Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Mengartikan sebuah kalimat


__ADS_3

"Sepertinya di galaxi itu ada kehidupan lain, apa mungkin itu adalah para pasukan Kegelapan milik An Huang Yi?" tanya Tian Feng yang samar-samar merasakan tanda-tanda akan adanya kehidupan, namun rasanya sangat berbeda sekali.


"Sepertinya begitu, karena seingatku, An Huang Yi memang memiliki pasukan Kegelapan yang tidak kalah banyak dengan pasukan Kahyangan!" jawab Ho Chen lalu dia menatap Tian Feng.


"Tian, walau saat ini kamu sudah memiliki kemampuan yang sangat besar dan melampaui diriku, kamu tetap harus berfokus terhadap latihanmu, aku yakin Energi Hitam pasti akan ikut campur dalam pertandingan mu nanti, jadi sudah saat nya bagimu untuk mencari tahu cara untuk naik ketahap yang lebih tinggi lagi!" kata Ho Chen.


Tian Feng hanya tersenyum tipis, dia sendiri sebenarnya juga ingin secepatnya naik ketahap yang melebihi kekuatan Rana Agung, hanya saja cara untuk bisa naik ketahap itu sangatlah berbeda.


Namun saat mengingat kembali akan keselamatan Xihua, Tian Feng akan tetap berusaha untuk memecah sebuah catatan kalimat.


"Tahapan yang lebih tinggi dari Rana Agung? Bukankah Kesatria sudah mencapai itu?" tanya Singa Emas karena dia masih sangat ingat sekali akan besarnya kemampuan Tian Feng saat bertarung melawan Panglima Gerbang Timur.


"Sebenarnya itu baru setengah langkahnya saja Raja Singa Emas, untuk benar-benar bisa mencapai tahap itu, aku harus memahami sebuah istilah, hanya saja aku tidak tahu apa itu!" kata Tian Feng.


"Tunggu dulu, sepertinya aku ingat sesuatu! Kalau tidak salah Raja Naga pertama pernah meninggalkan sebuah catatan di sebuah dinding bagian belakang, namun aku tidak memahami catatan tersebut, karena yang bisa memahaminya dulu hanya Raja Naga Api Emas Xu Guang Long, dan itupun hanya dia dan ratu Naga saja yang mengetahuinya!" kata Raja Singa Emas.


"Catatan? Apakah catatan itu masih ada Singa Emas?" tanya Xu Lian.


"Masih ada Putri, dan aku yakin ini ada hubungannya dengan kekuatan yang Kesatria dan Tuan Ho Chen bicarakan!" jawab Singa Emas.


"Kalau begitu bawa kami untuk melihat catatan tersebut!" kata Ho Chen.


Singa Emas menatap Xu Lian dan Xu Lian mengangguk kepada Singa Emas yang artinya dia mengijinkan catatan itu untuk di baca oleh Ho Chen dan Tian Feng, alasannya sangat jelas, agar Tian Feng bisa mencapai ketahap yang lebih tinggi, jika perlu dengan Ho Chen atau sekalian dengan dirinya.


Singa Emas memanggil enam binatang yang memiliki kemampuan Dewa Agung untuk kembali menyegel Mustika Mata Naga Giok Kaisar, dan kemudian Singa Emas membawa Ho Chen dan Tian Feng serta Xu Lian menuju ke sebuah catatan dinding yang berada di dinding istana paling belakang.


Walau dibilang berada di dinding paling belakang, namun jaraknya cukup jauh jika harus jalan kaki, namun jika harus terbang juga tidak mungkin mengingat mereka bukan berada di alam terbuka, melainkan di dalam istana terbuka.


Setelah berjalan selama setengah hari, barulah mereka tiba di dinding istana yang berada di bagian belakang, dan setibanya disana, Singa Emas segera menunjukkan catatan tersebut yang ternyata berada cukup tinggi namun dengan tulisan yang agak besar dan juga banyak.


"Ini tulisan apa? Apakah guru bisa membacanya?" tanya Tian Feng.


Ho Chen menggelengkan kepalanya karena dia sendiri juga tidak mengerti akan tulisan tersebut, atau lebih tepatnya tidak bisa membacanya karena setiap hurufnya berbeda dengan huruf yang biasa mereka ketahui.


"Ini adalah bahasa Naga Kuno, dan hanya para Binatang kuno seperti diriku jjjjlah yang bisa membacanya!" kata Singa Emas.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi bagiamana denganmu Xu Lian, apakah kamu juga tidak bisa membawanya juga?" tanya Tian Feng.


"Aku bukan hidup di jaman kakekku, jadi aku juga tidak tahu dengan aksara tulisan Naga Kuno, walau aku adalah keturunan terakhir Naga Api Emas kuno, namun aku terlahir setelah bahasa berubah, dan terlebih lagi aku juga tidak pernah belajar membaca, yang kutahu hanya makan jiwa jahat sekenyang mungkin!" jawab Xu Lian sekaligus tertawa.


"Jadi kamu hanya tahu makan saja, dasar bocah nakal!" gumam Tian Feng.


"Aku mendengarnya!" kata Xu Lian sekaligus menatap Tian Feng dengan kedua tangan di pinggang.


"Raja Singa Emas, maukah kamu menterjemahkan arti tulisan itu kepada kami?" tanya Ho Chen.


"Baik, aku akan menterjemahkannya, namun ini akan memakan waktu cukup lama, karena di dalam tulisan tersebut terdapat kisah perjalanan Raja Naga pertama saat mengarungi Alam semesta!" kata Singa Emas.


"Tidak apa-apa!" jawab Ho Chen.


Semuanya langsung diam tak bersuara saat Singa Emas mulai membaca setiap tulisan namun dalam bahasa Naga Kuno dan setelah cukup lama membaca, barulah dia selesai kemudian mulai menterjemahkan nya dalam bahasa yang di mengerti oleh Tian Feng, Ho Chen dan Xu Lian.


Raja Naga Kuno pada dasarnya hanyalah seekor Naga biasa saja, namun dia adalah satu-satunya Ras Naga sebelum munculnya Naga lainnya yang terlahir dari keturunan darah campuran.


Sebelum memiliki kekuatan, Raja Naga sempat mempelajari cara mengendalikan kekuatan energi alam, dan saat itu tanpa sengaja dia menemukan sebuah Api kecil yang menyala di sebuah hutan.


Raja Naga yang merasa heran serta bingung dengan pemandangan tersebut akhirnya memilih untuk memakan Api Teratai Emas tersebut, dan saat menelannya, dia sama sekali tidak merasakan panas sehingga dia merasa itu bukanlah api, melainkan hanya bunga saja.


Namun siapa sangka saat akan kembali, Raja Naga merasa ada sesuatu yang berubah pada dirinya, dia merasa tubuhnya seperti di penuhi oleh banyak energi, hanya saja rasanya agak panas.


Tanpa disengaja olehnya saat dia menghembuskan nafas dari mulutnya, tiba-tiba saja dia mengeluarkan api emas dari mulutnya dan membakar apapun yang terkena oleh semburan apinya.


Raja Naga sangat panik dan bingung, apalagi dia belum bisa mengendalikan apinya, dan setelah beberapa tahun kemudian, Raja Naga Akhirnya mampu mengendalikan kekuatannya dan berhasil mencapai tahap Dewa.


Api Bunga Teratai tersebut akhirnya sepenuhnya menyatu dengan darah dan daging Raja Naga, dan setelah beberapa tahun berikutnya, akhirnya Raja Naga menjadi pemimpin serta Raja dari para Binatang yang ada di Dunia Selatan.


Setelah berhasil mencapai puncak kejayaan serta kekuatan tertinggi, barulah kekacauan besar terjadi dan akhirnya Raja Naga memilih untuk mengikuti Buddha dan akan menyerahkan kerajaan Gunung Tingsan kepada anaknya, dan sebelum dia benar-benar pergi, dia sempat membagi Esensi Api Surgawi nya kepada keturunannya.


Setelah mengikuti Buddha selama beberapa tahun, Raja Naga menemukan cara untuk mencapai tahap tertinggi setelah Rana Agung, dan semua itu karena pencerahan dari sang Buddha.


Raja Naga kembali ke Dunia Selatan, namun saat itu Raja Naga Xu Guang Long sudah memutuskan untuk mengikuti Kaisar Langit sehingga Raja Naga pertama meninggalkan tulisan akan cara mencapai tahap setelah Rana Agung.

__ADS_1


"Iya, setelah itu ayah kembali kesini dan membaca ini lalu kembali lagi ke kahyangan, dan saat itu adalah hari pertamaku terlahir dan berada di Nirwana, dan setelah beberapa tahun, ayah kembali kesini untuk memastikan lagi keamanan disini sekaligus meninggalkan Mustika Mata Naga Giok Kaisar itu!" kata Xu Lian menambahkan.


"Lalu apa lagi, apakah ada satu pesan atau kalimat yang di tinggalkan oleh Raja Naga Suci Kuno ini?" tanya Ho Chen.


Ho Chen memanggil Raja Naga Kuno dengan sebutan Naga Suci Kuno, karena itu yang memang sering di sebut oleh para Dewa.


"Ada, ini kalimatnya!"


"Kalau ada satu kata yang bisa di ucapkan dengan sebuah kalimat, semuanya akan aku katakan jika tidak ada yang kuat ataupun yang lemah, semuanya akan berakhir dalam ketiadaan jika tidak memiliki kemampuan berpikir yang tepat!"


"Begitu kalimat yang harus di artikan!" kata Singa Emas.


Tian Feng mengerutkan dahinya setelah mendengar kalimat tersebut, ini adalah ketiga kalinya bagi dirinya mendengar kalimat tersebut di ucapkan, yang pertama dari Kaisar Langit, dan yang kedua dari Buddha Rulay, dan sekarang ada di catatan tembok Istana Naga Suci Kuno atau Raja Naga Kuno.


"Tidak kusangka ternyata kalimat inilah yang harus aku artikan!" kata Tian Feng.


Ho Chen menoleh kearah Tian Feng setelah mendengar perkataan Tian Feng seraya bertanya padanya, "Apakah kamu pernah mendengar pesan ini sebelumya Tian?" tanya Ho Chen.


"Iya guru, aku sudah dua kali mendengar kalimat ini, yang pertama dari Kaisar Langit, dan yang kedua dari Buddha Rulay, aku yakin Xu Lian pasti mendengarnya juga!" kata Tian Feng yang menoleh ke arah Xu Lian, sedangkan Xu Lian hanya tersenyum manis seraya mengangguk.


"Kalau begitu kamu pasti sudah tahu makna dari kalimat ini bukan?" tanya Ho Chen.


"Tidak!" jawab Tian Feng dengan singkat.


"Kalau begitu jalan satu-satunya agar bisa mencapai tahap Rana Ilahi adalah dengan mengartikan sebuah kalimat dalam sebuah pemahaman, berarti untuk mencapai tahap itu tidak membutuhkan latihan khusus, hanya pemahaman arti sebuah kalimat untuk membedakan baik dan buruk, hidup dan mati, serta kehidupan fana yang kosong!" kata Ho Chen yang mulai memahaminya.


"Apakah guru bisa memecahkannya?" tanya Tian Feng.


"Aku tidak berani untuk bilang bisa, namun walau aku bisa sekalipun, mungkin hanya kamu yang saat ini mampu mencapai tahap itu karena kekuatanmu saat ini sudah berada di puncak Rana Agung, dan mungkin Xu Lian juga memiliki kesempatan ini, tapi tunggu..!" Ho Chen menghentikan kalimatnya kemudian menatap Xu Lian.


Ho masih ingat dengan perkataan Zhi Shan jika nanti akan ada tiga sosok yang akan mampu mencapai tahap Rana Ilahi dan salah satunya adalah Tian Feng, sedangkan dua sisanya Ho Chen belum tahu, namun saat ini Ho Chen yakin mungkin salah satu lagi adalah Xu Lian si gadis Naga Api Emas keturunan Naga Suci Kuno.


"Ada apa guru?" tanya Tian Feng.


"Tidak ada apa-apa, sebaiknya kita mencoba memecahkan kelimat ini, siapa tahu nanti bisa dan juga mampu menaikkan kekuatan mu dan Xu Lian setelah berhasil mendapatkan pencerahan dari kalimat ini!" kata Ho Chen kemudian mereka semua kembali ke tempat kolam Air Mata Naga berada untuk mencoba mencari pencerahan dengan memecahkan teka-teki kalimat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2