Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Niat yang sesungguhnya


__ADS_3

***


"Tian, sebenarnya apa yang kamu rencanakan?" tanya Ho Chen yang memperhatikan pertempuran yang kacau di seluruh tempat di kahyangan, andai Ho Chen tidak membuat pelindung tambahan di sekitarnya, mungkin bangunan yang berada di wilayahnya juga akan terkena imbasnya.


"Aku hanya ingin memancingnya keluar!" kata Tian Feng.


Tian Feng menjelaskan jika sebenarnya keinginan besar Zhi Yin adalah ingin menemukan pemilik kekuatan kegelepan murni, dan setelah mengetahuinya, dia pasti akan hilang kendali dan berambisi untuk segera menangkap putrinya.


Tian Feng mengetahui sifatnya saat berhadapan dengan Zhi Yin di Dunia Selatan, saat Zhi Yin tanpa pikir panjang mengorbankan Panglima Gerbang Timur, saat itulah dia sadar jika Zhi Yin selalu di butakan oleh ambisinya dan rela mengorbankan siapapun demi tercapainya tujuannya.


Terlebih lagi Tian Feng bisa mengetahui jika ternyata An Huang Yi dan Zhi Yin masih memiliki pasukan lain yang di sembunyikan, dan itu sudah terbukti.


"Jadi kamu sengaja membiarkan Xihua keluar untuk memancing mereka kesini?" tanya Ho Chen.


"Tepat sekali! Dengan ini pertahanan di Galaxi Hitam juga akan berkurang, dan kita bisa membuka segel Penghalang disana tanpa harus berhadapan dengan siapapun, dan setelah itu kita bisa kembali kesini sekaligus menyelesaikan peperangan ini dengan cepat!" kata Tian Feng.


Ho Chen tersenyum dan di sertai dengan gelengan kepala pelan lalu berkata, "Cara yang cerdik dan licik, tapi caramu ini juga menyebabkan kerusakan di Kahyangan!" kata Ho Chen.


"Apa yang kamu katakan? Ini adalah Kahyangan tempat dunianya para Dewa, walau tempat ini hancur, nantinya akan bisa di perbaiki dengan sihir mereka, berbeda halnya dengan dunia bawah dan dunia-dunia manusia lainnya di berbagi galaxi!" kata Tian Feng.


"Baiklah terserah kamu saja, sekarang apakah kita berdua akan segera ke Galaxi Hitam sekarang?" tanya Ho Chen.


Tian Feng melihat pertempuran sesaat seraya memastikan sesuatunya terlebih dahulu, dan setelah itu dia melihat kearah Xihua yang terlihat ketakutan dan memeluk Alice dengan sangat erat.


"Kita akan pergi sekarang, namun aku akan mengirim mereka kembali ke Dunai Dimensi Obat!" kata Tian Feng.


"Tuan! Ijinkan aku ikut masuk ke sana, aku akan menemani Xihua disana sekaligus menghiburnya agar tidak takut lagi!" kata Xu Lian.


"Baik terima kasih Xu Lian!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan cincinnya lalu membuka segel pintu masuknya.


"Putri ibu yang cantik, ayo kita kembali ke rumah kakek guru Yao Shan!" kata Naomi menghibur Xihua yang masih memeluk Alice dengan erat sekaligus membujuknya.


Ini pertama kalinya Xihua menyaksikan sebuah peperangan besar, karena itu dia merasa takut saat mendengar suara ledakan besar di beberapa tempat.


Xihua langsung mengangguk setelah Naomi mengajaknya kembali ke Dunia Dimensi Obat, sebab menurut Xihua disana lebih enak dan damai.


"Lin'er, ikutlah bersama mereka, mulai hari ini kamu akan diam di Dunia Dimensi Obat hingga satu bulan kedepan, dan nanti kalian bisa keluar setelah semuanya benar-benar sudah selesai!" kata Ho Chen.

__ADS_1


Qiao Lin berat untuk menuruti perintah Ho Chen, sebab dia sendiri juga ingin ikut membantu para Dewi bertarung di para pasukan Kegelapan.


"Lin'er, percayalah tidak akan terjadi apa-apa disini!" kata Ho Chen.


Setelah berpikir beberapa saat serta ada dukungan dari Naomi dan Alice, akhirnya Qiao Lin setuju untuk mengikuti Alice dan Naomi ke Dunia Dimensi Obat.


Setelah semuanya siap, Tian Feng segera memindahkan mereka semua kedalam Dunia Dimensi Obat, dan setelah semuanya sudah di kirim, Tian Feng kembali mengenakan cincinnya.


"Jadi ini yang dipesankan olehnya agar jangan sesekali mengeluarkan Xihua, tapi ini juga sangat membantu, maafkan Ayah Xihua!" gumam Tian Feng kemudian dia dan Ho Chen saling berpandangan sesaat sebelum keduanya sama-sama mengangguk kemudian keduanya berubah menjadi cahaya dan hancur menjadi serpihan debu lalu lenyap dari tempat tersebut.


Tidak akan ada yang akan menyadari jika Ho Chen dan Tian Feng sudah pergi ke Galaxi Hitam, sedangkan pertempuran masih terus berlanjut hingga menyebabkan seluruh alam semesta ikut terguncang.


***


Butiran Debu Cahaya kembali terlihat di luar angkasa, cahaya tersebut berkumpul dan membentuk dia sosok yang mengambang di gelapnya alam semesta.


"Disanalah letak Galaxi Hitam itu berada, sebaiknya kita harus memastikan dulu sebelum bergerak, apakah An Huang Yi dan Zhi Yin ada atau tidak, jika ada maka salah satu dari kita harus menghadapinya, dan jika kedua-duanya ada aku sendiri akan menahannya dan kamu secepat mungki melepaskan segel itu!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk kemudian dia berniat pergi ke arah Galaxi Hitam, namun setelah itu dia ingin berubah menjadi cahaya, tiba-tiba saja muncul debu hitam yang halus kemudian debu hitam tersebut menyatu membentuk sebuah sosok manusia.


Ho Chen dan Tian Feng dapat merasakan tekanan dari kekuatan Awal Rana Agung Tahap 1, namun sosok tersebut masih belum menampakkan wujud aslinya.


"Tian, cepat pergi biar aku yang menghadapinya!" kata Ho Chen.


"Cik.. Dewa Pelindung Alam Semesta, kenapa terburu-buru menyuruhnya untuk pergi?" sosok tersebut tertawa kecil seraya berbicara kepada Ho Chen.


Ho Chen melotot sekaligus menatap sosok hitam tersebut, dia sangat familiar dengan suara tersebut dan tanpa terkendali dia akhirnya menyebut nama sosok tersebut.


"Chinmi? Apakah ini benar-benar dirimu?" tanya Ho Chen.


Tian Feng sendiri juga sama terkejutnya, dia masih ingat saat terakhir bertemu dengan Chinmi, saat itu Chinmi masih berada di tahap Rana Agung, namun sekarang dia juga sudah mencapai tahap Rana Ilahi.


Kekuat Chinmi sama dengan kekuatan Ho Chen, walau kedua senior itu memiliki kekuatan di bawahnya, namun dari segi pengalaman bertarung Tian Feng bukanlah tandingan kedua tidak peduli akan sekuat apa dia saat ini.


Andaipun dia sendiri yang harus bertarung melawan Chinmi, bukannya Tian Feng tidak mampu untuk mengalahkannya, hanya saja membutuhkan waktu untuk bisa benar-benar mengalah Chinmi, begitu juga nantinya saat akan melawan An Huang Yi, setidaknya sekarang dia harus bisa mengurangi kekuatan pendukungnya.


Sosok hitam tersebut akhirnya menampakkan wujud aslinya, dan benar saja ternyata dia adalah Chinmi.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua datang kesini? Jangan bilang jika kalian ingin menyerang Kaisar Kegelapan?" kata Chinmi.


"Itu bukan urusanmu Chinmi, sebaiknya kamu jangan menghalangi kami!" jawab Ho Chen.


"Aku..!?" Chinmi ingin mengatakan sesuatu, namun dia berhenti berbicara sesaat kemudian tersenyum tipis kepada Ho Chen.


"Aku tidak akan membiarkan kalian menyerang Kaisar Kegelapan, jika kalian memaksa, maka aku akan menggunakan cara lama terhadap kalian!" kata Chinmi sekaligus melepaskan aura Kegelapan yang sangat kuat sehingga tercipta energi riak di sekitar tubuhnya.


Ho Chen menghela nafas panjang seraya berkata, "A tahu ini semua pasti akan terjadi! Chinmi, hanya ada satu cara untuk menyadarkan mu kembali," kata Ho Chen kemudian dia juga melepaskan aura keemasan yang sangat kuat serta menciptakan riak di sekitarnya.


"Jangan banyak bicara Ho Chen, apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan Tian Feng dan kamu pergi ke tempat Kaisar Kegelapan!" kata Ho Chen


"Tian Feng, jangan pedulikan kami, cepat pergi ke galaxi Hitam dan lenyapkan Kaisar Kegelapan itu!" kata Ho Chen yang sengaja memanasi Chinmi, namun sebenarnya dia hanya ingin menahan Chinmi yang pasti akan menghentikan Tian Feng.


Tian Feng sedikit terkejut mendengarnya, rencana awal bukanlah untuk melenyapkan An Huang Yi, melainkan hanya untuk menghancurkan segel penghalang agar para pasukan langit nantinya bisa masuk, namun tidak lama kemudian dia mulai mengerti jika semua itu hanyalah sebuah ucapan pengalihan saja.


"Baik senior!" jawab Tian Feng kemudian dia segera berubah menjadi cahaya.


"Tidak akan aku biarkan..!" kata Chinmi kemudian berniat mengejar Tian Feng.


"Akulah lawanmu Chinmi," kata Ho Chen yang muncul menghadang Chinmi, dia sadar jika dia akan segera berhadapan dengan Murid serta teman lamanya itu, seperti yang dulu pernah di ramalkan, dan ramalan tersebut sepertinya akan terbukti hari ini.


Chinmi menghela nafas panjang, dia bukan berniat untuk menghalangi Tian Feng dan Ho Chen, namun dia tidak ingin Tian Feng bertindak terlalu gegebah karena akan sangat berbahaya jika pergi kesana, walau Chinmi sempat terkejut saat merasakan kekuatan Tian Feng yang berada di atasnya, namun dia juga sadar akan keberadaan Energi Hitam di istana An Huang Yi, hanya saja dia belum sempat menyampaikan niat yang sesungguhnya.


Dengan berat hati akhirnya Chinmi tidak bisa menghentikan Tian Feng yang dia kira akan melenyapkan An Huang Yi sekaligus berbicara kepada Ho Chen.


"Baiklah jika demikian, terimalah ini!"


"Pusaran Bayangan Alam Semesta."


Chinmi memutar kedua telapak tangannya dan kemudian sebuah energi Hitam membetuk sebuah pusaran besar keluar dari kedua telapak tangan yang disatukan.


Ho Chen segera merentangkan telapak tangannya dan kemudian menyambut serangan Chinmi


"Tapak Suci Nirwana."


Sebuah Tapak raksasa segera melesat menyambut pusaran hitam besar milik Chinmi kemudian saling beradu.

__ADS_1


Kedua serangan tersebut saling bertabrakan sehingg seluruh Alam Semesta berguncang sangat dahsyat akibat tekanan energi dari kedua kekuatan besar yang saling beradu.


__ADS_2