Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kematian Panglima Gerbang Barat


__ADS_3

***


Para Panglima yang berada di istana sudah berhasil mengeluarkan Zhi Yei Fai dan Ratu Sie Qian, sedangkan para prajurit dan beberapa pejabat lainnya menggiring para penduduk yang berhasil selamat untuk keluar dari kota Xanhuo secepat mungkin.


Rasa sedih dan ketakutan para penduduk membuat para prajurit sedikit kesulitan karena sebagian ada yang enggan untuk pergi, namun dengan segala usaha dan upaya para prajurit yang membujuk para penduduk itu akhirnya berhasil, dan mereka semua berjalan mengikuti arahan dan juga berjalan di tengah-tengah getaran tanah yang sangat menakutkan.


Saat ini di medan pertarungan, Tan Zuo Ming di kelilingi oleh Gaozu, Qinpi, Yinfei, Lio Long, Xi Liyi, Wang Dunrui, Lang Yu, Wei Fang dan Hiroshi. Tidak ada celah sedikitpun bagi Tan Zuo Ming untuk bisa lolos setelah dikepung oleh mereka.


Jika pun ada celah, masih ada Azura yang masih mengawasinya setelah dia melenyapkan Yo Xian, sedangkan Zang Yang tetap berada disisi Chie Xie dan Louis sendiri kini juga sudah sedikit membaik setelah menelan Pil milik Qinpi.


"Kau harus menerima hukuman karena sudah menghancurkan tempat ini, hukumnya adalah dengan nyawamu sendiri!" kata Wei Fang yang sangat marah.


Siapapun pasti akan marah jika wilayah yang ia jaga sudah dihancurkan, apalagi Kota Xanhuo adalah pusat atau jantung kota di seluruh Wilayah Wutong.


Kota yang besar dan damai selama beberapa tahun itu kini lebih dari setengah sudah rata dengan tanah, jelas tak terhitung berapa jumlah orang-orang yang menjadi korban akibat pertarungan itu.


Tan Zuo Ming hanya bisa menatap Wei Fang yang marah padanya, padahal dari segi kemampuan, Wei Fang tidak lebih dari sekedar semut kecil di mata Tan Zuo Ming, hanya saja karena ada Gaozu dan Qinpi, Tan Zuo Ming tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain dari mempersiapkan diri dari serangan mereka semua.


"Tidak perlu banyak bicara lagi dengannya! Panglima Gerbang Barat, kali ini aku pastikan kamu pasti akan menyusul kedua rekanmu hari ini juga!" kata Gaozu sekaligus mengarahkan ujung pedangnya kepada Tan Zuo Ming.


"Baik-baik, sekarang aku mengaku kalah! Biarkanlah aku pergi karena pertarungan ini sudah berakhir dan kalian sudah menang!" kata Tan Zuo Ming.


"Owh kamu ingin pergi setelah mengakui kekalahanmu? Apa kamu sedang bercanda? Setelah semua hancur, apakah kamu pikir kami akan membiarkanmu pergi? Tidak akan, ayo serang!" kata Wei Fang yang lebih dulu maju menyerang dengan tangan kosong kemudian di susul oleh Lang Yu, Hiroshi dan Wang Dunrui.


Mereka berempat menghujani serangan bertubi-tubi kepada Tan Zuo Ming, namun serangan keempatnya dengan mudahnya dapat ditahan dan Tan Zuo Ming memberikan serangan balasan.


"Enyahlah..!" seru Tan Zuo Ming sekaligus melepaskan Energinya dan mendorong mereka berempat.


Dari semua serangan keempatnya yang sedikit dapat dirasakan oleh Tan Zuo Ming adalah serangan Wang Dunrui karena dia sudah berada di tahap Dewa.


Tan Zuo Ming langsung mengincar Wang Dunrui dengan memberikan serangan pukulan yang sangat kuat dan mengandung energi yang sangat besar.


Wang Dunrui segera melapisi seluruh tubuhnya dengan energinya agar bisa menahan sedikit dari serangan kuat Tan Zuo Ming.

__ADS_1


"Percuma saja, Energimu tidak akan cukup untuk menahan pukulanku ini..!" seru Tan Zuo Ming.


Saat serangannya hampir mengenai Wang Dunrui, Yinfei dan Lio Long serta Xi Liyi langsung melepaskan serangan sihir mereka kepada Tan Zuo Ming sehingga Tan Zuo Ming membatalkan serangannya dan menahan serangan sihir ketiganya dengan sebelah tangannya.


"Aku sudah mengaku kalah dan tidak ingin lagi bertarung dengan kalian, tapi justru kalian sendiri yang kembali memulai serangan ini, jika demikian maka matilah kalian semua..!" seru Tan Zuo Ming sekaligus melepaskan energinya yang sangat berat lalu mementalkan sihir ketiganya.


Yinfei dan Lio Long serta Xi Liyi terhempas cukup jauh karena terkena pukulan gelombang energi Tan Zuo Ming.


Kedua mata Tan Zuo Ming berubah hitam sepenuhnya dan wujudnya berubah menjadi sangat besar dan tinggi.


Tubuh semua orang yang ada disekitar hanya setinggi lutut Tan Zuo Ming, nyatanya tidak hanya tubuhnya saja yang berubah ke wujud Raksasa, melainkan Energinya juga semakin meningkat sehingga membuat gelombang energi yang langsung menghancurkan seluruh kota Xanhuo.


Melihat Tan Zuo Ming yang berniat melepaskan seluruh energinya, Gaozu segera melesat dengan mengalirkan energi ke pedangnya.


"Pedang Awan Panas."


Gaozu melepaskan tebasan energi pedang yang berwarna kemerahan menyerupai api, namun sepintas terlihat seperti awan merah yang melesat kearah lutut Tan Zuo Ming.


Serangan balasan Tan Zuo Ming nyatanya berhasil menahan energi pedang Gaozu, hanya saja dari arah atas, Qinpi juga melepaskan serangan tebasan Pedangnya.


"Pedang Awan Menutup Langit."


Energi Pedang awan hitam segera melesat kearah kepala Tan Zuo Ming dengan kecepatan tinggi, sedangkan Tan Zuo Ming menggunakan telapak tangan besarnya juga melepaskan energi kearah energi pedang tersebut sehingga suara benturan dan ledakan dahsyat tercipta dan menggetarkan seluruh wilayah Kerajaan Wutong.


"Ternyata dia masih menyembunyikan kekuatan seperti ini! Hem.. para Pengawal Kaisar Kegelapan ini benar-benar memiliki banyak trik tersembunyi!" gumam Azura kemudian dia sendiri secara perlahan mulai melayang ke udara lalu berhenti tepat di hadapan wajah Tan Zuo Ming yang besar itu.


"Sudah cukup Panglima Gerbang Barat!" kata Azura dengan nada pelan namun mengandung tekanan hebat.


Tan Zuo Ming yang ingin menyerang Azura tanpa mengingat betapa jauhnya kesenjangan kekuatan dirinya dengan Azura kini sama sekali tidak bisa bergerak.


Tubuhnya yang besar itu seperti di kunci oleh sesuatu yang tidak terlihat, sedangkan Azura dengan satu telapak tangannya yang di arahkan ke wajah Tan Zuo Ming mengeluarkan sebuah cahaya.


"Kuasa Rana - Cahaya Debu Pemusnah."

__ADS_1


Cahaya di telapak tangan Azura membentuk sebuah kerucut kemudian cahaya tersebut langsung melesat ke wajah Tan Zuo Ming.


Tidak ada suara teriakan apapun dari Tan Zuo Ming saat wajahnya atau kepalanya tertutupi oleh energi cahaya yang sebenarnya adalah partikel debu.


Tubuh Tan Zuo Ming yang sangat besar itu langsung roboh, sedangkan kepalanya sudah hilang akibat terkena energi cahaya dari Azura.


Semuanya menatap tubuh Tan Zuo Ming yang tanpa kepala itu, sedangkan tubuh Tan Zuo Ming secara perlahan-lahan mulai menyusut kemudian kembali ke bentuk semula.


"Akhirnya selesai sudah!" kata Wei Fang.


"Tidak belum selesai!" ucap Gaozu kemudian dia mengalirkan energi ke pedangnya lagi lalu bersiap untuk menebas ke arah tubuh Tan Zuo Ming yang sudah meninggal.


Wei Fang dan Hiroshi tidak mengerti akan apa yang sedang di lakukan oleh Gaozu, mereka berdua sama-sama keheranan dengan memperhatikan Gaozu dan berpindah ke tubuh Tan Zuo Ming.


"Mau apa dia? Apakah dia berniat menghancurkan tubuh yang sudah tidak bernyawa itu?" tanya Hiroshi.


"Saudaraku sedang menunggu jiwa Panglima Gerbang Barat keluar kemudian akan memusnahkannya!" kata Qinpi sekaligus menghampiri Wang Dunrui.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Qinpi dengan wajahnya yang terlihat sangat mencemaskan Wang Dunrui.


"Aku baik-baik saja Nona!" jawab Wang Dunrui merasa heran kenapa wanita itu menjadi perhatian pada dirinya, padahal saling mengenal saja juga tidak.


"Apa mungkin dia benar-benar memiliki perasaan padaku seperti yang di katakan oleh Ratu Xi Liyi?" batin Wang Dunrui.


Wei Fang dan Hiroshi terus memperhatikan tubuh Tan Zuo Ming karena mereka berdua juga penasaran akan perkataan Qinpi, dan benar saja, tidak lama setelah Qinpi selesai memberikan penjelasan, sebuah kabut tipis keluar dari dalam tubuh Tan Zuo Ming, dan kabut itu secara perlahan melayang ke udara.


"Tebasan Awan Penghalang Matahari."


Gaozu langsung melepaskan serangan tebasan yang sangat besar kemudian energi pedang Gaozu langsung menyapu tubuh Tan Zuo Ming sekaligus dengan kabut tipis yang terbang itu hingga semuanya menghilang dan hanya menyisakan bekas tebasan besar di tanah.


"Dengan begini pertarungan baru benar-benar selesai dengan kematian Panglima Gerbang Barat yang tidak akan pernah bisa kembali lagi bangkit setelah Spiritualnya aku lenyapkan!" kata Gaozu.


"Spiritual? Jadi yang tadi itu adalah Spiritual, aku baru tahu bentuknya seperti itu!" kata Hiroshi dan Wei Fang juga mengangguk karena ini untuk pertama kalinya mereka melihat sebuah jiwa yang keluar dari dalam tubuh seseorang.

__ADS_1


__ADS_2