
"Puncak Rana Ilahi Tahap 2, jadi ini kekuatan Puncak An Huang Yi? Benar-benar sangat sulit di percaya!" guman Ho Chen.
Tian Feng memperhatikan An Huang Yi secara seksama, dia dapat merasakan lonjakan energi yang sangat luar biasa, bahkan Aura hitam pekat yang menyelimuti seluruh tubuh An Huang Yi kini semakin meluas.
"Kalau begitu aku juga akan melepaskan kekuatanku!" gumam Tian Feng kemudian dia menghirup nafas dan kemudian menghembuskannya kembali seraya menutup matanya.
Aura emas yang masih terpancar dari tubuh Tian Feng langsung membesar, tidak hanya itu, bahkan auranya kini menjadi tiga warna.
Percikan petir emas juga mulai terlihat dari tubuh Tian Feng, dan setelah itu ledakan energi yang sangat besar meletus dari dalam tubuh Tian Feng.
Luapan ledakan energi yang sangat besar tersebut langsung menghancurkan banyak gunung di Dunia Kristal Api, bahkan gelombang kejutnya membuat Ho Chen yang berada cukup jauh juga ikut terseret mundur, padahal dia sudah menggunakan perisai energi pelindungnya, namun tetap saja gelombang kejut tersebut masih mampu mendorong dirinya.
Seluruh Alam semesta juga ikut bergetar hebat sampai-sampai mengejutkan banyak makhluk hidup yang ada di berbagai galaxy.
"Inikah hasil latihanmu selama beberapa waktu ini Tian? Ini sungguh sangat luar biasa, kemampuanmu dan kemampuan An Huang Yi benar-benar seimbang!"
Ho Chen sudah tidak tahu lagi akan siapa nantinya yang akan menang, sebab keduanya sama-sama memiliki kekuatan Puncak Rana Ilahi Tahap 2.
"Buddha Rulay memang sangat hebat memilih Dunia Kristal Api sebagai arena pertarungan, benar-benar pantas disebut sebagai galaxy terkuat kedua setelah Nirwana!" kata salah satu Dewa.
Andai kedua energi tersebut dilepaskan di luar Galaxy Merah, yang akan terjadi pasti akan sangat berbeda, yang pasti akan banyak bintang yang hancur oleh energi kedua sosok yang saling berhadap-hadapan.
"Hem…! Tidak kusangka dia juga berhasil mencapai Puncak Rana Ilahi Tahap 2," batin An Huang Yi yang terkejut setelah merasakan kekuatan Tian Feng yang sebanding dengan dirinya.
Petir dari balik awan merah tebal k
menyambar ke segala arah, sedangkan gunung-gunung yang belum hancur kini mulai memuntahkan eropsi.
Dunia Kristal Api kini benar-benar tertupi oleh awan merah tebal, serta suhunya semakin naik akibat pacaran dari tanah Kristal serta awan panas di langit.
__ADS_1
An Huang Yi yang sudah tidak sabar untuk segera bertarung langsung menyerang Tian Feng dengan serangan energi yang sangat besar.
Tian Feng langsung membuka matanya dan dari bola matanya, sebuah kabut putih keluar dari matanya yang juga bercahaya keemasan.
Tian Feng langsung mengepalkan tinjunya kemudian langsung melepaskan energi pukulan berwarna putih ke arah serangan An Huang Yi.
Begitu kedua serangan tersebut meledak, Tian Feng dan An Huang Yi juga menghilang kemudian muncul di berbagai tempat sekaligus saling serang.
Kali ini dentuman keras yang lebih kuat membuat getaran yang lebih besar, dimana mereka muncul, tanah serta gunung terdekat pasti akan langsung pecah berhamburan menjadi bongkahan.
Pertarungan yang semakin memanas itu semakin lama semakin besar daya hancurnya, sudah bisa dipastikan jika Dunia Kristal Api yang diketahui sebagai Dunia terkuat kedua setelah Nirwana tidak akan bisa bertahan lama.
"Tahap Ilahi - Pukulan Petir Surgawi."
Kepalan tangan Tian Feng yang di selimuti energi emas serta petir emas yang juga terlihat itu langsung diarahkan ke dada An Huang Yi.
Suara ledakan besar yang disertai dengan dentangan keras membuat Tian Feng mengerutkan kedua alisnya, Tian Feng merasa jika pukulannya seperti mengenai sebuah logam yang sangat keras, dan benar saja, begitu Tian Feng melihat kearah An Huang Yi, ternyata yang menahan serangan adalah sebuah pedang hitam yang sangat besar.
An Huang Yi menggunakan momen tersebut untuk menyerang Tian Feng yang lengah, dan dengan sangat kuatnya, An Huang Yi langsung memberikan serangan tebasannya ke arah Tian Feng l.
Pedang besar hitam dan lebar tersebut langsung menghantam punggung Tian Feng dengan sangat keras, beruntungnya Tian Feng memiliki kulit yang sangat keras, walau tanpa menggunakan ilmu Iblis Neraka, Tian Feng yang saat ini sudah bisa membuat kulitnya sekeras logam sehingga pedang besar An Huang Yi tidak mampu untuk melukai kulitnya.
Walau tidak bisa terluka, namun hantaman keras pedang tersebut membuat tubuh Tian Feng terhempas jauh hingga menembus beberapa batu tebing.
"Cih..!" Tian Feng berdecak kesal kemudian dia kembali melayang di udara dengan menatap An Huang Yi yang tersenyum mengejek kepadanya.
"Jujur saja aku sangat kesulitan bernafas saat melihat pedang besarmu itu! Aku yakin gerakanmu akan sedikit melambat jika menggunakan pedang sebesar itu bukan? Tapi baiklah, jika kamu sudah menggunakan pusaka beratmu itu, aku juga akan menggunakan pusaka ku!" kata Tian Feng.
Senyum di wajah An Huang Yi langsung menghilang saat Tian Feng berkata akan mengeluarkan pusakanya juga, dia masih ingat akan pusaka Tombak emas milik Tian Feng yang mampu membuat perasaannya tidak nyaman saat merasakan aura yang terpancar, seolah-olah tombak tersebut adalah memiliki sesuatu yang mampu membuat dirinya merasakan kegelisahan tanpa sebab.
__ADS_1
"Tidak akan aku biarkan kamu mengeluarkan pusakamu!" seru An Huang Yi kemudian dia langsung membelah diri menjadi lima orang yang semuanya memegang Pedang besar.
Tian Feng memperhatikan masing-masing tubuh An Huang Yi yang mulai mengelilinginya, sangat jelas jika niat An Huang Yi adalah menyibukkan dirinya agar tidak pernah bisa mengeluarkan pusakanya.
Namun Tian Feng juga tidak bodoh, jika An Huang Yi saja bisa melakukan pembagian diri, apalagi dengan Tian Feng.
Bedanya dengan cara Tian Feng yang dulu, kali ini Tian Feng tidak perlu lagi merapal mantra segelnya untuk membuat bayangan, sekarang hanya dengan mengendalikan energinya, dia sudah bisa membuat bayangan sendiri dengan sangat mudah.
Tian Feng segera membelah dirinya menjadi lima bayangan yang masing-masing memiliki kemampuan Puncak Rana Ilahi Tahap 1, dan kelima bayangannya segera melindungi tubuh Tian Feng yang asli agar bisa mengeluarkan Tombak tanpa diganggu oleh An Huang Yi.
Tanpa banyak bicara, An Huang Yi serta kelima bayangannya langsung maju menyerang Tian Feng, sedangkan kelima bayangan Tian Feng juga maju melawan masing-masing bayangan.
Tubuh Tian Feng yang berada di tengah-tengah segera mengeluarkan energi merah, bahkan petir emas yang sebelumnya mengelilingi Tian Feng kini mulai berubah menjadi petir merah.
Melihat percikan petir merah yang mulai mengalir di tubuh Tian Feng, An Huang Yi kini semakin berwajah dingin.
"Pedang Pengikat Jiwa."
Karena panik, An Huang Yi langsung mempercepat serangannya ke arah Tian Feng agar Tian Feng gagal untuk mengeluarkan pusakanya.
Pedang yang saat ini sudah sepenuhnya menjadi hitam serta memiliki aura besar dengan sangat cepat mengarah ke tubuh Tian Feng, hanya saja serangan tersebut langsung di hadang oleh salah satu bayangan Tian Feng lalu menahan pedang besar tersebut.
Melihat memiliki peluang, Tian Feng langsung melepaskan petir merahnya dan pusaran awan langsung muncul d atas Tian Feng dengan kilatan Petir merah yang secara terus menerus jatuh ke segala arah.
"Menyingkirlah kalian semuanya dari jalan ku!" seru An Huang dengan kesal lalu melepaskan energi pedangnya untuk melenyapkan bayangkan Tian Feng.
Ketika energi pedang An Huang Yi hampir mengenai tubuh bayangannya, tiba-tiba saja Tombak bercahaya emas langsung menepisnya.
An Huang Yi langsung menatap tombak tersebut dengan jantung berdegup kencang, tombak tersebutlah yang selama ini dia khawatirkan, dan ini sungguh membuat dirinya sangat cemas.
__ADS_1