
***
Tian Feng dan Alice tiba ujung perbatasan kota Xanhuo dalam waktu kurang dari setengah hari terbang, mereka memilih untuk berjalan kaki karena Tian Feng ingin menyelidiki situasinya dengan berjalan kaki.
"Kita akan mencari informasi dari beberapa orang yang masih berada disini, aku yakin di kota ini pasti banyak Pendekar hebat dari Organisasi Bintang Hitam!" kata Tian Feng.
Alice juga mengangguk kemudian mereka berdua berjalan kaki, arah tujuan mereka ke arah pusat kota karena rumah Tian Feng berada tidak jauh dari Istana.
Disepanjang perjalanan Tian Feng tidak terlalu melihat warga yang berlalu-lalang, yang ada hanyalah para prajurit istana, sedangkan para warga hanya terlihat beberapa orang saja, Tian Feng berpikir jika kemungkinan besar warga itu adalah para warga yang tidak mengungsi dan saat ini terjebak di dalam kota.
Walau tidak terlalu manarik banyak perhatian dari para prajurit, namun beberapa prajurit sepertinya mengamati secara diam-diam dan membuntuti Tian Feng serta Alice.
"Tian..!" Alice merasakan keberadaan beberapa prajurit yang mengikuti mereka sehingga dia bicara kepada Tian Feng.
"Biarkan saja, kita terus saja berjalan kearah yang lebih sepi, setelah itu baru kita tangkap mereka dan kita bisa menanyakan situasi kota ini kepada mereka!" kata Tian Feng.
Alice kembali mengangguk kemudian mereka berjalan dengan tenang seolah-olah tidak mengetahui jika mereka sedang dibuntuti.
Jelas beberapa prajurit tidak menyadari jika sebenarnya Tian Feng akan menjebak mereka, karena Tian Feng tidak ingin mencari keributan sebelum tahu situasinya, jadi siasat adalah jalan terbaik untuk bisa mendapatkan informasi.
Seperti yang Tian Feng rencanakan, dia dan Alice berjalan hingga akhirnya berhenti disebuah gang yang sepi, mereka berdua berhenti berjalan dan diam seperti patung.
Para prajurit yang mengikuti mereka juga ikut berhenti dan memperhatikan Tian Feng dengan Alice yang berdiri diam, tidak ada satupun dari mereka yang berani maju, namun saat sedang fokus memperhatikan target mereka, tiba-tiba ada angin dingin yang berhembus melewati leher mereka.
Semuanya merasa sangat aneh saat merasakan ada tiupan angin dingin yang melewati leher masing-masing, saat ingin memegang leher mereka, tiba-tiba saja pandangan mereka menjadi gelap dan kepala mereka jatuh.
Namun tidak semuanya, masih ada satu orang prajurit yang masih hidup, wajah prajurit tersebut langsung menjadi pucat saat melihat semua rekannya mati dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka tanpa diketahui siapa yang melakukan.
Prajurit tersebut ingin berbalik dan berniat lari, namun saat berbalik, dia langsung berhenti bergerak saat melihat seorang gadis bermata biru sedang memainkan jari telunjuknya.
"Mau pergi kemana? Bukankah sejak tadi kalian membuntuti kami? Jadi kenapa sekarang mau pergi?" tanya gadis tersebut.
Kaki prajurit tersebut gemetar, kepalanya serasa pusing karena ketakutan, namun dia hanya bisa menahan tubuhnya dengan tombak agar tidak jatuh.
"Jika kamu ingin selamat, jawab beberapa pertanyaan dariku, namun kamu harus menjawab dengan jujur, sebab jika sampai ada jawaban kebohongan, maka kamu akan mati dengan cara yang menyakitkan!"
Prajurit tersebut yang masih gemetar menoleh ke sampingnya dan menemukan seorang pemuda yang menutupi wajahnya dengan kain, dengan suara gugup, prajurit tersebut memberanikan diri untuk bicara, "A..apa yang ingin anda tanyakan?"
Tian Feng tersenyum sedikit melihat ketakutan dari Prajurit tersebut kemudian dia mulai melemparkan pertanyaan kepada prajurit tersebut.
"Katakan padaku, apakah Organisasi Bintang Hitam berada di istana?" tanya Tian Feng.
"I..iya!" jawab prajurit tersebut.
"Siapa saja nama orang terkuat dari Organisasi Bintang Hitam yang berada di istana?" tanya lagi Tian Feng.
"Yang saya tahu ada beberapa orang kuat yang berada disana, beberapa orang tidak saya ketahui namanya, dan juga ada beberapa orang sudah saya ketahui!" jawab Prajurit tersebut.
"Kalau begitu siapa saja naman orang yang kamu ketahui?"
__ADS_1
"Seorang anak kecil mengenakan jubah hitam, tubuhnya bisa mengeluarkan Api berwarna hitam, dan mereka menyebutnya Setan Api Hitam, lalu ada lagi tiga orang lainnya yang katanya memiliki kemampuan ditahap Dewa Apa tidak tahu saya, tapi nama mereka sudah saya ingat, yang pertama bernama Liang Whu, yang kedua bernama Ye Jizan, dan yang ketiga bernama Qian He!" jawab Prajurit tersebut.
"Jadi mereka benar-benar datang untuk mencari ku?" gumam Tian Feng lalu kembali mencari informasi dari prajurit tersebut.
Ketiga orang misterius itu ternyata tidak tinggal di istana, melainkan mereka berpencar di lokasi markas cabang rahasia Bintang Hitam yang sudah menyebar di beberapa titik tertentu, selain ketiga orang yang masih misterius akan asal-usul nya, terdapat pula beberapa orang yang namanya tidak asing ditelinga Tian Feng dan Alice, mereka adalah Luois, Zan Zan, Yie Mao dan Sunoriki.
Keempat orang itu saat ini sudah bukan lagi ancaman bagi Tian Feng, namun tiga orang misterius itu masih jadi pertimbangan karena belum diketahui seberapa kuat tiga orang misterius yang dikirim oleh Carolus, yang pasti kemampuannya berada di Tahap Dewa.
Selain informasi itu, prajurit itu sudah tidak mengetahui informasi lainnya karena informasi yang ia ketahui sangat terbatas, jadi prajurit itu tidak bisa lagi memberikan informasi lebih, atau lebih tepatnya sudah tidak berguna lagi.
"A..apakah saya boleh.. boleh pergi?" tanya Prajurit tersebut dengan penuh harap karena sudah memberikan sedikit informasi kepada Tian Feng.
"Iya silahkan!" jawab Tian Feng.
Tanpa mengucapkan terima kasih, prajurit tersebut bergegas lari dengan sekuat tenaga, namun saat sudah lari sejauh dua puluh meter, tiba-tiba saja tubuhnya tidak bisa digerakkan seperti ada batu besar yang menimpanya.
"Kamu boleh pergi menyusul teman-temanmu ke alam baka!" suara dingin Tian Feng tiba-tiba berada dibelakang prajurit tersebut, dia ingin menoleh namun kepalanya serasa ada yang mencengkram.
Prajurit tersebut langsung mati dengan kepala hancur, dia tidak sempat berteriak atau bicara apapun, sedangkan Tian Feng hanya memandang tubuh yang sudah terbujur kaku di tanah.
Tentu saja Tian Feng tidak akan membiarkan prajurit itu pergi begitu saja, jika tidak bisa-bisa dia akan melaporkan keberadaan dirinya dan Alice yang sudah membunuh beberapa prajurit lainnya.
"Apa rencanamu berikutnya?" tanya Alice.
"Aku mau pulang dulu, aku ingin meluangkan waktu untuk berlatih agar lebih kuat di Dunia dimensi dalam, setidaknya selama satu bulan ini!" kata Tian Feng.
"Bagaimana kalau mereka mengetahui keberadaan kita di rumahmu?" tanya lagi Alice.
Alice hanya terdiam kemudian dia dan Tian Feng pergi menuju ke rumah Yuan Xia, Tian Feng berencana untuk menyempatkan diri walau hanya sebulan untuk berlatih, dia ingin segera bisa naik ke Tahap Dewa Bumi. Dengan memiliki Dunia dimensi dalam, kemungkinan besar itu bisa tercapai.
"Ini rumahmu?" tanya Alice setelah tiba didepan rumah Yuan Xia.
"Sebenarnya bukan, tapi ini rumah milik orang tua angkatku!" jawab Tian Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rumah Yuan Xia memang sangat besar, namun rumah yang besar itu saat ini terlihat tidak terurus, terlebih lagi banyak daun berserakan dan rumput liar yang tumbuh di halaman rumah, belum lagi sarang laba-laba yang terlihat banyak menempel di dinding rumah sehingga rumah tersebut terlihat seperti rumah tua.
"Apakah Chie Xie dan Naomi saat ini berada di pengungsian reruntuhan kuno?" batin Tian Feng kemudian dia mulai membuka pintu rumah.
Kondisi di dalam rumah masih terlihat rapi, semua benda-benda masih tersusun baik, hanya saja debu serta sarang laba-laba yang membuat pemandangan tidak nyaman.
"Ini akan menjadi kamar mu, aku akan membersihkannya agar kamu merasa nyaman beristirahat disini!" kata Tian Feng.
"Em? Apakah kita akan tidur terpisah?" tanya Alice sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tian Feng.
Tian Feng mengangkat alias mendengar pertanyaan Alice, "Iya, memangnya kenapa?" tanya Tian Feng.
"Tuan Muda Yuan Tian, apakah kamu masih menganggapku sebagai orang asing? Andai kita tidak melakukan itu malam itu, mungkin aku tidak akan keberatan, tapi sekarang aku ini sudah menjadi milikmu, lalu kenapa kamu bersikap seolah-olah tidak ada hubungan apa-apa diantara kita?" tanya Alice dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.
Wajah Tian Feng memerah saat mengingat kejadian malam itu kemudian dia memalingkan wajahnya seraya menjawab, "Malam itu hanyalah kecelakaan yang tidak disengaja, lagi pula kamu yang memulai lebih dulu!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
"Apanya yang kecelakaan? Hai tuan muda Yuan Tian, sebenarnya yang harus protes dan keberatan itu aku sebagai perempuan! Baik aku akui akulah yang lebih dulu memulainya, tapi kamu tidak menolaknya, lalu dimana letak kecelakaan yang kamu maksud Tuan muda Yuan Tian yang tampan?" Alice berbicara sekaligus mendekatkan wajahnya menatap mata Tian Feng.
Tian Feng ingin berkelit, namun dia tidak bisa menemukan kata-kata lagi untuk diucapkan, lagipula laki-laki mana yang bisa bertahan dari godaan nafsu saat lawan jenisnya memancing Nafsunya, namun dan pada akhirnya Tian Feng hanya menghela nafas panjang, "Apa yang kamu mau sekarang?" tanya Tian Feng.
"Aku mau tinggal sekamar denganmu!" jawab Alice dengan singkat.
"Gadis ini!" Tian Feng hanya bisa menelan menggelengkan kepala, dia tidak menyangka jika gadis-gadis dari Foiberia sangat agresif saat sudah memiliki ikatan, "Andai Chie Xie, Yuan Xia, dan Lie Yie ada disini, mereka pasti akan ngomel habis-habisan yang pasti telingaku akan habis terbakar oleh omelan mereka!" batin Tian Feng.
Pada akhirnya Alice dan Tian Feng tinggal satu kamar, namun Tian Feng meminta kepada Alice untuk menjaga dirinya saat dia bermeditasi dan Alice pun dengan berat hati menyetujuinya.
Malam harinya Tian Feng tidak membuang-buang waktu, dia segera bermeditasi dan Spiritualnya masuk kedalam Dunia dimensi Yao Shan untuk meningkatkan pembuatan Pil nya serta akan berlatih di Dunia dimensi dalam.
"Apakah dia akan terus seperti ini sepanjang hari dan sepanjang malam?" Alice hanya memasang wajah kesal melihat Tian Feng yang langsung bermeditasi dan Alice mau tidak mau harus menjaga tubuh Tian Feng dengan wajah kusam.
***
"Tian, ini adalah lima ratus jenis resep Pil milikku, pelajarilah dan segera tingkatkan kualitas Pil mu agar bisa naik ke 4 Bintang!" kata Yao Shan kepada Tian Feng.
Tian Feng mengangguk kemudian dia menerima pengetahuan dari Lima ratus jenis Pil, jika hanya membaca mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mempelajarinya, namun jika lewat penanaman pengetahuan, maka itu akan selalu berada di dalam pikiran Tian Feng selamanya.
Setelah Yao Shan mengirimkan Lima ratus jenis resep Pil kepada Tian Feng, dia duduk di depan kualinya dan menunggu Tian Feng selesai menyimpan semua resep yang sudah ia tanamkan dipikiran Tian Feng.
Setelah beberapa saat, Tian Feng membuka matanya, dia menghembuskan nafas hangat setelah semua resep Pil sudah tersimpan di dalam pikirannya, dia memandangi Yao Shan yang duduk dengan tenang.
"Kenapa senior mau memberikan semua resep Pil ini kepadaku? Padahal senior tidak mau aku anggap sebagai guru?" Tian Feng menanyakan alasan Yao Shan.
"Itu masih belum semua resep yang aku miliki Tian, alasan aku memberikan hampir setengah resep Pil padamu adalah agar kamu lebih giat berlatih setelah menerima bermacam jenis resep Pil dariku!" jawab Yao Shan.
"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih banyak senior, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan senior ini!" kata Tian Feng sambil menangkupkan tangannya dan bersungguh-sungguh berterima kasih kepada Yao Shan.
"Jangan terlalu bersikap formal seperti itu padaku, lagi pula aku ini hanyalah sebuah tubuh Spritual saja, jadi ilmu pengetahuan tentang keahlian Alkemis tidak terlalu berguna bagiku, bahkan hari ini aku akan memberikanmu Api Teratai Buddha Emas ku padamu!" kata Yao Shan.
Tian Feng terkejut mendengarnya, dia merasa Yao Shan memiliki niat yang belum ia ketahui sehingga rela untuk memberikan Api Teratai Buddha Emas kepadanya.
"Senior, ini terlalu berlebihan sekali bagiku, sebaiknya senior jujur saja, sebenarnya senior memberikan semua ini dengan maksud lain bukan?" tanya Tian Feng karena dia tahu bantuan besar biasanya tidak pernah dianggap gratis.
"Keke... Sepertinya memang sulit menyembunyikan itu darimu! Baiklah aku akan jujur padamu," kata Yao Shan kemudian dia mulai menjelaskan semua alasannya.
Tian Feng mendengarkan tanpa memotong penjelasan Yao Shan akan semua termasuk meminta bantuan Tian Feng untuk menurunkan Api Teratai Buddha Emas kepada sisa keturunannya. Tian Feng sedikit terkejut setelah mengetahui alasannya, "Jadi itu alasan senior? Tapi kenapa senior sangat yakin jika aku ini pasti akan mampu mengalahkan Kaisar Kegelapan dimasa depan? Saat ini saja kemampuanku baru berada di tahap Dewa biasa, sedangkan Kaisar Kegelapan mungkin sudah berada sangat jauh dariku!"
"Itu tidak masalah Tian, semua itu masih bisa kamu capai dan pasti kamu akan mampu melampaui kemampuan Kaisar Kegelapan itu!" jawab Yao Shan.
"Senior terlalu memandang tinggi diriku!" kata Tian Feng.
"Tidak-tidak ini bukan masalah memuji atau meninggikan mu, sesuai dengan yang sudah diramalkan, kamu memang akan mampu melampaui kemampuan Kaisar Kegelapan, jika soal kemampuan mu yang saat ini berada di tahap Dewa biasa, hari ini juga kamu akan bisa naik ketahap Dewa Bumi!" kata Yao Shan.
Mata Tian Feng melebar mendengar hal itu kemudian dia langsung bertanya kepada Yao Shan, "Benarkah, bagaimana caranya?" tanya Tian Feng.
"Dengan warisan Api Teratai Buddha Emas ku!" jawab Yao Shan.
__ADS_1
Tian Feng langsung terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika Api Teratai Buddha Emas akan mampu menaikkan kemampuannya hingga ke tahap Dewa Bumi.