena itu sebelum terlambat mereka bergegas melompat kelaut sebelum tiga kali tarikan nafas.
Tidak hanya para Shinobi dan ronin, bahkan Nahkoda kapal dan seluruh kru-nya juga ikut melompat ke air laut, bagi mereka selagi masih di beri kesempatan hidup kenapa harus memilih mati?.
Hataro melotot kearah para pengawalnya yang melompat ke-air laut tanpa memperdulikan dirinya lagi sebagai Tuan mereka, dan kini hanya ada tiga orang saja diatas kapal besar tersebut yaitu Tian Feng, Naomi dan Hataro yang tubuhnya di ikat di tiang layar.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Lalu kita apakan dia?" tanya Naomi.
"Kita Tinggalkan dia sendiri di kapal ini, aku akan memotong tali layar kapal ini agar kapal ini hanya terapung dan pergi dibawa arus," kata Tian Feng.
"Bagaimana kalau ada kapal lain yang menyelamatkannya?" tanya Naomi sekaligus melihat kebelakang.
Memang jarak kapalnya dengan kapal lain sangat berjauhan, namun tidak menutup kemungkinan akan ada kapal lain yang akan melihat dan menyelamatkan Hataro.
"Kamu tenang saja! Sebelum kita pergi, aku akan mengubah jalur kapal ini menuju ke lautan lepas, sebelum kapal yang lain sampai di jalur ini, aku pastikan kapal ini sudah menuju kearah lain!" kata Tian Feng.
Naomi tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Tian Feng dan bagaimana caranya mengubah haluan kapal dan mendorong kapal tersebut menuju ke arah lain, sedangkan Layar kapal akan turunkan oleh Tian Feng.
Naomi melihat kearah air laut dimana para Shinobi dan semua kru kapal yang sudah menjauh karena kapal masih terus berjalan, mereka semua terapung dan hanya melihat kearah kapalnya yang semakin menjauh.
"Bukankah kamu sangat menginginkan aku berjalan di samping mu saat tiba di pelabuhan Sinagata bukan? Sekarang kamu bayangkan saja tiang ini adalah diriku, dan selamat menikmati perjalanan mu!" kata Naomi.
"Apa maksudmu? Cepat lepaskan aku sekarang juga!" kata Hataro.
Hataro yang tidak mengerti masih berusaha membujuk Naomi, namun setelah melihat satu persatu layar kapal yang diturunkan oleh Tian Feng, barulah dia menyadari maksud perkataan Naomi
"Tunggu.. tunggu dulu! Kamu tidak bisa melakukan itu padaku Naomi!" kata Hataro yang mulai panik.
__ADS_1
Hataro tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup sendirian di atas kapal yang tidak memiliki layar dan akan berjalan tanpa tujuan, apalagi dia dalam keadaan terikat.
"Jangan banyak mengeluh Pangeran Manja!" kata Naomi.
Tian Feng sudah selesai menurunkan semua layar termasuk layar yang berada di tiang tempat Hataro diikat.
Setelah semuanya selesai, Tian Feng segera terbang kesamping kapal kemudian dia menggunakan Ilmu Pengendali Angin untuk merubah arah haluan kapal.
Setelah kapal menghadap kearah yang lain, Tian Feng melepaskan energi angin yang sangat kuat sehingga kapal terdorong dan pergi menjauh dari arah jalur Toakai.
"Ayo kita pergi dari sini!" kata Tian Feng yang sudah kembali keatas kapal.
Naomi mengangguk kemudian dia tersenyum kepada Hataro, "Selamat malam dan semoga kamu bisa menikmati malam perjalanan mu!" kata Naomi.
Tian Feng segera merangkul Naomi kemudian dia membawanya terbang keudara, saat sudah berada di udara, Tian Feng sempat melihat kapal Hataro sejenak, dia bisa mendengar teriakan Hataro yang minta untuk dilepaskan.
Naomi sendiri sudah menutup matanya, dia tidak berani melihat kebawah karena Tian Feng membawanya terbang terlalu tinggi, karena itu dia hanya memeluk Tian Feng erat-erat karena takut terlepas dan jatuh dari udara, apalagi sampai setinggi itu.
Tanpa lagi memperdulikan teriakan Hataro, Tian Feng segera membawa Naomi terbang menuju ke arah Toakai, dan kemungkinan mereka akan tiba di pelabuhan Sinagata sebelum fajar.
***
Negara Toakai adalah Negara yang cukup besar, dengan ukuran wilayah yang luas dan lebar.
Perbatasan Toakai berada di tengah laut sebelah, disana adalah batas dari wilayah Yamuru dan Toakai, sedangkan Toakai sendiri masih berada dibawah perlindungan Kerajaan Wu dan Yamuru berada di bawah perlindungan Kerajaan Jiu.
Masih ada banyak lagi Negara-negara lain yang sama besarnya seperti Toakai, Yamuru maupun Foiberia, namun yang paling aktif adalah ketiga Negara dimana mereka sering melakukan perdagangan antar Negara hingga ke wilayah ke-tiga Kerajaan besar.
Kerajaan Wu memiliki Tujuh Negara yang berada dibawah kekuasaan serta perlindungannya, salah satunya adalah Toakai, sedangkan Kerajaan Jiu memiliki belasan Negara yang berada dibawah perlindungannya, diantaranya adalah Yamuru dan Foiberia.
Kerajaan Xia juga memiliki delapan Negara yang berada dibawah perlindungannya, dan masing-masing Negara dari ke-tiga Kerajaan tersebut pasti akan memberikan kontribusi sebagai tanda kesetiaan mereka.
Namun tidak untuk Toakai, selama ini Toakai jarang memberikan kontribusi kepada Kerajaan Wu, beruntung Klan Tsuki dan tiga Klan lainnya masih memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik sehingga Kerajaan Wu tidak mengambil tindakan lebih jauh.
Ke-empat Klan tersebut Memang menjalin kerjasama dan juga menjaga hubungan baik, namun dua diantaranya memiliki Maksud tersendiri.
Namun baru-baru mulai diketahui jika sebenarnya Negara Toakai diam-diam sudah memiliki beberapa Kesatria yang kemampuannya melebihi Pendekar Cahaya Tahap 3, dan informasi tersebut didapatkan dari Hiroshi.
__ADS_1
Itu sudah menjadi salah satu bukti jika sebenarnya Toakai berniat untuk merdeka sendiri dan tidak ingin lagi bergantung kepada Kerajaan Wu.
Di Toakai ada salah satu gunung yang sangat besar dan tinggi. Gunung tersebut memang terlihat baik-baik saja, terlebih lagi ada salju di puncak Gunung tersebut yang tidak bisa cair walau musim panas sekalipun.
Gunung tersebut bernama Gunung Samuke, salah satu gunung berapi terbesar yang terkadang aktif, nama Samuke sediri adalah gabungan dari dua jenis suhu, yaitu antara panas dan dingin, karena itu namanya adalah Samuke.
Tian Feng dan Naomi saat ini sudah berada di pelabuhan Sinagata, mereka berdua tiba saat senja mentari mulai memerah di ujung timur.
"Naomi! Bukalah matamu kita sudah sampai," kata Tian Feng.
Naomi yang masih memejamkan matanya menggelengkan kepala cepat, dia semakin mempererat pelukannya karena masih takut untuk membuka mata.
Tian Feng hanya menghela nafas panjang kemudian dia melepaskan dekapannya membuat Naomi semakin mempererat pelukannya.
"Jangan dilepas nanti aku jatuh ..!" kata Naomi.
"Bukankah sudah aku katakan kita sudah sampai, coba buka matamu secara perlahan dan lihat baik-baik!" kata Tian Feng.
"Tidak mau..!" Naomi tetap tidak berani.
"Baiklah kalau kamu tidak percaya."
Tian Feng berjalan untuk membuktikan kepada Naomi jika dirinya kini benar-benar sudah tidak berada di udara lagi.
Naomi merasakan jika Tian Feng sedang berjalan kaki, barulah Naomi membuka sedikit matanya dan dia melihat tanah dibawahnya.
"Bagiamana, apakah kamu sudah percaya sekarang?" tanya Tian Feng.
Naomi segera melepaskan pelukannya, pipinya memerah dan dia berusaha menutupinya dengan berpura-pura ngambek.
"Seharusnya kamu bilang sejak awal jika kita sudah berada di atas tanah!" kata Naomi.
"Bukankah aku sudah memberitahu mu!" batin Tian Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Naomi tentu tidak percaya jika dirinya sudah berada di atas tanah, Tubuh Naomi pebih pendek dari pada Tian Feng, apalagi Naomi memeluk Tian Feng seperti memeluk bantal sehingga kakinya tidak bisa menyentuh tanah.
Naomi berjalan di depan mendahului Tian Feng demi menutupi wajahnya yang malu karena sudah memeluk Tian Feng seperti itu, dia merasa ingin mencari tempat yang bisa menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
"Nanti kita cari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan kita!" kata Tian Feng.
Naomi yang berada di depan hanya mengangguk tanpa bersuara sedikitpun kemudian mereka berdua berjalan kaki mencari rumah makan untuk sarapan.