
***
Penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Kegelapan sebenarnya adalah perintah Zhi Yin dan bukan An Huang Yi, dan itu adalah penyerangan terakhirnya, karena saat ini sudah tidak ada lagi perintah untuk menyerang ke sembarang tempat.
Sejak saat itu semua para pasukan Kegelapan mulai diatur posisi mereka, ada yang akan ikut ke Galaxy Merah dan ada juga yang akan tetap tinggal di Galaxy Hitam.
Pertarungan yang akan menentukan seluruh Alam Semesta sudah sangat dekat, sehingga pasukan langit serta pasukan Kegelapan mulai bersiap-siap dalam posisi strategi yang sudah direncanakan.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Ho Chen.
"Semuanya sudah siap, kami semua hanya tinggal menunggu perintah untuk berangkat!" jawab Dewa Mata Tiga.
Ho Chen mengangguk kemudian dia memandangi barisan lautan pasukan yang terbagi menjadi dua kelompok.
"Dewa Ho Chen, kami akan berangkat lebih dulu!" kata Kaisar Langit.
"Baik yang mulia, kami juga akan segera pergi ke Galaxy Merah!" jawab Ho Chen.
"Berhati-hatilah!" ucap Kaisar Langit kemudian dia segera bergabung dengan barisan pasukan.
Tidak lama kemudian kelompok pertama segera berangkat menuju ke Galaxy Hitam dan dipimpin langsung oleh Kaisar Langit.
Ho Chen memejamkan matanya sembari menghela nafas setelah kelompok pasukan yang dipimpin oleh Kaisar Langit menghilang dalam waktu singkat.
Semua panglima dan para Dewa sekaligus dengan puluhan ribu prajurit menunggu Ho Chen untuk segera berangkat, sedangkan Ho Chen masih menutup matanya tanpa berbicara sepatah katapun, dia tidak perlu memberikan instruksi sebab sebelumnya semuanya sudah diumumkan.
Waktu pertandingan hanya tersisa tiga hari lagi, namun perjalanan menuju ke Galaxy Merah setidaknya membutuhkan waktu dua hari jika dihitung waktu di dunia manusia, sebab letak Galaxy Merah cukup jauh dari pada Galaxy Hitam.
"Apakah Tian sudah menyelesaikan latihannya? Dan apakah kali ini keberuntungan langit akan berpihak kepada para Dewa?" gumam Ho Chen.
Di Situasi saat ini tidak ada yang tidak merasa gugup dari semuanya, bahkan Dewa sekuat Ho Chen sekalipun juga akan gugup, bahkan suara detak jantung sekalipun akan sangat menggetarkan tubuhnya, apalagi dengan para pasukan dan Dewa lainnya.
Setelah diam cukup lama, secara perlahan-lahan Ho Chen pun membuka matanya kemudian dia mengangguk kepada para jenderal dan dewa lainnya setelah itu semua segera berangkat setelah Ho Chen memberikan isyarat tersebut.
Puluhan ribu pasukan yang terdiri dari pasukan pemanah, pasukan bertombak, pasukan penunggang kuda bersayap serta pasukan elit segera bergerak meninggalkan Kahyangan dengan dipimpin langsung oleh Ho Chen.
Walau demikian masih ada ribuan pasukan serta beberapa Dewa kuat yang tidak ikut pergi, mereka adalah kelompok tiga yang akan menjaga Kahyangan.
***
__ADS_1
Tidak hanya para dewa serta tentara langit yang bergerak, ternyata di Dunia Bawah, ada beberapa kelompok pasukan yang tidak kalah banyak jumlahnya juga berbaris dan bersiap untuk pergi ke Galaxy Merah.
Mereka adalah pasukan Azura, serta para pasukan gabungan dari para Raja Naga yang bersatu menjadi satu barisan kuat.
Kali ini kedua pasukan yang dulunya pernah saling bermusuhan telah bekerja sama dan bersatu, semua itu tidak luput dari pertemanan mereka dengan Ho Chen dan Tian Feng, terlebih lagi saat ini Azura sudah berubah dan berada di pihak yang sama dengan para Dewa.
"Kaisar Azura, semua pasukan telah berkumpul disini, kapan kita akan berangkat?" tanya Raja Naga Laut Selatan.
"Tunggulah dulu sebentar Raja Naga Selatan!" jawab Azura dengan tatapan yang mengarah ke langit.
Para Raja Naga hanya bisa diam, sebab yang terkuat di sana hanya ada dua sosok saja, dia adalah Azura dan Putri Naga Ao Shen Yun sang mantan Pengawal Kaisar Kegelapan.
"Kaisar Azura, menurut pendapatmu berapa besar peluang kita untuk menang?" tanya Yun Yun.
"Belum tahu, semuanya tergantung dari kekuatan musuh, apalagi kita juga masih harus menunggu hasil akhir dari pertarungan saudara Dewa Sesat melawan Kaisar Kegelapan, kita sendiri juga saat ini belum mengetahui akan seberapa kuatnya Kaisar Kegelapan itu, belum lagi kekuatan yang ada di belakangnya!" jawab Azura.
Secara Usia, Azura dan Ao Shen Yun hanya berbeda seratus tahun, namun keduanya sebenarnya terlihat cocok jika tidak membeda-bedakan Ras.
"Kamu benar sekali Kaisar Azura, aku sendiri saja yang sudah lama berada di samping Kaisar Kegelapan juga tidak tahu akan siapa sosok yang berada di belakang serta kemampuannya, namun yang jelas kemampuan melebihi kekuatan kita semua!" kata Yun Yun.
"Jika perang benar-benar akan terjadi nantinya, mungkin ini akan menjadi pertempuran terbesar di seluruh alam semesta, aku yakin akan banyak sekali sosok kuat yang akan muncul dalam pertempuran kali ini, baik itu di pihak kita maupun di pihak dari pihak musuh itu sendiri!" kata Azura.
"Baiklah ayo kita berangkat!" ucap Azura dan kemudian dia dan Yun Yun segera memimpin semua pasukan untuk pergi.
"Saudaraku! Aku tidak akan membiarkanmu menanggung semua ini sendirian, kami akan segera datang dan kita akan berjuang bersama-sama!" batin Azura kemudian dia dan semua para Raja Naga dan para Panglima perang segera menggunakan sihir ruang waktu mereka pergi membawa para pasukan.
***
"Apakah kamu yakin akan pergi membantu Kesatria Tombak Nirwana?"
"Tentu saja, lagi pula disana ada Putri Naga Xu Lian, kita tidak bisa hanya diam menunggu saja disini!"
Raja Singa Emas ternyata sudah memikirkan semua ini untuk pergi ke Galaxy merah, dia sudah mengumpulkan para Binatang terkuat dari berbagai wilayah yang memiliki kemampuan tertinggi.
Setidaknya ada sekitar ribuan pasukan binatang dari berbagai jenis, belum lagi binatang kuat lainnya, setidaknya kemampuan mereka berada di tahap Dewa Agung hingga ke Rana Agung, dan kekuatan tersebut sudah sangat kuat sebab kekuatan Rana Agung sangatlah langka dan hanya sedikit yang mampu mencapai tahap tersebut, hal itu juga sama seperti para Dewa yang sangat langka memiliki kemampuan setingkat Rana Agung.
"Sepertinya Raja penguasa Gunung Lingyin menolak untuk ikut pergi, alasannya karena dia tidak terlalu mengenal Kesatria Tombak Nirwana!" kata salah satu binatang.
"Biarkan saja dia, nanti setelah semua ini selesai, aku sendiri yang akan kesana dan akan membuat Serigala bodoh itu merasakan akibatnya!" kata Singa Emas yang merasa kesal.
__ADS_1
Raja Serigala Gunung Lingyin memang terkenal angkuh serta keras kepala, kemampuannya memang cukup kuat dan memenuhi syarat untuk bersanding dengan para Raja Binatang lainnya, hanya saja ke angkuhnya kali ini menurut Singa Emas sudah melewati batas.
Tidak masalah jika dia memang tidak ingin ikut berperan dengan alasan tidak terlalu mengenal Tian Feng yang mereka juluki sebagai Kesatria Tombak Nirwana, namun setidaknya Raja Serigala harus mempertimbangkan semuanya, sebab di sana nanti mereka tidak hanya sekedar berperang membantu para Dewa serta Tian Feng, melainkan akan membantu Raja Naga Api Emas Xu Guang serta Putri si Putri Naga Emas Xu Lian.
Hal ini benar-benar membuat Singa Emas sangat kesal dan juga marah, dia jelas tidak akan mengampuni Raja Serigala tersebut, dan jika mereka berhasil memenangkan peperangan, Singa Emas akan segera membuat perhitungan dengan Raja Serigala.
Singa Emas memperhatikan ribuan pasukan binatang dari berbagai ras dan kemudian dia menatap ke langit lalu bergumam, "Kalah dan menang dalam sebuah pertempuran adalah resiko yang harus siap kita terima, kali ini akan menjadi sejarah baru bagi kaum para binatang dari Dunia Selatan, sejarah bersatunya pasukan para Dewa dengan pasukan binatang demi keselamatan masa depan serta seluruh Alam semesta!" gumam Singa Emas kemudian dia kembali berseru keras.
"Semua pasukan, kita berangkat!" seru Singa Emas dan disambut oleh Auman singa emas yang lain serta disusul oleh teriakan semua para pasukan binatang.
Alam semesta akan segera terguncang karena pergerakan para pasukan dari berbagai jenis yang bergerak secara bersamaan.
Tentu saja semua pasukan yang akan segera menuju ke Galaxy Merah sadar akan resiko yang harus mereka hadapi, yaitu antara menang dan kalah.
Jika menang, mereka akan bisa kembali pulang dan kembali berkumpul dengan teman dan keluarga, namun jika kalah, kemungkinan yang akan pulang hanyalah namanya saja, sedangkan tubuhnya akan menjadi jasad di tempat yang jauh.
***
Perjanjian pertarungan antara murid Buddha melawan Kaisar Kegelapan akhirnya sudah tiba, pertarungan tersebut sudah sangat ditunggu-tunggu, sebab pertarungan tersebut akan menentukan nasib seluruh makhluk hidup di alam semesta.
Walau terdengar sangat tidak masuk akal, namun semua sudah diputuskan antara perjanjian Kaisar Kegelapan dengan Buddha Rulay.
Jika ternyata murid sang Buddha kalah, maka seluruh alam semesta akan menjadi milik Kaisar Kegelapan, dan dia akan menjadi penguasa baru menggantikan Buddha menjadi penguasa di dua tiga alam, yaitu Nirwana, Kahyangan, dan seluruh dunia di alam semesta.
Namun jika ternyata Kaisar Kegelapan yang kalah, maka Kaisar Kegelapan harus mengembalikan seluruh kehidupan di beberapa Galaxy yang telah diserap olehnya seluruh energi kehidupan Galaxy tersebut hingga menjadi bintang mati.
Mungkin Buddha masih berwelas asih, hanya saja sifat muridnya yang akan menjadi lawan Kaisar Kegelapan itu, bukanlah sosok yang berwelas asih, dari julukannya saja sudah jelas Dewa Sesat, itu artinya murid sang Buddha bukan sosok yang lembut, melainkan sosok yang mungkin sangat mengerikan dan pasti tidak akan membiarkan lawannya untuk tetap hidup.
Kali ini salah satu Galaxy di alam semesta akan menjadi satu-satunya tempat yang akan segera terjadi pertemuan kedua sosok yang telah lama untuk saling bertemu.
Ada satu bintang yang seluruh permukaannya sangat panas hingga permukaannya berwarna merah menyala seperti api, nama bintang tersebut adalah Bintang Kristal Api atau biasa disebut sebagai Dunia Kristal Api.
Di Dunia tersebutlah yang tidak akan lama lagi akan segera menjadi tempat pertandingan kedua sosok tersebut, sebab Dunia tersebut tidak hanya panas, melainkan sangatlah kuat, sehingga ledakan apapun tidak akan bisa membuat dunia tersebut akan rusak.
Jadi pertarungan mereka nantinya akan terasa seperti pertarungan biasa saja bagi keduanya dan mereka bisa bertarung sepuas mereka tanpa perlu mengkhawatirkan dunia tersebut hancur.
"Akhirnya aku tiba lebih dulu di tempat ini, tapi kenapa murid Buddha itu tidak datang juga, padahal ini sudah lewat setengah hari!"
Se sosok manusia berjubah hitam muncul di Dunia Kristal Api seorang diri, sosok tersebut tidak lain adalah Kaisar Kegelapan An Huang Yi yang sudah lebih dulu datang di tempat pertarungan.
__ADS_1