Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Hanya takdir yang tahu


__ADS_3

***


"Tian, aku bisa saja menyatu denganmu seperti yang di lakukan oleh Zhi Ho, hanya saja untuk saat ini aku tidak bisa terburu-buru dulu!" kata kembaran Tian Feng.


Seperti yang sudah terjadi kepada Ho Chen yang bergabung dengan Zhi Ho, kekuatannya tidak berhasil mencapai tahap yang maksimal. Karena itu kembaran jiwa Tian Feng tidak ingin terburu-buru.


"Sekarang kemampuanmu susah mencapai Puncak Rana Ilahi Tahap 1, dan kamu sendiri yang bilang jika pertarungan mu hanya tinggal 60 hari lagi bukan? Gunakan waktu itu untuk bisa menembus tahap awal kedua, sebabnya sepengetahuanku, kekuatan Zhi Yin saat ini berada di awal Rana Ilahi Tahap 2!" kata Zhi Shan.


"Terima kasih atas nasehat senior, aku janji akan menggunakan waktu yang tersisa untuk bisa naik ke Awal Rana Ilahi Tahap 2," kata Tian Feng.


"Sekarang kamu sudah tidak membutuhkan lagi bimbingan dariku, jadi aku akan kembali ke Alam Jiwa sembari menunggu kekuatanmu naik ketahap berikutnya!" kata kembaran Tian Feng.


Tian Feng mengangguk kemudian kembaran jiwanya berubah menjadi butiran debu yang bercahaya lalu menghilang dari hadapan Tian Feng dan Zhi Shan.


"Ayo kita keluar dari Dunia Dimensi Hampa ini!" ajak Zhi Shan.


Tian Feng mengangguk kemudian dia dan Zhi Shan langsung berubah menjadi debu cahaya dan menghilang dari Dunia Dimensi Hampa yang tidak memiliki apa-apa selain kekosongan.


Tian Feng dan Zhi Shan muncul kembali di ruang angkasa, namun tetap berada di Galaxi Kahyangan.


"Sekarang aku akan pergi duluan ke Galaxi Merah dan menunggu kalian disana!" Zhi Shan berpamitan kepada Tian Feng.


"Baik senior, tunggulah kami disana!" kata Tian Feng.


Zhi Shan mengangguk kemudian dia langsung menghilang dari hadapan Tian Feng dan hanya menyisakan Tian Feng seorang diri.


"Sebaiknya aku harus menyusul Senior ke Kahyangan terlebih dahulu dan nanti bisa pergi bersama-sama ke Galaxi Hitam!" gumam Tian Feng kemudian dia menatap ke arah yang memiliki cahaya paling terang di Galaxi tersebut.


Tian Feng menggeser sedini kaki kanannya yang berpijak di ruang kosong dan kemudian tubuh Tian Feng melesat dan hanya menyisakan riak kosong di tempat dia berpijak.


Dengan kekuatan Tian Feng saat ini, tidak akan sulit baginya untuk pergi kemanapun walau itu harus pergi dari satu galaxi ke galaxi lain, baginya seperti melompati batu kecil saja dan tanpa perlu menggunakan sihir ruang waktu.


Dan hanya dalam waktu sangat singkat saja, Tian Feng sudah berada di Dunia Langit Kahyangan.


***


Seluruh penghuni Kahyangan terkejut saat tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh bagai suara halilintar di langit Kahyangan, mereka semua banyak yang berusaha melihat sumber suara tersebut, hanya saja tidak ada yang bisa melihat apapun.


Walau tidak terlihat, namun suara gemuruh keras itu tetap terdengar dan kemudian sebuah cahaya melesat dengan kecepatan yang tidak sampai satu kedipan mata.

__ADS_1


Seluruh Kahyangan langsung bergetar terkena imbas energi dari angin yang tercipta dari cahaya yang melesat itu, hal itu semakin membuat semua Dewa dan Dewi Kahyangan semakin penasaran.


"Cahaya apa itu? Kecepatannya sangat kuat dan luar biasa, bahkan kecepatan mampu membelah udara!" kata salah satu Dewa.


Semuanya yang masih merasa takjub serta sangat penasaran akan cahaya tersebut terus mengamati pergerakan cahaya yang tidak mampu untuk di lihat dengan Mata Dewa, dan beberapa saat kemudian, Cahaya tersebut langsung berhenti diatas Istana Langit.


Angin yang bertiup kencang dari hasil kecepatan terbang cahaya tersebut dengan cepat berkumpul di tempat cahaya tersebut berhenti kemudian pecah menjadi sebuah gelombang energi yang menyebar memenuhi seluruh langit Kahyangan.


Semuanya masih belum bisa melihat dengan jelas sosok bercahaya tersebut karena tubuhnya yang masih terbungkus oleh sinar terang.


Secara perlahan-lahan cahaya tersebut mulai redup dan kemudian tubuh serta wajahnya langsung dikenali oleh semua Dewa.


"Dewa Sesat? Tenyata itu adalah Dewa Sesat!"


"Iya, tidak salah lagi! Ternyata benar, dia dan Dewa Pelindung Alam Semesta sama-sama mencapai kekuatan yang tidak bisa di capai oleh kita, tapi dimana mereka berlatih selama lebih dari enam bulan ini?"


Para Dewa segera membincangkan nama Tian Feng, padahal nama Dewa Pelindung Alam Semesta Ho Chen saja masih sangat hangat, dan sekarang bertambah satu lagi yang akan menggemparkan Kahyangan.


"Tian, kenapa kamu datang dengan cara menggemparkan Kahyangan?" Ho Chen muncul di hadapan Tian Feng seraya bertanya padanya.


"Aku hanya penasaran saja seberapa cepat kemampuan Rana Ilahi ini, tapi jika memang caraku ini sangat mengejutkan mereka semua, iya maaf!" kata Tian Feng dengan terkekeh.


"Ayo kita pulang dulu kerumah ku!" ajak Ho Chen.


"Pulang? Bukankah kita menemui Yang Mulia Kaisar lebih dulu?" tanya Tian Feng.


"Aku sudah menemuinya dan sudah selesai mengatur rencana, jadi sekarang kita bisa beristirahat dulu di rumah, dan kamu juga bisa mengeluarkan kedua Istrimu itu serta putri dan Xu Lian agar tidak bosan!" kata Ho Chen.


Menurut Ho Chen, setelah berlatih selama berbulan-bulan, tidak ada salahnya untuk beristirahat, mengingat rencana menghancurkan segel penghalang di Galaxi Hitam akan dilakukan satu bulan lagi.


Tian Feng setuju dengan usul Ho Chen, dia juga ingin menikmati kebersamaan walau hanya sesaat dengan keluarganya, walau dia tahu jika mengeluarkan Xihua sangat berisiko bagi keselamatannya, namun dengan kekuatan Tian Feng saat ini, bahkan jika itu Zhi Yin sekalipun yang datang sudah tidak akan menjadi ancaman untuk Tian Feng, apalagi ada Ho Chen.


Namun Tian Feng akan tetap memperketat pengawasan, walau dia sudah memiliki kemampuan Rana Ilahi, namun kekuatan Zhi Yin masih berada di atasnya.


Mereka berdua segera pergi menuju ke rumah Ho Chen, dan setelah tiba disana, ternyata Qiao Lin sudah menunggu mereka di depan pintu.


Tian Feng langsung melepaskan Cincin Langit Malam nya dan kemudian membuka segel pintu masuk ke Dunia dimensi obat untuk mengeluarkan Alice, Naomi, Xihua, dan Xu Lian.


"Selamat datang kembali Tian, dan kalian semua!" kata Qiao Lin dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


"Ayah, kenapa kita kembali ke sini? Kapan kita akan kembali ke rumah nenek?" tanya Xihua.


Tian Feng duduk dan berbicara kepada Xihua. "Segera Putriku, namun untuk saat ini bersabarlah!" jawab Tian Feng.


"Ini anak siapa?" Qiao Lin bertanya akan identitas Xu Lian.


"Ini temanku!" jawab Xihua.


Qiao Lin menyipitkan matanya memperhatikan Xu Lian yang hanya tersenyum padanya, wajah Xu Lian memang sangat imut dan manis, namun Qiao Lin samar-samar merasakan aura emas yang terpancar dari tubuh Xu Lian.


"Siapa dia?" Qiao Lin kembali bertanya kepada Ho Chen dengan suara pelan.


"Dia adalah putri dari Raja di Dunia Selatan!" jawab Ho Chen.


"Sejak kapan dunia selatan ada manusianya?"


"Lin'er, jangan dulu membahas ini sekarang, nanti saja aku sendiri yang akan menjelaskannya padamu, sebaiknya biarkan Tian dan keluarganya menikmati kebersamaan mereka dulu, sebab hanya saat ini Tian Feng bisa bersama-bersama dengan keluarganya dan kedepannya nanti, hanya Takdir yang tahu!" kata Ho Chen.


Walau sedikit bingung akan penjelasan Ho Chen namun Qiao Lin tidak ingin membantah suaminya. "Baiklah!" kata Qiao Lin kemudian dia menghampiri Alice dan Naomi.


"Bagaimana kabar kalian berdua?"


Kedua istri Tian Feng tersenyum kemudian menjawab serta mengobrol, ketiga wanita tersebut terlihat semakin lebih akrab setelah beberapa bulan tidak bertemu, sedangkan Xihua bermain dengan Xu Lian.


"Tian, sebaiknya kamu istirahat dulu!" kata Ho Chen.


"Terima kasih, namun aku harus menemui Guru Yao Shan!" kata Tian Feng.


"Kalau begitu lakukanlah di kamarmu, dan aku akan membuat pelindung di sekitar rumah ini untuk berjaga-jaga!" kata Ho Chen.


Ho Chen yakin dengan keluarnya Xihua ke dunia luar, maka keberadaan pasti akan segera dirasakan oleh Zhi Yin, namun Ho Chen tahu caranya agar Energi Hitam itu tidak bisa datang walau sudah merasakan keberadaan Xihua.


Dengan kemampuan Rana Ilahi yang sudah ia capai, Ho Chen sudah bisa mengendalikan kekuatan murni dari Alam Semesta.


Kekuatan Rana Ilahi adalah sebuah kekuatan murni, pemiliknya akan mampu menciptakan apapun yang ia mau, semakin tinggi tahapannya, maka akan semakin tinggi pula ilmunya, dan pastinya mereka yang sudah mencapai tahap Rana Ilahi sudah bisa memanipulasi waktu.


Tian Feng segera masuk kedalam kamarnya dan kemudian dia masuk ke dalam Dunia dimensi obat untuk menemui Yao Shan, sedangkan Ho Chen keluar dan mulai membuat pelindung yang akan mampu mengecoh pelacakan Zhi Yin.


Semuanya tidak ada yang menyadari jika saat ini ada satu sosok manusia lagi yang juga berhasil naik ketahap Rana Ilahi, hanya saja sosok tersebut berada di Dimensi yang lain sehingga tidak ada yang mengetahuinya, sosok tersebut tidak lain adalah Chinmi yang sedang mendapatkan bantuan dan bimbingan langsung dari sang Buddha.

__ADS_1


__ADS_2