
Walau sempat tegang akibat ulah Shi Zian yang mengacau, namun tetap saja Shi Zian tidak bisa membuat kekacauan yang lebih besar.
Disana tentu saja sudah hadir banyak pendekar-pendekar, awalnya memang tidak ada yang langsung ikut campur karena mereka masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi agar nanti tidak salah berpihak.
Namun setelah disimpulkan jika Shi Zian lah yang salah karena dia sejak awal tidak mau mengutarakan cintanya kepada Zie Wen.
Sewaktu Zie Wen menceritakan jika dia menyukai Zhun Cai, Shi Zian justru tidak berusaha untuk mengatakannya sebelum Zie Wen dan Zhun Cai sama-sama mengutarakan perasaan mereka.
Dengan berbagai bujukan akhirnya Shi Zian berhasil dihentikan, dan Walikota mengajak Shi Zian untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin.
Shi Zian akhirnya sadar jika dirinyalah yang salah karena terlambat mengutarakan perasaannya, dia juga mendapat bimbingan dari Walikota serta pencerahan jika Cinta tidak selamanya harus memiliki.
Semua manusia pasti akan merasakan seperti apa rasanya sakit saat orang yang paling dicintainya pada akhirnya menjadi milik orang lain.
Sebagian ada yang menerima semua itu dengan ikhlas, namun sebagian lagi ada yang tidak dan pada akhirnya ada yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Padahal semua yang terjadi sudah memiliki takdir masing-masing, jodoh, hidup dan mati semuanya sudah ada garis takdirnya.
Hanya manusia yang bisa berpikir jernih yang bisa melewati siksaan Cinta yang tidak bisa di capai, sedangkan yang tidak berpikir jernih dan hanya menuruti emosi serta keegoisan saja, pada akhirnya akan memilih jalan yang buntu.
Shi Zian hanya bisa meneteskan air mata sekaligus berusaha melapaskan Zie Wen menjadi istri Zhun Cai, walau sangat berat dan tersiksa, namun Shi Zian akan mencoba untuk mencari kebahagiaan yang lain.
"Nona Alice! Tunggu..! Maaf bukan maksudku menatap mu seperti itu, aku hanya tidak enak saja melihat orang-orang menatap kita dengan pikiran aneh mereka!" kata Tian Feng sekaligus meraih tangan Alice dan memegangnya cukup lama.
Andai bukan karena permintaan Xanzi, Tian Feng mungkin tidak akan melakukannya, namun semua itu demi Xanzi agar dia bisa memeriksa Energi Alice lebih lama dan berharap bisa membuka kedok Alice yang sesungguhnya.
"Aku tidak peduli dengan tatapan semua orang! Lagi pula aku hanya menyampaikan pendapat ku jika yang dilakukan pria itu tidak salah," kata Alice.
"Walau menurutmu tidak salah, namun mau bagiamana pun wanita itu sudah menjadi istri orang lain!" kata Tian Feng.
"Jika aku diposisi pemuda itu, akan aku habisi laki-laki yang menjadi suaminya itu, dan akhirnya hanya aku yang akan memiliki wanita itu dan bukan orang lain!" kata Alice yang mengumpamakan dirinya berada di posisi Shi Zian.
"Wanita secantik dan selugu ini memiliki sifat yang menakutkan, lebih galak dari Yue Yin, lebih kejam dari Sue Yue, lebih pemaksa dari Chie Xie, dan lebih banyak bicara dari Naomi, sepertinya semua sifatnya melebihi dari semua wanita yang ku kenal!" batin Tian Feng.
__ADS_1
"Ini aneh sekali! Apakah aku salah merasakannya? Tadi aku benar-benar merasakan Aura Hitam pada tubuh gadis ini, tapi sekarang aku tidak bisa merasakannya lagi!" kata Xanzi.
"Apa kamu yakin? Atau ada sebuah cara agar seseorang bisa menyembunyikan energinya dengan sempurna?" tanya Tian Feng.
"Sebenarnya ada! Jika tidak salah Aura Energi Hitam bisa ditekan dan disegel dengan kekuatan khusus, namun yang bisa melakukan semua itu hanya para Pengawal Kaisar Kegelapan serta Kaisar Kegelapan itu sendiri!" jawab Xanzi.
"Apakah kira-kira Nona Alice bisa melakukannya?"
"Jika dia mendapatkan petunjuk dari salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan atau Kaisar Kegelapan itu sendiri, kemungkinan bisa, namun setidaknya orang itu sudah harus memiliki kemampuan di tahap puncak Raja Alam!" jawab Xanzi.
Namun masalahnya baik Xanzi maupun Xian sama-sama tidak merasakan energi kekuatan dari tubuh Alice, selain energi kehidupan saja.
Karena tidak bisa menemukan petunjuk apapun, Tian Feng melepaskan pegangannya dan berbalik ingin pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Alice.
"Aku mau pulang!" jawab Tian Feng.
"Acaranya kan belum selesai!"
Alice hanya bisa menggerutu dan juga kesal terhadap sikap Tian Feng yang sulit untuk ditebak.
"Tunggu aku ik...ut!"
Alice menghentikan langkahnya saat ingin mengejar Tian Feng, sedangkan Tian Feng sudah mulai menghilang di kerumunan orang-orang.
"Hai cantik! Untuk apa kamu mengejar pria bertopeng itu? Sebaiknya aku saja yang menggantikan pasanganmu itu?" kata tiga orang pria sambil menjilati bibirnya sendiri melihat buah dada Alice yang menonjol jika dilihat dari atas.
"Kalian ingin menggantikannya? Apakah kalian yakin? Aku tidak percaya kalian akan mampu untuk memuaskanku!" kata Alice membuat air liur ke-tiga pria itu keluar.
"Owh tenang saja! Kami janji kami akan mampu memuaskan seorang bidadari secantik dirimu, jadi kamu tidak akan kecewa dengan kami bertiga! Benarkan teman-teman?"
"Iya tentu saja!" jawab ke-dua rekannya dengan bersemangat karena merasa menemukan rejeki gratis.
__ADS_1
"Baik ayo kita cari tempat yang sepi!" ajak Alice.
Mereka bertiga melompat kegirangan dan segera pergi bersama Alice ketempat yang sepi, namun masih terang karena lokasinya tidak jauh.
Alice duduk dengan mengangkat gaun bawahnya keatas sehingga pahanya yang putih dan mulus langsung terlihat.
"Ayo siapa yang mau lebih dulu?" tanya Alice dengan menunjukkan lehernya yang putih membuat darah ke-tiga pria hidung belang itu seperti mangalir keotak saat melihat leher Alice.
"Aku..!"
"Aku..!"
"Aku dulu!"
Ke-tiganya berebutan untuk menjadi yang pertama, namun Alice dengan suara penuh gairah mengatakan sesuatu yang membuat mereka bertiga seperti kesetanan.
"Iya sudah jangan berebut! Sekalian saja kalian bertiga kesini!" kata Alice.
Mendengar itu ke-tiga pria itu langsung bergerak cepat ingin mendapatkan Alice, saat sudah berhasil memegang gaun Alice, tiba-tiba saja pandangan mereka bertiga langsung menjadi gelap.
Kepala ke-tiga pria itu jatuh secara bersamaan ketanah dan tubuh mereka yang tanpa kepala kini ambruk ketanah dengan darah yang mengalir deras.
"Kalian pikir aku ini wanita penghibur? Dasar laki-laki brengsek," gerutu Alice dengan menurunkan jari telunjuknya.
Alice memotong leher mereka bertiga dengan energi Angin yang ia lepaskan dari jarinya, sehingga ke-tiga pria itu mengira Alice memainkan jarinya karena memberikan kode kepada mereka untuk datang, namun ternyata kodenya adalah kematian.
Tentu ke-tiga pria itu tidak menyadari jika gadis Foiberia bermata biru itu sebenarnya adalah pimpinan utama Organisasi Bintang Hitam, jadi tanpa sadar mereka telah menyerahkan nyawa mereka sendiri agar secepatnya pergi ke menemui Raja Akhirat.
Alice bangkit dan kemudian dia menatap tubuh ke-tiga pria yang sudah ia bunuh, "Maaf saja, tubuhku bukan untuk kalian, jadi kalian belum beruntung dan semoga kalian senang berada diakhirat!" kata Alice dengan pelan dan juga bernafas lega karena telah menjadikan ke-tiga pria itu sebagai pelampiasan kekesalannya.
Alice melompat keudara dan menghilang di gelapnya Langit malam tanpa ada satu orang pun yang mengetahui kejadian naas yang menimpa ke-tiga pria tersebut.
Setelah beberapa saat, salah seorang berteriak dengan keras karena menemukan ke-tiga jasad dengan kondisi kepala sama-sama terputus.
__ADS_1
Hal itu membuat acara pernikahan Walikota Luwuen langsung heboh karena penemuan tersebut, sedangkan si pelaku Alice sudah berdiri di depan pintu Xu Yian dengan wajah biasa seperti tidak terjadi sesuatu.