
Saichi dan Naomi mengumpulkan semua Klan Tsuki beserta para pengawal yang mereka miliki, total jumlah keseluruhan sebanyak 300 orang dan mereka semua berkumpul di belakang gerbang.
"Saichi-sama! Pasukan dari Daimo empat kali lebih banyak dari kita, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah satu Klan Tsuki.
"Bagiamana jika salah satu dari kita pergi dan melapor tindakan Daimo ini kepada Daimyo?" kata salah satu Klan berikut.
Daimyo adalah Tuan utama atau Tuan Tanah yang memiliki pengaruh lebih besar seperti layaknya seorang Raja.
Seorang Daimyo memiliki wewenang paling tinggi dan paling di hormati serta di segani oleh seluruh Kesatria mulai dari para Kesatria Samurai maupun oleh para Shinobi.
"Sepertinya sulit untuk keluar dari tempat ini karena kita sudah di kepung! Terlebih lagi Kesatria Samurai yang mengenakan Zirah Domaru itu, dia pasti sudah mempersiapkan semua ini dengan matang!" kata Saichi.
Tian Feng datang tepat saat semuanya masih bingung, sedangkan Saichi dan Naomi yang sejak awal menunggu kedatangannya bergegas menghampiri Tian Feng.
Tian Feng memperhatikan pakaian Naomi yang mengenakan pakaian perang ala tradisi Toakai, rambutnya yang panjang di ikat jadi satu kebelakang dan dua bilah pedang sudah tersarung di pinggang bagian kirinya.
"Anak ini terlihat seperti Dewi Perang saja!" batin Tian Feng yang merasa kagum melihat penampilan Naomi yang terlihat seperti Dewi yang sangat cantik, namun memiliki kharisma layaknya seperti seorang Kesatria.
"Kenapa kamu memandangi ku seperti itu?" tanya Naomi.
"Tidak ada!" jawab Tian Feng yang tersadar akibat pertanyaan Naomi.
"Tian-san semua Klan Tsuki dan para Pengawal sudah berkumpul seperti yang kamu minta! Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Saichi.
"Ada berapa banyak keseluruhan orang yang kita miliki?" tanya Tian Feng.
"Tiga ratus orang!" jawab Saichi.
Tian Feng mengangguk kemudian dia menatap kearah luar pintu gerbang, "Bagi semua orang menjadi tiga kelompok, seratus orang yang ahli memanah bersiap di belakang pintu, tapi pintu gerbang tidak boleh di tutup."
__ADS_1
Jalan satu-satunya hanyalah pintu gerbang, jika sampai pintu gerbang di tutup maka para pasukan musuh pasti akan masuk dari berbagai arah, bahkan akan berusaha merobohkan tembok, dan itu akan mempersulit bagi Klan Tsuki untuk bisa menang.
Seratus orang berikutnya harus mempersiapkan sebuah jebakan dari sebuah rumput apapun yang sudah kering, keseratus orang yang sudah mempersiapkan jebakan harus bersiap di samping pintu gerbang, dan mengambil jarak seaman mungkin agar tidak terkena anak panah.
Nantinya rumput tersebut harus di sebar secara merata di depan pintu masuk hingga kedalam, saat pasukan musuh berusaha untuk masuk dan berada di dalam area jebakan tersebut, pasukan pemanah harus melepaskan panah api agar pasukan musuh terbakar.
Berikutnya kelompok ke-tiga yang berjumlah seratus orang harus bersiap menyerang serangan berikutnya, jika ada yang berhasil selamat dari kobaran api, mereka harus segera menghabisi musuh tersebut.
"Apakah rencana ini akan berhasil?" tanya Naomi.
"Tidak sepenuhnya berhasil, namun setidaknya pasukan musuh akan berkurang, dan sisa pasukan musuh pasti tidak akan masuk terlebih dahulu, mereka akan menunggu api padam sebelum melakukan serangan berikutnya!" kata Tian Feng.
"Kalau begitu serangan berikutnya pasti akan sulit untuk di hadapi!" kata salah satu perempuan yang berdiri di belakang Naomi.
"Tidak juga! Selama kelompok ke-dua masih bisa bergerak cepat untuk mengumpulkan rumput, maka semuanya akan bisa di atasi!" kata Tian Feng meyakinkan mereka semua.
Rencananya rencana serangan ke-dua sedikit berbeda, dan Tian Feng menyampaikan semua secara rinci dan juga mudah untuk di pahami.
Tian Feng tidak bermaksud menyerang dengan membabi buta, sasaran utamanya adalah pemimpin pasukan tersebut, jika pemimpinnya dikalahkan, maka para pasukannya pasti akan menyerah tanpa perlu membunuh para pasukan yang hanya mengikuti perintah pemimpin nya saja.
"Ayo segera bersiap menyiapkan semua sebelum pasukan musuh tiba!" kata Saichi.
Naomi dan seratus wanita yang khusus bagian memanah segera mempersiapkan semua anak panah mereka, sedang kelompok ke-dua juga mulai mengumpulkan rumput kering dari rumput Padang, Padi, dan makanan kuda yang sudah mengering.
Kelompok ke-tiga juga mempersiapkan pedang serta kuda mereka masing-masing sedangkan Tian Feng hanya berdiri saja di atas tembok dengan Toyanya yang di letakkan di pundak.
***
Para rombongan pasukan yang di kirim oleh Daimo tiba saat sore hari, mereka semua segera berhenti setelah itu mereka terlihat membuat Formasi.
__ADS_1
"Hiroshi..! Cepat keluar dan serahkan putrimu kepada kami untuk di adili di depan Tuan Daimo!" kata Kesatria berzirah Domaru dengan suara lantang.
"Kesatria dari Suku Mori! Tuan Hiroshi-dono tidak ada disini, sebaiknya kalian semua kembali saja karena orang yang kalian cari belum pulang dari Kerajaan Wu!" kata Saichi yang berdiri di depan pintu gerbang seorang diri.
"Lalu bagaimana dengan putrinya? Aku yakin dia pasti ada disini karena Pangeran Hataro berkata jika gadis itu seharusnya sudah ada disini sebelum Pangeran Hataro tiba!"
Naomi yang sedang berkumpul dengan kelompok ke-dua mengerutkan dahi saat Kesatria tersebut mengatakan jika Hataro sudah kembali.
Saichi juga merasa tidak percaya, namun tidak menutup kemungkinan jika Hataro masih selamat itu mungkin benar.
"Maaf, tapi tugas kami adalah melindungi Nona Naomi apapun yang akan terjadi!" kata Saichi.
"Penolakan yang sangat bagus, dengan demikian seluruh Klan Tsuki yang ada di Toakai hari ini akan dilenyapkan! Dengar semuanya, serang dan lenyapkan semua orang di dalamnya, dan tangkap Putri Hiroshi itu hidup atau mati!" seru Kesatria tersebut sekaligus menunjuk kearah pintu tempat Saichi berada.
Pasukan yang ada di barisan paling depan segera maju lebih dulu kemudian di susul oleh barisan ke-dua.
Di barisan tengah bada ratusan pemanah yang juga mulai melepaskan anak panah mereka kearah Saichi sehingga Saichi segera mundur dan masuk kedalam.
Seperti yang sudah Tian Feng perkirakan, mereka semua ternyata lebih memilih masuk melewati pintu masuk tanpa memperhatikan kesekelilingnya.
sekitar lebih dari dua ratus pasukan musuh sudah masuk kedalam jebakan yang sudah di siapkan dan kemudian atas perintah Saichi, kelompok ke-dua termasuk Naomi segera membakar ujung anak panah mereka yang sudah di beri kain di ujung depannya.
Para pasukan Daimo langsung menyadari saat melihat banyak panah api yang menuju kearah mereka, dan satu orang melihat kesekelilingnya dimana mereka sudah berada di dalam jangkauan perangkap.
"Ini jebakan..! Semuanya cepat mundur!" seru salah satu ronin yang melihat rumput kering yang dibawah kakinya.
Semua pasukan yang langsung panik dan berusaha untuk mundur, namun semuanya terlambat karena Panah Api sudah lebih dulu jatuh.
Api segera menyala dan membakar dua ratus pasukan Daimo hidup-hidup. Teriakan kesakitan dan orang-orang yang lari dengan api yang sudah membakar tubuh mereka berlari keluar dan mengguling-gulingkan badan di atas tanah untuk mematikan api, namun usaha mereka sia-sia karena api yang membakar tubuh mereka terlalu besar sehingga mereka tewas dengan api yang masih menyala.
__ADS_1
Barisan berikutnya tidak maju karena pintu gerbang masih terbakar, namun ratusan Shinobi segera maju dan mulai berlari kearah tembok kemudian melompat keatas untuk.
Melihat hal tersebut, Tian Feng langsung mengayunkan Toyanya sehingga tercipta energi angin dan melesat kearah Shinobi yang berusaha menaiki pagar.