
***
Kepergian Tian Feng dan Ho Chen ke Dunia Dimensi Hampa tidak di ketahui oleh siapapun kecuali Raja Singa Emas, dan tidak ada yang akan tahu akan apa yang akan mereka capai nantinya.
Di tempat lain, Chinmi sedang duduk di hadapan Buddha Rulay, setelah pertemuannya dengan Ho Chen, dia memang sering kali pergi ke Nirwana untuk menemui sang Buddha.
"Xi Jing Zi, buanglah kebencian dalam hatimu, karena noda hitam di dalam hatimu hanya akan menghambatmu untuk mendaki tangga tertinggi!" kata Buddha Rulay.
"Maaf Buddha, bukannya murid tidak ingin melepaskannya, hanya saja selama Energi Hitam masih belum lenyap, maka murid pun juga tidak akan bisa tenang!" jawab Chinmi.
"Sancai-sancai! Aku tahu maksud dari alasanmu itu, hanya saja jika kamu tidak melepaskan kebencian mu dalam jangka waktu tertentu, bisa-bisa Energi Hitam akan menguasaimu, dan pada akhirnya dirimu tidak ada bedanya dengan An Huang Yi," kata Buddha Rulay.
Energi Hitam adalah sebuah perwujudan murni yang mampu memanipulasi hari serta pikiran siapapun, walau saat ini Chinmi belum di ketahui oleh Energi Hitam jika dirinya sudah terbebas dari belenggu, namun pada suatu saat nanti, Energi Hitam pasti akan menyadarinya juga.
Mungkin saat ini Energi Hitam tidak menyadarinya karena hati Chinmi yang masih di penuhi oleh amarah dan kebencian terhadap Energi Hitam itu sendiri, dan kebencian itu adalah salah satu kekuatan Energi Hitam sehingga Energi Hitam merasa jika Chinmi masih berada dalam kendalinya.
Andai Energi Hitam mengetahui kebencian Chinmi yang tertuju padanya, Energi Hitam pasti akan langsung menyegel kembali Jiwa Chinmi.
"Murid masih bisa mempertahankan semua ini Buddha, sebelum murid benar-benar ketahuan, murid akan lebih dulu mengambil tindakan, walau murid sudah tahu betapa besar kekuatan Energi Hitam itu!" jawab Chinmi.
"Jika itu memang keputusanmu baiklah! Hanya saja jika kamu benar-benar mau melawannya, maka kamu harus mampu mencapai kekuatan yang melebihi kekuatan puncak Rana Agung!" kata Buddha Rulay.
Chinmi mengangguk, dia sebenarnya sudah mengetahui jika ada tingkatan yang lebih tinggi lagi dari kekuatan Rana Agung, dan dia mendapat informasi tersebut langsung dari An Huang Yi dan Energi Hitam Zhi Yin.
Chinmi sempat mendengarkan pembicaraan antara An Huang Yi dan Energi Hitam, walau dia sudah tahu, namun cara untuk bisa naik ketahap tersebut masih belum dia ketahui.
"Bagaimana caranya agar murid bisa menembus tahap itu Buddha?" tanya Chinmi.
"Sebenarnya tidak sulit, hanya saja kekuatan yang kamu miliki saat ini adalah kekuatan kegelepan milik Energi Hitam, jadi cara untuk mencapai tahap yang lebih tinggi tentu adah jalan Kegelapan, hanya saja kamu harus lebih dulu mencapai tahap Puncak Rana Agung sebelum benar-benar naik ke tahap selanjutnya!" jawab Buddha Rulay.
"Apakah Buddha bisa membantu?" tanya Chinmi.
__ADS_1
"Dalam hal ini mungkin tidak, karena kekuatanmu itu yang menjadi penyebabnya!" jawab Buddha Rulay.
Chinmi sedikit merasa kecewa, akan tetapi dia juga sadar jika semua ini adalah pilihannya untuk tetap berada di jalan Kegelapan, hanya saja Chinmi tidak berniat menjadi seperti An Huang Yi.
"Berarti aku tidak akan bisa mencapai tahap selanjutnya!" gumam Chinmi.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Buddha Rulay.
"Karena tidak ada guru pembimbing, bahkan Buddha juga menolak untuk membimbing murid yang rendah ini!" jawab Chinmi.
"Aku tidak menolak untuk membantumu, aku hanya bilang kalau aku tidak bisa membantumu dengan cara menuntunmu ke jalan Kegelapan!" jawab Buddha Rulay sehingga membuat mata Chinmi melebar.
"Berarti Buddha mau membatu membimbing murid ini?" tanya Chinmi.
"Aku akan membantumu, walau sebenarnya agak sulit, namun tidak ada sesuatu yang tidak memiliki jalan!" jawab Buddha Rulay.
"Murid mengungkapkan terima kasih pada Buddha yang telah bersedia untuk membimbing hamba!" kata Chinmi sekaligus bersujud.
Chinmi segera bangkit kemudian dia segera pergi menuju kesebuah pohon yang ada Pintu dimensi nya menuju ke Dunia Taman Bunga Nirwana.
***
Pergantian hari dan bulan telah berlalu, sedangkan situasi di Kahyangan dan beberapa dunia lainnya terlihat lebih tenang.
Hanya saja di Kahyangan para Dewa mulai menanyakan akan keberadaan Ho Chen dan Tian Feng. Sudah tiga bulan tidak ada kabar keberadaan Ho Chen maupun Tian Feng.
Tidak hanya itu saja yang membuat Kahyangan merasa heran, bahkan selama tiga bulan terakhir ini, tidak ada tanda-tanda kabar akan Kaisar Kegelapan, baik itu dirinya maupun para Pengawalnya.
Ho Chen, Tian Feng dan Kaisar Kegelapan benar-benar menghilang tanpa kabar, hal ini membuat semua para Dewa mulai berkumpul untuk menanyakan hal ini kepada Kaisar Langit.
"Yang Mulia, bagaimana ini? Sudah sudah tiga bulan Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat pergi dan tidak di ketahui keberadaannya, sedangkan waktu pertarungan sudah semakin dekat! Apakah Yang Mulia tidak ingin mengutus beberapa dewa untuk mencari keberadaan mereka?" tanya salah satu Dewa.
__ADS_1
Kaisar Langit terdiam sesaat dan sesekali melihat para Dewa sembari menghela nafas panjang. "Ini memang sangat membingungkan, sebelumnya Dewa Pelindung Alam Semesta tidak pernah untuk tidak memberi kabar akan keberadaannya, di tambah lagi dengan Kaisar Kegelapan, tidak ada tanda-tanda aktifitas mereka, dan ini serasa seperti Waktu Tenang tanpa adanya kekacauan di manapun!" kata Kaisar Langit.
"Yang Mulia, terakhir ada kabar jika Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat sempat bertarung dengan Pangeran Muda Kegelapan di Dunia Bawah, dan saat itu Dewa Raja Agung Barat Guang Mu sempat bertemu dengan mereka di Istana Naga Laut Utara!" kata Dewa Bintang Timur.
"Apakah mereka saat ini berada di suatu tempat yang tidak bisa ditembus oleh Pusaka kita? Atau mereka sudah bertemu lalu bertarung dan sama-sama lenyap?" salah satu Dewa mulai mengira-ngira.
"Apa yang kamu bicarakan? Jika mereka benar-benar saling bertemu dan bertarung, pasti pertarungan mereka akan menggetarkan seluruh Alam Semesta, jadi menurutku, itu tidak mungkin!" salah satu Dewa membantah.
"Kalian semua tenanglah!" seru Kaisar Langit kepada para Dewa yang saling berdebat.
Semuanya segera diam setelah mendapatkan teguran dari Kaisar Langit dan situasi langsung menjadi hening.
"Sebelum keberadaan Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat serta Kaisar Kegelapan ditemukan, maka jangan ada satupun dari kalian yang mencoba keluar untuk menyelediki nya, anggap saja ini sebagai waktu tenang!" kata Kaisar Langit.
Semua Dewa mengangguk dan akan menuruti titah Kaisar, dan semua dewa menganggap hari itu sebagian Waktu Tenang, walau mereka juga masih sedikit cemas.
Waktu Tenang tersebut tidak hanya di rasakan dunia kahyangan, bahkan di beberapa Galaxi juga merasakan hal yang sama seperti di Kahyangan.
Semuanya serasa seperti damai dan saking tenangnya, kicauan burung di berbagai Dunia terdengar seperti nyanyian merdu yang tidak di ketahui akan nyanyian apa yang di bawa oleh para burung-burung tersebut.
Azura yang sedang berdiri menatap Langit juga merasakan hal yang sama, dia merasa jika selama dua hingga tiga bulan ini, dia merasa sangat tenang.
"Sepertinya akan ada sesuatu yang sangat besar akan segera terjadi, apakah ini ada hubungannya dengan pertarungan Saudaraku Tian Feng?" gumam Azura.
"Tuanku, Qinpi ingin pergi bersama Wang Dunrui ke dunia nya, apakah Tuan mengijinkan kami pergi?" tanya Qinpi.
"Pergilah Qinpi!" jawab Azura.
"Terima kasih Tuan ku!" kata Qinpi.
Qinpi langsung pergi menemui Wang Dunrui dan setelah itu keduanya menggunakan sihir ruang waktu mereka lalu keduanya pergi menuju ke Dunia milik Wang Dunrui, sedangkan Azura mendatangi Lio Long dan yang lainnya untuk mengobrol sekaligus menghilangkan rasa kejenuhannya.
__ADS_1