Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Penyatuan Zhi Yin dengan An Huang Yi


__ADS_3

Saat ini An Huang Yi sedang mengalami perputaran ingatan yang seperti di berjalan mundur, ingatan terakhir akan pertarungannya melawan Tian Feng seperti sebuah benang yang lepas lalu di gulung kembali.


Dan itulah yang terjadi saat ini kepada An Huang Yi, dan perjalanan perputaran ingatan tersebut terus berjalan hingga akhirnya berhenti ketika dirinya dan Buddha Rullay sama-sama mengajarkan Dharma.


Mulai dari sana ingat tersebut kembali maju sehingga An Huang Yi mulai mengingat kembali akan siapa sebenarnya dirinya di masa lalu, dan mengapa dirinya bisa terjerumus ke jurang Kegelapan.


Tentu saja dia juga dapat mengingat ketika pertama kali Energi Hitam datang dan mengambil kesempatan untuk mengendalikan hati serta pikirannya, hal itu terjadi ketika An Huang Yi tidak sengaja sempat merasa kesal terhadap muridnya.


Hal itu ternyata yang berhasil dijadikan kelemahan pertama yang membuat Energi Hitam berhasil mengendalikan hati serta pikirannya hingga akhirnya iri, dengki, serta Nafsu dan haus akan kekuasaan mulai menguasai hati serta pikirannya dan membuat dirinya berpaling dari Dharma.


Ingatan An Huang Yi terus berjalan maju, mulai dari dirinya yang ingin merebut Nirwana, hingga memiliki seorang putri yang dia buat dengan menggunakan mayat janin yang baru mati, hanya saja putrinya tersebut harus mati dan hidup kembali bereinkarnasi berulang-ulang.


Ingatan tersebut terus berjalan hingga akhirnya ingatan itu berhenti di kejadian yang terakhir, dimana ingatan tersebut adalah saat dirinya bertarung dengan Dewa Sesat.


Tatapan An Huang Yi kembali normal setelah seluruh ingatannya sudah kembali, dia memutar pandangannya dan melihat ke arah sosok pria yang melayang dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Dewa Sesat..!" gumam An Huang Yi kemudian dia duduk untuk memeriksa tubuhnya.


Energinya benar-benar turun, walau begitu dia masih memiliki kemampuan Rana Ilahi, hanya saja sedikit melemah saja.


"Apakah caraku berhasil?" gumam Tian Feng kemudian dia mulai turun sekaligus mengarahkan ujung tombaknya ke pada An Huang Yi.


An Huang Yi mengangkat wajahnya dan melihat Tian Feng yang mengarahkan tombaknya kepada dirinya kemudian dia tersenyum pahit seraya berkata, "Kamu benar-benar, sangat hebat Dewa Sesat, pantas saja temanku memilihmu untuk menjadi lawanku yang hina ini!" kata An Huang Yi.


Tian Feng mengerutkan dahinya mendengar itu, dia tidak mengerti apakah itu sebuah pengakuan kekalahan, atau dia berbicara seperti itu karena energinya yang melemah, namun bisa saja ingatan An Huang Yi mungkin sudah kembali, itu yang membuat Tian Feng tidak mengerti.


"Kaisar Kegelapan, apakah kamu tidak ingin melanjutkan ini lagi?" tanya Tian Feng dengan mata Tombak yang masih mengarah kepada An Huang Yi dengan percikan putih merah dan emas.


An Huang Yi hanya tersenyum sekaligus menggelengkan kepala pelan, dia melihat ke sekelilingnya yang telah hancur berantakan.


"Sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu padamu, apa yang kamu lakukan padaku tadi sebelum bola tabrakan energi itu meledak?" tanya An Huang Yi.


"Aku hanya memasukkan energi Batu Mustika Teratai Putih, siapa tahu itu bisa membuatmu tersadar, tapi aku tidak tahu apakah caraku tadi itu berhasil atau tidak!" jawab Tian Feng.


"Berhasil! Sangat berhasil, aku juga sempat terkejut saat tiba-tiba aku bisa mengingat kembali masa laluku!" kata An Huang Yi.


Tian Feng langsung bernafas lega setelah mendengar itu, artinya usahanya untuk tidak melenyapkan An Huang Yi seperti yang diinginkan oleh Buddha Rullay sudah berhasil dia lakukan.


"Dewa Sesat, mungkin aku sudah berhasil menjadi diriku sendiri saat ini, namun ada satu hal yang harus kamu tahu, ini tentang sosok di belakangku yang selama ini telah membuatku menjadi seperti ini..!"

__ADS_1


"Aku tahu, dia adalah Zhi Yin yang merupakan sumber dari perwujudan kekuatan Kegelapan itu sendiri!" kata Tian Feng.


"Tian, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu malah mengobrol dengannya? Cepat kamu kalahkan dia!" kata Ho Chen yang muncul di udara dengan suara berseru keras.


An Huang Yi menoleh ke atas dan melihat Ho Chen yang sedang menatap dirinya dengan penuh kewaspadaan.


"Dewa Pelindung Alam Semesta, aku tahu kamu masih merasa kesal dan marah padaku, jika kamu ingin membunuhku, lakukanlah, namun aku sarankan jika ingin membunuhku, kamu harus menggunakan Tombak ini dan kamu harus menusuk jantungku, jika tidak aku tidak akan bisa mati walau tubuhku harus hancur menjadi debu," kata An Huang Yi membuat Ho Chen keheranan karena An Huang Yi menunjukkan kelemahannya padanya.


Ho Chen segera turun lalu mendarat di samping Tian Feng seraya bertanya, "Apa yang telah terjadi?" tanya Ho Chen.


"Senior, sekarang ingatan Kaisar Kegelapan sudah kembali, dia telah mengetahui akan siapa dirinya!" jawab Tian Feng.


Ho Chen merasa tidak percaya dengan penjelasan Tian Feng, dia melihat An Huang Yi secara seksama, walau Energinya menurun secara drastis, namun dia sendiri jelas tidak akan mampu jika harus bertarung satu lawan satu melawan An Huang Yi yang saat ini sudah melemah.


Puncak Rana Ilahi Tahap 2 bukanlah sesuatu yang bisa dilawan oleh kemampuan yang berada di bawahnya, walau melemah, kekuatan sejatinya tetaplah besar sehingga Ho Chen sekalipun tidak akan bisa mengalahkan An Huang Yi, hanya saja An Huang Yi juga tidak akan bisa melukai Ho Chen, sebab kondisi Ho Chen masih prima.


"An Huang Yi, walau kamu telah sadar, namun dosa-dosa yang telah kamu lakukan sangatlah besar, kamu telah membuat beberapa galaxy kehilangan energi kehidupan, karena itu mustahil rasanya jika kamu harus menyelesaikannya dengan mengatakan kata maaf serta menyesal, setidaknya kamu harus menerima hukuman yang setimpal sesuai dengan kejahatan yang telah kamu lakukan!" kata Ho Chen.


"Kau memang benar, aku sendiri mengakui akan semua kejahatan yang aku lakukan, walau semua itu karena pengaruh dari Energi Hitam, namun dosa tetap dosa yang tidak bisa dialihkan kepada yang lain," kata An Huang Yi.


Ho Chen menghela nafas panjang mendengar ucapan An Huang Yi, mendengar kalimat yang diucapkan olehnya kemungkinan besar jika saat ini An Huang Yi benar-benar sudah kembali ke An Huang Yi yang dulu.


Tian Feng jelas tidak akan lupa, hanya saja sejak tadi dia tidak melihat keberadaannya.


"Zhi Yin..! Karena kamu aku sampai keluar dari Nirwana, karena kamu aku harus melakukan banyak dosa, dan karena kamu juga aku harus kehilangan sebagian dari ingatanku!" gumam An Huang Yi kemudian dia memejamkan matanya untuk melacak keberadaan Zhi Yin.


Karena An Huang Yi juga memiliki kekuatan kegelepan, jadi dia juga bisa melacak keberadaan Zhi Yin.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ho Chen saat melihat aura aneh dari tubuh An Huang Yi yang menutup mata.


"Tenanglah Dewa Pelindung Alam Semesta, aku hanya mencoba melacak keberadaan Zhi Yin, aku yakin dia pasti berada tidak jauh dari sini!" jawab An Huang Yi.


"Tian, sebaiknya kita membuat segel pelindung, sebab bisa saja dia muncul dan mengambil alih tubuh nya!" kata Ho Chen.


Tian Feng langsung merapalkan mantra tangan untuk membuat segel pelindung, begitu juga dengan Ho Chen, sedangkan An Huang Yi masih berusaha memeriksa ke sekelilingnya.


Tian Feng dan Ho Chen langsung berniat melepaskan sihir segel mereka, sedangkan An Huang Yi yang berusaha mencari keberadaan Zhi Yin terkejut seraya menoleh ke arah Tian Feng dan Ho Chen seraya berkata, "Dia berada dibelakangku!" kata An Huang Yi membuat Tian Feng dan Ho Chen langsung menghentikan gerakan mereka kemudian menoleh ke arah An Huang Yi.


"Zhi Yin, sejak kapan kamu berada di situ?" tanya Ho Chen dengan penuh waspada.

__ADS_1


Tian Feng segera melepaskan energi petirnya dan berniat untuk menyerang sosok berkabut itu yang sudah berada di belakang An Huang Yi serta tangannya menyentuh kepala An Huang Yi.


"Hahaha..! Kalian ini kenapa begitu merasa menang setelah berhasil membuat An Huang Yi yang bodoh ini berhasil mengingat masa lalunya ha?" kata Zhi Yin.


An Huang Yi merasa Kekuatannya seperti dikunci sehingga tidak bisa melakukan perlawanan sedangkan kabut hitam kini bergerak ke leher An Huang Yi.


"Sebenarnya apa tujuanmu, dan kenapa kamu menyesatkan diriku?" tanya An Huang Yi.


"Hem..? Tujuanku ya! Tujuan ku sangat sederhana, yaitu menjadi penguasa Alam Semesta dengan cara menjadikan tubuhmu sebagai wadah ku!" jawab Zhi Yin.


"Apa? Bukankah kamu bilang jika wadah yang cocok untukmu hanyalah anak Dewa Sesat itu?" tanya An Huang Yi.


"Benar, tapi aku lupa memberitahumu jika selain anak Dewa Sesat, tubuhmu sendiri juga cocok untuk menjadi tubuh sempurna ku!" jawab Zhi Yin.


"Kurang ajar, jadi selama ini kamu mengincar tubuhku untuk menjadi wadahmu?"


"Benar sekali! Lagi pula aku tidak peduli apakah kamu sudah mengetahui akan siapa dirimu, dan juga menyadari kesalahanmu, yang jelas selama Kekuatan Kegelapan ku masih berada di dalam tubuhmu, aku masih bisa mengambil alih tubuhmu!" kata Zhi Yin.


"Lepaskan dia..!"


Tian Feng tiba-tiba saja muncul di belakang Zhi Yin dengan Tombak menyala sekaligus menyerangnya.


Ho Chen juga tidak tinggal diam, dia segera mengeluarkan pedang Cakrawala kemudian memberikan serangan kepada Zhi Yin.


"Hahaha..! Sayang sekali kalian terlambat, andai An Huang Yi segera membuang Kekuatan Kegelapan di dalam tubuhnya, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi!" kata Zhi Yin kemudian dia langsung menutupi seluruh tubuh An Huang Yi sebelum kedua serangan tersebut mengenainya.


An Huang Yi yang berusaha untuk meloloskan diri sama sekali tidak membuahkan hasil, yang ada suara justru menghilang di dalam kabut hitam.


Kedua serangan Tian Feng dan Ho Chen langsung mengenai kabut yang menutupi seluruh tubuh An Huang Yi, namun kedua serangan kuat tersebut langsung terhempas oleh sebuah gelombang energi yang sangat besar, bahkan tubuh Ho Chen dan Tian Feng juga terlempar sangat jauh.


Kabut tebal yang menutupi seluruh tubuh An Huang Yi secara perlahan-lahan meresap kedalam tubuh An Huang Yi dan setelah seluruh kabut hilang, sosok An Huang Yi sudah benar-benar hilang dan digantikan oleh sesosok wanita muda dengan gaun hitam serta rambut hitam panjang.


Tian Feng dan Ho Chen yang kembali bangkit serta akan kembali menyerang kini justru tercengang saat melihat sosok anggun dengan kecantikan penyihir yang memiliki pesona luar biasa.


"Wajahnya mirip sama istrinya Chinmi?" batin Ho Chen.


Tian Feng dan Ho Chen sudah tahu jika sebenarnya Zhi Yin itu adalah wanita, hanya saja sebelum menunjukkan wujud aslinya, dia menggunakan suara serta wujud laki-laki.


Namun siapa sangka penyatuan Zhi Yin dengan An Huang Yi akan melahirkan sosok baru yang begitu cantik luar biasa, dan wajah wanita tersebut sama dengan wajah putri An Huang Yi, yaitu istrinya Chinmi yang bernama Qie Yin.

__ADS_1


__ADS_2