Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
melatih Chie Xie


__ADS_3

***


Angin kencang berhembus sangat kencang disebuah pulau kecil, pulau tersebut berada ditengah-tengah lautan luas, bahkan hanya satu pulau saja yang ada disana.


Di pulau tersebut terlihat seorang gadis sedang bermeditasi diatas batu dengan didampingi oleh seorang wanita berumur 20 atau 25 tahunan dengan mengenakan pakaian biru serta mengeluarkan kabut dingin saat berdekatan dengan gadis tersebut.


Wanita tersebut sangat cantik, bahkan cantiknya setara dengan Naomi. Begitulah menurut pemikiran sigadis yang sedang bermeditasi itu.


Gadis tersebut adalah Chie Xie yang sedang dilatih oleh seorang wanita yang sebelumnya sempat membawanya secara paksa saat dirinya mau menaiki sebuah kapal untuk pergi mencari Kakaknya Tian Feng.


Wanita tersebut tiba-tiba saja menarik tangan Chie Xie dan seketika itu juga pandangan Chie Xie langsung menjadi gelap.


Saat membuka matanya, ternyata dia sudah berada di pulau kecil tersebut. Chie Xie sempat terkejut saat melihat wanita cantik dihadapannya.


Awalnya dia mengira Wanita cantik tersebut ingin berbuat jahat padanya, namun ternyata wanita tersebut justru ingin menolongnya.


Chie Xie terkejut saat wanita cantik itu memberitahukan dirinya jika dirinya waktu itu sedang diikuti oleh Tiga Orang pria bertubuh besar, karena itu demi keselamatan Chie Xie, dia langsung menarik tangan Chie Xie dan membuatnya tidak sadarkan diri agar tidak memberontak.


Yang membuat Chie Xie semakin kebingungan, bagaiamana dia dan Wanita cantik itu bisa berada di pulau kecil itu.


Jika menggunakan sebuah perahu sepertinya itu mustahil karena gelombang lautan yang sangat besar, jika berenang itu juga tidak mungkin.


Akhirnya Wanita itu menjelaskan jika dia membawa Chie Xie kepulau tersebut dengan menggunakan lorong dimensi.


Wanita tersebut mengatakan jika Chie Xie ingin pergi dari pulau tersebut, maka Chie Xie harus bisa membuka lorong dimensi.


Chie Xie memang tidak mengerti sama sekali walau wanita itu mengatakan jika dirinya saat ini berada di dunia lain.


Wanita cantik tersebut mengenalkan dirinya kepada Chie Xie dengan nama Bing Mei, dan dia mengatakan jika dirinya berasal dari dunia yang berbeda, dan saat ini dia sedang berkeliling Alam Semesta demi mencari tamannya yang hilang.


Namun Bing Mei belum mengatakan siapa teman yang dicarinya sehingga dirinya berusaha mencari hingga berkeliling di seluruh alam semesta.


"Xie-Xie, jika tidak mampu sebaiknya jangan memaksa, tidak baik jika terus dipaksakan! Jadi istirahatlah dulu sejenak," kata Bing Mei yang berdiri menghadap dan selendangnya yang meliuk-liuk diterpa angin.


Chie Xie segera mengatur pernafasannya dan setelah itu dia membuka matanya dan melihat Bing Mei dengan terpesona.


"Bing Jiejie, aku harus secepatnya bisa membuat Lorong Dimensi untuk mencari Tian gege," kata Chie Xie.


Bing Mei berbalik dan menatap Chie Xie dengan matanya yang berwarna biru indah kemudian dia tersenyum lembut kepadanya.


"Kamu tahu! Dulu saat umurku sama seperti dirimu, aku juga ingin secepatnya menjadi kuat, alasanku saat itu demi bisa melindungi Sekte Pulau Es, namun sebenarnya aku ingin menjadi kuat karena ingin membalaskan dendam kematian saudari kembarku!" kata Bing Mei.

__ADS_1


Chie Xie jelas tidak mengerti dan juga tidak tahu karena dia sendiri juga baru mengenal Bing Mei, namun dia tetap berusaha untuk mengerti akan situasinya.


"Aku tahu jika keinginan ku itu terlalu berlebihan dan juga mustahil, namun aku yakin aku akan berhasil jika aku giat berlatih, itu juga karena aku ingin mengejar temanku yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dariku diusia yang saat itu masih sama-sama muda!"


"Apakah teman Jiejie itu yang saat ini Jiejie cari?" tanya Chie Xie.


"Em..em!" Bing Mei mengangguk kemudian dia duduk disamping Chie Xie.


"Temanku itu bukan manusia biasa, dia adalah yang terkuat sekaligus Raja di Kekaisaran kami! Namun siapa sangka saat itu dia tiba-tiba berubah, dia yang awalnya baik tiba-tiba saja bersikap aneh."


Chie Xie semakin tertarik untuk mendengarkan cerita dari Bing Mei, dia sampai tidak mau melewatkan sepenggal cerita pun dari Bing Mei.


"Apakah Jiejie menyukainya atau dia memang kekasih Jiejie?" tanya Chie Xie.


Bing Mei menggelengkan kepalanya, "Tidak, dia hanyalah teman, bahkan dia sudah punya istri dan saat ini di sudah memiliki banyak keturunan dari cicit-cicitnya," jawab Bing Mei.


Chie Xie tersentak kaget tidak percaya mendengarnya, "Berarti teman yang Jiejie maksud itu adalah seorang kakek-kakek? Atau Jiejie sendiri adalah cicit Raja itu?"


Bing Mei tertawa kecil mendengar pertanyaan Chie Xie kemudian dia menjawabnya, "Iya dia adalah seorang kakek-kakek yang memiliki tubuh abadi, sedangkan istrinya adalah seorang Dewi yang juga memiliki tubuh abadi, begitu juga denganku!" jawab Bing Mei.


Alis Chie Xie naik turun karena tidak mengerti akan maksud perkataan Bing Mei, "Keabadian? Apa maksudnya itu?" tanya Chie Xie.


"Keabadian artinya kekal, tidak bisa mati, tidak juga menua! Aku sendiri mendapatkan tubuh keabadian ini berkat bantuan Permaisuri Qie Yin, Istri temanku!" jawab Bing Mei.


Bing Mei mengangguk membuat Chie Xie sangat sulit untuk mempercayainya, selama dia belajar, dia tidak pernah menemukan bacaan yang membahas akan keabadian itu, yang ada hanyalah kematian saja.


"Xie-Xie, kamu harus terus berlatih dengan giat selama aku masih bersamamu, semua itu karena kita hanya akan bertemu sekali ini saja, jadi sebelum kita berpisah nanti, aku ingin kamu menjadi lebih kuat dan aku akan mengajarimu ilmu sihir Pengendalian Es, aku berharap kamu bisa menjaga diri sendiri, setidaknya kamu bisa mencapai tingkat Pertapa!" kata Bing Mei.


"Jiejie, aku tidak bisa ilmu sihir, dan aku juga tidak mau bertapa!" kata Chie Xie.


"Aku tidak menyuruhmu untuk bertapa, melainkan memiliki kekuatan setingkat Pertapa, lagi pula ilmu sihir yang akan aku ajarkan padamu adalah Sihir pengendalian elemen, jadi kamu tidak perlu khawatir apapun akan ilmu sihirku ini!" kata Bing Mei.


"Apakah Jiejie bisa mencontohkan ilmu sihir itu?"


Bing Mei mengangguk kemudian dia bangkit dan berjalan ke arah pinggiran tebing, "Perhatikan baik-baik!" kata Bing Mei kemudian tubuhnya melayang keudara.


Chie Xie sangat terkejut melihat Bing Mei yang bisa terbang, sebelumnya dia juga sempat mendengar jika Kakaknya Tian Feng juga bisa terbang, namun dia belum melihatnya secara langsung.


Bing Mei terlihat seperti seorang Dewi kahyangan yang melayang dengan kain biru serta selendang yang mulai diputar diudara.


"Sihir Es - Pembekuan Alam."

__ADS_1


Mendadak Awan tebal berkumpul dan menutupi seluruh langit sehingga matahari tidak terlihat, tidak berselang lama, salju mulai turun dan hawa seketika itu juga menjadi lebih dingin.


Tidak seperti musim salju biasanya, hanya dalam waktu singkat saja lautan luas yang bergelombang langsung membeku, dan setelah itu Bing Mei kembali membuat sihir berikutnya.


"Sihir Es - Dewi Naga Es."


"Groarrr....!!!


Dari balik awan tebal tiba-tiba muncul mahluk yang sangat besar berwarna putih dan juga memiliki sayap lebar, sedangkan kepala mahluk tersebut memiliki tanduk panjang bening seperti Batu Es yang mengkristal.


"I..itu.. Na...Naga sungguhan!?"


Mata Chie Xie melotot dan kemudian dia mengusap-usap matanya takut salah lihat. Untuk pertama kalinya dia melihat sosok Naga yang sangat besar secara langsung karena dia hanya sering melihat gambarnya saja.


Naga tersebut terbang dan berhenti dibelakang Bing Mei sehingga Bing Mei terlihat seperti seorang Dewi titisan Naga.


Mata Chie Xie yang berkaca-kaca akhirnya tertarik dan ingin memperlajari Ilmu Sihir aneh dan menakjubkan tersebut.


Bing Mei dapat melihat keinginan Chie Xie dari tatapan matanya yang binar, dia segera mengembalikan semuanya seperti semula dan kemudian dia turun kembali ke tempat Chie Xie berada.


"Bagaimana? Apakah kamu mau aku ajarkan Ilmu sihir ku?" tanya Bing Mei.


"Iya.. Aku mau..!" jawab Chie Xie tanpa berpikir dua kali.


Sebenarnya Bing Mei berasal dari Galaxy lain, dia memang sedang mencari temannya yang pergi menghilang, namun itu semua dia lakukan atas permintaan Sahabatnya yang menjadi istri dari temannya tersebut.


Kemampuan Bing Mei sendiri juga berada dipuncak Raja Alam, dan kekuatan tersebut dia dapatkan dari sahabatnya yang dulu pernah disebut sebagai Dewi Kegelapan, sedangkan dulu Bing Mei sendiri mendapatkan julukan Si Pertapa Es dari Pulau Es.


Munculnya Bing Mei di dunia tempat Chie Xie berada adalah sebuah ketidak sengajaan, Bing Mei datang kesana karena dia sempat merasakan energi yang setara dengan Raja Alam sehingga dia segera menggunakan lorong dimensi.


Namun dia muncul di Kerajaan Wu dan saat itu dia berusaha memeriksa energi tersebut, namun ternyata energi tersebut berada di tempat yang berbeda.


Saat sedang berjalan dipelabuhan, dia merasakan ada nafsu jahat tidak jauh darinya, dah ternyata dia melihat tiga Pria kekar bertelanjang dada sedang membuntuti seorang gadis kecil yang tidak lain adalah Chie Xie.


Bing Mei tidak ingin mencari masalah disitu, namun dia juga tidak ingin membiarkan Chie Xie begitu saja sehingga dia langsung menarik lengan Chie Xie dan kemudian membuat Chie Xie tidak sadarkan diri.


Bing Mei bergegas menggunakan lorong dimensi dan berpindah tempat kedunia lain, dan sekarang dia merasa Chie Xie masih terlalu muda untuk pergi sendirian sehingga dirinya ingin mengajarinya ilmu sihir andalannya kepada Chie Xie agar kelak tidak ada lagi yang berani mengganggu Chie Xie dan pastinya Chie Xie tidak akan dianggap lemah lagi.


Karena itu dia akan melatih Chie Xie hingga memiliki kemampuan setidaknya sampai ke tingkat Pertapa yang dulu pernah menjadi tingkat tertinggi di dunia Bing Mei.


Bing Mei menyuruh Chie Xie untuk melanjutkan meditasi kembali sedangkan dirinya hanya berdiri sambil menghela nafas panjang dan menatap ke langit seraya bergumam pelan.

__ADS_1


"Kemana lagi aku harus mencarimu Chinmi? Kenapa kamu tega menyerap sebagian energi Qie Yin hingga membuatnya lemah?" gumam Bing Mei.


__ADS_2