
***
"Kyaaaa...!" teriak Chie Xie sambil menutup mata karena malu melihat baju Tian Feng yang hampir telanjang.
Tian Feng juga ikut kaget, padahal dia sudah berpindah tempat ke kamarnya, namun saat Tian Feng muncul, Chie Xie membuka pintu kamar Tian Feng karena berniat ingin membersihkan tempat tidur kakaknya.
"Xie'er maaf keluarlah dulu, aku mau ganti bajuku!" kata Tian Feng.
Tanpa menjawab sepatah katapun, Chie Xie bergegas lari keluar dengan wajah memerah.
Sebenarnya masih ada pakaian yang melekat di tubuh Tian Feng, namun bagian atas compang-camping dan bagian bawah hingga pangkal paha juga hilang, bahkan bokong Tian Feng sedikit terlihat.
Tian Feng membersihkan badannya terlebih dahulu karena banyak pasir mulai dari rambut hingga di kulitnya yang masih melekat, belum lagi darah yang mengering di tubuhnya yang bau amis.
Chie Xie sendiri berjalan ke ruang tamu kemudian duduk di kursi dengan wajah kesal.
"Xie'er ada apa denganmu? Kenapa kamu terlihat kesal?" tanya Lie Yie yang datang menghampiri Chie Xie.
"Tian gege tidak sopan ibu! Dia datang dengan baju yang hanya tinggal sedikit sekali di tubuhnya, Xie'er jadi malu sendiri melihatnya!" kata Chie Xie.
"Tian sudah pulang?" tanya Lie Yie yang dijawab dengan anggukan oleh Chie Xie.
"Iya sudah, lagi pula Tian gege mu baru pulang bertarung demi melindungi kita, jadi wajar jika dia datang dengan baju berantakan, yang terpenting dia kembali dengan selamat," kata Lie Yie dengan perasaan lega karena Tian Feng berhasil kembali dengan selamat.
Lie Yie sudah tidak kaget lagi, sudah beberapa kali Tian Feng sering muncul secara tiba-tiba tanpa melewati pintu rumah, dan dia juga sudah mulai menerima status Tian Feng sebagai seorang pendekar.
"Sudah larut malam begini kenapa Xia belum pulang juga?"
Lie Yie menatap kearah pintu menunggu kepulangan Yuan Xia yang pergi ke istana setelah getaran akibat pertarungan Tian Feng sudah tidak ada lagi, Yuan Xia kesana karena Ratu Sie ingin membahas masalah di perbatasan.
Namun hingga larut malam Yuan Xia tidak juga kunjung datang sehingga Lie Yie mulai merasa khawatir jika mungkin masalah pasukan dari Kerajaan Xia semakin memburuk.
Tian Feng dengan pakaian yang sudah diganti datang menghampiri mereka, yang pertama dia hampiri adalah Chie Xie.
"Xie'er! Maafkan gege, tadi gege tidak tahu kalau kamu akan masuk ke dalam kamar! Tapi kenapa kamu tiba-tiba saja masuk ke kamar ku?" Tian Feng berusaha membujuk Chie Xie sekaligus bertanya kenapa Chie Xie masuk kedalam kamarnya.
"Gege pikir selama gege tidak ada dirumah, siapa yang membersihkan kamar?" tanya Chie Xie.
"Para pelayan!" jawab Tian Feng.
"Bukan para pelayan tapi aku gege!" jawab Chie Xie sambil memalingkan wajahnya.
Tian Feng menoleh kearah Lie Yie yang tersenyum melihat Chie Xie yang masih bersikap kekanak-kanakan kemudian dia memberi isyarat kepada Tian Feng untuk membujuk adiknya kembali.
"Iya-iya gege minta maaf dan terima kasih karena selama ini Xie'er selalu membersihkan kamar ku sehingga selalu bersih! Kamu mau kan memaafkan ku?"
Chie Xie menoleh dan menatap Tian Feng dengan tatapan tajam kemudian dia mengatakan sesuatu kepada Tian Feng.
"Aku meminta imbalan atas pekerjaanku membersihkan kamarmu!"
"Imbalan? Kamu mau minta apa? Uang atau pakaian, apa perhiasan?" tanya Tian Feng.
"Bukan itu yang aku mau!" jawab Chie Xie.
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu inginkan?"
"Aku ingin nanti gege meluangkan waktu untuk ku walau hanya sehari dan melatih ku!" kata Chie Xie.
Chie Xie sudah bosan berlatih sendirian dan dia merasa tidak ada perkembangan apapun karena tidak memiliki pembimbing yang pantas, jadi hanya Tian Feng satu-satunya orang yang pantas untuk melatihnya agar bisa menyempurnakan Sihir Es nya.
"Owh hanya itu saja! Baik jika nanti tidak ada masalah lagi, aku janji akan menemanimu mu berlatih!" kata Tian Feng.
"Janji..?" Chie Xie kembali bertanya sekaligus memastikan perkataan Tian Feng.
"Iya aku janji tapi setelah situasi lebih aman!" jawab Tian Feng.
"Terima kasih gege! Gege ku memang yang terbaik," kata Chie Xie yang senang dan memeluk Tian Feng.
"Kamu ini sudah belasan tahun tapi manjamu tidak pernah berubah!" kata Tian Feng dengan mengelus rambut Chie Xie yang hitam dan panjang.
"Tian kamu sudah pulang? Syukurlah kamu baik-baik saja!" Yuan Xia datang dan menyapa Tian Feng dengan perasaan lega.
"Kenapa kamu lama sekali Xia?" tanya Lie Yie.
Wajah Yuan Xia yang awalnya cerah karena melihat Tian Feng yang baik-baik saja berubah menjadi kusut.
Yuan Xia duduk sambil menghela nafas panjang kemudian mulai menjelaskan akan pertemuan di aula Istana.
"Pasukan tambahan Kerajaan Xia yang berada di perbatasan mencapai Tiga Ribu prajurit! Memang jumlah itu masih bisa di imbangi oleh pasukan Istana, namun masalahnya ada dua orang yang bisa melayang yang terlihat di antara mereka," kata Yuan Xia.
Tian Feng mengerutkan dahinya mendengar hal itu, dia yakin itu pasti para Pengawal Organisasi Bintang Hitam.
"Sekitar sepuluh hari lagi, dan besok Panglima Wei akan mengirimkan Empat Ribu pasukan dan dua Panglima beserta dirinya yang akan terjun langsung ke medan pertempuran!" kata Yuan Xia.
Mengingat ada dua orang yang bisa melayang seperti Tian Feng, Wei Fang berencana akan kesana juga serta akan membawa beberapa tokoh pendekar terhebat untuk ikut membantu.
Andai nanti dua orang itu benar-benar adalah anggota Organisasi Bintang Hitam, Wei Fang baru akan meminta bantuan Tian Feng serta Chie Xie untuk membantunya.
Tian Feng terdiam sejenak kemudian dia menatap ke arah Selatan dengan bola mata yang menyala.
Tian Feng ingin melihat sendiri serta memastikan apakah dua orang itu benar-benar anggota Organisasi Bintang Hitam atau bukan.
Tian Feng melihat satu orang wanita dari Toakai dan satu orang seperti dari Kerajaan Foiberia, dan mereka berdua memancarkan aura Hitam dari tubuh masing-masing.
"Ternyata ini memang ada hubungannya dengan Organisasi Bintang Hitam, atau mungkin mereka bekerja sama untuk menaklukkan Kerajaan Wu ini!" batin Tian Feng.
Setelah beberapa saat Tian Feng melihat tidak jauh dari kapal yang akan menuju ke perbatasan, terlihat ada ratusan kapal lainnya yang menuju ke arah pelabuhan, dan kapal itu adalah kapal milik Pasukan Kerajaan Xia.
"Ayah, apakah Panglima Wei masih berada di istana atau sudah pulang?" tanya Tian Feng.
"Dia masih di istana! Memang kenapa?" tanya Yuan Xia.
"Nanti akan aku jelaskan di istana, dan malam ini juga kita harus menemui Panglima serta Ibu Ratu karena ada masalah yang lebih serius selain di perbatasan!" kata Tian Feng.
"Memangnya ada apa gege?" Chie Xie juga sama penasarannya begitu juga dengan Lie Yie.
"Nanti gege akan memberitahumu, sekarang kami harus ke istana dulu sebelum terlambat!" kata Tian Feng.
__ADS_1
"Ayah pegang tanganku!" kata Tian Feng membuat Yuan Xia bingung.
Yuan Xia segera memegang tangan Tian Feng dan kemudian pandangannya seperti berputar, Yuan Xia serta Tian Feng menghilang di hadapan Lie Yie serta Chie Xie.
"Apakah itu yang kamu maksud Sihir Lorong waktu Xie'er?" tanya Lie Yie.
"Iya, tapi punya Tian gege berbeda dengan sihir ku!" jawab Chie Xie.
"Kalau begitu sana bersihkan kembali kamar kakakmu selagi kakak dan ayahmu berada di luar!"
Chie Xie mengangguk kemudian dia bergegas pergi ke kamar Tian Feng untuk membereskannya.
***
"Hah...!?"
Yuan Xia yang merasa pusing sejenak terkejut mendapatkan dirinya sudah berada di aula Istana dimana disana masih ada beberapa pejabat serta Ratu Sie dan juga Panglima Wei.
Semua orang yang ada disana juga sama terkejutnya melihat kemunculan Tian Feng dan Yuan Xia yang mendadak muncul begitu saja.
"Penasehat Yuan? Bagaimana kamu bisa muncul begitu saja? Dan kenapa kamu kembali lagi?" tanya Ratu Sie.
"Maaf atas kelancangan hamba Yang Mulia! Hamba datang secara mendadak mengagetkan kalian karena ada hal penting yang ingin hamba sampaikan," kata Tian Feng.
"Kamu Tian bukan? Kamu terlihat berbeda saat terakhir aku melihatmu!" kata Ratu Sie.
"Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan Tian?" tanya Wei Fang.
Sebenarnya Wei Fang ingin bertanya bagaimana dengan Lima Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang sudah ia lawan, apakah sudah mati semua atau malah kabur? Namun dia tidak menanyakannya karena Tian Feng ingin menyampaikan hal penting.
"Panglima, sebenarnya Pasukan tambahan dari Kerajaan Xia itu hanyalah sebuah pengalihan saja agar sebagian kekuatan di istana ini melemah!" kata Tian Feng.
Mereka semua yang ada disana saling bertanya-tanya maksud perkataan Tian Feng, "Apa maksud mu Tian?" tanya Yuan Xia.
"Maksudku selain dari pasukan yang akan datang ke perbatasan, masih ada pasukan lain yang jumlahnya lebih banyak sedang menuju kesini! Dan ini jelas jika yang di Perbatasan hanyalah sebuah pengalihan!" jawab Tian Feng.
"Darimana kamu mengetahui semua itu Dewa Sesat?" tanya salah satu Panglima.
"Aku memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh orang lain, ilmu yang mampu melihat ke tempat yang jauh sekalipun, karena itu aku mengetahuinya serta melihat dengan sangat jelas jika ada pasukan lain yang akan menyerang ke kota dimana dari pasukan itu ada pasukan gajah yang juga akan datang!" kata Tian Feng.
"Pasukan Gajah..!?"
Ratu Sie terkejut mendengarnya, ini sama persis seperti yang ia lihat di dalam mimpinya.
"Lalu apakah kamu melihat ada anggota Organisasi Bintang Hitam di antara mereka?" tanya Wei Fang.
Tian Feng mengangguk sekaligus menjawabnya, "Aku melihat ada dua orang di antara pasukan tambahan yang akan menuju ke perbatasan, dan di pasukan lainnya, aku belum melihatnya Panglima! Namun aku yakin mereka pasti akan ikut menyerang!" jawab Tian Feng.
Semuanya mulai ricuh dan pembicaraan menjadi tidak terarah setelah Tian Feng selesai menyampaikan informasinya.
"Panglima Wei! Aku serahkan semuanya padamu untuk melindungi para rakyat ku!" kata Ratu Sie.
Wei Fang mengangguk sekaligus meminta waktu untuk menyusun strategi sekaligus akan meminta bantuan Tian Feng untuk mengamati gerakan mereka agar Wei Fang bisa tahu strategi yang akan disusun nantinya.
__ADS_1