Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
malam pertama hari pernikahan


__ADS_3

***


"Sekarang giliranmu untuk menyusul rekanmu!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan dua Aura sekaligus, yaitu Aura Kematian dan Aura Api Emas.


Wanita Musang memasang wajah suram saat merasakan dua Aura berwarna merah dan emas, selama ini dia belum pernah melihat ada seseorang yang mampu melepaskan dua Aura berbeda secara bersamaan, bahkan Panglima Penjaga Gerbang Utara sekalipun hanya memiliki satu Aura saja.


"Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana mungkin kamu yang hanya memiliki kemampuan Dewa Bumi bisa memiliki kemampuan sebesar ini?" tanya Wanita Musang.


"Em... Bukankah kamu sudah menjadi salah satu anggota Organisasi Bintang Hitam, apakah kamu benar-benar tidak tahu akan siapa aku?" tanya Tian Feng yang merasa heran.


Wanita Musang menyipitkan matanya, dia benar-benar tidak pernah mendengar atau mengetahui akan sosok seperti Pemuda bergaun pengantin di hadapannya.


Walau sudah lebih satu tahun dia bergabung dengan Organisasi Bintang Hitam, namun informasi mengenai Tian Feng sangat minim, bukannya dia tidak tahu jika musuh besar Organisasi Bintang Hitam adalah Pendekar Dewa Sesat, namun yang ia tahu dari informasi jika Dewa Sesat sering mengenakan topeng hitam yang hanya separuh wajahnya saja yang terlihat, namun pemuda di hadapannya saat ini tidak memakai topeng.


Walau sebenarnya ada petunjuk lain akan ciri-ciri dari Pendekar Dewa Sesat seperti Tombak emas yang menjadi senjata satu-satunya, namun yang mengetahui akan hal itu dari anggota Organisasi Bintang Hitam semuanya sudah mati kecuali Louis dan Alice.


"Jika kamu benar-benar tidak tahu akan siapa aku, biarkan saja tetap seperti itu!" kata Tian Feng kemudian dia mulai mengarahkan mata tombaknya ke langit.


Awan hitam yang sangat tebal kini mulai berkumpul dan kilatan sambaran petir merah mulia bermunculan dari dalam awan yang semakin lama semakin banyak dan membesar.


Desa Wunji yang kini juga di penuhi dengan banyak jasad Siluman dan orang-orang dari anggota Organisasi Bintang Hitam juga mulai merasakan hawa yang sangat mencekam dari langit, Louis dan Alice sama-sama menoleh kelangit yang sudah di tutupi oleh awan hitam serta cahaya kilatan merah.


Mata Louis melotot dan dia menelan seteguk air liurnya melihat fenomena di langit, Louis dan Alice jelas tidak akan lupa dengan fenomena tersebut, yang paling membekas adalah di ingatan Louis karena betapa mengerikannya kekuatan di balik fenomena itu.


Jika dulu dirinya hampir mati karena kekuatan Tian Feng yang masih berada di tahap Raja Alam, namun saat ini kekuatan Tian Feng sudah berada di tahap Dewa, tentu saja jika Tian Feng kembali menggunakan kekuatan Tombak itu lagi dengan kemampuannya yang berada di tahap Dewa Bumi, dirinya pasti akan langsung mati dan mungkin tubuhnya akan hancur menjadi debu.


Alice sendiri mulai berharap-harap cemas, dia khawatir akan terjadi sesuatu kepada suaminya, bagaimanapun juga dia baru menikah dengan Tian Feng, namun belum sempat merasakan indahnya sebagai pasangan baru, kini sudah ada masalah besar yang mengharuskan suaminya untuk bertarung dengan pakaian yang masih mengenakan gaun pengantinnya.


"Jangan khawatir! Suamimu adalah laki-laki yang sangat luar biasa, dia pasti akan kembali dengan selamat!" kata Louis yang melihat ke khawatir di wajah cucunya.


Alice mengangguk, dia bukannya tidak tahu jika Tian Feng memang bukan orang biasa, terlepas Tian Feng yang saat ini sudah menjadi suaminya, Tian Feng juga memiliki takdir untuk menyelamatkan dunia dari Kegelapan, atau lebih tepatnya menyelamatkan seluruh alam semesta dari pengaruh Kegelapan.


Namun sebagai seorang istri wajar bagi Alice untuk tetap merasa khawatir serta berat rasanya saat mengetahui betapa berat tanggung jawab serta takdir suaminya itu, dalam hati Alice hanya bisa berdoa dan berharap semoga suaminya bisa melaksanakan takdir yang di bebankan padanya lalu bisa hidup tenang selamanya.


"Berjuanglah suamiku!" gumam Alice seraya mengigit bibirnya.


Langit yang sudah menjadi sangat gelap serta keliatan petir merah yang mulai menyambar keberbagai arah mencipta suara gemuruh keras yang menggelegar di setiap telinga orang yang mendengarnya, disaat yang sama mata Tian Feng sudah menyala merah dah asap merah bercampur dengan asap emas terpancar dari kedua mata Tian Feng.


Wanita Musang menelan ludah saat merasakan tekanan yang sangat luar biasa kuat keluar dari tubuh Tian Feng, wajahnya mulai memasang ekspresi ketakutan, jika sebelumnya dia bisa menahan petir merah dan Api Emas secara terpisah, namun saat ini dua gabungan kekuatan yang menyatu tidak akan mungkin bisa dia tahan lagi.

__ADS_1


Pusaran awan hitam kini mulai membentuk di langit dan tekanan yang sangat luar biasa besar membuat tubuh Wanita Musang merasa tertimpa gunung besar di pundaknya sehingga tubuhnya perlahan-lahan mulai turun.


Kini Wanita Musang yakin jika Ye Jizan memang mati di tangan pemuda mengerikan dihadapannya, walau kemampuan pemuda dihadapannya itu terasa berada di tahap Dewa Bumi, namun energi yang dimilikinya mampu untuk membunuh seseorang yang memiliki kemampuan Dewa Langit, bahkan Carolus sekalipun tidak memiliki kualifikasi untuk berhadapan dengan pemuda pemegang Tombak Emas.


"Sungguh sangat tidak berguna, bagiamana bisa aku akan dikalahkan oleh manusia yang masih sangat muda seperti dia!" Wanita Musang hanya bisa mengumpat keras namun dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa karena energinya seperti tersegel dan tidak bisa digunakan di bawah tekanan yang sangat kuat itu.


Tubuh Wanita Musang yang secara perlahan turun itu kini menjadi kaku saat tatapan mata merah Tian Feng menatapnya dengan tajam seolah-olah waktu berhenti berjalan. Tian Feng mengarahkan ujung tombak nya yang sudah sepenuhnya dipenuhi energi petir merah, dengan cepat dia terbang kebawah menuju ke Wanita Musang yang tidak jauh darinya.


Pusaran awan hitam juga mengikuti tubuh Tian Feng sehingga terlihat bagai sebuah batu meteor yang meluncur dari langit, dengan tekanan besar yang mampu menciptakan tekanan gravitasi yang sangat kuat membuat Wanita Musang sama sekali tidak berdaya dan hanya menatap Tian Feng yang terlihat seperti Dewa Kematian.


Hembusan badai angin yang tidak menentu membuat Kota Tang juga merasakan dampak dari semua itu, bahkan para penduduk kota mulai keluar dari dalam rumah mereka hanya untuk melihat fenomena pusaran awan hitam di langit yang jauh.


Ujung mata tombak yang memiliki petir merah langsung menembus tubuh Wanita Musang dengan sangat mudahnya, ledakan kuat yang disertai dengan sambaran petir menutupi tubuh Wanita Musang membuat suara jeritan yang memekakkan telinga, belum lagi Aura Api emas yang mulai membakar tubuh Wanita Musang dari dalam membuatnya hanya bisa menjerit kemudian tubuhnya terhempas dan jatuh melewati kepulan awan hitam hingga tubuhnya membentur permukaan tanah yang agak jauh dari Desa Wunji.


Cekungan kawah yang agak dalam terbentuk dari bekas jatuhnya Wanita Musang tersebut dan getaran sesaat juga mengguncang Desa Wunji dan sekitarnya namun tidak menimbulkan kerusakan apapun.


Tian Feng segera turun setelah menyimpan kembali Tombak Nirwana nya ke dalam tubuhnya, dia turun dan berdiri di samping Wanita Musang yang semua kulitnya sudah habis terbakar.


Nafas Wanita Musang sangat lemah, hingga saat ini dia masih belum tahu identitas pemuda yang sudah mengalahkan dirinya hingga berakhir secara menyedihkan, namun Tian Feng tidak memperdulikan hal itu.


"Ka..kamu ja..jangan merasa me..menang dulu!" ucapan terakhir Wanita Musang memberi ancaman jika dirinya akan kembali lagi suatu saat nanti untuk membalas dendam, namun Tian Feng tentu sudah mengetahuinya dan dia melihat kearah kabut tranparan yang keluar dari tubuh Wanita Musang.


"Uwa..uwa..!"


Tian Feng mengangguk ketika Naga Emas kecil bicara dengan bahasa aneh kepadanya, walau dia tidak mengerti namun dia yakin jika Naga Emas kecil akan menyerap jiwa Wanita Musang itu.


Naga Emas kecil terbang dengan kecepatan tinggi dan hanya dalam waktu singkat saja, dia sudah berada di atas jiwa Wanita Musang yang hendak pergi menyelamatkan diri.


"Uwa..!"


Kabut tranparan yang sebenarnya adalah wujud Spiritual Wanita Musang terkejut dan ingin mengatakan sesuatu, namun belum sempat dia berbicara mulut Naga Emas kecil terbuka dan hisapan yang sangat kuat segara menarik jiwanya kedalam pusaran dari mulut Naga Emas kecil itu.


Hanya dalam waktu singkat saja, seluruh jiwa Wanita Musang terserap sepenuhnya oleh Naga Emas kecil, tentu saja Wanita Musang tidak akan menduga jika kedatangannya untuk mencari tahu akan kejadian menghilangnya Ye Jizan ternyata akan menjadi kehidupan terakhir dirinya serta Ular hitam, keduanya sama-sama mati tanpa mengetahui akan siapa identitas pembunuh mereka itu.


"Uwa..uwa!!"


Naga Emas kecil terbang dan berputar-putar di depan Tian Feng dengan tingkah lucu yang menggemaskan, Tian Feng tersenyum sekaligus mengangguk, walau dia sendiri bingung apa untungnya bagi Naga Emas kecil memakan para jiwa orang-orang jahat itu, setidaknya Tian Feng tidak perlu repot-repot melepaskan sihir yang bisa melenyapkan jejak Spiritual musuh-musuhnya.


Naga emas kecil segera kembali menjadi tato dan melingkari lengan Tian Feng, sedangkan Tian Feng sendiri berniat kembali ke rumahnya, namun Yao Shan muncul dan berbicara padanya.

__ADS_1


"Tian, jika nanti ada musuh yang memiliki kekuatan seperti tadi, ijinkan aku untuk ikut bertarung lagi!" kata Yao Shan.


"Baik guru!" jawab Tian Feng sekaligus tersenyum kepada Yao Shan.


Yao Shan mengangguk kemudian dia berubah jadi kabut tranparan dan masuk kedalam Cincin Tian Feng untuk kembali ke ke dunia dimensi obat miliknya untuk memulihkan diri, sedangkan Tian Feng bergegas kembali ke rumahnya.


***


"Tian..!"


Alice segera berlari dan menghampiri Tian Feng yang baru saja tiba di hadapannya kemudian memeluknya, "Syukurlah kamu kembali dengan selamat," kata Alice yang masih memeluk Tian Feng tanpa peduli banyaknya orang di sekitarnya.


"Alice aku baik-baik saja, sebaik lepaskanlah pelukanmu, aku merasa tidak enak di lihat oleh banyak orang!" kata Tian Feng.


"Em? Memang kenapa? Kita ini sudah resmi jadi suami istri, apa kamu lupa kalau kita ini sudah menikah?" tanya Alice.


Tian Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia hanya bisa tersenyum canggung di hadapan semua orang sekaligus berbicara pelan kepada Alice, "Walau kita ini sudah jadi suami istri, tapi kita tetap harus menjaga sikap kita, disini bukanlah tempat yang pas untuk bermesraan, nanti saja jika ingin bermesraan, sekarang kita tenangkan dulu semua orang-orang ini!" kata Tian Feng sekaligus mengamati para warga desa yang masih pucat karena ketakutan melihat darah dari para mayat siluman dan juga anggota Organisasi Bintang Hitam.


"Kakek Loius, bisakah kakek dan Kepala desa bersama laki-laki lainnya membakar mayat-mayat itu?" tanya Tian Feng.


"Serahkan saja semuanya padaku, sebaiknya kalian berdua masuk dan nikmatilah malam pengantin baru kalian dengan tenang!" kata Louis dengan terkekeh pelan membuat Tian Feng merasa sedikit malu.


"Tuan Louis benar Nak Tian, kamu tidak perlu lagi memikirkan hal ini, jadi serahkan saja semuanya pada kami!" kata Hei Tong.


Tian Feng menoleh kepada istrinya yang juga menatap Louis kemudian dia melempar tatapannya kepada Tian Feng lalu tersenyum kepadanya.


Andai saja Tian Feng belum resmi menikah, mungkin Tian Feng akan menjadi biang masalah di Desa Wunji karena dia sudah membuka penutup wajahnya, itu karena semua orang memuji ketampanan Tian Feng dan tidak sedikit pula para wanita yang tergoda oleh ketampanan wajah Tian Feng, namun karena Tian Feng sudah resmi menjadi milik wanita cantik bermata biru, mereka hanya bisa menahan diri karena mereka sudah tahu akan kemampuan yang dimiliki oleh Alice.


Alice memiringkan kepalanya menatap Tian Feng saat Tian Feng ingin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Apakah kamu yakin ingin berjalan begitu saja untuk masuk kedalam?" tanya Alice.


"Em!? Memang kenapa, apa aku salah jika jalan seperti ini untuk masuk kedalam rumah sendiri, apa perlu aku melompat atau berlari?"" tanya Tian Feng.


Alice memasang wajah kesal, dia benar-benar sangat ingin memukul kepala Tian Feng yang sama sekali tidak mengerti akan maksud arah pembicaraannya yang sudah memberi tanda.


Melihat wajah Alice yang cemberut membuat Tian Feng ingin tertawa, namun dia menahannya sebelum akhirnya dia menarik tangan Alice hingga tubuhnya berputar dan hampir jatuh terjungkal, namun Tian Feng dengan sigap mendekap tubuhnya lalu mengangkat tubuh Alice kemudian berkata, "Aku hanya bercanda! Lagi pula ini bukan yang pertama kalinya kita akan melakukan itu lagi, hanya saja ini adalah malam pertama hari pernikahan kita!" kata Tian Feng dengan berbisik.


Jelas yang di lakukan oleh Tian Feng hampir membuat jantung Alice terasa berhenti berdetak, dia segera merangkul leher Tian Feng kemudian Tian Feng membawa Alice masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Louis dan Hei Tong saling berpandangan melihat Tian Feng dan Alice yang sudah masuk rumah pengantin mereka, keduanya hanya mengangkat bahu masing-masing sebelum akhirnya Hei Tong mengajak para lelaki untuk mengumpulkan puluhan mayat agar Louis bisa membakar tubuh mereka semua supaya tidak menimbulkan bau busuk dan mengundang penyakit.


__ADS_2