
"Kenapa Dewa Pelindung Alam Semesta juga ada di dunia ini? Apakah sejak tadi dia memang sudah berada disini?" kata Yian Shan.
Carolus keheranan melihat wajah Yian Shan yang mulai buruk, terlihat jelas rasa ketakutan dari raut wajahnya, walau dia sendiri tidak terlalu merasakan kekuatan yang di miliki oleh Ho Chen, dia beranggapan jika ketakutan Yian Shan tidaklah beralasan. Dengan menggabungkan kekuatan Yian Shan, Mata Ular dan Tanduk Iblis, seharusnya musuh sekuat apapun pasti bisa di atasi.
"Sekarang aku yakin jika yang membunuh Setan Api Hitam pasti dia, karena hanya dia satu-satunya orang yang ada di dunia ini, terlebih lagi dia memang memiliki kemampuan untuk membunuh Sao Lao Cin!" gumam Tanduk Iblis.
Disaat ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan mulai dilanda kekhawatiran, Tian Feng sendiri justru bertanya akan kondisi Alice kepada Ho Chen.
"Kamu tidak perlu khawatir Tian, walau aku tidak bisa mengeluarkan energi terkutuk itu, namun aku masih bisa menekannya, sekarang dia dan Naomi serta Chie Xie sudah aku kirim ke tempat yang aman!" ucap Ho Chen kemudian dia menatap Tian Feng lebih serius dan berkata, "Tian, sebentar lagi kemungkinan besar Istrimu akan melahirkan!" kata Ho Chen.
"Hah..? Bagiamana bisa begitu? Bukankah ini masih belum waktunya dia untuk melahirkan?" tanya Tian Feng.
Ho Chen mengangguk kemudian menjelaskan jika memang bukan waktunya bagi Alice untuk melahirkan, namun karena pengaruh Energi yang beraksi dan hampir mencelakai Alice, bayi di dalam kandungannya juga ikut merasakan sehingga dia akan segera keluar walau masih belum waktunya, bisa di bilang jika Alice akan melahirkan bayi prematur karena akan keluar sebelum bulannya.
"Kalau begitu aku harus menyelesaikan tugasnya ini secepatnya agar aku bisa menyusul Alice!" kata Tian Feng kemudian dia menatap Carolus.
"Sebaiknya memang seperti itu, sekarang kamu serahkan dia itu padaku, kamu lawan saja orang yang di sampingnya!" ucap Ho Chen yang berniat akan menghadapi Yian Shan.
Tian Feng menggerakkan-gerakkan pergelangan tangannya yang baru tumbuh, dia akui jika Batu Mustika putih memang sangat berguna sekali, hanya saja saat pergelangan tangannya terpotong, rasa sakit tetap sama saja, begitu juga saat akan memulihkannya, rasanya tulang-tulang seperti bergerak dan tarik, tentu Tian Feng akan tetap berhati-hati agar kejadian tadi tidak terulang lagi.
Tian Feng menoleh kearah Tanduk Iblis dan kemudian berpindah pandangan lagi ke arah Mata Ular, kedua sosok tersebut sama kuatnya dengan Yian Shan, karena itu sebisa mungkin dia akan menyelesaikan pertempuran ini secepatnya agar tidak banyak menimbulkan kehancuran di Desa Wunji.
"Ayo kita serang mereka!" ajak Tian Feng kemudian dia menarik Tombak nya yang menancap di bawah.
Tian Feng dan Ho Chen langsung menyerang lawan masing-masing, sedangkan Carolus dan Yian Shan mulai membuat pertahanan.
Carolus melemparkan banyak piringan Cakram Hitam ke arah Tian Feng, namun dengan sangat mudahnya bagi Tian Feng membelah Cakram yang berada di dalam jangkauannya.
Yian Shan juga mulai melepaskan energi Petir dari sekujur tubuhnya sehingga seluruh tubuhnya tidak terlihat. Serangan petir yang menyambar kearah Ho Chen mengandung kekuatan yang sangat besar, siapapun yang terkena sambaran petir tersebut pasti akan hancur, namun bagi Ho Chen semua itu tidak ada artinya sama sekali.
__ADS_1
Ho Chen menepis setiap sambaran petir yang mendekatinya kemudian kepalan tangan kirinya juga mulai memancarkan cahaya yang semakin lama semakin terang kemudian sebuah sambaran petir berwarna biru di lepasnya.
"Teknik Petir - Pukulan Naga Halilintar."
Ho Chen mengarahkan kepalan tangannya kepada Yian Shan kemudian sebuah sambaran petir yang sangat besar melesat dan berubah menjadi Naga besar yang seluruh tubuhnya terbentuk dari Petir.
Naga tersebut meraung keras kemudian melesat kearah Yian Shan dengan mulut terbuka. Mau tidak mau Yian Shan harus melawan Naga perkasa tersebut, namun dia lebih dulu terbang keluar menunju ke ruang angkasa karena di sana pertarungan akan lebih leluasa dan Yian Shan akan dengan mudah untuk melarikan diri.
Ho Chen hanya menatap Yian Shan yang mulai keluar dari dunia Tian Feng, dia membiarkan Naga Halilintar yang mengejarnya karena dirinya akan lebih dulu menangani Mata Ular.
Melihat Yian Shan yang memilih bertarung di ruang angkasa, Mata Ular hanya bisa berdecak kesal saat melihat Ho Chen yang menatapnya dengan tatapan dingin.
Melawan Yinfei dan Lio Long saja dia sudah kerepotan, walau belum mendapatkan luka sama sekali, namun tetap saja Mata Ular sangat kerepotan dan hanya mampu menyudutkan keduanya.
"Sungguh sial sekali, kenapa sebelumnya Tanduk Iblis tidak mencari informasi dulu sebelum kesini? Jika begini sama saja aku datang mengantarkan nyawa saja!" gerutu Mata Ular kemudian dia melepaskan sebuah energi yang bercahaya yang mampu membuat Yinfei dan Lio Long menyipitkan matanya karena silau.
Sejak di mulainya pertempuran besar tersebut, malam yang gelap menjadi terang dari berbagai titik pertempuran, belum lagi cahaya terang yang di lepaskan oleh Mata Ular membuat malam seperti siang.
"Sihir Air Suci - Burung Air Surgawi."
Se ekor burung besar dengan buku biru yang indah muncul di hadapan Ho Chen dan kemudian burung tersebut terbang menyerang Mata Ular.
Mata Ular hanya bisa mengumpat kemudian dia mengikuti jejak Yian Shan yaitu terbang ke ruang angkasa, namun seperti Naga Halilintar, burung air juga tetap mengejarnya sekaligus menyerang Mata Ular dari belakang.
Kini dua pengawal Kaisar Kegelapan sudah di sibukkan oleh dia hewan Sihir ciptaan Ho Chen sehingga yang tersisa hanyalah Tanduk Iblis yang masih seimbang melawan Cao Yuan dan Xi Liyi.
"Guru Cao maaf, biar aku saja yang melawannya, guru dan putri sebaiknya membantu Senior Han!" kata Ho Chen yang muncul di hadapan Cao Yuan dan Xi Liyi.
"Ho Chen, apakah kamu benar-benar akan menghadapi ketiganya seorang diri?" tanya Xi Liyi.
__ADS_1
"Putri tidak perlu khawatir, aku sangat tahu akan mereka bertiga sekaligus kekuatan mereka, jadi sebaiknya Putri membantu Senior Han atau Tian di sana!" kata Ho Chen.
Xi Liyi dan Cao Yuan melihat kearah Tian Feng yang terlihat lebih unggul dari Carolus, tanpa bantuan mereka berdua sekalipun sudah bisa dilihat jika Tian Feng yang akan memenangkan pertarungannya.
"Uwa.. Uwaaa!"
Ho Chen, Xi Liyi dan Cao Yuan terkejut saat Naga kecil muncul dan menatap mereka bertiga dengan tatapan marah, mereka bertiga mengerti akan maksud ucapan Naga kecil.
"Naga Api Teratai Buddha Emas? Kenapa Naga ini bisa berada disini?" tanya Cao Yuan.
"Ini adalah Naga Api Emas milik Tian," jawab Ho Chen kemudian dia berbicara kepada Naga kecil.
"Naga Api Emas, kamu jangan marah dulu, aku hanya akan mengalahkan mereka saja, sedang untuk Spiritualnya akan aku serahkan padamu, bahkan ketiga jejak spiritual mereka bisa kamu makan, dan semua itu adalah milikmu!" kata Ho Chen.
"Uwa..uwa..uwa...!"
Naga kecil terlihat senang sehingga dia terbang berputar-putar di hadapan Ho Chen, sedangkan Ho Chen kini kembali fokus kepada Tanduk Iblis yang mulai mundur sedikit demi sedikit.
"Tanduk Iblis, malam ini akan menjadi malam terakhirmu!" ucap Ho Chen kemudian dia menghilang dan muncul kembali di hadapan Tanduk Iblis dengan jarak hanya sekitar tiga jengkal saja.
Tanduk Iblis segera melompat mundur sekaligus melepaskan perisai energi pelindung di sekujur tubuh, dia sangat sadar diri jika Ho Chen bukan sosok yang mudah untuk dia lawan, jika menantu Kaisar Kegelapan saja kesulitan melawan Ho Chen, apalagi dengan dirinya? semua itu jelas membuat Tanduk Iblis merasa takut.
"Kau sangat ahli dalam menyerap serangan energi bukan? Sekarang kamu coba serap ini!" ucap Ho Chen kemudian dia melepaskan tiga energi elemen air, api dan tanah.
Ketiga sihir elemen tersebut segera muncul dan berputar-putar sesat sebelumnya akhirnya menyatu membentuk sebuah ular lumpur panas.
Ho Chen segera melepaskannya kearah Tanduk Iblis, hal itu membuat Tanduk Iblis melesat mundur, dia tidak mungkin menyerap energi dari tiga elemen gabungan tersebut, karena itu dia berusaha mundur menghindarinya saja.
Kini ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan sudah di jauhkan oleh Ho Chen dengan mengirim Naga Halilintar, Burung Air Surgawi, dan Ular lumpur, ketiganya pada akhirnya sama memilih bertarung di ruang angkasa saja.
__ADS_1
"Seharusnya ini akan menjadi kemenangan kalian semua, lagi pula yang terkuat sudah berpindah tempat dan bertarung di ruang angkasa," kata Ho Chen kemudian dia menghilang karena akan melawan ketiganya sekaligus seorang diri di ruang angkasa.
Kini hanya musuh yang terkuat hanya tersisa Carolus dan Xiniu, namun keduanya kini sama-sama berada di situasi terburuk karena di pihak Tian Feng lebih banyak jumlah orang yang memiliki kemampuan Dewa.