
***
Sebenarnya Alice tidak menduga jika pemuda yang ia temui di kuil Dewa Langit itu adalah Pendekar Dewa Sesat.
Saat pertama kali melihat wajah Tian Feng, dia mengira Tian Feng adalah penduduk asli kota Luwuen, namun begitu Tian Feng mengenakan topeng yang sama persis seperti yang di gambarkan oleh Raneb serta Nama Tian yang sudah di ketahui, Alice yakin Tian Feng lah si Pendekar Dewa Sesat itu.
Alice sendiri datang ke kota Luwuen bukan bermaksud mencari Tian Feng, namun dia datang kesana karena ingin membahas masalah tiga Api obor yang padam, yaitu Api 19, Api 18 dan Api 13.
Seharusnya api itu adalah milik Fukayna, Kwe Shin dan Raneb. Alice yakin ada yang sudah menghabisi mereka bertiga, dan menurut dugaan Alice saat ini pelakunya pasti adalah Tian Feng.
Rumah Xu Yian yang menduduki posisi ke-dua berada di kota Luwuen, karena itu dia sengaja datang sendiri untuk meminta Xu Yian mencari tahu akan kematian ke-tiga Pengawal nya.
Saat itu dia berencana pergi ke kuil Dewa Langit untuk mencari tahu lebih rinci lagi tentang sejarah munculnya Dewa Utusan dari Langit itu, karena semua ini pasti ada kaitannya dengan sejarah tersebut.
Namun siapa sangka dia akan bertemu dengan Tian Feng dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Tian Feng masih sangat muda mungkin sedikit lebih tua dari Alice, itu menurut perkiraan Alice.
Alice dan Tian Feng berjalan kaki menuju ke Kota Luwuen, Tian Feng tidak mungkin mengajak Alice terbang karena dia takut Alice akan takut dan terkejut kalau tahu jika dirinya bisa terbang.
Saat sudah masuk kota, keadaan didalam kota cukup ramai dan padat bangunan, bahkan kota Xanhuo sekalipun masih kalah jika dibandingkan dengan kota Luwuen.
"Tuan Tian, Sebenarnya apa tujuanmu ingin pergi ke Kuil Sengshan?" tanya Alice sambil bejalan disamping Tian Feng.
"Aku hanya ingin menemui kenalanku saja disana!" jawab Tian Feng.
"Jadi Tuan Tian memiliki kenalan seorang biksu? Kalau begitu Tuan Tian pasti salah satu pengikut ajaran Buddha!" kata Tian Feng.
Tian Feng tersenyum tipis, selama ini dia tidak pernah belajar keagamaan, bahkan menginjakkan kaki di sebuah kuil pun baru sekali ini saja.
"Kenapa diam Tuan Tian? Apakah pernyataan ku tadi mengganggumu?" tanya Alice.
"Owh sama sekali tidak!" jawab Tian Feng.
"Emm.. Sudah berapa kali kamu pergi ke Kerajaan Jiu ini?"
"Eee... Baru sekali ini saja!" jawab Tian Feng.
"Baru sekali ini saja? Apakah kamu datang bersama orang lain atau sendirian?"
__ADS_1
"Aku datang sendirian!"
Alice bertanya seperti itu bukan tidak memiliki maksud, dia sengaja bertanya agar bisa memastikan lebih jauh supaya nanti rencana yang sudah dia siapkan bisa berhasil.
"Tian! Aku merasakan ada yang tidak beres sama gadis ini, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan di dalam tubuhnya!" kata Xian.
"Apa maksudmu?" Tian Feng bertanya.
Alice sendiri juga terkadang melihat Toya Emas yang diikat di punggung Tian Feng, dia juga merasakan ada tekanan kuat serta aura yang terpancar dari dalam Toya itu.
"Maksud ku, aku merasakan sedikit hawa panas, mungkin kamu harus memeriksa seperti mencoba menyentuh tubuhnya agar nanti bisa merasakan apakah dia memiliki Aura hitam atau tidak?"
Tian Feng sedikit mengerutkan dahinya, dia benar-benar tidak mengerti apa yang disuruh oleh Xian.
"Kenapa aku harus menyentuhnya, kamu sendiri kan bisa memeriksa dari merasakan pancaran serta auranya?"
"Tidak semua Tian, jika seseorang sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dia akan mampu menekan serta menyembunyikan energinya agar tidak terdeteksi, jadi sekarang coba kamu sentuh agar bisa merasakannya!" perintah lagi Xian.
Tian Feng memperhatikan Alice dari samping kemudian kembali lagi bertanya kepada Xian, "Bagian mana yang harus aku sentuh?" tanya Tian Feng.
"Aku tidak mau! Nanti pikirnya nona Alice aku ini ingin berbuat yang tidak-tidak dan akan dianggap sebagai pria mesum!" tolak Tian Feng.
"Gunakan akalmu! Tadi saja kamu bisa memberikan penjelasan bohong sebagai tukang sirkus yang kesasar kepada ke-dua orang tadi! Sekarang gunakan juga cara itu agar aku bisa merasakannya dari sentuhan mu itu!" kata Xian.
"Itu beda Xian!" jawab Tian Feng.
"Baiklah kalau demikian! Tapi selama kamu masih bersama dengan gadis itu, tetaplah waspada dan aku serta Xanzi akan terus mengawasinya!" kata Xian.
Tian Feng setuju dan dia sendiri juga akan mencoba mencari tahu akan identitas Alice karena selama ini Xian dan Xanzi tidak pernah meleset jika sedang mencurigai seseorang.
"Itu dia rumah temanku, sekarang dia tidak ada karena temanku sedang ada urusan di tempat lain, jadi di sana hanya ada kakeknya saja di rumah itu!" kata Alice sambil menunjuk kearah rumah besar.
"Kek..! Kakek...!" Alice memanggil-manggil dari luar namun tidak ada yang menjawabnya.
"Kamu tunggu disini dulu sebentar, mungkin kakek berada sana!" kata Alice sekaligus menunjukkan kearah rumah lain.
Tian Feng hanya mengangguk saja dan Alice pergi untuk memanggil Xu Yian yang sebenarnya dia berada di tempat lain.
__ADS_1
Alice pergi cukup lama dan setelah itu dia kembali bersama dengan Xu Yian dan menghampiri Tian Feng.
"Maaf jika membuatmu menunggu terlalu lama!" kata Alice.
"Tidak apa-apa Nona Alice!"
"Tuan Tian, ini adalah Kakeknya temanku, namanya adalah kakek Xu Yian!" Alice memperkenalkan Xu Yian.
"Anak muda, maaf aku tadi sedang pergi keluar sebentar! Iya sudah mari masuk kerumah ku yang sederhana ini!" kata Xu Yian.
"Terima kasih Kakek Xu!"
"Ah jangan sungkan seperti itu padaku! Ayo masuk dan jangan malu-malu anggap saja ini seperti rumah sendiri!" kata Xu Yian.
Diam-diam Tian Feng memeriksa Xu Yian karena Xian juga memperingatkan jika kakek itu juga memiliki sesuatu yang di sembunyikan seperti Alice, namun Xian tidak tahu apa itu, yang jelas saat berdekatan dengan Xu Yian, Xian dan Xanzi samar-samar merasakan hawa panas dari ke-duanya.
Sebenarnya Alice hanya berpura-pura saja ingin memanggil Xu Yian, sebenarnya dia sengaja menjemput Xu Yian serta menjelaskan semuanya akan siapa yang sudah ia temui.
Alice juga meminta agar Xu Yian menyembunyikan Aura Energi Hitam karena khawatir Tian Feng akan mengetahui Aura Energi itu.
Ada Lima Orang yang bisa menyembunyikan Aura Energi Hitam dengan sempurna, yang pertama adalah Louis kakeknya Alice, kemudian Alice, Xu Yian, Hikari, dan Zan Zan.
Mereka berlima sama-sama memiliki kemampuan di tahap Raja Alam, namun yang tertinggi adalah Louis dan Alice.
"Anak muda! Apakah benar kamu ini berasal dari Kerajaan Wu dan datang kesini untuk pergi ke Kuil Sengshan?" tanya Xu Yian.
"Iya benar!" jawab Tian Feng setelah dia sudah duduk.
"Kuil Sengshan sebenarnya adalah sebuah biara dan banyak biksu penganut Dharma! Apakah salah satu temanmu adalah seorang biksu juga?" tanya Xu Yian yang sebenarnya hanya basa-basi agar Tian Feng tidak menaruh curiga padanya.
"I..iya..!" jawab Tian Feng.
Sebenarnya Tian Feng sendiri tidak tahu siapakah orang yang dikatakan oleh Wei Fang saat itu, apakah dia itu seorang Biksu atau bukan.
"Kuil Sengshan adalah kuil ketiga yang menjadi biara, yang pertama adalah Kuil Kuno Gunung Suci yang hingga saat ini masih ada, dan yang ke-dua adalah Kuil Lentera Buddha, dan yang ketiga adalah Kuil Sengshan!"
Tian Feng hanya mengangguk-anggukan kepalanya karena dia sendiri bingung kenapa Xu Yian membahas hal yang tidak penting, sedangkan Xian dan Xanzi juga mencoba meraba atau merasakan Aura panas yang samar-samar itu.
__ADS_1