Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Chie Xie


__ADS_3

Secara Perlahan-lahan Tian Feng bangkit, dia mencoba untuk beradaptasi dengan Chi yang saat ini sudah bertambah sangat banyak sekali sehingga ia merasa tubuhnya seperti mau meledak.


Tian Feng yang sudah bisa berdiri memeriksa jumlah Chi yang ia miliki, setelah mengetahui jumlah Chi yang ia miliki, Tian Feng jadi kebingungan sendiri untuk mengungkapkan perasaannya, apakah dia harus senang atau apa.


"Ini sungguh tidak masuk akal, kenapa kakek itu bisa memberikan Chi sebanyak ini kepadaku?"


Tian Feng hanya bisa bicara di dalam hati sendiri sekaligus penasaran terhadap kakek itu, dia bertanya-tanya dalam hati akan seberapa banyak Chi yang dimiliki oleh si kakek aneh itu.


Semua itu karena Chi yang di terima oleh Tian Feng jumlahnya tidak masuk akal, labuh dari 500 lingkaran Chi yang saat ini Tian Feng miliki, dan itu adalah jumlah yang tidak pernah ia dengar dari siapapun.


Bahkan seorang Pendekar Cahaya Tahap 3 saja tidak memiliki jumlah Chi sebanyak itu walau berlatih sampai seumur hidup mereka.


Selain identitas si Kekek aneh itu yang belum ia ketahui, masih ada banyak pertanyaan yang masih menempel di kepalanya, yaitu mahluk yang katanya memiliki kekuatan di bawah kakek itu, dan juga Dewa Penjaga Alam Semesta yang akan datang menemuinya.


Selama ini keberadaan Dewa hanya ada dalam mitos atau cerita-cerita saja dari para penyebar Dharma.


Keberadaan para Dewa sendiri masih sangat misterius, namun semau nya meyakini jika para Dewa itu memang ada, dan sebagian lagi tidak ada yang mengakuinya.


Bagi yang mengakui keberadaan Dewa, mereka akan berdoa dan memohon perlindungan pada mereka, ada yang membuatkan altar untuk menempatkan patung-patung para dewa yang mereka sembah, dan ada juga yang akan mendatangi kuil untuk berdoa dan memohon sesuatu kepada para Dewa.


Namun bagi yang tidak mengakui keberadaan Dewa hanya akan menganggap jika orang-orang yang menyembah dewa itu sangat konyol dan juga bodoh.


Dulu ada beberapa orang yang menentang dan tidak mengakui keberadaan Dewa, karena saat itu sedang ada musibah yang menimpa orang-orang itu.


Ladang mereka di tidak bisa di tanami apapun karena hujan sudah lama tidak pernah turun, orang-orang itu berusaha berdoa agar Dewa mau menurunkan hujan, namun sayang hujan yang mereka minta tidak juga kunjung datang.


Beberapa anak-anak harus mati karena kelaparan, dan beberapa orang lagi mulai sakit-sakitan.


Kesabaran mereka akhirnya mencapai batas, mereka sudah tidak mau lagi menyembah dewa yang menurut mereka mempercayai keberadaan Dewa hanyalah sebuah kebodohan.


Anehnya pada saat yang bersamaan, datang beberapa kelompok orang yang mengenakan jubah serba hitam ke tempat orang-orang yang sedang di landa musibah.


Para orang-orang yang mengenakan jubah serba hitam itu menawarkan bantuan kepada semua orang untuk mendatangkan hujan.


Semua orang jelas tidak percaya, namun saat salah satu orang mulai menyalakan dupa dan berdoa dengan cara mereka, tiba-tiba saja langit tertutup oleh awan hitam dan tidak lama kemudian hujan lebat turun dengan sangat deras dan membasahi tanah ladang kering mereka.


Semua orang segera bersujud dan berterima kasih kepada orang-orang berjubah hitam itu, namun orang-orang berjubah hitam itu berkata jika mulai saat ini jangan lagi percaya kepada Dewa, mereka semua di suruh menyembah Kaisar Hitam Penguasa Kegelapan.


Sejak saat itu orang-orang yang berada di desa yang sangat jauh letaknya dari Kerajaan berpindah kepercayaan, kejadian tersebut sudah sangat lama sekali sehingga Tian Feng tidak yakin apakah saat ini orang-orang di desa jauh itu masih ada atau tidak.


Tian Feng yang sudah mulai membiasakan diri dengan kekuatan barunya kembali melanjutkan jalannya, namun baru beberapa meter dia berjalan dia teringat akan perkataan kakek tua itu.

__ADS_1


"Jika aku bisa menerima semua kekuatan yang ia berikan, katanya aku bisa melayang seperti dia, tapi bagaimana cara melakukan?" batin Tian Feng.


Setelah tidak lama Tian Feng mendapatkan ide untuk melompat naik ujung pohon besar yang sangat tinggi yang letaknya agak jauh darinya.


Dia hanya ingin mencoba melompat dari atas pohon itu keudara dan akan mencoba melayang.


Dengan Chi yang sudah banyak, Tian Feng melompat sangat tinggi dan mendarat tidak jauh dari pohon tersebut, dia segera melompat lagi dan dengan ilmu meringankan tubuhnya, dia sudah berhasil mencapai puncak dengan cepat.


"Mungkin cara ini akan berhasil!" kata Tian Feng kemudian dia memantapkan hatinya untuk mencoba melompat ke atas hingga setinggi mungkin.


Tian Feng berhasil melompat dengan sangat tinggi, bahkan lompatannya sudah melebihi lompatan Pendekar Cahaya Tahap 3.


Setelah berada sejajar dengan awan, Tian Feng dapat melihat hampir seperempat wilayah Kerajaan Wu.


"Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus melapaskan Chi ke tangan? Akan ku coba!"


"Tian Feng yang ingin mencoba bisa melayang seperti kakek aneh itu sehingga dia mencoba mengalirkan Chi ke telapak tangannya.


"Uwaaaaaa...!"


Tian Feng berteriak sangat keras, dia bukannya melayang di udara justru malah jatuh kebawah dengan kecepatan yang sangat tinggi, semua itu karena dorongan Chi yang keluar dari tangannya.


"Aww sakitnya!!" Tian Feng mengeluh kesakitan, namun tidak lama kemudian dia baru sadar jika dirinya masih hidup walau dia jatuh dari itu.


"Apakah daya tahan tubuh ku juga meningkat," batin Tian Feng kemudian dia melihat seluruh cekungan tanah yang terbentuk karena dirinya yang jatuh.


Tian Feng hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, di samping terkejut karena dirinya ternyata daya tahan tubuhnya yang meningkat, namun dia juga merasa sangat bodoh..


"Betapa bodohnya aku, jelas-jelas manusia itu tidak akan bisa terbang, bisa-bisanya aku tertarik dengan tipuan kakek itu! Tapi...!"


Tian Feng merasa jika kakek itu menggunakan tipuan sehingga terlihat bisa melayang di udara, namun saat merasakan sendiri Chi yang di berikan oleh kakek tua itu sekaligus cara kakek itu dapat menghindari serangannya dengan mudah, Tian Feng mulai berpikir apakah yang dia lihat itu nyata atau tidak.


"Apa keistimewaan Mata tombak ini?" gumam Tian Feng sambil membolak-balikan mata Tombak yang seperti terbuat dari emas.


Merasa tidak menemukan hal yang spesial dari mata tombak tersebut, Tian Feng memasukkannya kedalam Cincin Langit Malam nya.


"Dengan Chi sebanyak ini, aku bisa tiba lebih cepat!" gumam Tian Feng kemudian dia melompat dengan sangat tinggi dan kemudian berlari dengan kecepatan yang melebihi kecepatan angin.


***


"Tuan Yuan, apa tuan yakin jika anak yang pernah di temui oleh Tuan Hiroshi itu adalah Tian?"

__ADS_1


"Aku sangat yakin Guru Zang, andai saja tidak ada acara Pertandingan Perebutan Jabatan ini, aku pasti sudah pergi untuk mencarinya."


Yuan Xia dan Zang Yang saling mengobrol, Yuan Xia sengaja datang kerumah Zang Yang untuk membicarakan masalah Pertandingan sekaligus membahas masalah Tian Feng.


Saat ini Zang Yang sudah tidak lagi menjadi anggota Perguruan Singa Emas, dia sengaja mengundurkan diri dengan alasan akan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Yuan Xia.


Semua itu demi menebus kesalahannya karena telah gagal melindungi Tian Feng yang sudah menjadi anak Tuan Xia.


Anehnya Chang Shan sama sekali tidak menahan Zang Yang agar tidak keluar, namun Zang Yang sendiri juga tidak peduli akan hal itu karena dia sudah tahu sifat Chang Shan.


Zian Wen putri Zang Yang juga meminta Zang Yang untuk ikut tinggal bersama dengannya di Perguruan Mata Elang, namun Zang Yang menolaknya dan memilih tinggal di Kota Xanhuo, namun rumahnya berada cukup jauh dari rumah Yuan Xia, dan dia tinggal bersama Nenek Chi di rumah itu.


Tidak hanya mereka berdua saja, melainkan Chie Xie juga berada di sana, dia di latih oleh Zang Yang dan juga Nenek Chi secara bergantian.


"Jika memang benar dia itu Tian, mengapa dia tidak juga pulang kesini? Katanya mau kembali, namun sudah lima tahun dia juga tidak juga datang!" kata Zang Yang yang meragukan apakah dia itu benar-benar Tian Feng atau bukan.


Namun dia juga tidak sedikit yakin karena cerita Hiroshi tentang Tian Feng yang juga menguasai jurus Singa.


"Ayah, kenapa ayah tidak memberitahuku jika akan datang?" Chie Xie yang baru masuk segera datang dan memeluk Yuan Xia.


"Kau semakin cantik saja Xia'er, wajah mu hampir mirip sekali dengan wajah ibumu!" kata Yuan Xia sambil mencolek hidung Chie Xie.


"Kenapa Ibu tidak ikut kesini? Apa dia baik-baik saja dirumah?" tanya Chie Xie.


"Ibumu baik-baik saja, bahkan sekarang dia jauh lebih baik dari yang dulu," jawab Yuan Xia.


Chie Xie tersenyum lebar mendengar kabar ibunya yang kondisinya semakin baik, dia jelas sangat mengharapkan agar Ibunya tidak murung lagi.


"Xie'er, ayah memiliki kabar gembira untuk mu!"


"Kabar gembira apa ayah?" tanya Chie Xie.


"Kakakmu Tian yang memberimu kalung serta yang sudah menyelamatkan mu akan segera datang!" kata Yuan Xia yang di sambut dengan keterkejutan oleh Chie Xie.


Chie Xie sudah mendengar kisah kakak angkatnya yang memberikan kalung bunga matahari padanya, dia juga mendengar kisah jika kakak angkatnya juga yang telah menyelamatkan nyawa saat dirinya masih bayi.


Walau belum pernah melihat wajah kakaknya, namun Chie Xie sudah benar-benar mengakui Tian Feng sebagai kakaknya, dan sifat Chie Xie benar-benar sangat mirip dengan ibunya Lie Yie.


***


Bonus, jika tidak keberatan silahkan Vote, Like, dan komen, jika bisa juga bantu share, dan jika semuanya tidak bisa, silahkan di bantu dengan Do'a agar saya bisa menamatkan kisah ini, dan hanya para pembaca PDA 1 dan 2 saja yang mengerti akan alur cerita ini. Sebenarnya kisah ini akan menjadi Enam Jilid, dan ini adalah jilid pertama, tapi tenang baik itu jilid 1 sampai jilid 6 akan ada dalam satu cerita ini, jadi jilid berikutnya bukan di cerita lain melainkan tetap di satu kisah ini. selamat membaca, dan maaf jika saya setiap malamnya hanya update satu-satu saja, dan untuk malam Senin akan tetap saya usahakan.

__ADS_1


__ADS_2