Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
berhutang jasa


__ADS_3

***


"Argh...!!"


Liang Whu menjerit keras saat Pedang Lio Long berhasil memotong satu lengannya. Dia menatap Lio Long dengan tatapan mata merah dengan memegangi lengannya yang terpotong.


"Dasar kakek tua sialan, kamu benar-benar sudah membuatku ingin mencabik-cabik tubuhmu!" kata Liang Whu dengan nafas terputus-putus.


Liang Whu sampai tidak menyadari kondisi tubuhnya sediri dan masih sempat-sempatnya mengutuk Lio Long dengan kata-kata yang mengandung kebencian.


Walau Lio Long berhasil memotong lengan Liang Whu, dia sendiri juga mengalami luka akibat terkena cakaran Liang Whu, luka empat garis di punggungnya mengeluarkan darah yang membasahi jubah putihnya, walau demikian Lio Long masih bisa menekan pendarahannya dan menelan Pil penyembuh sementara.


"Jika kamu memang masih memiliki kemampuan untuk mencabik-cabik tubuhku lakukanlah! Aku ingin tahu apakah dengan satu tanganmu apakah masih mampu untuk mencabik-cabik tubuhku? Atau justru pedangku ini yang akan mengambil satu lenganmu yang masih tersisa?" kata Lio Long dengan nada menyindir.


Wajah Liang Whu semakin bertambah suram, semua bulu merahnya berdiri dan kemudian Liang Whu mengarahkan sisa telapak tangannya kearah Lio Long, "Aku tidak perduli dengan kondisiku, yang aku inginkan saat ini hanya ingin menghabisimu!" seru Liang Whu kemudian mengumpulkan seluruh sisa energi yang dimilikinya.


"Semburan Api Neraka."


Api kecil muncul di telapak tangan Liang Whu kemudian api tersebut langsung menyembur keluar dan menyebar bagai sebuah lautan Api. Melihat Api liar yang sangat panas mulai bergerak dan siap menerjang bagai badai di luar angkasa, Lio Long langsung menyimpan kembali pedangnya kemudian dia merentangkan kedua tangannya.


"Sihir Kabut Beku."


Kedua tangan Lio Long segera ditarik kembali dengan membentuk dua tapak setinggi dada, setelah itu kabut putih kebiruan mulai berputar di kedua telapak tangannya dan dengan sekali dorongan kuat, kabut tebal segera menyebar menyelimuti seluruh badai Api yang menyebar.


Kabut tersebut akan membekukan apapun yang bersentuhan dengannya, bahkan badai Api yang dilepas oleh Liang Whu perlahan-lahan juga mulai mengecil karena kekuatan kabut beku milik Lio Long lebih kuat dari badai Api Liang Whu.


Kabut tersebut dengan cepat menutupi seluruh tubuh Liang Whu yang masih berusaha melawan dengan sisa Energinya, namun energi Liang Whu tidak cukup mampu untuk bertahan lebih lama.


Liang Whu ingin mundur setelah apinya Api miliknya berhasil dikalahkan oleh kabut tebal milik Lio Long, namun Liang Whu terlambat untuk bergerak karena kakinya tiba-tiba saja tidak bisa merasakan apapun.


Liang Whu menoleh kebawah dan melihat kaki mulai membeku, bahkan mulai naik hingga ke pahanya, hal itu membuat Liang Whu panik dan berusaha melepaskan energi api untuk mencairkan kakinya yang membeku.


Namun semua usaha yang dilakukan oleh Liang Whu benar-benar tidak membuahkan hasil apapun, justru tubuhnya semakin membeku.


"Orang tua, kau akan menyesali perbuatanmu padaku! Para Pengawal Kaisar Kegelapan pasti akan mencarimu!" seru Liang Whu dengan wajah yang mulai pucat.


"Hem.. Apakah kamu pikir aku takut? Sayangnya tidak! Aku akan melenyapkan mu serta jiwamu juga akan aku segel!" kata Lio Long kemudian dia mulai memutar telapak tangannya dan tubuh Liang Whu separuh membeku kini semakin cepat naik dan dalam waktu singkat seluruh tubuh Liang Whu sudah menjadi Es.


Lio Long segera menggunakan segel Dewa sebelum menghancurkan tubuh Liang Whu. Pada akhirnya Liang Whu berakhir di tangan Lio Long dengan jiwanya yang tersegel.


"Kamu sangat pengertian sekali Ho Chen!" kata Lio Long setelah berhasil menyelesaikan pertarungannya.


Lio Long menyadari kehadiran Ho Chen yang sedari tadi hanya mengamati dirinya dari tempat yang agak jauh, walau merasa sedikit kesal, namun Lio Long tahu jika sebenarnya Ho Chen sengaja membiarkan dirinya menghadapi Liang Whu karena Ho Chen yakin jika Lio Long pasti akan menang, terlebih lagi ini adalah salah satu cara agar Lio Long bisa meningkatkan kemampuannya.


"Keke.. Senior jangan dulu berprasangka buruk dulu padaku, lagi pula dengan pengalaman bertarung senior yang lebih matang dariku pasti akan bisa menang melawan Srigala itu, jika senior saja bisa melakukannya kenapa aku harus ikut campur?" kata Ho Chen sambil terkekeh.


"Sudahlah, sebaiknya kita segera kembali ke dunia Tian Feng, aku ingin memulihkan kondisiku disana!" kata Lio Long.


Ho Chen mengangguk kemudian dia dan Lio Long sama pergi kembali ke dunia Tian Feng dimana disana pertempuran juga telah usai.

__ADS_1


***


"Tian, kenapa kamu membawa dua orang itu ke tempat ini?"


"Panglima Wei benar Tian, Kenapa kamu membawa mereka kesini? Sebaiknya usir mereka berdua karena mereka adalah anggota Organisasi Bintang Hitam!"


"Tian gege, apa yang ada di pikiranmu? Selama ini Naomi jiejie menunggumu dan berlatih keras agar bisa lebih kuat demi dirimu, tapi kamu malah datang membawa gadis lain dan juga kakeknya yang tadi sudah hampir membunuh kami berdua! Sebaiknya mereka diusir dari tempat ini atau jika perlu kami akan mengikat mereka berdua karena mereka adalah biang masalah yang akan mengancam keselamatan kami semua disini, apa kalian setuju..?"


"Setuju..!"


"Setuju..!"


"Usir mereka..!"


Louis dan Alice hanya bisa diam saat semua orang yang ada di reruntuhan kuno menolak keberadaan mereka berdua yang datang bersama Tian Feng,


Sebenarnya mereka berdua sudah menolak ajakan Tian Feng untuk ikut bersama dengan dirinya pergi ke pengungsian karena mereka sadar jika orang-orang di Pengungsian pasti akan menolak kehadiran mereka mengingat mereka adalah bekas anggota Organisasi Bintang Hitam.


Tian Feng terlihat tenang mendengar mereka semua yang memprotes kehadiran Louis dan Alice. Tian Feng sama sekali tidak menghiraukan reaksi semua orang yang sangat membenci keduanya, terutama kepada Louis, tidak sedikit juga ada yang melepaskan Nafsu membunuh kepada Louis.


"Kalian berdua ikuti aku dan abaikan mereka semua!" kata Tian Feng kemudian dia berjalan menuju ke arah tenda di bagian belakang dimana disana adalah tempat Yuan Xia dan Lie Yie berada.


Alice dan Louis saling berpandangan, mereka masih merasa tidak nyaman dengan tatapan serta keinginan membunuh dari semua orang. Dengan menundukkan kepala, mereka berjalan di belakang mengikuti Tian Feng.


"Berhenti..!"


Sebuah pedang panjang tiba-tiba saja menghadang Louis serta Alice sehingga keduanya sama-sama berhenti begitu juga dengan Tian Feng.


Bao He kali ini sudah memiliki kemajuan, dia sudah setengah langkah memasuki Raja Bumi, sejak dirinya disadarkan oleh Tian Feng, dia langsung pergi ke pengungsian untuk bergabung dengan perguruan lainnya yang mendapatkan latihan dari Lio Long.


"Pendekar Tua Bao, aku sarankan agar kamu menurunkan kembali Pedangmu, mereka berdua adalah tamuku, jadi tidak boleh ada satu orangpun yang mengganggunya, jika masih ada yang berani memaksakan diri, maka..!"


Tian Feng melepas energi yang besar membuat suara angin Chi menyebar dan membuat semua orang yang ada disana menelan ludah termasuk Wei Fang, Zang Yang, Chie Xie dan semua ketua atau guru agung dari berbagai Perguruan.


Sebenarnya Tian Feng tidak berniat untuk mengancam mereka semua mengingat disana ada gurunya serta adiknya, namun dia juga bertanggung jawab atas keamanan Louis dan Alice karena Tian Feng yang sudah memaksa mereka untuk ikut dengannya.


Walau Louis dan Alice adalah dua sosok terkuat yang berada di Puncak Raja Alam, namun jika dikeroyok oleh Wei Fang dan yang lainnya yang sudah mencapai Raja Bumi, Louis pasti akan kalah, belum lagi keberadaan Chie Xie dan Naomi nantinya.


"Aku harap kamu mau memberikan alasanmu padaku Tian-Kun, kenapa kamu sangat membela mereka berdua dan berani menentang semua orang-orang yang berada di pihak mu?"


Tian Feng yang baru saja menarik energinya terkejut saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Tian Feng menoleh dan melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang berjalan kearahnya dengan tatapan dingin, gadis tersebut tidak lain adalah Naomi.


Di belakang Naomi juga ada banyak orang yang mengikutinya, diantaranya adalah Hiroshi dan para pasukannya, Yuan Xia dan Lie Yie serta Ibu Ratu dan Pangeran Zhi Yei Fai.


Naomi berhenti tepat dihadapan Tian Feng, jarak keduanya hanya sekitar dua jengkal dan Naomi menatap mata Tian Feng begitu juga dengan Tian Feng.


Dua kekasih yang sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu kini saling bertatap-tatapan, mata mereka berdua sebenarnya berbicara betapa rindunya mereka, mereka berdua merasa sudah menghentikan waktu dan orang-orang disekitar mereka seperti menghilang seolah-olah hanya ada mereka berdua saja di tempat itu.


"Tian-Kun setelah sekian lama tidak bertemu kamu sepertinya sudah berubah!" kata hati Naomi seperti menembus suasana sunyi dan dapat didengar oleh telinga Tian Feng.

__ADS_1


"Naomi, tidak ada yang berubah dari diriku, aku masih Tian yang dulu dan aku harap kamu juga tidak berubah."


Mereka berdua seperti menembus alam jiwa sehingga seperti mendengar kata hati pasangannya, walau Tian Feng sudah mencapai tahap Dewa Bumi, namun dia masih belum menyempurnakan sendi kecil yang kelima sehingga dia belum bisa mendengarkan kata hati orang lain.


Alis Alice berkedut saat melihat Tian Feng dan Alice saling bertatap mata, perasaan cemburu mulai dia rasakan, walau Alice sudah tahu jika Naomi adalah wanita yang Tian Feng cintai, namun tetap saja melihat keduanya bertatap mata seperti itu membuat hatinya panas.


"Tian, apakah kamu lupa jika orang itu hampir saja membunuh adikmu!" Lie Yie juga menghampiri Tian Feng yang masih menatap mata Naomi.


Tian Feng segera tersadar begitu juga dengan Naomi saat mendengar suara Lie Yie. Tatapan Naomi kini kembali dingin setelah sadar dan menagih jawaban pertanyaan kepada Tian Feng.


"Jawaban lah Tian-Kun, apa alasanmu sehingga kamu menentang orang-orang yang berada di pihak mu hanya demi membela dua orang ini?" Naomi kembali ke pertanyaan awal.


Sebelumnya Tian Feng bisa menentang semuanya, namun kini dia sedikit bingung setelah Naomi sendiri yang menanyakannya.


"Mereka berdua memang anggota Organisasi Bintang Hitam, bahkan mereka berdua dulunya adalah pimpinan organisasi tersebut, namun sekarang mereka sudah keluar dan berniat bergabung dengan kita!" kata Tian Feng.


"Kenapa bisa berubah secepat itu? Perasaan baru tadi orang tua ini bertarung dengan Nona Naomi dan Nona Chie Xie, lalu sekarang dia tiba-tiba saja berniat keluar, bukanlah itu sangat aneh?" Chang Shan menyampaikan pendapatnya yang menurutnya agak mencurigakan.


"Kalian tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jika kalian masih ragu, aku Tian akan bertanggung jawab jika tenyata mereka berdua berani membuat kekacauan lagi disini!" kata Tian Feng.


"Owh, jadi kamu sangat yakin jika mereka tidak sedang berpura-pura? Atau ada sesuatu yang lain yang belum aku ketahui?" tanya Naomi.


Chie Xie berjalan kesamping Naomi namun tatapannya mengarah kepada Alice yang sejak tadi hanya diam saja.


"Sesuatu lain seperti apa maksudmu?" tanya Tian Feng.


"Sesuatu yang mungkin hanya kamu dan dia yang mengetahuinya!" kata Naomi sekaligus menatap kearah Alice.


"Jiejie benar, kami sudah mendengar jika kalian melakukan perjalanan bersama dengan seorang gadis bernama Alice, awalnya aku tidak tahu siapa itu Alice, namun ternyata gadis yang bernama Alice itu adalah gadis yang dulu pernah bertarung denganmu! Bukankah ini aneh melihat gege berjalan bersama dengan musuh, apalagi kalian berdua sudah melakukan perjalanan cukup lama!" kata Chie Xie.


Perbincangan hangat kini mulai terdengar dari mulut semua orang, semua bisa langsung menggambarkan pikiran masing-masing setelah mendengar perkataan Chie Xie.


Jika seorang pria melakukan perjalanan bersama seorang wanita yang bukan pasangannya dalam jangka waktu yang begitu lama, bukannya tidak mungkin keduanya akan sama-sama memiliki perasaan sehingga akhirnya memiliki sebuah hubungan.


Dari sikap yang di tunjukkan Tian Feng saat pertama kali membela Louis dan Alice, wajar rasanya bagi Naomi dan Chie Xie bahkan semua orang menaruh curiga kepada Tian Feng.


Tian Feng benar-benar dibuat tidak bisa berkutik oleh Naomi dan Chie Xie, dia benar-benar dipojokkan sehingga membuat Tian Feng bingung apakah dia harus mengatakan hal yang sebenarnya atau tidak, namun saat Tian Feng masih kebingungan untuk memberikan penjelasan kepada Naomi dan Chie Xie serta semua orang, Ho Chen dan Lio Long tiba di tempat mereka.


"Akulah yang meminta Tian untuk menjaga gadis ini!" kata Ho Chen yang turun dari langit.


Semua mata segera menatap kearah Ho Chen dan Lio Long secara bersamaan, mungkin banyak orang yang belum mengenali Ho Chen, namun Chie Xie, Naomi dan beberapa orang lainnya jelas mengenali Ho Chen.


Disaat yang sama, Wang Dunrui yang sejak awal hanya menyaksikan perdebatan antara semua orang dengan Tian Feng langsung berpindah tempat kesamping sahabatnya yaitu Ho Chen.


"Senior yang menyuruh Tian-Kun menjaga gadis ini?' tanya Naomi.


"Iya! saat itu aku melihat dia sedang terluka, setelah diobati dia belum pulih sepenuhnya walau sudah sembuh, jika ditinggalkan sendirian, maka bisa-bisa dia akan kembali diserang oleh musuhnya yang menggunakan racun, oleh sebab itu aku meminta Tian untuk menemaninya, jadi semua ini bukan keinginan Tian, melainkan Tian hanya melaksanakan perintahku, dan percayalah jika gadis ini benar-benar sudah berubah!" kata Ho Chen.


Tidak ada satupun yang berani membantah atau berdebat lagi setelah Ho Chen memberikan penjelasannya, disisi lain Tian Feng bernafas lega karena Ho Chen datang tepat pada waktunya.

__ADS_1


"Jangan merasa senang dulu Tian, sekarang kamu berhutang jasa padaku, aku sudah tahu jika kamu sudah menodai Nona itu!" kata Ho Chen lewat telepati nya kepada Tian Feng.


Tian Feng menelan ludahnya setelah mendengar pesan telepati Ho Chen padanya, dia menatap Ho Chen dengan tatapan dengan wajah penuh gelisah. Melihat itu Ho Chen justru tersenyum penuh makna melihat kegelisahan di wajah Tian Feng, dia berbalik dan berbicara dengan Wang Dunrui.


__ADS_2