
***
Tian Feng yang sedang duduk bermeditasi menyerap energi alam di gunung itu tanpa sengaja jiwa Spiritualnya memasuki Alam Jiwa.
"Akhirnya kamu sudah berhasil mencapai tahap Awal Dewa Agung!" kata sebuah suara yang akrab di telinga Tian Feng.
Tian Feng membuka matanya dan melihat kesekelilingnya. "Ini..!? Kenapa aku masuk ke Alam Jiwa?" gumam Tian Feng kemudian dia melihat sosok bercahaya dengan Zirah emas serta Tombak Emas di tangannya.
"Aku yang menarik Jiwa Spritual mu kesini!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah kembaran Jiwa Tian Feng dari masa depan.
"Owh..!"
Tian Feng tidak terkejut mendengar, dia bangkit dan memeriksa energi di dalam tubuhnya yang sangat banyak kemudian bergumam sendiri, "Jadi ini adalah kekuatan Awal Dewa Agung? Sungguh banyak sekali energinya!" kata Tian Feng.
Kembaran Jiwa Tian Feng tersenyum sekaligus menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Ini masih terlalu sedikit saudara kembarku, jadi jangan dulu merasa puas diri!" kata kembaran Jiwa nya.
Tian Feng mengangguk sekaligus tersenyum tipis, dia melayang dan mendekati kembaran Jiwa masa depannya kemudian berbicara. " Aku tahu, maksudmu energi ini masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan Rana Agung bukan?"
"Rana Agung juga bukan energi terbesar! Apakah kamu ingin tahu rahasia puncak kekuatan terbesar dari segala kekuatan?"
Tian Feng terkejut sekaligus semakin penasaran, rasa keingintahuannya membuat dirinya mengangguk dengan cepat.
"Setelah Rana Agung, ada satu tingkat lagi yang menjadi puncaknya segala kekuatan yang ada, andai kamu bukanlah kembaran Jiwa ku, mungkin aku keberatan untuk mengatakannya, namun perlu kamu tahu jika puncak kekuatan setelah Rana Agung adalah... Tidak ada!" ucapnya.
"Hah..? Apa maksudmu tidak ada? Jika memang tidak ada, kenapa kamu mengatakan jika kekuatan Rana Agung masih termasuk energi yang sedikit?" tanya Tian Feng.
Kembaran Jiwa Tian Feng tekekeh melihat Tian Feng yang tidak mengerti akan maksud dari ucapannya, dia berbalik kemudian dia membuat sihir dari jarinya.
"Lihatlah bagaimana seluruh alam semesta ini tercipta, amati baik-baik dan carilah sesuatu yang bisa kemu mengerti!" kata kembaran jiwanya.
Sebuah lingkaran besar muncul memunculkan gambaran saat proses pembentukan seluruh Alam semesta.
Tian Feng dengan serius memperhatikan semua itu, hanya saja dia sama sekali tidak mengerti walau kembaran jiwanya sudah menunjukkan gambaran akan terbentuknya Alam semesta.
Setelah semuanya selesai, kembaran Jiwa Tian Feng bertanya kepada Tian Feng akan apa yang Tian Feng mengerti dari yang sudah di tunjukkan kepada Tian Feng.
__ADS_1
"Bagiamana, apakah kamu sudah mengerti sesuatu?" tanyanya.
"Tidak, aku sama sekali tidak mengerti!" jawab Tian Feng.
"Hah sudah ku duga! Baik begini saja, aku akan memberikan sedikit penjelasan padamu, dan sisanya nanti kamu harus mencarinya sendiri dengan mengartikan sebuah kalimat yang ada di kahyangan!" kata kembaran Tian Feng.
Sebelumnya kembaran Tian Feng sudah mengatakan jika Tian Feng harus bisa mengartikan sebuah kalimat yang akan menjadi sebuah rahasia untuk bisa mencapai kekuatan di atas puncak Rana Agung, hanya saja hingga saat ini Tian Feng belum melihat catatan akan kalimat tersebut, apalagi mendengarnya.
"Alam semesta dibuat dari beberapa Elemen, namun walau alam semesta ini di buat untuk sebuah kehidupan mahluk hidup, kenyataannya itu semua hanyalah tipuan saja, artinya semua itu hanya sebuah kekosongan yang tidak memiliki arti!" kata kembaran jiwanya.
Kepala Tian Feng serasa cenat-cenut mendengarnya, tidak hanya dia tidak mengerti akan maksudnya, bahkan mendengarnya saja merasa sangat pusing untuk mengartikannya.
"Maaf aku sama sekali tidak mengerti!" kata Tian Feng.
"Segala kehidupan ini adalah kosong, berisi tapi tidak berisi, hidup tapi tidak kekal, dan ada namun tidak nyata, semuanya hanyalah hampa, dan hampa adalah tidak ada!"
"Aku mengerti! Hidup tidak kekal karena pada akhirnya akan mati, berisi tapi tidak berisi artinya hidup ini tidak ada gunanya tanpa ada pengetahuan sebuah ilmu, ada namun tidak nyata adalah sebuah kejadian yang telihat, namun semuanya seperti sebuah ilusi dan mimpi, hampa dan tidak ada maksudnya jika Alam semesta ini pada akhirnya masih bisa di hancurkan sehingga semuanya akan kembali kosong dan tidak memiliki kehidupan apa-apa lagi, apakah aku benar?"
Kembaran jiwa Tian Feng tersenyum kemudian menjawab, "Hampir benar, namun kebanyakan salahnya dari pada jawaban yang benar! Sekarang jika kamu memang benar-benar ingin mengetahui maksud arti dari semua itu, kamu harus bisa menemukan sebuah kalimat atau tulisan yang memiliki arti untuk bisa mencapai tahap di atas Rana Agung, kini sesuai dengan janjiku jika kamu sudah mencapai tahap Dewa Agung, maka kamu akan aku berikan setengah kekuatan yang aku miliki padamu, setengah kekuatanku ini sudah sangat cukup bagimu untuk bisa berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan tahap Rana Agung, namun setelah kamu memiliki setengah dari kekuatan ku, kamu harus menyerap suatu benda langka untuk bisa benar-benar mencapai puncak Rana Agung!" kata kembaran jiwanya.
"Benda? Apakah maksudmu Batu Mustika putih?" tanya Tian Feng.
Maksud dari ucapan kembaran Tian Feng adalah, walau Tian Feng bisa melawan musuhnya yang memiliki kemampuan setengah langkah Rana Agung, bahkan hingga puncak Rana Agung, namun kekuatan yang sesungguhnya antara Dewa Agung dan Rana Agung tetaplah memiliki jarak yang berbeda, jadi Tian Feng tetap harus berhati-hati jika menemukan lawan yang memiliki kemampuan Setengah langkah Rana Agung dan juga kekuatan Rana Agung sejati, jika tidak maka Tian Feng akan mati sebelum bisa mencapai puncak Rana Agung.
Hanya dengan menyerap dan menyatu dengan seluruh Batu Mustika putih secara utuh, barulah Tian Feng bisa mencapai Puncak Rana Agung.
Kembaran Jiwa Tian Feng mengarahkan ujung tombaknya ke arah Tian Feng, dan kemudian sebuah energi keluar lalu mengurung tubuh Tian Feng, energi tersebut membentuk sebuah bola emas raksasa yang sangat besar.
Besar bola energi tersebut sepuluh kali lebih besar dari bola energi yang sebelumnya pernah di berikan oleh kembaran jiwanya dulu.
Kembaran jiwa Tian Feng menyentuh bola energi raksasa itu kemudian dia memutarnya, setelah itu bola energi emas raksasa itu bergetar dan kemudian bergerak dengan cara menyusut seolah-olah terhisap kedalam tangan kembaran jiwa Tian Feng.
Bola energi yang sangat besar itu dengan sangat cepatnya menyusut dan kemudian membungkus tubuh Tian Feng hingga tubuhnya bercahaya emas yang sangat terang.
Tian Feng dapat merasakan tambahan energi yang tak terbatas kini masuk kedalam pusat energi yang ada di pusaran tempat Chi yang menjadi penyimpanannya, yaitu Pusat Rohnya.
__ADS_1
"Serap semuanya, jika nanti energi ini merasa tidak bisa masuk sepenuhnya, lepaskanlah dan buah sebuah Dantian baru lalu serap kembali, sekarang aku akan mengembalikan Spritual mu ke dunia nyata!" kata kembaran jiwanya kemudian dia menjentikkan jarinya dan Jiwa Spritual Tian Feng menghilang kembali ke dalam tubuhnya.
***
Tian Feng yang sedang duduk bermeditasi merasakan energi yang masuk kedalam tubuhnya tidak bisa menampung semuanya, dia tidak sadar jika saat jiwa Spiritualnya kembali masuk, sebuah pilar Cahaya emas jatuh dari langit dan jatuh tepat di tubuhnya.
Cahaya itu adalah bola energi yang terus masuk kedalam tubuh Tian Feng dari pemberian kembaran jiwanya, tepat saat tubuhnya tidak mampu menyerap semua energi yang masuk, dia melepaskan energi tersebut sehingga sebuah gelombang kejut tercipta dan menghancurkan perisai pelindung buatan ke 17 dewa.
Disisi lain ada aura kuat yang menekan seluruh area gunung, tekanannya sangat besar dan kuat membuat seluruh kahyangan bergetar hebat, tidak lama setelah itu ledakan energi yang terlepas menyembur keluar bagai lava gunung yang meledak.
Tian Feng memutar tangan dan kemudian menekan sebuah jari ke dalam perutnya untuk menciptakan sebuah Dantian baru, dan itu di bentuk dengan kelima elemen yang ia miliki.
Dalam waktu singkat, Tian Feng berhasil membentuk Dantian baru dari kelima elemen dan kemudian menyerap kembali muntahan energi yang terlepas.
Akibat dari Tian Feng yang menyerap seluruh energi yang sudah ia muntahkan, seluruh alam semesta jadi bergetar hebat, dan Tian Feng secara perlahan-lahan membuka mata.
Tian Feng menghirup nafas dingin dari hidungnya dan kemudian dia menghembuskan nafas panas dari mulutnya, saat dia menghembuskan nafasnya, angin panas muncul dan berhembus keluar.
"Naga Kecil, maaf sudah membuat mu menunggu lama di luar!" kata Tian Feng.
"Uwa-uwa..!"
Naga Api Emas segera terbang dan melingkari lengan Tian Feng seolah-olah dia merasa senang karena Tian Feng yang selamat setelah menerima sambaran petir selama lebih dari setahun.
Tian Feng tertawa kecil sembari mengelus lembut sisik Naga Api Emas, dia menatap keatas dan kemudian teringat akan Naomi dan juga yang lainnya.
"Bagaimana kabar mereka semuanya, aku tidak tahu sudah berapa lama berada disini? Sepertinya sudah sangat lama sekali!" kata Tian Feng sembari meraba rambutnya yang panjang dan berantakan, terlebih lagi tumbuh kumis lebat serta jenggot hitam yang juga lebat di dagunya.
Tian Feng memejamkan matanya dan kemudian dia menggunakan Spiritualnya untuk melihat kondisi di luar.
Tian Feng bisa melihat banyak para Dewa yang melayang mengelilingi gunung, namun dalam jarak yang cukup jauh, dan Tian Feng juga bisa melihat keberadaan Qiao Lin serta Naomi.
Tian Feng tersenyum lembut sembari bergumam, "Ternyata kamu juga sudah mencapai Tahap Dewa!" gumamnya dan kemudian dia menjentikkan jarinya dan menghilang dari tempat itu lalu muncul kembali di atas awan yang lebih tinggi.
"Akhirnya aku bisa menghirup angin segar lagi! Tunggulah Xihua, ayah pasti akan cepat kembali!" kata Tian Feng kemudian tatapannya terarah kepada Naomi.
__ADS_1
Naomi juga melihat kepada Tian Feng, jantungnya berdegup kencang saat mata Tian Feng yang bersinar menatap kearahnya, walau terlihat sangat jelas penampilan Tian Feng yang acak-acakan, namun aura ketampanannya tetap tidak menghilang.
Tian Feng tidak langsung menemui Naomi, dia lebih dulu pergi ke rumah Ho Chen untuk membersihkan diri sekaligus mencukur habis kumis serta jenggotnya agar terlihat lebih rapih dan bersih, setelah itu dia baru akan menemui Naomi dan Qiao Lin sekaligus ingin menanyakan Ho Chen yang tidak terlihat olehnya.