Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Hutang nyawa di bayar nyawa


__ADS_3

***


Cahaya terang kecil di langit terlihat seperti setitik bintang kecil yang sedang terbang di bawah sekumpulan awan hitam jika di lihat dari bawah, cahaya terang tersebut segera di ambil oleh Tian Feng ketika jiwa Spiritual Xin Zin sedang di serap oleh Naga Emas kecil.


"Simpan dulu batu Mustika putih itu Tian, kamu tidak bisa menyatukan batu itu dengan tubuh mu di alam bebas seperti ini!" kata Xian.


Tian Feng mengangguk kemudian dia segera memasukkan batu Mustika putih tersebut kedalam Cincin Langit Malam nya. Setelah melihat Naga Emas kecil sudah menyelesaikan urusannya, Tian Feng segera turun kebawah untuk menemui para anggotanya yang masih menjaga para anggota Organisasi Bintang Hitam yang tidak mau bergabung dengan Organisasinya.


Yao Shan sendiri kini sudah kembali ke Dunia dimensi obat nya, dia masih harus menyempurnakan kembali penahan Ling Qi nya dari awal, karena itu dia tidak berharap Tian Feng kembali memanggil dirinya saat dia belum selesai menyempurnakan penahan Ling Qi nya.


"Uwa-uwa..! Uwa..uwa."


Tian Feng memiringkan kepalanya mendengar ocehan Naga Emas kecil yang terlihat sedang menyampaikan sesuatu pada dengan bahasa yang tidak ia mengerti.


"Kembalilah Naga kecil, nanti jika ada makanan yang lebih besar lagi, aku pasti akan memberikannya padamu!" kata Tian Feng sembari mengelus kepala Naga Emas kecil yang masih belum memiliki tanduk.


"Uwa."


Naga Emas kecil mengangguk penuh semangat kemudian dia langsung melingkar di lengan Tian Feng dan kembali berubah menjadi tato Naga Api Emas.


Setelah Naga Emas kecil sudah kembali ke lengannya, Tian Feng segera turun menuju ke tempat para pendekar yang ia bawa, di sana sudah ada ratusan orang dari bekas anggota Organisasi Bintang Hitam yang tidak mau bergabung dengan Organisasi tersebut.


"Tu..tuan, apa tugas kami selanjutnya Tuan?" tanya salah satu Pendekar Cahaya dengan membungkukkan badan penuh hormat.


"Tunggulah sebentar senior, aku ingin bicara kepada mereka semua terlebih dahulu!" kata Tian Feng.


Pendekar Cahaya itu sama sekali tidak membantah, dia mundur memberikan jalan bagi Tian Feng untuk berbicara kepada para bekas anggota Organisasi Bintang Hitam tersebut.


"Terima kasih karena Tuan sudah menolong kami semua dari tekanan Organisasi Bintang Hitam itu, jika tuan tidak datang menolong kami, mungkin kami sudah tidak akan mengenali diri kami sendiri lagi!" kata salah seorang pria paruh baya seraya berlutut di hadapan Tian Feng dan diikuti oleh ratusan anggota lainnya yang ada di belakangnya.


"Sebenarnya kalian masih belum bebas karena segel tanda kesetiaan itu masih ada di pundak kalian semua, jika itu di hilangkan, maka kalian tetap menjadi anggota Bintang Hitam!" kata Tian Feng.


"Tapi Tuan, tanda ini tidak bisa di hilangkan begitu saja, tanda kesetiaan ini sudah menyatu dengan darah daging kami semua!" ucap pria paruh baya tersebut.


"Aku tahu itu, jika kalian benar-benar ingin keluar dan tidak lagi memiliki tali hubungan apapun dengan Organisasi Bintang Hitam itu, kalian semua harus pergi ke Desa Wunji, disana ada mertuaku yang bisa menghilangkan segel tanda kesetiaan itu!" kata Tian Feng.


"Desa Wunji?" semua orang merasa terkejut mendengarnya.


"Kalian tidak perlu ragu, jika kalian mau mulai saat ini juga kalian bisa pergi kesana, dalam perjalanan kalian nanti akan di temani oleh beberapa Pendekar ku!" kata Tian Feng.


"Baiklah Tuan, apapun yang Tuan ingin perintahkan kepada kami, kami akan melaksanakannya," kata seorang lagi yang maju kedepan dan berbicara kepada Tian Feng.


Tian Feng mengangguk kemudian dia memanggil sepuluh Pendekar tingkat Atas dan satu Pendekar Cahaya, "Kalian bersebelas akan pergi menemani mereka hingga tiba di Desa Wunji, apapun yang terjadi di jalan nantinya, kalian harus bisa melindunginya!" kata Tian Feng kemudian dia mengeluarkan sepuluh butir Pil Tulang Hati dan memberikan masing-masing dari mereka satu Pil.


Ini upah kalian untuk hari, setelah kalian selesai mengantarkan mereka hingga ke desa Wunji, kalian segera kembali ke Asosiasi Sayap Langit karena aku akan menunggu kalian disana!" kata Tian Feng.


Pendekar Cahaya serta kesepuluh pendekar lainnya yang memiliki tugas merasa gemetar saat menerima Pil dari Tian Feng.

__ADS_1


"Berangkatlah kalian, namun kalian tetap harus berhati-hati dan selalu waspada karena Organisasi Bintang Hitam masih berkeliaran di mana-mana!" kata Tian Feng.


"Kami akan melakukan yang terbaik Tuan!" kata Pendekar Cahaya tersebut kemudian dia segera mengajak kesepuluh Pendekar lainnya untuk segera berangkat.


Setelah mereka semua pergi, Tian Feng menatap tumpukan abu yang bertebaran di sekitar markas, dia tidak menduga jika Yao Shan memiliki sisi yang kejam seperti dirinya.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini!" kata Tian Feng mengajak kelompoknya pergi dan kembali ke tempat Sayap Langit.


***


Dalam kurung waktu hampir satu bulan, sudah empat markas cabang Organisasi Bintang Hitam yang di hancurkan, dua markas di hancurkan oleh Tian Feng dan dua markas lainnya di hancurkan oleh kelompok yang di pimpin Lio Long serta Chie Xie.


Yang menarik perhatian banyak orang adalah kelompok pasukan dari Lio Long, kelompok pasukan Lio Long bergerak secara besar-besaran sehingga pergerakan mereka di ketahui oleh banyak orang, tidak seperti Tian Feng yang bergerak secara diam-diam.


Beberapa perguruan kecil yang belum bergabung dengan Organisasi Jalan Kebenaran mulai ikut bergabung dengan kelompok pasukan Lio Long, hanya saja tidak seluruh perguruan yang masih berani bergabung karena sebagian dari Perguruan juga berada di bawah ancaman Organisasi Tiga Bunga dan Bintang Hitam.


Gerakan pemusnahan besar-besaran itu membuat Jia Tai Yan memijat kepalanya, dia dan Zhi Yu Zhuan benar-benar bingung dengan gerakan besar-besaran dari kelompok Lio Long.


"Bagaimana ini? Pimpinan besar Organisasi Bintang Hitam saat ini sedang berada di Jiuxi, jika dia tidak datang kesini salam waktu dekat, aku khawatir seluruh markas cabang Organisasi Bintang Hitam akan benar-benar habis!" kata Zhi Yu Zhuan.


Jia Tai Yan yang mondar-mandir di hadapan Zhi Yu Zhuan tidak bisa memberikan komentar apapun, dia sendiri sedang memikirkan Organisasi nya sendiri, mengingat seluruh anggotanya sudah bekerjasama dengan Organisasi Bintang Hitam, bukan tidak mungkin Organisasi Tiga Bunga juga akan ikut lenyap.


Saat Jia Tai Yan dan Zhi Yu Zhuan masih bingung memikirkan situasi yang kacau tersebut, tiba-tiba saja suara teriakan dari luar Istana mengagetkan mereka berdua.


"Ada serangan..!"


Suara teriakan keras yang di sertai dengan suara bunyi lonceng tanda serangan terdengar keseluruh kota Xanhuo, semua para prajurit yang sedang beristirahat dengan tenang begitu mendengar suara bunyi lonceng langsung bangun, mereka tidak sempat mengenakan baju perang lengkap mereka karena panik.


Di depan istana Taiyan Zin dan beberapa Pendekar Cahaya lainnya sudah mengenakan baju tempur mereka, yaitu Zirah Panglima perang, setelah melihat Jia Tai Yan dan Zhi Yu Zhuan, mereka semua langsung menjelaskan akan situasi yang terjadi.


Taiyan Zin menjelaskan jika pasukan yang di pimpin oleh Wei Fang sedang bergerak menuju kearah istana, jumlah mereka memang tidak sebanyak pasukan yang di miliki oleh Zhi Yu Zhuan saat ini, hanya saja Wei Fang membawa beberapa Pendekar yang memiliki kekuatan melebihi Pendekar Cahaya.


"Panglima Wei Fang? Jadi dia sudah mencapai tahap Raja Bumi? Pantas saja dia berani datang memimpin penyerangan ini!" kata Jia Tai Yan.


Wajah Taiyan Zin memucat karena dia merasa jika Wei Fang pasti akan mengincar dirinya mengingat dulu dia pernah menjatuhkan harga diri Wei Fang di depan banyak orang saat berada di Kuburan Seribu Pedang.


"Yang Mulia, sepertinya pangeran Zhi Yei Fai juga ikut datang!" kata salah satu prajurit.


"Apa? Keponakanku juga datang?"


Zhi Yu Zhuan terkejut mendengarnya, dia ingat akan ucapan kakek tua yaitu Lio Long jika suatu hari Zhi Yei Fai akan datang sendiri untuk merebut kembali Singgasana nya, hanya saja Zhi Yu Zhuan tidak menduga jika dia akan datang secepat ini.


"Para Ketua Organisasi Tiga Bunga..! Sekaranglah saatnya keberadaan kalian harus di hapus dari Kerajaan Wutong ini."


Suara Wei Fang terdengar menggema keseluruh istana, suaranya menggetarkan tembok istana serta bangun yang ada disekitar istana.


Disaat yang sama, barisan pasukan mulai terlihat di depan gerbang istana yang luas, dan barisan paling depan, sudah berdiri puluhan Pendekar dari berbagai perguruan dan juga gabungan dari Organisasi Jalan Kebenaran dan Organisasi Pengemis.

__ADS_1


Para Pendekar sepuh rata-rata mengeluarkan aura yang sangat kuat sehingga batu kerikil akan bergerak karena aura seluruh Pendekar sepuh yang sudah berhasil memasuki setengah langkah menuju ketahap Raja.


Jia Tai Yan dan semua pendekar terkuat yang ada segara keluar dan menyaksikan barisan musuh yang sudah berdiri tegak dengan senjata masing-masing.


"Kekuatan yang sangat mengerikan!" gumam Jia Tai Yan saat merasakan aura besar gabungan seluruh Pendekar sepuh.


Wei Fang yang duduk di atas kudanya menatap kearah dua sosok yang sangat ingin ia bunuh, dia menunjuk kearah Jia Tai Yan dengan ujung golok panjangnya seraya berkata, "Sekarang kamu tidak akan bisa lolos lagi dariku Jia Tai Yan, kau harus membayar nyawa Panglima Ying Lo!" kata Wei Fang dengan tatapan merah kemudian dia menunjuk kearah Taiyan Zin lalu kembali berkata, "Dan kamu..! Bersiaplah kamu karena setelah dia, maka giliran mu untuk menyusulnya!" ucap Wei Fang.


Jia Tai Yan dan Taiyan Zin sama-sama memasang wajah suram, walau Wei Fang terdengar sombong dan penuh percaya diri, namun dia memang pantas bersikap seperti itu karena dia memiliki kekuatan yang mendukung ucapannya.


"Paman! Aku harap paman menyerah secara baik-baik sebelum perang ini benar-benar pecah, jika tidak maka jangan salahkan keponakanmu ini jika tidak memberi mu muka!"


Zhi Yei Fai yang duduk di atas kuda hitam di samping Wei Fang berbicara kepada Zhi Yu Zhuan.


Alis Zhi Yu Zhuan berkedut saat melihat Zhi Yei Fai yang duduk dengan gagahnya di atas kuda hitamnya, usia Zhi Yei Fai memang sangatlah muda, namun walau masih muda dia sudah menjadi seorang Pendekar yang berada di Tingkat Tengah. Pencapaian itu sudah cukup pesat bagi Zhi Yei Fai, sebab dia hanya berlatih selama kurang dari tiga tahun dan dia berhasil mencapai tingkat tersebut dalam waktu sesingkat itu adalah sebuah kemajuan yang sangat pesat, tentu saja semua itu berkat dukungan pil dari Lio Long, jika tidak mana mungkin Zhi Yei Fai akan bisa mencapai Pendekar Tingkat Tengah dengan cepat.


"Keluarkan semua senjata meriam dan senapan kita, arakan tembakan kalian kepada Keponakanku itu, pastikan dia mati dengan tubuh hancur," kata Zhi Yu Zhuan yang tidak mau mendengarkan ucapan Zhi Yei Fai dan justru berniat membunuhnya.


Melihat ratusan senapan yang mulai di arahkan kepada Zhi Yei Fai serta belasan meriam yang juga mengarah kearah yang sama membuat Wei Fang naik pitam.


"Dasar manusia tidak tahu malu!" kata Wei Fang kemudian dia mengangkat goloknya ke atas lalu berseru dengan keras.


"Serang...!" seru Wei Fang kemudian dia menatap Zhi Yei Fai lalu berkata, "Pangeran, aku akan membuatkan jalan untukmu, segera pergi dan habisi Paman mu itu, jangan takut dengan senapan dan meriam itu, dengan aku berada di sisimu, senjata-senjata itu tidak akan bisa menyentuhmu!" kata Wei Fang kemudian dia segera maju mengikuti pasukannya yang sudah bergerak lebih dulu.


Ledakan meriam dan suara senapan saling sahut-sahutan dan peluru keduanya mengarah ke pada Zhi Yei Fai yang memacu kudanya di belakang Wei Fang.


"Golok Membelah Samudra."


Wei Fang melepaskan tebasan ke udara kemudian terdiam energi angin yang bergerak bagai gelombang dan membalikkan bola meriam serta peluru senapan kembali ke belakang.


Disaat yang sama pasukan yang lebih dulu maju mulai bentrok dengan pasukan Zhi Yu Zhuan sehingga suara senjata yang berbenturan mulai terdengar ke segala penjuru.


"Cepat tembak anak itu..!"


Zhi Yu Zhuan panik saat semua tembakan senapan dan meriam tidak ada yang bisa mengenai Zhi Yei Fai, itu semua karena keberadaan Wei Fang yang melindunginya.


Melihat pasukan meriam dan senapan yang ingin menembak kembali, Wei Fang segera melompat lalu terbang dengan cepat di udara lalu melepaskan serangan tebasan energi angin kearah pasukan meriam serta pasukan senapan.


Tebasan Golok yang melepaskan gelombang angin kuat langsung memporak-porandakan barisan pasukan meriam dan pasukan senapan sehingga dua barisan pasukan tersebut langsung kocar-kacir dan senjata mereka hancur berantakan.


"Sekarang Pangeran!" seru Wei Fang.


Zhi Yei Fai segera memacu kudanya dengan cepat menuju kearah Zhi Yu Zhuan. Melihat Zhi Yei Fai yang mulai mencabut pedangnya, Zhi Yu Zhuan langsung lari kedalam istana sedangkan Jia Tai Yan mengeluarkan setangkai bunga lalu melemparkan bunga tiga warna itu dengan tangkai hitam kearah Zhi Yei Fai.


Wei Fang tiba-tiba saja muncul dan menangkap bunga tersebut kemudian die melemparkannya kembali kepada Jia Tai Yan.


Jia Tai Yan langsung menghindari serangan balasan dari bunganya sendiri itu kemudian dia menatap Wei Fang dengan tatapan yang sedikit tenggelam.

__ADS_1


"Bukankah sudah ku katakan jika kamu tidak akan bisa lolos bahkan tidak akan bisa berbuat apa-apa, sekarang sudah waktunya kamu melunasi hutang mu, Hutang nyawa di bayar nyawa!" kata Wei Fang kemudian dia mengalirkan energi Chi ke golok panjangnya.


Merasa tidak ada pilihan lain lagi, mau tidak mau Jia Tai Yan harus bertarung melawan Wei Fang dimana saat ini kekuatan Wei Fang sudah lebih tinggi dari miliknya.


__ADS_2