Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
menjadi seorang ayah


__ADS_3

***


Sekte Gunung Es sejak dulu sudah menjadi Sekte terbesar dan damai, bahkan bencana sekecil apapun akan dengan cepat diatasi oleh para murid Sekte.


Kali ini di Sekte Gunung Es, terlihat sebuah fenomena aneh, awan putih tebal yang menutupi cahaya matahari tiba-tiba saja berubah menjadi hitam, namun awan hitam itu tidak seperti awan biasa yang terlihat akan turun hujan.


Semua para murid Sekte berkumpul untuk melihat fenomena aneh tersebut, banyak pertanyaan dari masing-masing setiap murid.


"Ini bukan awan hitam biasa!"


"Apakah akan ada bencana alam? Selama ini jarang sekali ada awan hitam setebal ini!"


Ho Chen dan Qiao Lin serta yang lainnya juga menatap ke awan hitam tebal tersebut, semuanya juga merasa jika fenomena itu tidak biasa.


"Guru, kakek, Lin'er! Kalian bertiga cepat pergi ke sudut sekte, buatlah perisai pelindung karena sebenarnya lagi sepertinya hal buruk akan segera terjadi!" kata Ho Chen.


"Hal buruk?" Louis masih bingung dengan perkataan Ho Chen.


"Begini, fenomena ini adalah sebuah tanda akan lahirnya anak Tian dan Alice, bukankah sudah aku katakan sebelumnya jika anak itu kelak akan menjadi salah satu tokoh terkuat, aku yakin para Iblis jahat serta kekuatan kegelepan lainnya akan berusaha untuk mencegah anak itu lahir!"


Ho Chen menjelaskan jika kekuatan Kegelapan adalah salah satu kekuatan terbesar yang ada diseluruh Alam Semesta, jika ada kekuatan lain yang akan membahayakan keberadaan mereka, maka mereka pasti akan dapat merasakannya.


Jika di biarkan maka anak Tian Feng bisa-bisa mati saat akan dilahirkan, walau dia akan terlahir dengan kekuatan besar, namun tetap saja dia masih seorang bayi yang belum tahu apa-apa, jika Kaisar Kegelapan tidak bisa menyentuhnya, bukan berarti tidak ada kekuatan lain yang tidak bisa menyentuh bayi itu.


Banyak kekuatan lain yang masih mampu untuk menyentuh bayi tersebut, oleh karena itu Ho Chen dan yang lainnya akan berusaha sebisa mungkin untuk menahan serangan alam.


"Kalau begitu ijinkan aku membantu, aku tidak mungkin hanya berdiam diri saja, apalagi ini menyangkut keselamatan cucu serta cicitku!" kata Louis.


"Baik, kalau begitu pergilah ke sudut sana, buatlah pelindung dengan energi yang kamu miliki kemudian gabunkan dengan ketiga energi Pelindung milik mereka! Aku sendiri akan menahannya langsung dari luar perisai," kata Ho Chen.


Louis segera mengikuti arahan Ho Chen, dia bergegas menuju ketempat yang sudah di tunjuk oleh Ho Chen kemudian segera membuat segel tangan dan melepaskan Pelindung energi hitam.


Empat energi pelindung melesat ke udara membentuk pilar energi kemudian menyatukan dan membentuk sebuah kuba raksasa. Ho Chen segera menghilang kemudian dia muncul diluar perisai pelindung dan menatap kearah awan hitam pekat yang kini merubah bentuk seperti sebuah sosok wajah hitam raksasa.


"Kekuatan kegelepan ini benar-benar tidak ingin membiarkan anak Tian Feng terlahir kedunia, tapi selama masih ada aku, kamu juga tidak akan bisa menyentuhnya," ucap Ho Chen kemudian dia membuat segel tangan dan tubuh Ho Chen mulai bercahaya terang.


Awan hitam yang membentuk seperti wajah itu membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian energi angin kuat segera keluar menerpa Ho Chen serta berusaha menembus Perisai pelindung yang menutupi seluruh Sekte Gunung Es.


Badai angin topan serta ada pusaran angin raksasa segera tercipta berusaha menyerang Ho Chen serta berusaha menghancurkan Perisai pelindung tersebut.

__ADS_1


Petir yang begitu banyak mulai menyambar kesegala arah, termasuk menyambar Kuba energi Pelindung tersebut, getaran serta guncangan hebat segera terasa di seluruh wilayah Sekte Gunung Es, sedangkan Louis dan yang lainnya semakin meningkatkan energi mereka karena gabungan badai besar itu terlalu kuat.


"Sihir Logam."


Tian Feng mengangkat kedua tangan kemudian elemen Logam segera muncul kemudian menyebar membentuk sebuah tameng raksasa dan melesat kearah Awan hitam tersebut, tameng logam itu diserang secara terus menerus oleh petir dan juga pusaran angin besar, namun tameng tersebut tetap melesat ke arah Awan hitam yang mengamuk.


Petir yang lebih besar lagi segera muncul dan kemudian menyambar tameng logam tersebut dengan sangat kuat.


Suara benturan dan gemuruh Guntur yang sangat besar segera terlihat dan percikan api yang dihasilkan oleh sambaran petir dengan logam itu bertebaran dan jatuh bagai hujan api.


Tameng logam tersebut kini kembali jatuh karena sambaran petir yang begitu besar dan kuat, hal itu membuat Ho Chen kembali membuat segel tangan yang lain.


"Sihir Dewa Petir."


Kini tubuh Ho Chen mulai di selimuti oleh petir biru dan kemudian dia mengarahkan telunjuknya ke arah Awan hitam itu.


Seolah-olah memiliki kesadaran sendiri, Awan hitam tersebut langsung melepaskan petirnya yang tadi sudah menyambar Tameng logam milik Ho Chen.


Di saat yang sama Ho Chen juga melepaskan sambaran petir biru dan melasat ke udara kemudian membentur petir milik awan hitam.


Suara gemuruh dan ledakan kuat membuat banyak retakan di beberapa tempat di wilayah Gunung es saat kedua petir besar itu berbenturan dan meledak di udara.


"Kuat sekali!" gumam Louis yang hampir tidak bisa menstabilkan tubuhnya saat guncangan besar terjadi.


"Kekuatan Alam memang sangat besar, jika di lawan maka kekuatan alam akan mampu melebihi orang yang melawannya," gumam Ho Chen kemudian dia mulai membuat sihir lainnya yang fungsinya hanya untuk menahan saja dan bukan melawan.


Sekuat apapun Ho Chen saat ini, tidak mungkin bagi dirinya jika harus bersaing dan melawan kekuatan yang di miliki oleh Alam, karena sebenarnya kekuatan alam itu sangat murni, baik dari kekuatan suci, maupun yang kegelapan.


Di dalam sekte sendiri, proses persalinan Alice masih berlangsung, Tian Feng, Naomi, dan Chie Xie terus berusaha memberikan energi gabungan mereka kepada Alice, sedangkan Alice yang sudah sadar dari pingsannya kini kembali berusaha untuk melahirkan bayinya dengan di bantu oleh tabib.


Proses persalinan juga terasa menakutkan, suara erangan dan teriakan Alice yang begitu keras membuat Chie Xie, Naomi, dan Tian Feng merasa tidak sanggup, untuk pertama kalinya bagi Tian Feng bisa merasakan sakit yang sama saat melihat penderitaan Alice yang berusaha melahirkan bayinya.


Di luar sekte, serangan demi serangan terus berdatangan, dan para murid Sekte mulai merasa khawatir akan serangan Awan eneh tersebut.


Walau mereka semua berada di bawah perlindungan Kuba energi Pelindung, namun tetap saja mereka masih merasa takut, terlebih lagi saat melihat Ho Chen yang hanya bertahan tanpa membalas serangan dari serangan alam itu.


Ketika Alam melepaskan sambaran petir yang lebih besar, tiba-tiba saja ada suara tangisan bayi dari dalam sekte, suara tangisan bayi tersebut seolah-olah mampu menghentikan waktu dan petir besar dari kekuatan Alam itu juga terhenti.


"Sudah keluar? Cicitku sudah lahir!" Louis merasa senang mendengar suara tangisan bayi yang begitu keras dari dalam sekte, walau demikian dia masih tetap menahan Energi dan memfokuskan semua perhatiannya agar Kuba energi Pelindung itu tidak pecah.

__ADS_1


Ho Chen sendiri yang sejak awal tidak melawan kini mulia berubah kebentuk Dewa, dia segera menggunakan momentum tersebut untuk menyingkirkan awan hitam dari atas sekte Gunung Es.


"Sihir Dewa Angin - Hembusan Nafas Dewa."


Ho Chen mengibas-ngibaskan tangannya beberapa kali kearah awan yang kini tidak lagi bergerak, dan dalam waktu singkat sebuah badai yang sangat kuat mulai berhembus dan menyapu awan hitam tersebut pergi dari wilayah Gunung es.


Awan hitam yang sebelumnya sangat sulit untuk di singkirkan kini berhasil menjauh kemudian mulai hilang menjadi sebuah awan putih yang tebal.


"Lepaslah pelindung kalian, kali ini semuanya akan baik-baik saja!" kata Ho Chen yang mulai turun.


Louis dan yang lainnya segera menarik kembali energi mereka lalu bergegas menghampiri Ho Chen. Louis yang baru sampai akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan mereka semua.


"Baiklah, karena situasi sudah baik, mari kita masuk untuk melihat anak Tian itu!" kata Ho Chen.


Louis yang sudah tidak sabar segera berjalan lebih dulu, dia ingin melihat kondisi cucunya, apakah cucunya selemat atau tidak.


***


Tabib tersebut segera membersihkan bayi mungil yang belum bisa melihat itu kemudian dia menyerahkan bayi tersebut kepada Tian Feng seraya berkata, "Selamat Tuan, putri anda lahir dengan selamat dan ibunya juga selamat!" kata tabib tersebut.


Tian Feng segera menggendong bayinya yang baru lahir itu, bayinya ternyata adalah perempuan, bayi tersebut memiliki rambut halus agak putih namun tidak terlalu putih, dan saat bayi itu berusaha membuka matanya, ternyata mata bayi Tian Feng memiliki warna yang sama dengan Alice, yaitu berwarna biru.


Chie Xie segera menghampiri Tian Feng untuk melihat keponakannya yang baru lahir, dia melihat wajah bayi mungil tersebut seraya tertawa kecil kemudian menyentuh kulit bayi yang masih sangat halus itu.


"Cantik sekali..! Walau masih bayi, namun wajahnya sungguh membuatku merasa tersaingi!" kata Chie Xie.


Naomi juga datang menghampiri nya dan menatap wajah bayi tersebut, karena bayi tersebut terlalu kecil, jadi sulit untuk menentukan jika wajahnya akan mirip dengan siapa.


"Sini biar aku yang menggendongnya dulu, kamu cepat pergi kesamping istrimu!" kata Naomi.


Tian Feng segera menyerahkan bayi nya kepada Naomi kemudian dia segera pergi menghampiri Alice yang masih terbaring lemah.


"Suamiku, bagaiamana keadaan bayi kita? Apakah dia sehat?" tanya Alice.


Tian Feng tersenyum lembut kemudian dia mengusap rambut Alice seraya berkata, "Bayi kita perempuan, dia sangat sehat serta sangat cantik seperti mu!" jawab Tian Feng kemudian dia memegang tangan Alice lalu kembali berkata, "Alice maafkan aku karena tidak pernah membahagiakan mu, bahkan aku sudah membuatmu menderita, dan terima kasih karena sudah memberikan ku seorang putri, kini aku sudah menjadi seorang ayah!" kata Tian Feng.


Alice tersenyum haru mendengarnya, dia belum pernah mendengar Tian Feng meminta maaf secara tulus, namun kali ini dia benar-benar melihat ketulusan Tian Feng yang benar-benar sudah berubah, terlihat juga wajah bahagianya karena sekarang Tian Feng benar-benar sudah memiliki anak dari darah dagingnya sendiri.


"Ini sudah kewajiban ku sebagai seorang istri!" jawab Alice.

__ADS_1


" Setelah tabib selesai membersihkan mu, kamu lebih baik stirahatlah dulu karena nanti putri kecil kita pasti akan datang padamu, jadi jangan sampai kamu kelelahan dan istirahatlah selagi sempat!" ucap Tian Feng.


Tabib segera datang untuk membersihkan tubuh Alice serta mengganti pakaiannya, sedangkan Tian Feng kembali melihat putri kecilnya yang di gendong oleh Naomi dan putri mungil tersebut tertidur lelap.


__ADS_2