
***
Tian Feng berdiri diatas puncak gunung yang sangat tinggi, lokasinya berada di luar wilayah Toakai.
"Selanjutnya kemana arah menuju Kerajaan Jiu itu?" tanya Xian.
"Eee... Aku juga tidak tahu!" jawab Tian Feng dengan menggaruk-garuk kepalanya.
"Kau ini..! Andai saja aku memiliki tubuh manusia, aku sudah pasti akan memukuli kepalamu karena terlalu bodoh!" kata Xian.
"Selama ini aku tidak pernah pergi hingga sejauh ini! Jadi aku tidak tahu kemana arahnya!" Tian Feng berusaha membela diri.
"Kami sudah tahu! Tapi bukankah sebelumnya sudah kami katakan agar kamu mencari sebuah buku petunjuk arah agar tahu lokasi tujuanmu? Tapi kamu malah tidak mau mendengarkan kami!" kata Xanzi.
Tian Feng hanya bisa pasrah mendapatkan Omelan ke-dua Roh Pusaka yang menceramahinya secara bergantian.
"Begini saja! Sebaiknya kamu turun dan carilah orang penduduk disini untuk menanyakan arah menuju Kerajaan Jiu itu!" kata Xian.
Tian Feng segera menurut agar tidak mendapatkan Omelan kembali dari mereka berdua.
Tian Feng segera mengaktifkan Mata Dewa nya untuk mencari sebuah pemukiman terdekat, namun yang dilihat justru sebuah kota besar.
Tanpa ragu lagi, Tian Feng langsung berpindah tempat ke Kota besar tersebut, dan dua muncul di udara.
Agar tidak menarik perhatian banyak orang, Tian Feng memilih turun disebuah gang yang sepi kemudian dia berjalan keluar dan berbaur dengan banyaknya orang.
Tian Feng tidak langsung bertanya kepada orang-orang disana karena khawatir bahasanya akan berbeda.
Memang orang-orang di kota tersebut berbeda dengan orang Toakai, Tian Feng yakin jika tempat yang ia datangi itu adalah wilayah atau Negara yang berbeda.
Setelah berjalan cukup lama, mata Tian Feng langsung melebar saat melihat dua pasangan suami istri yang sedang berjualan.
Suami istri tersebut terlihat sedang berjualan sayur dan bumbu makanan pada umumnya, dan ke-dua pasangan tersebut terlihat seperti orang Wutong.
__ADS_1
Tian Feng segera mendekati ke-dua pedagang suami istri tersebut, dan ternyata cara berbicara mereka berdua saat mengobrol hampir mirip dengan bahasanya.
"Tuan Muda! Tuan mau membeli apa?" tanya wanita penjual tersebut dengan ramah, namun dia bicara dengan bahasa mirip Wutong namun dengan logat yang berbeda.
"Maaf Nyonya dan Tuan! Adahal yang ingin aku tanyakan kepada kalian!" kata Tian Feng dengan sopan juga.
"Emm...! Nada bicaramu tidak sama dengan bahasa Jiuxi, apakah kamu berasal dari Kerajaan lain?" tanya wanita tersebut.
"Benar nyonya, saya memang berasal dari Wutong, dan saat ini saya sedang berpetualang," jawab Tian Feng.
"Ow begitu! Pantas saja logat bahasa mu sedikit berbeda! Aku pikir kamu berasal dari Jiuxi! Sekarang apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya seorang Pria yang berada samping istrinya.
"Sebenarnya saya hanya ingin bertanya kemana arah untuk pergi ke Kerajaan Jiu?" tanya Tian Feng.
"Apakah kamu benar-benar tidak tahu? Baiklah jika kamu ingin pergi ke sana kamu hanya tinggal berjalan menuju...!"
Pria tersebut belum selesai memberikan petunjuk arah, namun tiba-tiba saja orang-orang berteriak keras kemudian terlihat sangat panik dan lari seperti sedang ketakutan.
"Tuan Muda, maaf tapi kami harus menutup jualan kami karena sebentar lagi Para Bandit akan datang untuk meminta uang kami!" kata Pria tersebut sedangkan istrinya bergegas membereskan barang dagangannya.
Bandit adalah sebuah julukan kepada beberapa orang yang sering mengacau di pasar kota dengan cara meminta dan merampas seluruh uang hasil dagangan, jika menolak maka barang dagangan akan di hancurkan sedangkan pedagang akan dipukuli.
Tian Feng memperhatikan orang-orang yang rata-rata bertubuh besar dan kekar serta semuanya sama-sama memiliki kumis tebal.
"Kalian tidak perlu lari! Lagi pula mereka hanyalah berlima, jika kalian semua bersatu kalian pasti bisa mengusirnya," kata Tian Feng.
"Tidak ada satupun dari kami yang berani melawan mereka Tuan Muda! Mereka terlalu kuat untuk kami lawan!" jawab Pedagang tersebut sekaligus membantu istrinya membereskan barang-barang yang tersisa.
"Begini saja Tuan, aku akan meminta mereka untuk pergi dari kota ini, setelah itu tuan beritahu padaku kemana arah untuk pergi ke Kerajaan Jiu," kata Tian Feng membuat pedagang suami istri itu terkejut dan saling berpandangan.
Belum sempat pedagang suami istri itu menjawab, para Bandit itu tiba di tempat mereka dan berbicara kepada Tian Feng dengan suara tinggi.
"Hai pemuda bertopeng! Sepertinya benda ditanganmu itu adalah pusaka berharga, bagaiamana jika kamu memberikannya pada kami, sebagai jaminannya kamu akan kami biarkan pergi!" kata salah satu pria bertubuh kekar dengan memegang pedang sedikit melengkung.
__ADS_1
Tian Feng memiringkan kepalanya karena sama sekali tidak mengerti akan apa yang pria itu katakan, bahasa berbeda dengan bahasa Toakai, Foiberia maupun Yamuru.
"Dia bicara apa?" Tian Feng bertanya kepada sepasang pedagang yang ketakutan.
"Di...dia me-me..menginginkan Tingkat Tuan Muda! Jika Tuan Muda mau memberikannya kepada mereka, maka Tuan akan selamat," jawab Pria pedagang tersebut.
Tian Feng tersenyum lebar kepada mereka berlima kemudian mengulurkan Toya kepada mereka, "Kalian menginginkan Toya ku? Ambillah jika kalian mampu!"
Mereka berlima sama-sama saling berpandangan karena mereka juga tidak mengerti bahasa Tian Feng.
"Hai kalian berdua, kalian pasti mengerti bahasanya! Katakan pada kami apa yang dikatakan olehnya barusan?" tanya salah satu dari mereka berlima.
"Tu..tuan mu..muda ini akan memberikan tongkat nya kepada kalian jika kalian mampu!" jawab pedagang tersebut dengan gugup dan tubuh gemetar.
"Bagus-Bagus ternyata kamu sangat penurut! Sini berikan padaku," kata salah satu dari mereka kemudian maju dan mengambil Toya tersebut.
Tian Feng melepaskan pegangannya ketika Bandit tersebut sudah memegangnya, begitu sudah terlepas dari tangan Tian Feng, Bandit tersebut langsung jatuh dengan posisi telapak tangan kanannya tertindih oleh Toya tersebut.
"Arghh..! Berat sekali tongkat ini, tolong bantu aku mengangkatnya! Telapak tanganku sangat sakit sekali..!" kata Bandit tersebut meminta bantuan kepada ke- empat rekannya yang terkejut saat melihat temannya yang mengerang kesakitan.
Salah satu rekannya bergegas menghampiri untuk membantu mengangkat Toya tersebut, sedangkan tiga lainnya mencabut pedang mereka dan menghunuskannya kearah Tian Feng.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada teman kami?" tanya mereka dengan wajah terlihat marah.
Tanpa diterjemahkanpun Tian Feng sudah mengetahui maksud perkataan mereka. Tian Feng semakin tersenyum lebar kemudian dia bertanya kepada ke-dua pedagang yang juga terkejut melihat tangan Bandit tersebut tertindih oleh sebuah tongkat.
"Sebenarnya ini daerah mana?" tanya Tian Feng.
"I..ini adalah Daerah wilayah kekuasaan Negara Balkan," jawabnya.
"Balkan! Baik terima kasih, kalian berdua tunggu sebentar aku akan mengurus mereka dulu!" kata Tian Feng kemudian dia menatap Ke-tiga Bandit yang mengarahkan ujung pedang mereka kepada Tian Feng.
"Kalian tidak perlu terkejut seperti itu! Perlu kalian tahu jika Toya Emas ku itu sangat berat, jika kalian masih menginginkannya kalian harus berusaha untuk bisa mengangkatnya!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Tian Feng bisa saja membunuh mereka berlima sekaligus, karena mereka berlima hanya memiliki kemampuan setingkat Pendekar Bawah, jadi Tian Feng hanya ingin memberikan mereka pelajaran agar tidak lagi berani merampas hak yang bukan milik mereka.