Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kembali ke Xanhuo


__ADS_3

Jilid 2 : Raja Alam


Tian Feng terbangun dari tidurnya setelah beristirahat selama dua hari penuh, dia sendiri sampai tidak sadar jika sebenarnya dia berada didalam kamar hingga dua hari.


Tian Feng masih merasakan sakit kepala dan sedikit pusing, dia duduk di pinggir tempat tidur sekaligus mengatur pernafasannya untuk memulihkan staminanya kembali.


"Ternyata kamu sudah bangun!" Zang Yang datang dan berdiri di hadapan Tian Feng yang masih duduk.


"Berapa lama aku tertidur disini?" tanya Tian Feng.


"Dua hari! Memang kenapa?"


Tian Feng hanya menggelengkan kepala, kemudian dia bangkit setelah sudah tidak merasa pusing.


"Semua para pendekar sedang menunggu mu diluar, mereka juga menginap disini selama dua hari hanya untuk bertemu dengan mu!" kata Zang Yang menyampaikan tentang para pendekar yang rela menunggu kemunculan Tian Feng walau harus menginap selama dua hari.


Tian Feng mengerut dahinya saat mendengar hal itu, "Kenapa mereka ingin bertemu denganku? Memang ada keperluan penting hingga menunggu ku selama itu?" tanya Tian Feng.


"Tidak juga! Bagi mereka kamu adalah seorang bintang, tidak hanya masih muda, namun kamu juga adalah seorang Pendekar terhebat satu-satunya di wilayah ini! Jadi wajar saja jika mulai sekarang akan banyak para pendekar yang akan berusaha membangun relasi dan juga akan banyak pendekar yang akan mengagumi mu, terutama di kalangan anak gadis!" kata Zang Yang.


"Guru! Aku ini hanyalah seorang pendekar yang naif serta bodoh! Awalnya aku sangat percaya diri akan kemampuan ku, namun nyatanya aku tetap tidak bisa mengalahkan pendekar dari Organisasi Bintang Hitam itu, andai tidak ada bantuan Zan...!" Tian Feng berhenti berbicara saat teringat kepada Zanxi.


"Zan..? Zan siapa?" tanya Zang Yang.


Hingga saat ini Zang Yang masih sangat penasaran terhadap Tian Feng, hal yang tidak akan Zang Yang lupakan adalah warna bola mata Tian Feng saat berhasil menancapkan anak panah dari Kai Jhin.


Zang Yang yakin jika waktu itu yang menatapnya bukanlah Tian Feng, melainkan sosok lain yang merasuki tubuh Tian Feng.


"Aku hanya asal bicara saja!" jawab Tian Feng namun sebenarnya dia sedang berusaha memanggil Zanxi.


Tian Feng terus berusaha untuk berkomunikasi dengan Zanxi, namun Zanxi sama sekali tidak menjawabnya.


"Terima kasih Zanxi! Karena dirimu aku bisa lolos dari maut untuk yang ke-dua kalinya! Aku berjanji akan segera berlatih lebih kuat dan mencari dua pecahan pusaka ini agar kamu bisa bangun lagi!" kata Tian Feng lewat pikirannya.


"Ayo kita keluar dan menemui para pendekar disana, kasihan mereka sudah menunggu mu, jadi segera kita temui mereka agar mereka cepat pulang!" kata Zang Yang.


Sebenarnya Tian Feng enggan untuk bertemu dengan para Pendekar, namun mengingat mereka sudah rela menunggu dirinya selama dua hari, terpanjang Tian Feng mengikuti Zang Yang.


****


"Naomi! Kenapa kamu tidak memberitahuku jika akan datang!" Hiroshi bertanya kepada Naomi yang terlihat baru tiba di depan rumah sewaannya.


"Ayah! Aku terpaksa datang kesini karena kabur dari Tuan Muda Hataro! Dia mengancamku akan menghabisi seluruh keluarga ku jika aku tidak mau menikah dengannya!" kata Naomi.


"Mentang-mentang anak Daimo dia mau berbuat seenaknya pada putriku! Tapi tenang saja, urusan ayah disini sudah hampir selesai, mungkin tiga atau lima hari lagi semuanya sudah selesai, setelah itu kita akan pulang dulu untuk membuat perhitungan terhadap Hataro!" kata Hiroshi dengan geram.


Sudah lama Naomi berada di Toakai, namun Hiroshi sengaja merahasiakannya agar orang-orang dari Klan Yama tidak mengejarnya dan mencelakainya.


Naomi belajar serta berlatih di Toakai selama beberapa tahun, dia berusaha mendalami ilmu Pedang Naginata yang sudah lama ia kuasai.


Namun di tempat pendidikannya, Naomi menjadi rebutan banyak pemuda, dan ada satu pemuda yang Naomi hindari.


Nama pemuda tersebut bernama Hataro, dia adalah seorang Kesatria Samurai yang cukup hebat dan ahli dalam menggunakan ilmu pedang.


Sebenarnya tidak hanya Hataro saja yang menyukai Naomi, melainkan masih banyak pemuda dari kalangan dermawan juga mengejar-ngejar Naomi, namun Hanya Hataro saja yang secara terang-terangan berani mengancam Naomi dengan menggunakan nama besar ayahnya.


"Sudahlah sekarang kamu jangan khawatir lagi! Lagi pula tidak akan mungkin Tuan Muda akan mengejar mu hingga kesini!" kata Hiroshi.

__ADS_1


"Tidak ayah, dia masih mengikutiku, saat aku berada diatas kapal, aku melihat dia juga berada disana, dan kemungkinan dia sedang menuju kesini!" kata Naomi.


"Baguslah jika dia datang kesini, aku ingin melihat seberapa besar keberaniannya untuk berhadapan dengan ku!" kata Hiroshi.


"Jangan ayah! Ayah tidak boleh mencelakainya, bagaimanapun juga dia itu anak Daimo, jika sampai terjadi sesuatu pada dirinya, maka kita pasti akan dihukum!" kata Naomi.


"Kamu tenang saja! Ayah tahu apa yang harus ayah lakukan pada Tuan Muda itu!" kata Hiroshi.


Mereka berdua berjalan masuk, namun langkah mereka berdua terhenti saat melihat satu Shinobi yang muncul dihadapan mereka.


"Lapor Hiroshi-dono, pertandingan di Kuburan Seribu Pedang tidak berakhir dengan baik, ada Organisasi Bintang Hitam datang dan mengacaukannya, walau Pendekar Dewa Sesat berhasil mengalahkan salah satu pendekar hebat, namun pertandingan itu tidak lagi dilanjutkan!" kata Shinobi tersebut.


"Organisasi Bintang Hitam sudah sampai disini? Dan siapa itu Pendekar Dewa Sesat?" tanya Hiroshi.


"Itu Tuan, Pendekar Dewa Sesat itu adalah anak Pejabat Yuan! Sekarang dia sudah menjadi satu-satunya pendekar terkuat di wilayah ini!" jawab Shinobi tersebut.


"Anak Pejabat Yuan?" Naomi berusaha mengingat.


"Naomi! Ayah lupa memberitahu mu! Apa kamu ingat terhadap anak laki-laki yang pernah menolong mu dari serangan Shinobi Merah?" tanya Hiroshi.


"Maksud ayah Tian-Kun!" jawab Naomi.


"Iya Tian Feng! Sebenarnya dia adalah anak Pejabat Yuan, ayah juga baru tahu saat pergi kerumahnya!" jawab Hiroshi.


"Jadi Tian-Kun adalah anak Pejabat Yuan!" gumam Naomi.


Dia ingat jika dulu Tian Feng pernah bilang jika dia akan pergi ke Xanhuo untuk pulang, hanya saja Naomi tidak menduga jika Tian Feng adalah anak seorang pejabat.


"Aku sudah menduga jika suatu saat Tian Feng akan menjadi seorang kesatria hebat, dan sekarang dugaanku sudah terbukti!" kata Hiroshi.


Hiroshi langsung menoleh kearah Naomi, "Untuk apa kamu bertanya tempat itu?" tanya Hiroshi.


"Aku mau kesana! Sudah sangat lama sekali aku tidak bertemu dengan Tian-Kun, jadi aku ingin tahu seperti apa dia sekarang!" kata Naomi.


"Kamu tidak perlu kesana! Begini saja, lusa kita akan pergi kerumah Pejabat Yuan, dia pasti sudah ada disana, dan nanti kamu bisa bertemu dengannya disana!" kata Hiroshi.


Naomi mengangguk, dia merasa tidak sabar ingin segera bertemu kembali dengan Tian Feng.


Selama ini dia berlatih agar bisa lebih hebat setidaknya bisa sebanding dengan Tian Feng, namun saat mengetahui kabar jika sekarang Tian Feng sudah menjadi pendekar terhebat satu-satunya di Kerajaan Wu, Naomi tidak yakin lagi sekaligus ingin melihat langsung seperti apa wajah Tian Feng saat sudah sama-sama menginjak dewasa.


***


Semua para Pendekar yang berada di depan Perguruan Gurun Barat sudah mendengar jika Tian Feng sudah bangun serta mendengar jika Tian Feng akan keluar untuk menemui mereka.


Semuanya segera berkumpul disatu tempat yang cukup luas dan sama-sama tidak sabar untuk melihat Tian Feng sekali lagi.


Tepat saat Tian Feng muncul bersama Zang Yang, semuanya memandang Tian Feng dengan pandangan yang sangat berbeda.


"Salam hormat dari perguruan Awan Angin kepada Pendekar Dewa Sesat!"


"Salam hormat dari Perguruan Mata Elang untuk Pendekar Dewa Sesat!"


Masing-masing pendekar memberikan tanda hormat mewakili Perguruan mereka kepada Tian Feng.


Tian Feng yang masih merasa asing dengan julukan Pendekar Dewa Sesat hanya bisa membalas penghormatan mereka semua dengan tanda hormat balik.


"Terima kasih atas penghormatan dari semua! Saya rasa ini terlalu berlebihan untuk saya terima!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Tian! Semua ini pantas kamu terima, karena bagi mereka! Ah tidak tetapi bagi kami semua bisa menghormati seorang Pendekar terhebat! Jadi tanda hormat ini sangat pantas bagimu," kata Wei Fang.


"Tuan Muda, kami semua disini sudah mengakui dan menempatkan Tuan muda sebagai seorang Pendekar terhebat dari semua para pendekar di Kerajaan Wu ini!"


Semua penderkar yang ada disana adalah para Pendekar hebat yang sudah mencapai Tingkat Pendekar Cahaya, namun ada beberapa yang masih berada di Tingkat Pendekar Tengah dan Atas.


"Itu anggapan para senior semua! Namun bagi saya, ini belum seberapa jika dibandingkan dengan para pendekar dari Organisasi Bintang Hitam, pendekar yang saya hadapi saja adalah Pendekar terkuat yang ada di urutan 17 dari 20 Pengawal Bintang Hitam! Bisa senior bayangkan, jika yang urutan 17 saja memiliki ilmu sebesar itu, bagaimana dengan Pengawal yang berada di urutan pertama? Dia pasti seorang pendekar hebat yang entah dari mana asalnya!" kata Tian Feng.


Semuanya sudah melihat dan merasakan sendiri kekuatan besar yang mengerikan milik Kai Jhin, kini mereka mulai membayangkan seberapa besar dan hebat kemampuan Pengawal Bintang Hitam yang berada diurutan pertama, yang pasti dia bukan lagi seorang pendekar biasa lagi.


"Sebaiknya para Senior sekalian segera kembali, dan kedepannya kalian harus berhati-hati karena kita tidak tahu akan seperti apa gerakan para Organisasi Bintang Hitam itu, ditambah lagi sepertinya mereka sudah bergabung dengan organisasi Tiga Bunga, mungkin ini akan menjadi masalah baru dan juga besar yang harus di hadapi oleh semua orang yang ada di seluruh Wilayah Kerajaan Wu!" kata Tian Feng.


Semuanya setuju dengan perkataan Tian Feng, mereka merasa masalah ini akan lebih serius jika tetap dibiarkan, namun mereka juga tidak akan bisa berbuat apa-apa jika mengingat betapa kuatnya Pendekar yang menjadi Pengawal Organisasi Bintang Hitam tersebut.


"Pertandingan kali ini tidak terlalu banyak pendekar dari aliran sesat yang ikut, apakah sekarang para Perguruan besar dari aliran sesat dan bebas sudah bergabung dengan Organisasi Bintang Hitam?" Li Xiang Fai berkomentar.


"Itu mungkin saja! Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang jika para Perguruan besar aliran sesat dan bebas bergabung dengan mereka!" kata Wei Fang.


"Sebaiknya kita harus menyelediki ini lebih jauh! Jika benar para Perguruan besar aliran sesat dan bebas bergabung dengan mereka, maka jalan satu-satunya adalah perang!" kata Wei Fang.


"Jangan dulu Panglima! Kekuatan kita tidak akan cukup untuk menghadapi kekuatan besar dari Pengawal Bintang Hitam, sebaiknya kita harus bersabar untuk sementara waktu ini, sedang saya akan berlatih agar bisa lebih kuat lagi dan mampu menghadapi para Pengawal dari Bintang Hitam itu, jadi saya mohon untuk bersabar!" kata Tian Feng.


Tidak ada yang meragukan perkataan Tian Feng, namun pertanyaannya adalah, butuh berapa lama bagi Tian Feng untuk berlatih? Jika hanya satu sampai lima tahun mungkin mereka masih sanggup, namun jika sampai puluhan tahun, sepertinya mustahil untuk tetap bersabar ataupun bertahan.


Walau banyak pertanyaan di benak mereka, namun tidak ada satupun yang berani untuk menyuarakan nya, sebab semuanya tidak bisa terus bergantung kepada Tian Feng saja apa lagi hanya berharap kesatu orang.


"Kalau begitu saya ijin kembali ke Perguruan, jika ada waktu luang mampirlah ke perguruan saya!" kata salah satu pria sepuh kepada Tian Feng.


"Baik senior, namun saya tidak berani berjanji!" jawab Tian Feng.


Akhirnya semuanya sepakat untuk kembali karena mereka sudah berhari-hari berada di sana, sedangkan Tian Feng, Zang Yang, Wei Fang, Chang Shan, Gu Yuao, dan satu Ketua Perguruan Gurun Barat hanya menatap kearah mereka yang sudah pergi menuju kearah Perguruan mereka masing-masing.


"Tian! Sebaiknya kita juga segera kembali, aku yakin kabar ini pasti sudah sampai ke Istana terutama kepada ayah dan ibumu, jadi sebaiknya kita harus kembali!" kata Wei Fang.


"Ketua Fu, maaf jika kamu sudah merepotkan Perguruan Ketua!" kata Wei Fang kepada kakek tua ketua perguruan Gurun Barat yang tidak bisa berbicara.


Mamanya adalah Fu Wai, alasan Fu Wai tidak pernah bicara bukan karena bisu, melainkan karena lidahnya tidak ada karena saat masih remaja, Fu Wai sempat menjadi tahanan orang-orang dari Foiberia.


Fu Wai disiksa hingga lidahnya dipotong, untungnya dia bisa bertahan saat seorang pendekar menyelematkan nya.


Sejak saat itu Fu Wai bertekad untuk mendalami ilmu beladiri untuk balas dendam, namun hingga saat ini keinginannya tidak pernah terwujud.


Walau sudah menjadi ketua utama dari Perguruan Gurun Barat, namun Fu Wai tidak pernah berhasil menemukan orang-orang yang dulu pernah memotong lidahnya.


Fu Wai berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan juga lewat tulisan, hanya itu cara yang paling baik untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain termasuk kepada para muridnya.


Fu Wai tersenyum sekaligus menggelengkan kepalanya, dia berbicara dengan bahasa isyarat jika dirinya sama sekali tidak merasa direpotkan, dia justru merasa senang bisa membantu Wei Fang serta yang lainnya, apalagi membantu Tian Feng.


"Ketua Gu! Aku titip Wen'er dan Ling'er, aku tidak bisa ikut menemaninya pulang!" kata Zang Yang.


"Tidak usah khawatir Saudara Zang, lagi pula kami akan pergi bersama dengan Ketau Chang, jadi perjalanan kami akan semakin ramai dan juga aman!" jawab Gu Yuao.


"Kalau begitu Terima kasih banyak, aku akan pergi kembali hari ini juga! Sampai bertemu lagi dan sampaikan permintaan maaf ku pada Wen'er dan Ling'er!'' kata Zang Yang.


"Tentu saja nanti pasti akan aku sampaikan!" jawab Gu Yuao.


Setelah berpamitan Zang Yang segera menghampiri Wei Fang dan Tian Feng yang masih berpamitan lepas Fu Wai, setelah selesai berpamitan, mereka segera kembali ke Xanhuo.

__ADS_1


__ADS_2