
***
"Bagiamana Xanzi? Apakah kamu sudah berhasil? Tian berhasil memegang Gadis itu kan?" tanya Xian.
"Tidak Xian! Tian memang sudah melakukannya, namun sepertinya gadis itu sudah menekan serta menyegel Aura Hitam itu!" jawab Zanxi.
"Aku punya rencana!" kata Tian Feng.
"Apa itu?" Xian dan Xanzi bertanya hampir bersamaan.
"Aku lihat Nona Alice itu seperti ingin membuatku tertarik padanya! Bagaimana jika aku mengikuti permainannya?" kata Tian Feng.
"Owh ternyata kamu menyadarinya juga! Tapi aku sedikit khawatir, takutnya kamu benar-benar jatuh hati dan tertarik pada gadis bermata biru itu!" kata Xanzi.
"Kamu benar Xanzi, lagi pula gadis itu sangat menarik! Bukan tidak mungkin Tian Feng akan jatuh ke perangkapnya!" kata Xian membenarkan.
"Kalian tidak mengerti! Dalam hidupku aku hanya mencintai dan menyayangi empat wanita saja, yang pertama Sue Yue yang sudah tiada, yang ke-dua Yue Yin walau dia lebih cocok jadi anakku, namun dia sudah menganggapku sebagai anaknya dan aku sudah menganggap kasih sayang keibuannya seperti ibuku sendiri, yang ke-tiga Chie Xie yang aku anggap sebagai adikku, dan yang terakhir adalah Naomi yang memiliki wajah Sue Yue! Selain dari itu tidak ada lagi," kata Tian Feng.
"Hati seseorang itu mudah berubah Tian, mungkin saat ini kamu masih bisa mempertahankannya, namun suatu saat nanti siapa yang akan tahu!" kata Xian.
Xian memiliki banyak pengalaman terhadap sifat dan hati manusia, jadi dia sangat mengenal seperti apa manusia itu sendiri.
Perasaan biasanya akan muncul karena keseringan bersama, saling berbicara dan bercanda serta saling bercerita dan terbuka kepada lawan jenisnya sehingga perlahan-lahan perasaan pasti akan tumbuh.
Xian sering melihat banyaknya perselingkuhan akibat seringnya kebersamaan dan saling mencurahkan isi hati, baik soal masalah rumah tangga maupun soal yang lain.
Karena itu Xian berusaha akan selalu mengingatkan Tian Feng agar tetap sadar dan tidak jatuh dalam jebakan.
"Tapi Tian, sejak kapan kamu menyadari jika Nona itu sedang berusaha menggoda mu?" tanya Xian.
"Setelah tiba di rumah ini! Sifatnya menunjukkan jika dia berusaha ingin membuatku tertarik, dari cara dia memaksa serta berbicara, dan satu lagi, jika dia bukan seorang pendekar, dia pasti akan terkejut saat melihat mu Xian!" kata Tian Feng.
Sejak awal bertemu Tian Feng sudah merasa ada yang aneh kepada Alice, biasanya manusia awam akan mempertanyakan pusaka emas yang ia bawa, namun Alice justru membahasnya saat sudah malam.
__ADS_1
Dari sana dia yakin jika kecurigaan Xian dan Xanzi masuk akal, karena itu dia juga ingin tahu kenapa Alice sampai menyembunyikan kemampuannya serta identitasnya.
Tentu saja Xu Yian juga tidak luput dari pengamatannya. Xu Yian juga bersikap biasa saat dirinya memegang sebuah Toya Emas.
Bahkan Wei Fang yang menjadi seorang pendekar Cahaya Tahap 3 saja juga terpana melihat Toya Emas nya, belum lagi Pimpinan utama Organisasi Tiga Bunga yang juga sempat menginginkan Toya nya.
"Tian sebaik kamu segera membentuk sendi ke-tiga, aku yakin Alice maupun Xu Yian itu memiliki kemampuan yang sama dengan Wanita yang hampir mengalahkanmu tadi siang!" kata Xian.
"Mungkin! Tapi aku tetap harus mempelajari jurus tombak juga!" kata Tian Feng.
"Itu masalah mudah Tian, yang penting kamu bisa membentuk semua Sendi dari yang besar hingga yang kecil karena itu sangatlah penting!" kata Xanzi.
"Sekarang aku akan bermeditasi dulu!" kata Tian Feng kemudian dia duduk di atas ranjang dan mulai bermeditasi.
Alice masuk kedalam dan ingin melihat apa yang sedang Tian Feng lakukan sekarang, namun saat melihat Tian Feng sedang bermeditasi, Alice berniat untuk mengganggunya, namun dia mengurungkan niatnya karena khawatir Tian Feng akan semakin marah padanya mengingat tadi Tian Feng sempat marah padanya.
Alice khawatir jika rencananya akan gagal, walau dia merasakan kemampuan Tian Feng yang berada di Tahap Raja Bumi, namun Alice curiga jika Tian Feng juga menyembunyikan kemampuan yang sebenarnya.
Jika Dewa agung kegelapan saja sangat menghawatirkan Tian Feng, Alice mengira kemungkinan Tian Feng memiliki kemampuan setingkat Dewa, jika demikian bertindak gegabah hanya akan membuat rencananya hancur dan dirinya juga pasti akan celaka.
***
Perjalan menuju ke Pusat Kota Kerajaan Jiu membutuhkan satu hari penuh perjalanan jika menggunakan kuda, namun jika berjalan kaki bisa dua hari satu malam baru akan sampai.
"Apakah kamu mau ke kota Jiu dulu atau langsung mau ke Kuil Sengshan?" tanya Alice.
"Apakah kita akan melewati Kuil Sengshan terlebih dahulu sebelum tiba di pusat kota?" Tian Feng balik bertanya.
"Tidak juga, namun jalannya yang berbeda arah!" jawab Alice.
"Kalau begitu aku akan langsung menuju kearah Kuil Sengshan saja!" kata Tian Feng.
"Kalau begitu aku akan mengantarmu kesana!"
__ADS_1
Tian Feng mengangguk, dia sama sekali tidak menolak atau melarang Alice untuk ikut agar Alice merasa jika dirinya sudah mulai memiliki perasaan padanya.
Ternyata memang benar Alice mulai merasa jika Tian Feng mulai jatuh hati padanya karena dia sama sekali tidak menolak saat dirinya akan ikut mengantarkan Tian Feng pergi ke Kuil Sengshan, padahal Alice hanya perlu memberitahukan arahnya saja kepada Tian Feng, jadi itu menandakan jika rencananya mulai berjalan.
"Akhirnya sedikit demi sedikit kamu pasti akan bertekuk lutut padaku!" batin Alice dengan senyum lebar dan berjalan lebih semangat dari biasanya.
"Apakah ini bagian dari rencanamu Tian?" tanya Xian.
"Iya! Mulai saat ini apapun yang ingin ia lakukan akan aku turuti agar dia mengira aku sudah mulai menyukainya!" jawab Tian Feng sambil tersenyum tipis.
"Iya-Iya-Iya...! Namun aku tetap akan memperingatkan mu agar selalu berhati-hati!" kata Xian.
"Tenang saja Xian, aku memiliki sesuatu agar dia sendiri yang luluh padaku!" kata Tian Feng.
"Benarkah! Apa itu?" tanya Xanzi.
"Wajahku!" jawab Tian Feng.
Suara Xian dan Xanzi sama-sama terdengar menghela nafas panjang, mereka tidak pernah terpikirkan akan hal itu.
Tian Feng sendiri yakin jika wajahnya akan mampu membuat Alice berbalik menyukainya, karena selama ini tidak satupun wanita yang mampu memalingkan wajahnya saat melihat wajah Tian Feng yang sebenarnya.
"Wajahmu itu sebenarnya mirip dengan wajah salah satu keturunan Dewa Naga di Laut Utara, Namun sudah lama Pangeran Naga Laut Timur itu menghilang," kata Xian.
"Naga! Kamu membandingkan wajahku dengan seekor Naga?"
Tian Feng tidak menduga jika Xian akan membanding-bandingkan wajahnya dengan seekor Naga sehingga Tian Feng membayangkan wajahnya yang ditutupi oleh sisik dan memiliki tanduk di kepalanya, membayangkan saja membuat Tian Feng sulit untuk mengenali wajahnya sendiri.
"Jangan salah sangka dulu Tian! Bukankah sudah Xian bilang jika itu adalah salah satu pangeran Naga Laut Utara, yang artinya adalah keturunan Dewa, dan Dewa pasti akan memiliki wujud seperti manusia walau sebenarnya dia sendiri adalah dari ras Naga," kata Xanzi.
Tian Feng semakin kebingungan atas penjelasan Xanzi, dia tidak mau lagi membahas hal itu karena itu berada di luar pikiran normalnya.
"Tuan Tian, ini adalah arah menuju ke Kuil Sengshan, apakah kita akan lewat jalan ini?" tanya Alice.
__ADS_1
Tian Feng mengangguk kemudian Alice berjalan lebih dulu sebagai penunjuk jalan, sedangkan Tian Feng hanya mengikutinya saja sambil mendengarkan Xian dan Xanzi yang saling membahas akan wajah Tian Feng yang mirip Pangeran Naga Laut Utara yang konon memiliki ketampanan yang sangat sempurna, namun Pangeran Naga itu sudah ribuan tahun menghilang, dan kabarnya ada yang melihatnya jika Pangeran Naga Laut Utara saat ini menjadi salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan.