
Semua jelas terkejut melihat kedatangan para pasukan yang turun dari langit kecuali Azura, butuh waktu beberapa saat sebelum Wei Fang dan yang lainnya menyadari jika Pasukan yang turun dari langit itu sebenarnya adalah bala bantuan.
Mereka mengatahui setelah melihat beberapa pasukan berkuda yang bisa terbang langsung menyerang para pasukan yang di lawan oleh para pasukan kerajaan Wutong.
"Me..me..mereka berada dipihak kita?" seru salah satu pendekar.
Semua para pendekar serta prajurit langsung bersemangat setelah mengetahui jika pasukan berkuda yang bisa melayang di udara itu datang untuk menolong mereka.
Gaozu dan Qinpi serta Wang Dunrui yang berhadapan dengan salah satu pimpinan perang terkejut ketika sebuah energi tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah pertarungan mereka.
"Siapa..!?" Gaozu langsung bertanya sekaligus mundur beberapa meter.
Sosok yang muncul seperti hantu itu sama sekali tidak menjawab, sosok tersebut hanya menatap pimpinan pasukan Kegelapan dengan dingin seraya berkata, "Sebaiknya kamu berhadapan dengan lawan yang sebanding denganmu!" kata sosok tersebut.
Gaozu dan Qinpi serta Wang Dunrui hanya saling berpandangan sebelum akhirnya Gaozu melihat para pasukan yang baru datang dan menyerang pasukan Kegelapan.
"Para pasukan Kahyangan?" gumam Gaozu.
"Kalian bertiga mundurlah, aku sendiri yang akan melawannya!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah salah satu dari ke empat Raja Agung yaitu Raja Agung Timur Chi Guo.
Gaozu dan Qinpi langsung menangkupkan tangan mereka seraya membungkukkan badan dan di ikuti oleh Wang Dunrui, setelah itu ketiganya segera menjauh dan membiarkan Raja Agung Timur menghadapi sosok yang merepotkan serta kuat itu.
"Pasukan langit berani datang dan mencampuri urusan kami, apakah kalian ingin Kahyangan kalian diserang lagi oleh pasukan kami?" kata sosok yang di hadapan Chi Guo.
"Silahkan kirimkan pasukan kalian Kahyangan dan jangan tanggung-tanggung, suruh Kaisar Kegelapan kalian juga untuk datang sendiri menyerang Kahyangan!" kata Chi Guo.
Sosok tersebut seperti tidak terima terhadap perkataan Chi Guo, dia memunculkan beberapa bola hitam kemudian melayang di belakang kepalanya dan segera maju menyerang Chi Guo.
__ADS_1
Chi Guo juga memunculkan beberapa bola yang sama jumlahnya dengan lawannya, hanya saja warna bola milik Chi Guo berwarna biru.
"Kuasa Rana - Energi Kehancuran."
Keduanya sama-sama menggunakan kekuatan yang sama kemudian bola-bola mereka mulai memisahkan diri dan langsung saling serang dengan sesama bola energi, sedangkan Chi Guo juga mulai bertarung dengan sosok tersebut.
Ledakan besar di udara akibat bola energi yang bertabrakan membuat awan hitam segera tersapu oleh gelombang kejut dari efek ledakan tersebut, sedangkan Chi Guo kini mulai memunculkan empat bola biru lainnya yang memiliki kilatan petir.
"Kuasa Rana - Petir Surgawi."
Keempat bola petir menyatukan petir mereka sehingga mampu menciptakan tekanan petir biru yang sangat kuat dan kemudian dengan cepatnya menyambar tubuh lawanmya.
Sosok tersebut segera menghindari serangan sambaran petir, hanya saja kecepatan tidak cukup mampu untuk mengimbangi kecepatan sambaran petir.
Sosok tersebut berteriak keras dengan tubuh yang menegang saat petir biru tersebut menyambar tubuhnya, dan setelah itu tubuh sosok tersebut yang mulai jatuh kembali di sambar berkali-kali.
Tubuh sosok tersebut langsung jatuh ketanah dengan sangat keras setelah terkena sambaran petir berkali-kali, bahkan tanah tempat dirinya terjatuh langsung membentur sebuah lubang besar.
"Akan aku akhiri ini!"
"Kuasa Rana - Petir Keadilan Surgawi."
Keempat Bola petir biru berputar sangat cepat dan setelah itu keempat-empatnya bergabung menjadi satu sehingga cahaya petir biru yang menggantung di udara menarik perhatian sebagian pasukan.
Bola Cahaya petir biru secara terus-menerus mengeluarkan cambukan petirmya ke segala arah, dan kemudian Chi Guo melepaskan bola petir tersebut ke arah lawannya yang tidak sanggup lagi untuk bangkit.
Bola Petir yang sangat kuat itu langsung mengenai tubuh sosok tersebut dan kemudian bola petir langsung hancur sekaligus mengeluarkan pecahan sambaran petir halus yang merambat bagai retakan tanah yang menyebabkan hingga lebih dari sepuluh meter.
__ADS_1
Tubuh sosok pemimpin pasukan Kegelapan itu sempat berkedip-kedip karena bola petir yang menutupi tubuhnya kemudian kedipan cahaya tersebut langsung meledak hingga cahaya ledakannya yang menyerupai kubah membuya tanah-tanah langsung retak dan menyebar kesegala arah.
Tidak ada suara teriakan apapun dari sosok tersebut saat terkena sambaran bola petir hingga bola itu meledak, dan begitu cahaya itu redup, tubuh sosok tersebut sudah tidak terlihat kecuali lubang tanah yang semakin melebar.
Tubuh sosok tersebut tersebut bukan hilang karena berpindah tempat, melainkan hilang karena hancur dan lenyap beserta dengan Jiwa Spiritualnya.
Hanya dalam waktu singkat saja, satu dari lima sosok pemimpin pasukan Kegelapan sudah berhasil dilenyapkan, hanya saja mereka tidak menyadari jika kekuatan kegelepan sisa dari sosok yang lenyap pelan-pelan bergerak kearah lawan yang sedang berhadapan dengan Ho Chen.
Di tempat yang petarung yang agak jauh dari tempat pertandingan Chi Guo, Yinfei, Lio Long dan Xi Liyi juga mendapat bantuan dari tiga Raja Agung, kali ini lawan yang sebelumnya berhasil menyulitkan Yinfei dan yang lainnya akan berbalik arah, karena sekarang lawan mereka adalah Raja Agung yang jelas-jelas kemampuan jauh lebih tinggi dari ketiga pimpin pasukan Kegelapan.
Belum lagi pasukan langit yang datang tidaklah sedikit, lebih dari dua ribu pasukan langit yang datang sehingga sekarang situasi benar berbalik.
Jika sebelumnya para pasukan Kegelapan unggul dalam hal kekuatan walau hanya memiliki jumlah pasukan sebanyak tujuh ratus pasukan, namun kali ini mereka tidak hanya kalah dalam jumlah dengan pasukan langit, melainkan juga kalah jumlah dalam hal kekuatan.
Kedatangan para pasukan langit serta empat Raja Agung benar-benar mampu merubah arus pertempuran, yang sebelumnya hanya mampu bertahan, kini sudah bisa maju dan membuat musuh di paksa dalam posisi bertahan.
"Kalian akan merasakan kemarahan Yang Mulia Energi Hitam!" kata sosok yang sedang berhadapan dengan Ho Chen.
Dia sama sekali tidak menyangka jika situasinya akan seperti ini, di tambah lagi mereka sudah melakukan serangan ini secara sembunyi-sembunyi agar para penghuni Kahyangan tidak mengetahuinya, namun entah kenapa para penghuni Kahyangan tetap bisa mengetahuinya.
"Kami memang berharap agar pimpinan kamu itu si Energi Hitam marah karena rencana kalian sudah di gagalkan, sekarang kamu juga akan segera menyusulnya!" kata Ho Chen sembari menatap kearah lubang tanah bekas dari tempat lenyapnya salah satu pimpinan pasukan Kegelapan.
Merasa jika dirinya juga tidak mungkin bisa menang melawan Ho Chen, sosok tersebut seperti kehilangan akal, tanpa berpikir panjang tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi butiran debu hitam halus dan kemudian bergerak menjauhi Ho Chen.
"Hem..Mau kabur ya? Jangan harap kamu bisa kabur begitu saja dari ku!" kata Ho Chen kemudian dia membuat segel Sihirnya.
"Segel kurungan suci."
__ADS_1