
***
"Kenapa aku masih belum bisa menggunakan jurus terakhir Kitab Iblis Neraka dengan sempurna? Seharusnya dengan Chi sebanyak ini aku tidak akan merasakan efek samping dari ilmu ini!" batin Tian Feng.
Dengan Jumlah Chi sebanyak 500 Lingkaran, seharusnya Tian Feng sudah bisa menggunakan jurus terakhir nya dengan sempurna, namun nyatanya Tian Feng masih bisa merasakan efek samping dari jurus yang sudah ia gunakan.
Yang lebih membuat Tian Feng semakin keheranan, Jurus tersebut menguras Chi sebanyak 60 Lingkaran, bahkan lebih dari itu.
"Sepertinya hanya Aura Pembunuh saja yang bisa digunakan, apa mungkin karena Sel Darah ku yang masih harus di tingkatkan lagi?" Batin Tian Feng.
Andai dia tidak memiliki Chi yang sangat banyak, mungkin dia sudah tidak memiliki tenaga lagi.
"Para Tamu undangan dan semua yang hadir di pertandingan ini, pertandingan ini sudah berakhir di tangan Perwakilan dari Keluarga Yuan sebagai pemenang! Sesuai dengan aturan pertandingan jika yang berhak memiliki jabatan ini hanyalah pemenangnya saja, jadi...!"
"Tunggu dulu Panglima Ying, kenapa kamu yang menyampaikan pengumuman ini, apa kamu sudah tidak mau menghormati Yang Mulia lagi?" Yong Shing bangkit dan menegur Ying Lo.
"Maaf Penasehat Yong, saya sama sekali tidak memiliki pemikiran seperti itu!" jawab Ying Lo.
"Penasehat Yong, jangan bicara gegabah, ingatlah jika pemuda itu masih ada disini!" kata Zhi Yu Zhuan.
"Yang Mulia tidak perlu khawatir lagi pada pemuda itu, coba Yang Mulia lihat di sana!" Yong Shing menunjuk dengan mata kearah pintu masuk istana.
Zhi Yu Zhuan mengerutkan dahinya, dia melihat ada satu orang yang masuk dengan menaiki kuda berwarna putih dan dia mengenakan Zirah layaknya seperti seorang Panglima Perang.
"Bukankah dia itu...?"
Yong Shing tersenyum lebar kearah Zhi Yu Zhuan sambil mengangguk, "Benar sekali Yang Mulia, dia adalah Panglima Dewa Perang Wei Fang!" kata Yong Shing.
Tian Feng yang memiliki pendengaran sangat tajam bisa mendengar obrolan kecil mereka berdua, Tian Feng menoleh dan melihat kearah yang di bicarakan oleh mereka.
"Apa aku tidak salah lihat? Bukankah dia itu Wei Fang si Panglima Dewa Perang!" gumam Tian Feng.
Semua orang tidak mengetahui kedatangan Wei Fang, namun saat menyadari tatapan Tian Feng, mereka semau menoleh kearah yang sama.
Seorang pria yang terlihat seperti berusia 30 tahun dan juga memiliki tubuh yang sangat gagah dengan zirah perak dan golok dengan gagang panjang terikat di punggung nya mulai turun dari kudanya.
"Tuan Denji, sebaiknya kita batalkan dulu semua rencana kita ini!" kata Ma Xia Li yang langsung menghampiri Yama Denji saat melihat kedatangan Wei Fang.
"Memangnya kenapa Pejabat Ma?" tanya Yama Denji.
"Tuan, dia itu adalah Panglima terkuat sekaligus satu-satunya Pendekar terkuat di seluruh wilayah Kerajaan Wu, dia adalah Wei Fang!" kata Ma Xia Li.
"Wei Fang? Apa kamu tidak salah mengenali orang, bukankah dia itu masih berumur 30 tahunan? Jadi mana mungkin Panglima Wei Fang semuda itu?"
Ma Xia Li mulai menjelaskan jika perkiraan Yama Denji memang tidak salah. Seharusnya Wei Fang itu sudah sangat tua.
Wei Fang sebenarnya masih satu generasi dengan Mao Lao si Dewa mabuk, namun Ma Xia Li tidak mengerti kenapa Wei Fang masih tetap awet muda.
Dari sepuluh pendekar terkuat di Kerajaan Wu, namun yang terhitung paling kuat hanya ada lima orang saja dan masing-masing memiliki nama julukan yaitu.
__ADS_1
Mao Lao si Dewa Mabuk yang tidak di ketahui dari perguruan mana.
She Ying si Dewi Ular yang menjadi ketua organisasi Bunga Duri.
Taiyan Zin si Mawar Hitam Pendekar banci sekaligus pemimpin organisasi Bunga Hitam.
Bing Ling Ling si Dewi Salju dari Perguruan Danau Beku sekaligus salah satu perguruan besar aliran Suci.
Wei Fang si Panglima Dewa Perang dari Kerajaan Wu, namun sebenarnya Wei Fang adalah salah satu mantan anggota perguruan Gunung Pohon Persik.
Hanya itu yang di kenal paling hebat yang sudah menunjukkan kemampuan mereka di hadapan para Pendekar.
Akan tetapi masih ada Pendekar hebat yang belum menunjukkan diri mereka di dunia persilatan, contohnya adalah kemunculan si Pendekar Kipas Kembar Xin Peiyu, dan juga Pemuda Bertopeng Tian Feng.
Andai mereka menyadari jika ternyata masih banyak pendekar hebat yang masih misterius, mungkin Raja Zhi Yu Zhuan dan Yong Shing tidak akan gegabah dalam bertindak.
Kerajaan Wu saat ini memang di segani karena keberadaan Wei Fang, dan setelah hampir 17 tahun Wei Fang melakukan latihan tertutup, kali ini dia muncul kembali dengan tubuh yang terlihat lebih muda dan juga ada pancaran energi yang sangat kuat terpancar dari dalam tubuhnya.
"Kalian semua kenapa berkumpul di sini, apa sedang ada acara pesta?" tanya Wei Fang kepada salah satu penonton paling belakang.
"Kami sedang melihat pertandingan Panglima, pertandingan Perebutan Jabatan!" jawab orang tersebut.
"Emm.. begitu rupanya, baik terima kasih!" kata Wei Fang kemudian dia berniat melihat ke arena.
Semua orang segera memberikan jalan kepada Wei Fang, para penduduk jelas mengetahui akan siapa Wei Fang, dia adalah Panglima setia sejak jaman Zhi Xian masih belum ada di dunia hingga Zhi Xian menjadi raja.
"Panglima Wei!" Ying Lo segera memberikan hormat menyambut kedatangan Wei Fang.
Wei Fang mengangguk namun pandangan teralihkan kearah potong-potongan daging yang berserakan.
Wei Fang mengurungkan niat untuk menemui Zhi Xian yang ia kira masih hidup, "Panglima Ying, acara pertandingan perebutan Jabatan ini, siapa yang menyelenggarakan nya" tanya Wei Fang.
Ying Lo tidak menutup-nutupi apapun kepada Panglima senior nya itu, dia menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir.
"Apa..? Jadi Yang Mulia sudah meninggal dan Zhi Yu Zhuan jadi Raja tanpa persetujuan para Dewan dan juga Rakyat? Kenapa dia bisa seberani itu?" kata Wei Fang sekaligus menatap Zhi Yu Zhuan dengan tatapan tajam.
Zhi Yu Zhuan dan Yong Shing sama-sama menelan ludah saat Wei Fang menatap mereka dengan tajam, selama ini mereka tidak khawatir karena mereka berlindung di balik nama Wei Fang.
Awalnya mereka sengat senang setelah melihat kedatangan Wei Fang, namun setelah itu semuanya berubah karena mereka baru ingat jika Wei Fang adalah seorang panglima yang sangat setia, dia juga tidak suka jika ada pejabat atau raja yang melenceng dari jalan lurus, dan semua itu terlihat dari tatapan Wei Fang yang tajam kearah mereka berdua dan rasa kekhawatiran mulai menyelimuti perasaan mereka berdua.
"Tunggu dulu Panglima, sebelum kita mengurus Yang Mulia itu, bagiamana dengan mereka ini dan juga pendekar ini yang sudah memenangkan pertandingan?" Ying Lo bertanya karena tidak enak terhadap semua orang yang hadir di sana.
Wei Fang menatap kearah Tian Feng yang masih terdiam menatap kearah Wei Fang, Wei Fang sama sekali tidak merasakan tingkat kekuatan Tian Feng, namun yang mengganggu pikirannya adalah, cara Tian Feng memenangkan pertandingan tersebut dengan musuhnya yang sudah hancur menjadi serpihan-serpihan daging kecil.
"Anak muda, kau sudah memenangkan pertandingan ini! Aturan tetaplah aturan walau aku tidak setuju dengan acara ini, namun semuanya sudah terjadi, dan aku akan mengembalikan jabatan ini kepada Yuan Xia, jadi siapa yang tidak setuju akan keputusan ku cepat katakan sekarang!" kata Wei Fang sekaligus menatap kearah Yong Shing.
Yong Shing dan Zhi Yu Zhuan langsung menundukkan wajah mereka, tidak satupun dari mereka yang berani membantah atau memprotes keputusan Wei Fang.
"Terima kasih panglima, keluarga kami tidak akan pernah melupakan kebaikan Panglima!" Yuan Xia yang kondisinya sudah membaik segera memberikan hormatnya kepada Wei Fang.
__ADS_1
"Yuan Xia, kamu adalah orang terdekat Yang Mulia Zhi Xian, jadi besok malam aku ingin kamu datang ke rumahku, ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu! Owh iya jangan lupa ajak juga anakmu ini, aku juga ingin bertanya sesuatu padanya!" kata Wei Fang.
"Owh tentu saja Panglima, kami berdua pasti akan datang!" jawab Yuan Xia.
"Hai kamu orang dari Toakai, cepat tarik semua para Shinobi mu yang kamu sebar di beberapa tempat ini, jika tidak jangan salahkan aku jika nanti hanya namamu saja yang kembali ke Toakai!" kata Wei Fang dengan menatap Yama Denji dengan tatapan tajam.
Yama Denji dan Ma Xia Li terkejut mendengar hal itu, begitu juga dengan Zhi Yu Zhuan, Yong Shing dan Wong Yihao, mereka tidak menduga jika Wei Fang mengetahui keberadaan para Shinobi yang sudah di tempatkan di beberapa tempat tertentu.
Tanpa menjawab satu katapun, Yama Denji segera bangkit setelah menatap kearah Zhi Yu Zhuan yang ternyata juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Saat Yama Denji ingin melangkah pergi, Wei Fang kembali berbicara padanya, "Aku juga minta kepada kalian untuk angkat kaki dari wilayah kerajaan ini, jika sampai aku masih melihat klan kalian berada di wilayah ini, maka aku tidak akan segan-segan menyapu bersih semua klan Yama serta pengikut-pengikut mu," kata Wei Fang.
Yama Denji seperti sudah kehilangan kesabaran, dia berbalik dan menjawab perkataan Wei Fang.
"Panglima Wei! Owh bukan maksud ku Panglima Dewa Perang. Mungkin kamu adalah salah satu Kesatria terkuat di wilayah ini, namun harus kamu tahu jika Kesatria terkuat seperti mu di wilayah ini, itu masih belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan Kesatria yang ada Kerajaan Jiu!"
Yama Denji juga memiliki relasi kuat di Kerajaan Jiu, di sana ada beberapa pendekar yang kekuatannya melebihi pendekar Cahaya Tahap 3 di wilayah Kerajaan Wu.
Memang tingkat kekuatan di kerajaan Wu memiliki empat tingkatan, karena itu saja yang hanya di ketahui oleh mereka.
Sebanyak apapun jumlah Chi yang di miliki oleh para Pendekar, jika dia sudah berada di Tingkat Cahaya Tahap 3, maka dia akan tetap di anggap berada di tingkat Pendekar Cahaya Tahap 3 itu saja.
Dulu hanya ada satu pendekar yang mengetahui tingkat lanjutan dari Tingkat Pendekar Cahaya Tahap 3, namun Pendekar tersebut sudah meninggal karena usianya yang sudah sangat tua.
Menurut legenda pada jaman masih satu Kerajaan yang di pimpin oleh Raja Tang, nama tingkatannya bukan seperti saat ini dimana memiliki nama dari dasar atau Bawah tanpa ada tahap, Tengah tanpa ada tahap, Atas tanpa ada tahap, dan Cahaya yang memiliki tiga tahap.
Namun sejak kerajaan terpecah menjadi tiga, nama tingkatan juga berubah, dan semua nama itu di ambil dari kisah seorang penasehat Raja Tang yang konon katanya pernah bertemu dengan salah satu Dewa dengan kekuatan yang sangat tidak masuk akal, dan mereka menyebutnya Dewa Langit.
Bahkan di Kerajaan Jiu masih ada sebuah kuil yang umurnya sudah ribuan tahun, kuil itu di beri nama Kuil Dewa Langit yang di bangun ada di sebuah tanah lapang yang sangat luas, legendanya tanah tersebut adalah tempat kejadian pertempuran Dewa langit yang bertarung seorang diri melawan 70 ribu Pasukan pemberontak seorang diri.
Setelah selesai Dewa tersebut pergi ke kuil kuno yaitu Kuil Gunung Suci untuk mencari sebuah bunga berwarna emas di sana.
Sejak saat itu nama tingkatan pendekar mulai berubah, dan orang-orang berusaha mencari kekuatan baru agar bisa mencapai kekuatan yang lebih tinggi hingga mencapai langit dan bisa memberikan Cahaya dan harapan untuk masa depan.
Wei Fang nyatanya tidak menghiraukan perkataan Yama Denji dia menghentakkan golok panjangnya ketanah hingga tanah tersebut retak.
"Jadi kamu ingin meminta bantuan dari Kerajaan Jiu, silahkan aku tidak takut, akan tetapi aturanku ini akan tetap berjalan dan itu akan di laksanakan hari ini juga," kata Wei Fang kemudian dia berseru keras terhadap orang-orang yang sebagian sudah ada di luar.
"Dengarkan pengumuman ku ini wahai para penduduk Kota Xanhuo, mulai hari ini Klan Yama di larang berada di wilayah Kerajaan Wu, jika ada yang berani membantu atau menyembunyikan mereka, maka hukumnya adalah mati!" kata Wei Fang.
"Hahahaha...! Wei Fang, apa kamu pikir hanya kamu saja yang memiliki kekuatan besar dan ingin menakut-nakuti orang-orang dari Toakai itu? Jika seluruh Rakyat menolak keberadaan Klan Yama, maka Organisasi Tiga Bunga akan melindungi dan membantunya!" suara yang sangat kuat serta tawa keras yang menggema membuat getaran pelan di tempat itu.
Suara laki-laki yang feminim tersebut di kenali oleh Wei Fang, "Taiyan Zin! Ada angin apa kamu muncul di sini? Ayo keluarlah!" kata Wei Fang.
Tian Feng yang hanya terdiam serta semuanya termasuk Zang Yang mengetahui nama Taiyan Zin, mereka semua tidak menyangka akan melihat dua pendekar terkuat di satu tempat yang sama.
Tidak lama kemudian terlihat satu orang yang melompat dari satu atap menuju keatap istana, sosok itu seperti terlihat terbang, nama sebenarnya itu adalah Ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Sosok pria memakai perias wajah seperti perempuan itu tidak lain adalah Taiyan Zin, Si banci yang di juluki sebagai Pendekar Mawar Hitam.
__ADS_1