Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pusat perhatian.


__ADS_3

***


Alice dan Tian Feng duduk berdua di depan rumah Xu Yian, sedangkan Xu Yian diminta oleh Alice untuk membiarkan dirinya berdua bersama Tian Feng sekaligus ingin mencari perhatian Tian Feng dan mengenal Tian Feng lebih jauh.


Semua itu Alice lakukan agar lebih mengerti cara mengambil hati Tian Feng, karena itu dia akan memulai pendekatan terlebih dahulu.


"Tuan Tian! Kamu rela datang jauh-jauh dari Kerajaan Wu hanya demi menemui kenalan mu itu? Bagiamana dengan keluargamu?" tanya Alice.


"Aku sudah ijin kepada Ayah dan Ibu, jadi perjalananku ini jelas sudah mendapatkan restu dari mereka!" jawab Tian Feng dengan santai.


"Bagiamana dengan kekasihmu? Apakah kamu juga sudah ijin kepadanya?"


Tian Feng menatap Alice dengan tatapan aneh namun kemudian dia menggelengkan kepalanya, "Untuk saat ini aku belum punya kekasih!" jawab Tian Feng.


"Untuk saat ini? Itu artinya kamu sedang menyukai seseorang hanya saja belum mengungkapkannya! Apa tebakanku benar?" kata Alice.


Tian Feng hanya diam, dia memang pernah memiliki seorang kekasih, itupun saat terakhir saja dimana dirinya bisa mengatakan perasaannya saat kekasihnya sudah di ambang kematian.


Saat itu perasaannya ingin di lepas agar pergi bersama Sue Yue, namun Naomi muncul dimana wajahnya yang menyerupai wajah Sue Yue.


Awalnya Tian Feng tidak mau membuka perasaannya, namun saat membentuk Sendi pertama, akhirnya dia menyadari jika sebenarnya dia sudah menipu hati serta perasaannya sendiri.


Tian Feng sadar jika perasaannya kembali hidup sejak ada Naomi, walau ingin mengungkapkan perasaannya namun dia masih belum siap karena Tian Feng sadar jika musuh-musuhnya mengetahui hal itu.


Jika musuh-musuhnya tidak bisa menyentuh Tian Feng, jelas sasaran berikutnya adalah Naomi.


Contohnya keluarga Yuan Xia yang terus-menerus diincar oleh musuh-musuhnya, untungnya sekarang Chie Xie sudah mencapai Tahap Raja Bumi.


Walau belum sekuat Tian Feng, namun tidak akan ada satu orang pun yang akan bisa menandingi adiknya, kecuali dirinya atau para pengawal Bintang Hitam sekuat Qeyzya atau Hedelles.


Namun jika hanya pimpinan utama Organisasi Tiga Bunga, seharusnya Chie Xie bisa menghadapinya.


"Jika kamu tidak mau mengatakannya aku juga tidak akan memaksa!" kata Alice saat melihat Tian Feng hanya diam saja.


"Nona Alice! Apakah Kuil Sengshan dengan pusat kota Kerajaan Jiu agak jauh?"


Alice memasang wajah masam, dia ingin mengorek lebih banyak informasi tentang Tian Feng, tapi Tian Feng justru membahas hal yang lain.


"Besok kamu pasti akan mengetahuinya sendiri!" jawab Alice dengan ketus namun pandangan Alice tertuju kepada Toya Emas yang berada di samping Tian Feng.


"Apakah itu pusakamu?" Alice mengubah pembicaraan serta menanyakan Toya Emas tersebut.

__ADS_1


Tian Feng menoleh dan memandangi Toyanya seraya mengangguk dan meraihnya, "Toya ini memang pusakaku."


"Warnanya bagus seperti emas! Atau Toyamu itu memang terbuat dari emas?"


"Tidak, hanya warnanya saja berwarna emas!" jawab Tian Feng.


Alice mencibir Tian Feng, dia pikir dirinya bodoh tidak mengetahui Emas, dimana-mana wanita sangat lihai dalam menilai dan mengetahui barang, terutama emas.


"Ini sudah malam! Sebaiknya Nona istirahat saja agar besok kita bisa berangkat pagi-pagi sekali!" kata Tian Feng.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Alice.


"Aku juga akan beristirahat nanti! Nona duluan saja," kata Tian Feng.


"Aku tahu sebenarnya kamu ingin sendiri, lagi pula ini masih sore dan belum terlalu malam, jika kamu merasa suntuk dan bosan berbincang-bincang denganku, bagiamana kalau kamu ikut aku ke acara pernikahan anak Walikota?"


"Aku tidak tertarik!" jawab Tian Feng.


"Ayolah, lagi pula besok kita sudah pergi, dan aku tidak tahu apakah aku bisa kesini lagi atau tidak! Jadi kita pergi saja kesana untuk menghadiri acara pernikahan itu?" bujuk Alice.


"Apakah kamu sadar? Jika kita menghadiri acara pernikahan itu, kita hanya akan menjadi tamu yang tak diundang saja! Apa kamu mau kita menjadi bahan pembicaraan orang lain?"


"Siapa bilang kita tidak diundang?" kata Alice kemudian dia mengeluarkan dua gulungan kertas.


"Ini sebuah kebetulan atau memang sudah direncanakan?" batin Tian Feng.


Dia tidak menyangka jika Alice akan memiliki dua undangan sekaligus, padahal dirinya sangat malas untuk pergi kesana, namun ada saja cara Alice agar tetap memaksanya ikut pergi.


"Undangan ini jelas bukan untukku, jadi kamu pergi saja sediri kesana, apalagi aku tidak mengenal Walikota dan orang-orang disana!" kata Tian Feng yang berusaha mencari alasan.


"Jangan begitu! Kita kan baru kenal, jadi anggap saja ini sebagai tanda pertemanan kita gimana?"


"Gadis ini..?"


Tian Feng sungguh kehabisan akal dibuat oleh Alice, dia merasa Alice lebih cerewet dari pada Naomi, dan lebih pemaksa dari Chie Xie.


Mau tidak mau Tian Feng akhirnya tidak bisa berkutik saat Alice pura-pura ngambek dan memalingkan wajah seperti sedang marah kepada Tian Feng.


"Baik-baik! Tapi jangan lama-lama disana!" kata Tian Feng.


"Terima kasih Tian...! Eh maaf maksudku Tuan Tian," kata Alice.

__ADS_1


Malam itu juga mereka berdua pergi untuk menghadiri acara pernikahan anak Walikota, Alice berdandan dengan sangat cantik sekali membuat mata kaki-laki akan tergoda, dan mata Birunya akan mampu membius laki-laki manapun jika menatapnya.


Namun semua itu justru tidak berpengaruh kepada Tian Feng membuat Alice keheranan dan sedikit curiga, apakah Tian Feng yang memiliki wajah tampan itu adalah laki-laki tulen atau bukan.


***


"Wah cantiknya gadis itu..!"


"Hei cantik..! Apakah kamu mau ikut denganku?"


"Owh bidadari bermata biru! Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?"


"Cantik...! Jika kamu mau menjadi pasanganku, apapun yang kamu minta akan aku berikan, jika kamu mau harta akan aku kasih, dan jika kamu mau nyawaku, maka aku akan memberikannya!"


Semua pria berusaha menggoda Alice karena terbius oleh kecantikannya. Namun Alice bukannya senang karena banyak laki-laki yang tertarik padanya, namun dia justru merasa kesal.


Bagaimana Alice tidak kesal, disaat semua mata laki-laki tidak berkedip saat melihatnya, Tian Feng justru cuek-cuek saja.


Semua laki-laki ingin sekali berjalan berdampingan dan ingin menjadi pasangannya, Tian Feng justru terlihat biasa saja saat berjalan bersama dengan dirinya.


Saat ini Xian tidak ada karena Tian Feng tidak membawanya, namun masih ada Xanzi yang menemaninya.


"Tian! Gadis yang bersama mu itu menjadi idola para kaum laki-laki! Apakah kamu juga sama dengan mereka ikut menaruh hati pada gadis bermata biru itu?" tanya Xanzi.


"Menurutku biasa saja! Walau dia cantik tapi dia tidak lebih cantik dari Sue Yue!" jawab Tian Feng.


"Sue Yue? Apakah maksudmu Gadis Toakai itu? Bukankah namanya adalah Naomi?" tanya Xanzi.


Sudahlah ini tidak penting untuk kita bahas!" kata Tian Feng.


Sebelum pergi, Tian Feng sempat berpesan kepada Xian untuk memeriksa rumah Xu Yian, dia sengaja meninggalkan Xian agar Xian bisa mencari tahu tentang Xu Yian.


Tian Feng yakin Xu Yian pasti akan datang jika dirinya dan Naomi pergi, dan saat itulah Xu Yian pasti akan mengeluarkan apa yang sudah ia sembunyikan.


"Tuan Tian, kita kesana saja!"


Alice mengajak Tian Feng ke tempat duduk para tamu undangan, saat melewati pemeriksaan undangan, Alice memberikan dua gulungan surat dan menjelaskan jika satunya adalah milik temannya yaitu pemuda bertopeng.


Semua orang tidak hanya memandangi Alice saja yang sangat mengundang pusat perhatian, namun Tian Feng juga menjadi pusat perhatian karena hanya dia satu-satunya tamu undangan yang mengenakan topeng kecuali para pemain sirkus yang semua pemainnya mengenakan topeng.


***

__ADS_1


Semalam hp saya ketinggalan di tempat kerja, karena itu tidak update, sedangkan Laptop dibawa keponakan ke kampus nya.


__ADS_2